Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 73 : Pertengkaran Jesselyn dan Jerry


Kini Clarissa bersama dengan keluarganya sudah berada di Jakarta, lebih tepatnya di kediaman Clarissa.


Nampak Jesselyn masih memasang wajah kesal karena harus berpisah lagi dengan Daddy kesayangannya itu.


Tapi Clarissa pun hanya bisa memberikan pengertian kepada Jesselyn.


"Ayo makan sayang.." Ajak Clarissa kepada ketiga anaknya.


"Jesselyn gak mau makan, kalau gak ada Daddy.." Ucap Jesselyn kesal.


"Sayang nya Mommy, Daddy lagi ada urusan. Nanti setelah urusannya beres, Daddy akan ke sini." Jawab Clarissa.


"Mommy gak boong kan?" Tanya Jesselyn dengan wajah polos nya.


"Iya sayang, Mommy gak bohong. Jadi sekarang Jesselyn makan, nanti kalau gak makan Jesselyn akan sakit. Terus Daddy marah, dan gak mau ketemu lagi sama Jesselyn." Ucap Clarissa.


"Ya udah, Jesselyn mau makan.." Ucap Jesselyn.


"Gitu dong, anak Mommy yang baik." Ucap Clarissa sambil membawa Jesselyn ke ruang makan.


Di ruang makan sudah ada Jerry dan Jeremy yang tengah menunggu kedatangan Clarissa dan juga Jesselyn.


"Mommy sangat lama.." Ucap Jerry protes.


"I'm Sorry sayang... Sekarang kita makan yah.." ajak Clarissa kepada ketiga anaknya.


"Aku tebak, pasti anak cengeng itu yang membuat Mommy datang terlambat." Ucap Jerry sambil menatap sinis ke arah Jesselyn.


"Mommy.. Lihat kakak, dia mengejek Jesselyn lagi.." Adu Jesselyn.


"Sudah, hentikan ejekan mu itu Jerry." Omel Clarissa kepada Jerry.


"Udah cengeng, aduan lagi.. Komplit sudah." Ucap Jerry kesal.


"Mommy... Kak Jerry bilang Jesselyn tukang ngadu.." Ucap Jesselyn mengadu lagi kepada Clarissa.


"Sudah-sudah, kalian itu yah kaya Tom dan Jerry aja. Coba kalian lihat Kakak Kalian Jeremy, dia orang yang kalem dan tak suka ribut seperti kalian." Ucap Clarissa memarahi kedua anak nya.


Jeremy yang mendengar pujian Mommy, langsung melihat ke arah Jesselyn dan juga Jerry sambil memamerkan senyuman sombong nya.


Jesselyn hanya bisa diam sambil memasang wajah kesal, ini semua karena ulah Kakak kedua nya. Jadi dirinya ikut di marahi.


Begitu juga dengan Jerry yang kesal karena Jesselyn, karena dia. Dirinya harus di marahi oleh Mommy Clarissa.


"Baik Mommy." Ucap Jesselyn dan Jerry secara bersamaan.


Clarissa hanya tersenyum, dia memang sadar mengurus ketiga anaknya sendirian itu sangatlah sulit.


Dan dia memang sangat membutuhkan bantuan dari Brian untuk mengurus ketiga anaknya.


"Mommy sebentar lagi Jesselyn ulang tahun.." Ucap Jesselyn.


"Ah, iya Mommy baru ingat. Karena sebentar lagi ulang tahu kalian, kalian mau tema pesta ulang tahunnya seperti apa?" Tanya Clarissa kepada ketiga anak nya.


"Jesselyn mau tema nya Hello Kitty, Mommy atau Barbie juga boleh.." Ucap Jesselyn.


"Gak bisa, tema nya harus anak laki-laki." Ucap Jerry tak terima.


"Gak bisa, ini ulang tahun Jesselyn dan tema nya harus tema anak-anak perempuan." Ucap Jesselyn.


"Tapi itu juga ulang tahun ku, dan tema nya harus tema anak laki-laki." Ucap Jerry yang tak terima.


"Gak bisa, tema nya harus tema anak perempuan." Jawab Jesselyn tak mau kalah.


Clarissa hanya bisa tersenyum pahit, dia bingung harus membela yang mana. Karena keduanya adalah anak nya.


"Ah... Awas yah, nanti Jesselyn aduin sama Daddy..." ancam Jesselyn kepada Jerry.


"Sebelum kamu ngadu, aku yang akan mengadu duluan ke Daddy.." balas Jerry.


Kemudian keduanya langsung turun dari teman duduk nya dan segera mengambil handphone Mereka dan menelpon Daddy Brian.


"Aku dulu yang menelpon... Kakak jangan menelpon Daddy." Ucap Jesselyn kesal karena telpon nya tidak bisa terhubung lantaran Jerry sama-sama menelpon Brian.


"Kau yang tak boleh menelpon, aku dulu. Aku Kakak..." Jawab Jerry.


Clarissa hanya bisa memijat kepala, kelakuan kedua anaknya memang sangat membuat nya kesal.


"Mommy ingin teh hangat." Ucap Jeremy sambil menyodorkan teh hangat.


Clarissa pun tersenyum saat melihat Jeremy yang selalu tenang. "Ah.. Kau memang anak kesayangan Mommy sayang.." Ucap Jesselyn sambil memeluk Jeremy.


Setidaknya Jeremy bisa mengobati rasa pusing nya akibat kedua anaknya yang nakal itu.