Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 61 : Di culik.


Seorang wanita tengah duduk sambil membaca sebuah informasi dari anak buahnya.


"Oh, jadi dia menyembunyikan sesuatu dari ku." Gumam nya.


Kemudian wanita itu langsung menelpon anak buahnya, dan menyuruh anak buahnya untuk membawa ketiga anak Brian ke hadapannya.


Sementara itu...


Jesselyn, Jerry dan Jeremy tengah menikmati pemandangan pantai sambil memakan es krim.


Di belakang mereka sudah ada beberapa anak buah Brian yang berjaga dengan ketat.


"Kak, apa Mommy akan memarahi Daddy?" Tanya Jesselyn.


"Tentu saja, apa kau lupa bagaimana sikap Mommy jika sedang marah.." Jawab Jerry.


Sementara Jeremy hanya diam sambil menikmati makanan miliknya.


"Ini semua salah mu, jika kau tak meminta berlibur ke Bali. Mungkin Daddy tak akan di marahi oleh Mommy.." Ucap Jerry.


Jesselyn yang mendengar jawaban dari kakaknya langsung memalingkan wajahnya dari kakaknya itu.


"Kakak jahat, selalu saja menyalahkan Jesselyn.." Ucap Jesselyn kesal.


"Sudahlah kalian, jangan bertengkar." Jawab Jeremy berusaha melerai pertengkaran antara kedua adik nya.


"Apa Mommy sudah selesai memarahi Daddy?" Tanya Jesselyn penasaran.


"Entahlah, mungkin belum. Kau tahu kan jika Mommy sudah mengeluarkan ceramah nya." Jawab Jerry.


"Aku kasihan sama Daddy.." Jawab Jesselyn.


Jerry dan Jeremy hanya diam, mereka tak peduli jika ayahnya akan di marahi oleh Mommy nya.


"Apa kalian tidak kasihan kepada Daddy?" Tanya Jesselyn kesal karena kedua kakaknya tidak merespon ucapan nya.


"Tidak.." Jawab mereka serempak.


"Dasar kalian, wajah kalian memang mirip dengan Daddy tapi kalian tak punya hati... Jahat.." Ucap Jesselyn dengan kata-kata nya yang tidak nyambung.


"Sebelum kau memarahi kami, harusnya kau susun dulu kata-kata yang bagus." Hina Jerry.


"Kak Jerry.. Jahat.." Teriak Jesselyn sambil berjalan pergi meninggalkan kedua kakaknya.


"Kau kejar dia.." Ucap Jeremy.


"Untuk apa?" Tanya Jerry.


Tak beberapa lama terdengar suara teriakan Jesselyn. Jerry dan Jeremy yang mendengar suara teriakan Jesselyn pun segera berjalan ke arah Jesselyn bersama dengan pengawal nya.


"Ada apa?" Tanya Jeremy melihat adiknya duduk di lantai dengan seorang pengawal yang berusaha menenangkan Jesselyn.


Jerry dan Jeremy saling memandang satu sama lain, mereka mengira jika Jesselyn terjatuh atau terluka.


"Hanya kecoa saja takut.." Ucap Jerry.


Nampak ketiga anak buah Brian melihat ke sekeliling, tanpa aba-aba mereka langsung membekap mulut kecil ketiga anak kembar itu dengan kain tipis yang sudah di olesi oleh obat bius.


Tak sempat memberontak, Jerry dan Jeremy seketika langsung pingsan, begitu juga dengan Jesselyn.


Kemudian orang-orang tersebut langsung membawa Jerry, Jeremy dan Jesselyn ke atap gedung.


Setelah itu mereka langsung pergi menggunakan helikopter ke suatu tempat.


Di tempat lain...


Clarissa dan Brian tak henti-hentinya beradu mulut, Clarissa yang terkenal keras kepala pun tak ingin mengalah sedikit pun kepada Brian.


"Bos..." Panggil Maria sambil membuka pintu dengan kencang.


"Ada apa?" Tanya Clarissa dan Brian serempak.


"Anu.. Tuan muda dan Nona muda tidak ada di Villa ini." Jawab Maria.


"Oh.." Jawab Mereka berdua.


"Apa?!!!!!!!" Seketika Brian dan Clarissa langsung kaget saat mencerna ucapan dari Maria.


"Bagaimana bisa ketiga anak ku hilang, bukannya mereka di jaga oleh para pengawal?" Tanya Brian.


"Ketiga pengawal yang menjaga Nona muda dan Tuan muda pun tak ada, dan saya menemukan sebuah surat di salah satu ruangan." Ucap Maria.


Clarissa dengan cepat merebut surat itu, "Jika kau menginginkan mereka datang lah..."


"Datang kemana?" Tanya Clarissa yang tak mengerti.


Kemudian Brian langsung melihat isi surat tersebut, Brian sangat tahu tulisan tangan itu dan sebuah bekas bibir berwarna merah di kertas surat tersebut.


"Apa yang harus kita lakukan, ini semua salah mu.. Sekarang anak ku hilang." Maki Clarissa.


"Ayo kita pergi.." Ajak Brian.


"Kemana? Bukannya di sana tak ada tulisan alamat." Tanya Clarissa.


"Sudahlah, lagi pula mereka akan aman." Jawab Brian sambil menarik tangan Clarissa.


Clarissa hanya bisa menuruti kemana perginya Brian, yang terpenting baginya sekarang adalah menemukan ketiga anak nya.


***


"Update setiap hari, 1 hari 1 Bab.. 😊"