Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 88 : cemburu


Clarissa melihat ke arah Brian yang tengah duduk sambil memainkan handphone milik nya, ada perasaan tak suka saat melihat Brian memandangi Sofia sambil tersenyum tipis. Ingin rasanya Clarissa protes akan tindakan Brian tapi Clarissa merasa tak sanggup melakukan hal itu.


"Ada apa?" Tanya Brian yang melihat Clarissa terus memandangi nya dengan ekspresi yang sulit di baca.


"Tidak ada." Jawab Clarissa singkat sambil memalingkan wajahnya dari Brian.


Brian yang melihat hal itu langsung tersenyum tipis, kemudian dia berjalan ke arah Clarissa dan segera menggendong tubuh mungil istri nya dan mendudukkan nya di atas paha Brian


"Apa yang kau lakukan, jangan seenaknya menggendong ku tanpa izin dari ku." Ucap Clarissa protes.


"Memang nya tak boleh? kau adalah istri ku jadi hak ku untuk menggendong mu." Jawab Brian.


Clarissa hanya memalingkan wajahnya, Brian pun kembali tersenyum. Kemudian dia langsung memperlihatkan sebuah foto dokter yang akan mengobati Clarissa nanti.


"Siapa dia?" Tanya Brian yang melihat seorang wanita cantik.


"Dia teman ku yang ku ceritakan waktu itu, dan dia yang akan mengobati mu." Jawab Brian.


Clarissa pun terdiam saat melihat betapa cantik nya wanita di foto tersebut, jika di bandingkan dengan diri nya sangat lah berbeda.


"Ada apa?" tanya Brian.


"Tidak ada, lalu kapan kita berobat?" Tanya Clarissa.


"Emmm... Tadi aku menghubungi nya, dan rencana nya hari ini dia akan datang ke sini. Tapi karena ada masalah jadi mungkin besok dia akan tiba di sini." Ucap Brian.


"Memang nya dia dari mana?" Tanya Clarissa penasaran.


"Jerman." Jawab Brian.


"Kalian sudah berteman sejak lama?" Tanya Clarissa.


"Iya sudah, kami berteman sejak di bangku sekolah dasar. Dan awal nya aku ingin mengajak dia menjadi anggota ku, tapi dia menolak dan memilih menjadi dokter dan tinggal di Jerman." Jawab Brian.


"Oh.. seperti nya hubungan kalian istimewa yah." Jawab Clarissa sedikit kesal jika membayangkan kedekatan suami nya dengan wanita lain.


Clarissa yang mendengar jawaban dari suami nya pun langsung kesal dan tak habis pikir, apa Brian pura-pura tak tahu jika diri nya sedikit cemburu.


"Dasar pria b*rengsek, lepaskan aku." Maki Clarissa.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Brian yang tak mengerti.


"Pokoknya lepaskan, dan kembalikan aku ke kursi roda." Jawab Clarissa dengan wajah yang sangat-sangat kesal.


"Ada apa dengan mu Clarissa, kau tiba-tiba marah-marah tidak jelas." Ucap Brian yang tak mengerti perubahan mood istri nya itu.


Tak ingin mendengarkan ucapan Brian, Clarissa langsung melaju kan kursi roda nya dan pergi meninggalkan Brian yang tengah terdiam dengan sejuta pertanyaan.


Kemudian tak beberapa lama datang Jesselyn menghampiri Daddy nya.


"Daddy.." Panggil Jesselyn.


"Iya? ada apa sayang?" Jawab Brian sambil mengelus rambut putri nya.


"Ada apa dengan Mommy, dia tadi marah-marah dan mengomel tidak jelas." Ucap Jesselyn.


"Entahlah, mungkin Mommy lagi datang bulan." Jawab Brian.


"Datang bulan? Datang bulan itu ada Dad?" Tanya Jesselyn penasaran.


"Ah... Anu... Datang bulan itu, suatu hal yang akan datang setiap satu bulan sekali." Jawab Brian bingung.


"Jadi apa hubungannya dengan Mommy yang marah-marah?" Tanya Jesselyn penasaran.


"Jelas ada hubungannya karena Mommy tidak ingin datang bulan itu terjadi." Jawab Brian.


"Oh, jadi seperti itu. Jadi penyebab Kak Jerry suka-suka marah-marah itu karena datang bulan sama Kaya Mommy." Ucap Jesselyn.


Seketika Brian langsung terdiam, dia tak bisa lagi menjelaskan mengenai apa itu datang bulan kepada anak bungsu nya.