
Brian terdiam dengan wajah yang menunjukkan rasa panik, dia takut jika istri nya mengalami hal buruk. Tadinya Brian ingin menemani Clarissa, tapi dokter melarang Brian untuk masuk ke ruang operasi.
Lalu tiba-tiba Roki datang menghampiri Brian dan mengatakan jika Nicolas sudah sadar dan kini pria itu sudah pergi meninggalkan rumah Brian.
Tapi Brian tak peduli dengan hal itu yang kini dia pedulikan adalah keadaan Clarissa dan juga bayi yang ada di dalam kandungan nya.
Sekian lama Brian menunggu dan akhirnya pintu operasi pun terbuka, nampak seorang dokter keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana?" Tanya Brian langsung pada intinya.
"Syukurlah bayi dan istri anda bisa selamat, dan kini anak anda ada di dalam, sementara istri anda masih dalam pengaruh obat bius." Jawab dokter tersebut.
"Baiklah, apa sekarang saya bisa melihat istri dan anak saya?" Tanya Brian.
"Bisa Pak, tapi mungkin kami akan memindahkan nya terlebih dahulu ke ruang rawat." Jawab dokter tersebut.
"Baiklah." Jawab Brian.
Lalu Brian melihat ranjang yang berisikan Clarissa tengah di bawa oleh para perawat ke ruang rawat, Brian pun mengikuti kemana Clarissa di bawa.
Sementara anak Brian di bawa oleh suster menuju ruang rawat Clarissa.
Di ruang rawat, Brian langsung menggendong anaknya yang rupanya seorang perempuan. Nampak ekspresi bahagia terpancar jelas di wajah Brian.
Kini dia sudah menjadi seorang ayah dari 4 orang anak. Nampak senyum bahagia terukir jelas di wajah Brian lalu dengan lemu dia mencium kening putri kecilnya itu.
"Brian..." Ucap Clarissa dengan nada lemah.
"Kau sudah siuman?" Tanya Brian senang.
"Aku ingin melihat anak kita." Ucap Clarissa.
kemudian Brian memberikan putri nya kepada Clarissa, nampak Clarissa menidurkan putri nya itu di atas dadanya.
Terlihat air mata mengalir dari pelupuk mata Clarissa, dia sangat bahagia bisa melahirkan putri nya dengan selamat.
"Apa ku sudah memberitahu anak-anak kalau mereka sudah mempunyai adik baru?" Tanya Clarissa.
"Baiklah." Ucap Clarissa sambil melihat wajah putri kecilnya yang tengah tertidur lelap.
"Mommy sangat menyayangi mu nak.." Ucap Clarissa sambil tersenyum bahagia.
Brian pun terdiam sambil menatap istri dan juga putri kecilnya, hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk nya.
"Brian.. Apa kau sudah mempersiapkan nama yang cocok untuk anak kita?" Tanya Clarissa.
"Sudah.. Bagaimana dengan Selena." Ucap Brian.
"Selena? Nama yang bagus. Baiklah sekarang nama Putri ku adalah Selena." Jawab Clarissa.
"Iya putri ku yang cantik sama seperti istri ku." Jawab Brian.
Keesokan harinya...
Brian tengah berdiri sambil melihat kamar bayi yang tengah di dekorasi oleh pelayan rumahnya.
Hari ini Brian sibuk di rumah sementara mertua dan anak-anak nya berada di rumah sakit menemani Clarissa.
Lalu tiba-tiba telpon Brian berbunyi dan rupanya itu adalah telpon dari Roki.
"Ada apa?" Tanya Brian.
"Bos.. Orang yang kau inginkan telah kami temukan."
Mendengar hal itu Brian pun langsung memerintahkan Roki untuk membawanya pulang ke Indonesia.
Setelah itu panggilan pun langsung di putus oleh Brian.
Saat Clarissa melahirkan, Roki dan Erwin langsung berangkat ke luar negeri dengan pesawat pribadi milik Brian untuk menemukan keberadaan Candra.
Dan bukan hal sulit untuk menemukan Candra di luar negeri karena Brian memiliki banyak teman-teman yang bisa memberitahu informasi yang dia inginkan dengan cepat.
"Ah.. Hukuman apa yang pantas untuk orang itu."