Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 74 : Penyerangan


Setelah kepulangan dari Bali, Brian nampak sibuk dengan berbagai urusan dan kebanyakan urusannya adalah untuk menyerang markas Vino.


"Apa semuanya sudah siap?" Tanya Brian kepada Erwin.


"Iya Bos, semua nya sudah siap." Jawab nya.


"Baiklah, sekarang kalian istirahat karena besok malam kita akan mengadakan pesta besar-besaran." Ucap Brian sambil menghirup rokok miliknya.


Terdengar suara sorak riang dari anak buah Brian, karena mereka sudah tidak sabar ingin segera menghabisi orang-orang yang telah membinasakan teman-teman seperjuangan mereka.


Nampak Brian tersenyum puas, karena sebentar lagi musuhnya akan dia hancurkan.


Keesokan malam nya...


Nampak Brian sudah menggunakan pakaian lengkap dengan vest anti peluru berkualitas tinggi, begitu juga dengan anak Buah Brian yang hampir berjumlah 300 orang.


Brian sengaja tidak membawa semua anak buahnya karena dia takut jika markas nya akan di serang saat mereka tengah di markas Vino.


Terlihat beberapa penjaga sedang menjaga tempat tinggal sekaligus markas Vino. Terlihat cahaya pesta yang tengah di gelar oleh Vino bersama dengan anak buah dan rekan-rekannya.


"Kita tunggu sampai mereka mabuk.." Ucap Brian.


Nampak Brian duduk dengan santai, karena dia juga sudah memasukkan mata-mata yang menyamar sebagai pelayan.


Di dalam markas...


Terlihat Vino tengah duduk sambil di temani oleh dua wanita seksi di kanan dan kiri.


Fransiska yang melihat kekasihnya tengah di kelilingi wanita-wanita cantik pun hanya bisa memutar bola mata nya kesal.


"Vino.." Panggil Fransiska kepada Vino.


"Oh.. Sayang, ada apa?" Tanya Vino yang masih dengan posisi merangkul wanita-wanita di sampingnya tanpa memperdulikan ekspresi datar dari Fransiska.


"Kau tidak boleh lengah seperti ini.." Ucap Fransiska protes.


"Ayolah, bersantai lah sedikit sayang.." Ucap Vino.


"Terserah kau saja, tapi yang jelas setelah ini. Kau jangan dekat-dekat dengan ku, kecuali jika kau mencuci bersih tubuh mu sampai bekas-bekas j*lang-j*lang itu hilang." Ucap Fransiska.


"Baik sayang..." Jawab Vino yang sudah dalam keadaan mabuk.


Fransiska pun segera pergi meninggalkan Vino, entah kenapa dia seperti memiliki firasat buruk. Tapi setelah Fransiska mengecek ke segala sisi tak ada sesuatu yang mencurigakan.


"Mungkin ini hanya perasaan ku saja.." Ucap Fransiska.


Tapi setelah meminum beberapa gelas Fransiska merasa dirinya sudah mabuk, "Apa karena aku sudah jarang minum jadi sekarang baru beberapa gelas sudah mabuk.." Ucap Fransiska.


Kemudian Fransiska langsung berjalan menuju ke kamar tidur dengan kepala yang sudah pusing, setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci kamar nya karena Fransiska tak ingin seseorang mengganggu tidurnya.


Sementara itu...


Brian nampak masih menghirup rokok miliknya dan tak beberapa lama anak buahnya yang menyamar sebagai pelayan pun memberitahukan nya jika semua orang yang ada di pesta sudah mabuk.


"Baiklah, sekarang kita mulai.." Ucap Brian sambil mematikan rokok miliknya.


Kemudian Brian berjalan masuk, dan beberapa penjaga pun sudah di lumpuhkan oleh anak buah Brian.


Brian kini bisa masuk ke markas Vino dengan mudah, hal itu di karenakan para penjaga dan anak buah Vino tengah mabuk dan sebagian anak buah Vino yang lain tengah menjalankan tugas pengawalan senjata-senjata ilegal milik Vino.


Brak...


Brian membuka pintu dengan cara di tendang, kemudian Brian langsung melihat orang-orang yang tengah menari dan juga minum-minum.


Dor... Dor.. Dor...


Brian dengan sombong menembak ke langit-langit dan seketika orang-orang pun langsung terdiam dan melihat ke arah Brian.


Vino yang masih dalam keadaan mabuk pun langsung melihat ke arah sumber suara, nampak matanya langsung membulat saat melihat Brian berada di tempatnya.


Dor...


Tanpa basa-basi, Brian dan anak buahnya langsung menembaki semua orang, Vino pun segera menggunakan salah satu tubuh wanita di samping nya untuk di jadikan tameng.


Dan akhirnya wanita yang di jadikan tameng pun langsung tewas karena tertembak oleh Brian.


Vino dengan cepat langsung berlari ke arah jalan keluar, kepalanya sangat pusing dan penglihatannya pun sudah tidak jelas lagi.


"Mau kemana kau.." Ucap Brian yang melihat Vino layaknya seekor tikus yang tengah melarikan diri.


Vino yang melihat Brian dan anak buah Brian pun hanya bisa menatap mereka dengan tatapan mabuk di campur kesal.


"Kau ingin kabur, jangan harap.." Ucap Brian.


"Bedebah kau Brian, dasar pecundang kau menyerang ku di saat aku sedang mabuk.." Ucap Vino kesal.


"Pecundang, kau seperti nya sedang menghina dirimu sendiri." Ucap Brian karena di ingat bagaimana Vino ingin membunuhnya saat dirinya sedang lengah dan tanpa pengawal dan senjata satupun.