Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 83 : Siuman.


Hari ini Brian nampak berjalan terburu-buru karena dokter baru saja mengatakan jika Clarissa sudah siuman.


Dan sialnya saat Clarissa siuman Brian harus pergi sebentar untuk mengurus suatu masalah.


Sesampainya di ruang rawat Clarissa, Brian langsung masuk ke ruang rawat tersebut.


Nampak Clarissa tengah duduk terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang..." Panggil Brian.


"Hiks... Hiks.. Hiks..." Terdengar tangisan Clarissa.


Brian yang mendengar Clarissa menangis pun langsung mendekati Clarissa dan mengangkat wajah istri nya itu.


Nampak wajah Clarissa sudah memerah layaknya buah tomat dengan air mata yang membahasi wajah nya.


"Ada apa?" Tanya Brian.


Kemudian dokter pun datang dan langsung mengatakan apa yang telah terjadi kepada Clarissa.


"Maaf Pak Brian, istri anda harus mengalami kelumpuhan." ucap dokter tersebut.


Deg...


Bak di sambar petir di siang bolong, Brian langsung terdiam dan melihat Clarissa yang tengah menangis.


Brian merasa bersalah atas apa yang telah menimpa Clarissa.


"Clarissa maaf kan aku.." Ucap Brian meminta maaf.


Tapi tak ada jawaban dari Clarissa, wanita itu hanya terus menangis tanpa henti. Dengan lembut Brian langsung memeluk Clarissa dan berusaha menenangkan wanita nya.


"Aku janji akan mencari cara untuk menyembuhkan mu." Ucap Brian.


"Hiks... Hiks.. Hiks..."


Satu Minggu berlalu.


Clarissa kini sudah berada di rumah Brian, Brian sengaja membawa Clarissa ke rumah nya agar wanita nya itu bisa di jaga selama 24 jam oleh nya.


Dan selama seminggu terakhir pun Clarissa hanya duduk diam di kursi roda tanpa ingin berbicara sepatah kata pun.


Dan Brian pun berusaha memberikan pengertian kepada ketiga anak nya jika Mommy nya itu sedang membutuhkan ketenangan untuk saat ini.


"Clarissa.." Panggil Brian sambil membawakan makanan untuk Clarissa.


Tapi Clarissa hanya diam, dia tak ada niatan untuk menjawab panggilan dari Brian.


"Clarissa, ayo makan dulu." Ucap Brian.


Clarissa pun melihat makanan yang di bawa oleh Brian. "Ah, tenang saja makanan ini makan. Jika kau tak percaya aku akan mencicipinya dulu." Ucap Brian sambil mencicipi makanan tersebut.


Setelah itu Brian langsung menyuapi Clarissa, Brian yang melihat Clarissa hanya makan sedikit pun merasa khawatir.


"Clarissa, ku mohon bicara lah. Jangan seperti ini." Ucap Brian.


"Apa yang harus di bicarakan lagi, Brian." Ucap Clarissa.


Dan perkataan ini adalah perkataan pertama yang Clarissa ucapkan setelah seminggu terakhir Clarissa terus saja bungkam.


"Aku Cacat... Cacat... Aku Cacat." Ucap Clarissa dengan wajah yang memerah tengah menahan air mata.


"Tidak, kau tidak cacat. Kau adalah wanita yang paling sempurna di muka bumi ini Clarissa." Ucap Brian sambil memegangi kedua pipi Clarissa.


"Cukup Brian... Jangan buang kata-kata manis mu itu hanya untuk menghibur ku. Karena aku tak butuh sandiwara mu itu Brian.." Ucap Clarissa yang marah.


"Aku tak pernah bersandiwara Clarissa." Jawab Brian.


"Aku tahu mungkin sekarang kau pasti sudah ilfil dengan kecacatan ku, dan sebentar lagi kau pasti akan membuang ku dan mencari wanita lain untuk mengganti kan ku." Ucap Clarissa.


"Aku tak pernah berpikir seperti itu Clarissa." Jawab Brian sambil berusaha menenangkan istri nya itu.


"Kau bohong... Hiks, hiks, hiks..."


"Aku tidak bohong Clarissa, aku bersumpah." Jawab Brian sambil memeluk Clarissa.


Kemudian Brian mengangkat tubuh Clarissa dan membawanya ke balkon kamar, kemudian Brian duduk di sebelah kursi dan Clarissa pun duduk di pangkuan nya.


"Sekarang katakan, apa yang ingin kau katakan."