
Jesselyn, Jerry dan Jeremy tengah berjalan menyusuri jalan setapak. Di depannya ada sepasang anak kecil bernama Rara dan juga Radi.
"Kita sekarang ke rumah kamu?" Tanya Jesselyn.
"Iya, Jess." Jawab Rara.
Rara dan Radi adalah teman baru Jesselyn, Jerry dan juga Jeremy.
"Rumah kamu jauh yah?" Tanya Jesselyn.
"Iya, rumah ku jauh dari pemukiman warga." Jawab Rara.
Tak beberapa lama Jesselyn, Jerry dan Jeremy pun sampai di sebuah rumah panggung yang masih sederhana.
"Assalamualaikum, Mak." Ucap Rara.
"Wa'alaikum Salam, eh. Udah pulang Ra?" Tanya Ibu Rara yang merupakan bibi Radi.
"Iya Mak, udah. Ini Rara bawa temen, katanya mereka mau main di sini." Ucap Rara.
Lalu Lastri pun melihat ke arah Jesselyn, Jerry dan Jeremy. Nampak Lastri melihat dari ujung kaki sampai kepala, dari pakaian yang mereka kenakan seperti nya mereka bukan anak orang miskin.
"Ya sudah, boleh. Tapi maaf yah kalau rumah kami sederhana." Ucap Lastri sambil tersenyum.
"Bapak kemana, Mak?" Tanya Rara.
"Bapak kamu ke sawah." Jawab Lastri.
(Mak adalah sebutan ibu untuk orang-orang Sunda)
"Ayo kita masuk ke rumah ku." Ucap Rara sambil menarik tangan Jesselyn.
Jesselyn yang senang pun langsung masuk ke dalam rumah, dan begitu juga dengan Jerry dan Jeremy.
Lalu tiba-tiba datang Radi yang membawa sebuah bambu kecil.
"Ry.. Jer.. Ini aku bawa pistol tembak yang tadi ku bicarakan." Ucap Radi.
Jerry pun lalu mengambil sebuah bambu kecil yang di bawa Radi, nampak bambu itu berlubang dan ada penutup nya.
"Gini nih cara make nya." Ucap Rani sambil mengambil sebuah kertas yang sudah di basahi oleh air.
Lalu dia membentuknya menjadi bulat-bulat, lalu memasukkan nya ke dalam bambu itu dan Radi pun langsung menembakkan nya ke arah Rara.
"Aww.. Sakit." Ucap Rara kesal.
"Wih... Keren banget, di tempat ku dulu gak ada yang kaya gini." Ucap Jerry dengan mata yang berbinar-binar.
"Iya dong, ayo kita main." Ajak Radi.
Lalu Jerry dan Jeremy pun langsung ikut bersama Radi main tembak-tembakan.
Sementara Jesselyn di ajak bermain boneka-bonekaan bersama dengan Rara, saat Jesselyn melihat boneka milik Rara nampak Jesselyn terdiam saat melihat boneka Rara sudah sangat jelek.
Tapi Jesselyn hanya tersenyum sambil memainkan boneka tersebut dengan senang.
Lalu tiba-tiba Lastri datang sambil membawa sebuah mangkuk berisikan makanan.
"Ini Mak, bawakan Tutut kesukaannya kamu Ra. Jangan lupa kasih ke temen-temen kamu." Ucap Lastri kepada Rara.
"Baik, Mak." Jawab Rara.
Lalu Rara membawa mangkuk besar berisikan Tutut kepada Jesselyn.
"Apa itu?" Tanya Jesselyn penasaran.
"Ini Tutut." Jawab Rara.
"Tutut? Tutut itu apa?" Tanya Jesselyn dengan wajah heran.
Mendengar ucapan Rara, Jesselyn pun langsung di buat heran. "Emang nya siput bisa di makan?" Tanya Jesselyn polos.
"Bisa dong, ini buktinya." jawab Rara.
Setelah itu Rara pun memanggil Radi, Jerry dan Jeremy.
Lalu Jerry dan Jeremy pun di buat terdiam dengan makanan di depan mereka.
"Kenapa kalian diam, ayo makan." Ucap Radi sambil memakan tutut tersebut dengan cara menghisap (Mengenyot) Tutut tersebut.
Lalu Jesselyn, Jerry, dan Jeremy pun mengikuti cara makan Rara dan Radi. Tapi mereka bertiga nampak kesulitan tapi meski begitu terlihat ada rasa senang di hati Jerry, Jeremy dan Jesselyn karena mereka bisa mengenal hal baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
"Emm.. Rasanya enak, terus ada pedes yah." Ucap Jeremy.
Mendengar ucapan Jeremy, Rara pun tersenyum.
"Iya, kalau Tutut gak pedes rasanya gak akan enak." Jawab Radi sambil menikmati tutut tersebut.
Lalu setelah beres makan, Radi mengenal Jerry, Jeremy dan Jesselyn untuk pergi ke sawah.
"Emang buat apa ke sawah?" Tanya Jesselyn.
"Kita mau ngurek." Jawab Radi.
Mendengar ucapan Radi. Jerry, Jeremy dan Jesselyn pun di buat bingung.
"Apa tadi kamu bilang? Ngeruk?" Tanya Jeremy.
"Bukan ngeruk, tapi Ngurek." Jawab Radi.
"Iya maksud ku, apa itu Ngurek?" Tanya Jerry.
"Ngurek itu kaya mancing. Iya mancing belut." Jawab Radi.
"Belut? Buat apa belut di pancing? Emang bisa di makan?" Tanya Jesselyn kembali di buat heran.
Mendengar itu ucapan Jesselyn, Radi pun langsung menggeleng kepalanya.
"Aduh.. Aduh.. Kau ini, kau harus mencoba belut. Rasanya seperti anda menjadi ironmen." Ucap Radi dengan lobak khas orang Sunda.
Setelah itu Radi pun langsung mengajak mereka berempat untuk pergi ke sawah, di sana Radi mengajari Jerry dan Jeremy untuk memancing belum.
Nampak Jerry dan Jeremy kesenangan saat mendapatkan satu ekor belut yang berukuran sedang.
Lalu Radi pun dengan bangga menunjukkan belut tangkapannya yang sangat besar.
Melihat hal itu Jerry dan Jeremy pun kesal, dan mereka langsung mencari lubang belut yang lain.
Setelah itu...
Belut yang mereka tangkap pun langsung di masak oleh Lastri, dan Lastri pun memberikan belut masakan itu kepada Jerry, Jeremy dan Jesselyn untuk di bawa pulang.
"Terimakasih Bi Lastri." Ucap Jesselyn senang.
Lalu setelah itu Jesselyn, Jerry dan Jeremy pun langsung pamit pulang karena sudah tahu jalan pulang mereka bertiga pun tak perlu di antar oleh Rara dan juga Radi.
Tapi sebelum itu Jesselyn mengundang Rara dan Radi untuk main ke rumah mereka, dan dengan senang Rara dan Radi menerima tawaran Jesselyn.
Meski sebenarnya Rara dan Radi tak tahu dimana rumah Jerry, Jeremy dan juga Jesselyn.
Sesampainya di rumah...
Clarissa di buat terkejut dengan kedatangan anak-anak nya yang sudah kotor oleh lumpur.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Clarissa dengan wajah terkejut.
Brian yang mendengar ucapan Clarissa pun langsung menghampiri Clarissa, dan Brian pun sama terkejutnya saat melihat pakaian Jerry, Jeremy dan juga Jesselyn sudah kotor dengan tanah.