
Jesselyn yang nakal pun terus mondar-mandir ke sana ke sini, pelayan yang bersama Jesselyn pun sampai kehilangan jejak nya.
Jesselyn yang tengah berjalan sendiri sambil mencari keberadaan pelayan yang tadi bersama nya.
"Kak pelayan..." Panggilan Jesselyn sambil mengigit jarinya.
Kemudian mata Jesselyn berbinar-binar saat melihat seorang pria berjas tengah berdiri sambil melihat handphonenya.
"Daddy..." Teriak Jesselyn.
Sesampainya di depan pria itu Jesselyn terdiam saat melihat wajah orang itu sangat mirip dengan kedua kakaknya.
Brian pun terdiam saat melihat seorang anak kecil di depannya tengah menatap dirinya.
Tanpa ingin memperdulikan anak kecil itu Brian langsung berjalan melewati nya.
Jesselyn pun tersadar dari lamunannya saat pria yang mirip kedua kakaknya itu berjalan melewati nya.
"Daddy..." Panggil Jesselyn.
Tapi Brian tetap terus berjalan karena dia tak merasa menjadi Daddy siapa pun.
Kemudian Jesselyn langsung berlari dan memeluk kedua kaki Brian.
Brian nampak kaget saat ada anak kecil tengah memeluk kaki nya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Brian dengan tatapan dingin.
"Daddy... Daddy..." Panggil Jesselyn sambil terus memeluk kaki Jesselyn.
"Lepaskan.. Aku bukan ayahmu, mungkin kau salah orang." Ucap Brian.
Kemudian Brian melihat ke sekeliling Mall, orang-orang melihat dirinya sambil berbisik-bisik.
Brian hanya bisa memangku anak itu dan membawanya ke kantor keamanan mall.
"Daddy.. Sangat tampan.." Ucap Jesselyn yang berada dalam pangkuan Brian.
"Aku bukan Daddy mu." Jawab Brian dingin.
"Kau Daddy ku, wajahmu sangat mirip dengan kedua kakak ku.." Ucap Jesselyn.
"Dimana ibu mu?" Tanya Brian.
"Mommy.. Mommy belum pulang." Jawab Jesselyn.
Brian hanya diam sambil terus berjalan. "Daddy, ayo kita cari Mommy.." Ajak Jesselyn.
"Sudah ku bilang aku bukan Daddy mu.." Jawab Brian dengan nada dingin.
Kemudian Jesselyn pun tiba-tiba menangis kencang membuat orang-orang di sekitar Brian langsung menatap Brian.
"Daddy.. Jahat.. Hiks.. Hiks.. Hiks.."
Brian hanya membulat kan matanya, entah kenapa hari ini dia sangat sial sekali sampai bertemu dengan anak kecil yang sangat merepotkan.
Anak buah Brian yang berada di sekitar Brian hanya bisa melihat, mereka tak bisa membantu dalam hal ini.
"Siapa anak itu?" Tanya Roki kepada Erwin.
"Entahlah, tapi dia menyebut Bos dengan sebutan Daddy.." Jawab Erwin yang berada tak jauh dari Brian.
"Apa kita harus bantu?" Tanya Erwin.
Kemudian ada seorang wanita tua menghampiri Brian. "Hey kau.. Sebagai ayah harusnya kau menghibur putri mu yang sedang menangis." Ucapnya memarahi Brian.
"Putri ku? Dia bukan putri ku." Jawab Brian.
"Hah? Sudah punya anak gadis secantik ini masih tidak mengakui nya. Dasar ayah kurang ajar.." Ucapnya lagi.
"Tapi dia memang bukan anak ku." Jawab Brian jujur.
"Orang awam pun tahu jika kalian sangat mirip, dan mana mungkin dia bukan anak mu." Ucapnya lagi.
Brian yang mendengar hal itu langsung melihat wajah Jesselyn yang tengah tersenyum.
"Dimana kantor keamanan?" Tanya Brian kepada seorang wanita.
"Di sebelah sana.." Jawabnya.
Kemudian Brian langsung membawa Jesselyn ke kantor keamanan, agar orang tua anak itu datang ke sana.
"Daddy jangan tinggalkan Jesselyn di sini.. Jesselyn takut.." Ucapnya.
"Sudah ku bilang aku bukan ayah mu.." Jawab Brian.
Pihak keamanan mall hanya bisa diam mereka tak bisa membantah ucapan pria di hadapannya itu.
Setelah menitipkan Jesselyn ke kantor keamanan Mall, Brian langsung bergegas pergi karena dia harus segera bertemu dengan Clarissa.
Di dalam mobil.
"Bos... apa benar dia anak mu?" Tanya Erwin.
"Dari mana kau mendapatkan informasi itu?" Tanya Brian.
"Tidak, hanya saja gadis itu menyebut mu Daddy.." Jawab Erwin.
"Aku bukan ayah nya." Jawab Brian.
"Tapi bos.. Anak itu cukup mirip dengan mu, dan saat aku melihat wajahnya terasa tak asing seperti siapa yah..." Ucap Erwin.
Brian tak menghiraukannya ucapan Erwin lagi pula dia kini tak terlalu ingat wajah anak kecil itu.
"Ah.. Iya aku baru ingat, anak itu sangat mirip dengan wanita mu.." Ucap Erwin.
"Wanita yang mana?" Tanya Brian.
"Ah.. Itu Nona Clarissa, dia sangat mirip dengan Nona Clarissa.." Ucap Erwin.
Brian pun seketika langsung terdiam, kemudian dia langsung melihat ke arah Erwin.
"Clarissa tak mungkin memiliki anak." Ucap Brian.
"Kenapa tidak mungkin?" Tanya Erwin.
"Jika dia memiliki anak, mungkin sekarang wanita itu akan meminta pertanggung jawaban kepada ku. Tapi kau lihat? Dia tak melakukan hal itu." Jawab Brian yang tak menghiraukan masalah anak itu.
"Tapi sepertinya Nona Clarissa tak ingin mengatakan nya." Ucap Roki yang tiba-tiba angkat berbicara.
"Apa maksud mu?" Tanya Brian.
"Aku sudah mendapatkan semua informasi tentang Nona Clarissa saat dirinya berada di Amerika." Jawab Roki sambil memberikan laptop milik nya.
Brian pun melihat semua informasi tentang Clarissa, dan di sana tertulis Clarissa melahirkan 3 orang bayi.