Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 70 : Kejutan.


Selama beberapa hari Brian tak dapat menemani Clarissa dan ketiga anaknya di rumah.


"Daddy mau pergi lagi?" Tanya Jesselyn.


"Iya sayang, maaf. Daddy lagi banyak urusan." Jawab Brian sambil bergegas pergi meninggalkan Jesselyn.


"Mommy..." Rengek Jesselyn.


"Ada apa sayang?" Tanya Clarissa sambil menghampiri Jesselyn.


"Daddy, sekarang selalu pergi. Bukannya kita ingin liburan, tapi kok Daddy malah pergi terus dan gak nemenin Jesselyn." ucap Jesselyn.


"Mungkin Daddy memang lagi sibuk, dan 2 hari lagi kita akan pulang ke Jakarta. Dan kamu gak boleh kecapean. Nanti Jesselyn sakit, Mommy sama Daddy akan sedih sayang.." ucap Clarissa.


"Tapi Jesselyn ingin jalan-jalan.." Ucap Jesselyn.


"Ya udah, nanti sore Mommy temenin kamu jalan-jalan yah." Ucap Clarissa.


"Hore, Jesselyn sayang Mommy." ucap nya sambil memeluk Clarissa.


Keesokan Harinya.


nampak Brian tengah menyiapkan sesuatu, ketiga anak nya pun sudah berdandan rapih begitu juga dengan Clarissa.


"Hore, kita naik kapal pesiar.." Ucap Jesselyn senang.


Clarissa hanya tersenyum saat melihat ketiga anaknya bahagia bersama dengan ayah kandung mereka.


Kemudian Clarissa langsung masuk ke dalam helikopter yang akan langsung membawa mereka ke kapal pesiar yang sudah berada di tengah laut.


Sesampainya di sana, Clarissa menatap takjub pemandangan malam hari yang indah dengan taburan bintang.


Tak lupa juga dirinya sudah di sambut hangat oleh para pelayan.


Brian dengan sigap langsung menggandeng tangan Clarissa, sementara ketiga anaknya langsung di bawa oleh anak buah Brian untuk di antar kan ke dalam.


Brian mengajak Clarissa berjalan, tapi Clarissa melihat ke sekeliling nya. Dia tak menemukan satu orang pun.


"Kemana semua orang?" Tanya Clarissa.


"Mungkin mereka sedang berada di dalam dan tengah menikmati pesta." Jawab Brian.


"Lalu kenapa kita di sini?" Tanya Clarissa.


Clarissa pun langsung panik karena dia takut terjadi sesuatu terhadap ketiga anaknya.


"Kita harus.." sebelum melanjutkan kata-katanya Clarissa mendengar suara kembang api di atas langit.


Dia seketika langsung melihat ke atas dan matanya memancarkan rasa tak percaya.


Kembang api yang bertuliskan 'Happy birthday Clarissa'


"Selamat ulang tahun, Clarissa.." Ucap Brian sambil memegang tangan Clarissa.


"Kau mempersiapkan semua ini? untuk ku?" Tanya Clarissa sambil menatap tak percaya.


"Tentu, karena kau adalah orang yang paling ku cintai.." Ucap Brian.


Kemudian Brian langsung memanggil asistennya untuk membawa sebuah kotak berwarna merah.


"Apa ini?" Tanya Clarissa.


"Coba tebak." Jawab Brian.


"Baiklah, Emmm... Kotak nya berwarna merah terus ukurannya lumayan besar. Aku tebak pasti kalung.." Jawab Clarissa.


Brian hanya menggeleng kan kepalanya, "Bukalah sendiri." Ucap Brian.


Kemudian Clarissa langsung membuka kotak tersebut, dan seketika matanya langsung menatap heran.


"Buku?" tanya Clarissa.


Kemudian Clarissa mengambang buku tersebut, dan rupanya itu adalah buku nikah nya dengan Brian.


"Buku nikah? Tapi kapan?" Tanya Clarissa menatap tak percaya.


"Aku tak perlu menjelaskan kapan, tapi yang jelas sekarang kau adalah istri ku." Jawab Brian.


Kemudian Clarissa langsung memeluk tubuh Brian, dia sangat bahagia akhirnya apa yang dia inginkan terkabul. Sebuah status pernikahan yang selalu Clarissa inginkan dari dulu.


Brian pun memegang kedua pipi Clarissa, dan secara perlahan wajah mereka saling mendekat satu sama lain.


Brian dan Clarissa pun berciuman di bawah gemerlap kembang api di langit.