Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 66 : Rencana Jesselyn.


Nyonya Rindi hanya bisa menghela nafas saat melihat kembali anak haram suaminya.


"Kau sudah pulang, Marco?" Tanya Nyonya Rindi.


"Sudah Ibu.." Jawabnya sambil duduk di depan Nyonya Rindi.


Marco adalah anak dari wanita yang mencintaimu suami Nyonya Rindi, saking cintanya kepada Daniel wanita itu sampai menjebak suaminya sehingga suaminya tidur dengannya dan hasilnya adalah anak di depan Nyonya Rindi.


Tapi meski seperti itu tak pernah ada rasa benci di hati Nyonya Rindi untuk Marco, karena bagaimanapun juga anak itu adalah anak dari mendiang suaminya dan berarti anak itu juga tanggung jawabnya.


Sementara untuk ibu Marco, wanita itu sudah meninggal sejak melahirkan Marco.


"Bagaimana belajar mu? Menyenangkan?" Tanya Nyonya Rindi.


"Begitu lah, kurang menyenangkan." Jawab Marco santai.


"Belajar lah yang benar, Marco." Ucap Nyonya Rindi.


"Tentu, kalau begitu aku ingin istirahat. Selamat malam Ibu.." Ucap Marco sambil berjalan pergi.


Setelah Marco keluar dari ruangan milik Nyonya Rindi dia tak sengaja berpapasan dengan Keyla dan juga Keysa.


"Kau..!!!" Tunjuk Keyla.


"Eh, adik kecil." Sapa Marco.


"Kapan kau pulang?" Tanya Keysa dengan nada tinggi.


"Baru saja." Jawab Marco.


"Untuk apa kau datang ke sini?" Tanya Keyla.


"Tentu saja aku merindukan dua bocah menyebalkan seperti kalian.." Ucap Marco.


"He.. Kami bukan lagi bocah, apa kau tak lihat. Aku dan saudariku sudah besar." Ucap Keyla.


"Iya-iya, kalian sudah besar." Jawab Marco yang malas meladeni kedua bocah itu.


"Mau pergi kemana kau?" tanya Keyla.


"Istirahat. Aku cape.." Jawab Marco sambil meninggalkan Keyla dan Keysa.


Sementara itu.


Tak terasa hari sudah menjelaskan siang, Clarissa yang baru bangun pun segera keluar dari kamar dengan keadaan yang sudah rapi dan bersih.


"Mommy.." Teriak Jesselyn.


"Eh, sayang? kamu udah makan?" Tanya Clarissa.


"Belum Mommy, kita lagi nungguin Mommy bangun." Ucap Jesselyn.


"Baiklah, Kalau begitu sekarang kita makan yah." Ucap Clarissa sambil mengajak anak nya ke ruang makan.


Di ruang makan rupanya sudah ada Brian dan kedua putranya.


"Ayo makan." Ajak Brian kepada Clarissa.


Clarissa hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Suasana sarapan terasa hening, yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu yang saling beradu.


"Emm... Daddy, Mommy apa sekarang kita akan jalan-jalan?" Tanya Jesselyn berusaha untuk mencairkan suasana.


"Emmm.. Jesselyn pengen jalan-jalan di pasar, tapi Jesselyn gak mau Mommy sama Daddy ikut kemana Jesselyn pergi." Ucap Jesselyn.


"Gak bisa gitu, Nanti kamu bisa ilang." Jawab Clarissa tak terima.


"Tapi Jesselyn bakal sama kak Jeremy sama Kak Jerry, dan Mommy sama Daddy bisa pasang alat pelacak buat Jesselyn." Ucap Jesselyn.


"Baiklah, tapi biarkan salah satu pengawal Daddy ikut sama kamu." Ucap Daddy.


"Baiklah, Kalau begitu Jesselyn pengen di kawal sama Aunty Maria.." Ucap Jesselyn.


"Baiklah." Jawab Brian.


Jesselyn yang mendengar hal itu langsung bersorak riang di dalam hati, rencananya untuk membuat kedua orang tuanya bersatu pun berhasil.


Setelah semuanya siap, Brian langsung menyuruh supir untuk membawa mobil nya ke pasar yang ada di Bali.


Sesampainya di sana, Clarissa dan Brian hanya menunggu di salah satu tempat duduk sambil melihat kepergian ketiga anaknya bersama dengan Maria.


"Apa kau ingin jalan-jalan?" Tanya Brian.


"Kemana?" Tanya Clarissa.


"Ya kemana saja." Jawab Brian.


Kemudian Clarissa pun mengangguk kepalanya, dia segera berjalan bersama Brian. Brian dengan nakal nya memegang tangan Clarissa, Clarissa hanya diam sambil mengikuti langkah Brian.


Tak jauh dari sana, Jerry, Jeremy dan Jesselyn bersama dengan Maria melihat kedekatan kedua orangtuanya.


"Apa kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Jerry.


"Tentu saja, iya kan Aunty?" Tanya Jesselyn kepada Maria.


"Tentu saja." Jawab Maria.


"Kalau begitu kita lakukan rencana yang lain." Ucap Jesselyn.


"Baiklah." Jawab Maria.


Saat Clarissa dan Brian tengah berjalan, nampak seorang anak kecil menjual bunga.


"Nona dan Tuan, apa kalian ingin membeli bunga saya?" Tanya gadis kecil itu.


"Emm.. Tidak." Jawab Clarissa.


"Tuan apa kau tak ingin membeli kan bunga untuk pasanganmu?" Tanya Gadis kecil penjual bunga itu.


"Bukan aku bukan pasangannya." Jawab Clarissa.


"Baiklah, aku belum semua." jawab Brian sambil mengeluarkan uang 300 ribu.


"Harganya hanya 50.000" Jawab gadis kecil itu.


"Tidak apa-apa, ini untuk mu saja." Jawab Brian.


"Terimakasih." Kemudian gadis kecil itu langsung memberikan bunga mawar tersebut kepada Brian.


"Ini.." Ucap Brian sambil memberikan bunga mawar itu kepada Clarissa.


"Terimakasih.." Jawab Clarissa sambil menerima bunga mawar dari Brian.