
Clarissa tiba di Bali, lebih tepatnya di tempat penginapan yang Brian sewa untuk beberapa hari.
Dengan langkah kesal Clarissa langsung membuka pintu, dia dengan cepat mencari keberadaan keempat orang menyebalkan itu.
Brak..
Pintu di tendang dengan keras, ketiga anak Clarissa langsung menoleh dan begitu juga dengan Brian.
"Bagus yah... Kalian bertiga beraninya pergi tanpa pamit.." Ucap Clarissa memarahi ketiga anaknya.
"Mommy jangan salahin kita, ini semua salah Daddy.." Ucap Jesselyn menyalahkan Brian.
Brian langsung melihat ke arah Jesselyn, beraninya anak kecil itu menyalahkan dirinya. Meski sebenarnya Jesselyn sendiri lah yang menginginkan liburan ke Bali.
Tanpa aba-aba Clarissa menarik kerah baju Brian. "Jadi kau ingin ku jebloskan ke penjara atas pasal penculikan anak.." Ucap Clarissa kesal.
Jesselyn yang melihat hal itu hanya bisa menutup mulut kecilnya.
"Ayo Jesselyn kita keluar.." Ajak Jeremy.
Kemudian Jesselyn, Jerry dan Jeremy pun segera keluar dari ruangan karena mereka tahu pertengkaran itu tak akan baik untuk di tonton oleh mereka.
"Lepaskan Clarissa, lagi pula aku ayahnya.." Jawab Brian.
"Ayah.. Tidak, kau bukan ayah nya." Jawab Clarissa.
"Tapi aku yang telah menanam tiga benih itu di rahim mu." Jawab Brian.
"Memang secara biologis kau ayah nya, tapi secara hukum kau bukan ayahnya. Jika kau berani membawa anak-anak ku tanpa izin akan ku pastikan kau mendekam di penjara." Ancam Clarissa.
"Memenjarakan ku? Baiklah, aku akan lihat seberapa hebat nya dirimu." Ucap Brian dengan senyuman meledek.
"Kau.. Kau meremehkan ku.. Aku adalah pemilik perusahaan Caterpillar, dan aku sangatlah kaya raya... Dan untuk memenjarakan mu itu sangatlah mudah." Ucap Clarissa sambil menunjuk-nunjuk dada bidang Brian.
"Baiklah, tapi aku sangat lah akrab dengan orang-orang di kantor polisi. Jadi bagaimana?" Tanya Brian.
"Dasar kau pria penyuap..." Maki Clarissa.
Brian yang melihat Clarissa marah hanya bisa terkekeh, karena menurutnya Clarissa sangat lah lucu jika sedang marah seperti ini.
"Kau tertawa? apa ada yang lucu? Hah?" Tanya Clarissa dengan nada tinggi.
"Tidak ada.." Jawab Brian.
"Bagus, kalau begitu sekarang aku tinggal membawa anak-anak ku pulang dan menjauh dari orang seperti mu." Jawab Clarissa yang kesal.
"Lepaskan aku, bedebah..." Maki Clarissa.
"Apa kau salah minum obat, Clarissa. Hari ini kau suka sekali marah-marah." Tanya Brian sambil mengerutkan keningnya.
"Aku marah itu karena dirimu, kau seperti bom yang selalu membuatku marah." Jawab Clarissa.
"Heh.. Sadarlah." Ucap Brian.
"Apa kau kira aku tak sadar.." Jawab Clarissa dengan nada tinggi.
Kemudian Brian langsung memutar otak nya, mengingat semua yang pernah ibunya katakan soal wanita.
"Jangan bilang jika kau sedang datang bulan, Clarissa.." Ucap Brian dengan nada penuh menyelidik.
"Iya aku memang sedang datang bulan, kenapa? Ada masalah? Gak suka? Hah?" Tanya Clarissa.
Brian yang mendengar jawaban Clarissa seketika langsung lemas, gagal sudah rencana bercinta nya dengan Clarissa.
"Kenapa kau harus datang bulan sekarang.." Ucap Brian yang balik memarahi Clarissa.
Clarissa langsung kaget saat melihat Brian malah balik memarahi dirinya. "Kenapa kau yang balik marah, harusnya aku yang marah karena kau telah membawa ketiga anak ku tanpa izin." Jawab Clarissa yang tak ingin kalah.
"Soal aku membawa anak itu tak penting, tapi kau di Bali malah datang bulan. Lantas untuk apa aku membawa mu ke sini.." Jawab Brian.
"Memang nya siapa yang menginginkan datang ke sini? Hah? Dan lagi apa urusan nya jika aku datang bulan atau tidak, itu tak ada urusannya dengan mu." Jawab Clarissa dengan nada yang masih tak ingin mengalahkan.
"Jelas itu urusan ku, jika kau datang bulan kita tak bisa bercinta.." Jawab Brian dengan nada kesal.
"Bercinta, apa di otak mu itu hanya ada pemikiran mesum seperti itu." Ucap Clarissa.
"Aku tak mau tahu, kau harus hentikan datang bulan itu sekarang." Jawab Brian.
"Apa kau gila.. Ini datang bulan, apa kau kira datang bulan bisa di sumbat seperti selang air." Jawab Clarissa yang masih tak mau kalah.
"Aku tak ingin tahu, kita di Bali untuk bercinta dan menikmati liburan. Jika liburan ini tanpa bercinta seperti ada yang kurang.." Jawab Brian.
"Dasar pria otak mesum, dasar penjahat k*lamin..." Maki Clarissa.
Para penjaga yang berada di luar ruangan Brian hanya bisa tersenyum saat mendengar pertengkaran antara Brian dan Clarissa.
***
Update setiap hari, 1 Bab perhari... 😊