Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 87 : Aku yang lebih pantas.


Terlihat Pak Candra dan keluarga nya pun berpamitan berpamitan kepada Pak Salim. Nampak Brian memandangi keluarga tersebut sambil tersenyum tipis.


Sofia yang melihat Brian memandangi nya sambil tersenyum pun langsung salah tingkah, kemudian Sofia pun tersenyum balik ke arah Brian.


"Daddy..." Panggil Jesselyn.


"Iya sayang?" Jawab Brian.


"Ayo makan siang, Dad.." Ajak Jesselyn.


"Oke, sayang." Jawab Brian, kemudian Brian memangku tubuh mungil Jesselyn dan membawanya ke ruang makan.


Sofia yang melihat hal itu langsung kesal, dia sangat kesal karena Clarissa telah mendapatkan pria yang merupakan pria idaman nya. Brian merupakan tipe Sofia, karena wajah nya yang tampan, tinggi, hidung mancung, putih, dan jangan lupakan tubuh nya yang kekar.


"Ingin rasanya aku memeluk dan meraba-raba otot-otot nya itu, pasti sangat menyenangkan."


"Sofia, apa yang kau lamun kan, ayo pulang." tegur ibu nya.


"Iya-iya." Jawab Sofia dengan wajah kecut karena ibu nya yang mengganggu.


Selama di perjalanan, Sofia terus saja diam sambil memandang keluar kaca mobil. Dan sesekali diri nya pun tersenyum, kelakuan Sofia pun membuat kedua orang tuanya heran.


"Sofia ada apa dengan mu? Apa kau sudah tak waras." Ucap sang ayah.


"Apa sih?" Jawab Sofia kesal.


"Ada apa nak, dari tadi kau melamun dan senyam-senyum sendiri." Ucap sang ibu.


"Mama tahu kan pria yang menjadi suami Clarissa." Ucap Sofia.


"Pria itu adalah pria idaman ku, dia tampan, kaya. Ah, pokoknya pria itu sangatlah sempurna." Ucap Sofia sambil membayangkan ketampanan Brian yang mampu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Ah, iya. Kamu benar sayang, pria itu lebih cocok jadi suami kamu dari pada Alvin." Ucap Rani.


"Iya Ma.. Harus nya yang menjadi istri pria itu aku, bukan Clarissa yang cacat itu." Jawab Sofia sambil memutar bola matanya kesal.


"Kamu tenang saja, kita harus bermain dengan cantik kali ini. Dan lagi dulu Alvin saja jatuh ke pelukan mu, apalagi suami Clarissa yang sekarang ini. Jika kita mengingat kini Clarissa sudah menjadi wanita yang cacat, memang nya pria mana yang mau memiliki istri yang Cacat seperti itu." Ucap Pak Candra.


"Apa yang di katakan oleh ayah mu itu benar, jadi sekarang kita tunggu saja karena cepat atau lambat pria itu akan jatuh ke pelukan mu." Ucap Rani menyemangati putri nya.


Sementara itu.


Clarissa kini duduk di depan meja makan, wajahnya terlihat sangat senang karena kini dia bisa berkumpul lagi bersama dengan orang-orang yang dia cintai.


"Apa yang ingin kau makan?" Tanya Brian.


"Emm.. Yang itu dan yang itu." Tunjuk Clarissa.


Kemudian Brian dengan telaten mengambil kan makanan untuk Clarissa, dan begitu juga dengan ketiga anak nya yang senantiasa menanyakan apakah Clarissa memerlukan sesuatu.


"Kamu sangat beruntung sayang, bisa memiliki suami dan anak-anak yang pengertian seperti mereka." Ucap Qiqi kepada putrinya.


"Iya Bu, dan aku juga sangat beruntung memiliki ibu dan juga ayah seperti kalian yang senantiasa menyayangi ku sepenuh hati." Jawab Clarissa.


"Jelas kami akan menyayangi mu, karena kamu adalah putri berharga kami." Jawab Qiqi.


Kemudian acara makan siang pun di mulai, nampak ketiga anak Clarissa dengan semangat memakan makanan mereka meski ada beberapa makanan yang mereka tidak suka, tapi demi menyenangkan hati ibundanya ketiga anak itu rela menelan makanan yang mereka tidak sukai.