Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 41 : 4 Tahun kemudian.


4 Tahun berlalu, kini ketiga anak Clarissa sudah berumur 4 tahun.


Anak laki-laki pertama Clarissa bernama Jeremy, lalu anak ke dua Clarissa bernama Jerry dan yang terakhir bernama Jesselyn.


Clarissa yang kini menjadi seorang ibu dari tiga anak hanya bisa memegang kepala karena pusing melihat ketiga anaknya yang sangat aktif dan nakal.


Terutama anak perempuan nya yang selalu memanggil setiap pria dewasa yang dia temui dengan sebutan 'Daddy'.


"Nak, kamu jadi besok pulang ke Indonesia?" Tanya ibundanya kepada Clarissa.


"Iya Bu.. Asisten ku menelponnya jika perusahaan ku sedang terjadi kekacauan. Dan aku harus segera pulang untuk menangani nya." Jawab Clarissa sambil menuangkan air ke dalam gelas.


"Apa kau akan membawa di kembar?" Tanya Ibundanya.


"Tentu Bu, kamu tahu kan mereka tak bisa jauh-jauh dari ku." Jawab Clarissa sambil meminum minuman miliknya.


"Maaf yah.. Ibu gak bisa ikut kamu ke Indonesia karena ibu harus menemani ayah kamu di sini." Ucap sang ibu meminta maaf.


"Gak papa kok Bu.. Aku ngerti." Jawab Clarissa sambil tersenyum.


Kemudian tiba-tiba datang Jeremy memanggil Mommy nya. "Mom... Jesselyn membuat onar lagi.." Ucap Jeremy.


Clarissa yang mendengar hal itu langsung berlari ke arah Jesselyn, rupa nya anak nya sedang bermain di luar dan dia kembali menarik-narik seorang pria Bule dan memanggil nya Daddy.


Clarissa dengan cepat meminta maaf kepada orang itu dan segera membawa Jesselyn ke dalam rumah.


"Sayang.. Kamu gak boleh memanggil semua pria dewasa dengan panggilan Daddy.. Mereka bukan Daddy mu. Oke..." Jelas Clarissa.


Jeremy dan Jerry hanya melihat adiknya di marahi oleh Clarissa, meski umur Jeremy dan Jerry masih kecil tapi otak dan pemikiran dan sangatlah cerdas mungkin faktor keturunan dari Brian.


Dan kedua kakak beradik itu juga memiliki wajah yang sama persis seperti Brian versi junior.


Jesselyn yang mendengar ocehan ibunya pun langsung menunduk kepalanya, "I'm Sorry Mommy..." Ucap Jesselyn dengan wajah menyesal.


"Jangan percaya dengan ucapannya, Mommy. Dia pasti akan mengulangi nya lagi.." Ucap Jerry.


"Betul sekali.." Jawab Jeremy membenarkan ucapan adiknya.


Jesselyn yang mendengar hal itu langsung memeluk ibundanya, "Mommy, kakak jahat..." Adu Jesselyn.


"Sudah, kalian jangan menganggu adik kalian.." Ucap Clarissa.


Kemudian Clarissa langsung memangku Jesselyn, sementara Jesselyn melihat ke arah kedua kakaknya sambil menjulurkan lidahnya.


"Kalian berdua cepat tidur, karena besok kita akan berangkat pagi-pagi." Ucap Clarissa kepada ketiga anaknya.


"Kita akan kemana, Mommy?" Tanya Jerry.


"Kita akan ke Indonesia, sayang. Tempat tinggal Mommy dulu.." Jawab Clarissa.


"Kita akan ketemu Daddy, Mommy?" Tanya Jesselyn dengan mata yang berbinar-binar.


"No..." Jawab Clarissa tegas.


Setelah mengatakan itu Clarissa langsung menidurkan anak-anak dia atas ranjang, kemudian dia langsung mematikan lampu dan segera pergi.


Jesselyn yang pura-pura tidur pun langsung menghampiri kedua kakaknya.


"Kak..." Panggil nya.


"Ada apa?" Tanya Jeremy.


"Apa Daddy kita ada di Indonesia?" Tanya Jesselyn.


"Tidak tahu.." Jawab nya.


"Sudah lah, kau cepat lah tidur. Nanti Mommy akan marah jika kau bangun telat.." Ucap Jerry.


Clarissa yang berada di dalam kamar hanya bisa melihat tubuhnya di pantulan cermin, selama 4 tahun terakhir Clarissa berusaha mengembalikan tubuh seperti dulu. Dan kini tubuhnya telah langsing lagi seperti dulu.


Tapi tiba-tiba otaknya mulai berputar mengingat kenangan bersama dengan Brian, sudah empat tahun berlalu tapi Clarissa tak bisa melupakan gigolo nya itu.


"Bagaimana jika pria itu mengetahui aku telah melahirkan anak-anak nya." Gumam Clarissa.


Clarissa hanya bisa mengeram frustasi, tapi Clarissa berharap dia tak bertemu dengan pria itu lagi.


Clarissa memang khawatir jika ada orang yang melihat Jerry dan Jeremy dan mereka akan menyadari kemiripan nya dengan Brian.


Tapi yang lebih membuat Clarissa khawatir adalah Jesselyn karena dia tahu bagaimana watak anak perempuan nya itu.


Gadis kecil yang terlihat penurut tapi aslinya dia sangat lah keras kepala, dan takut jika dia akan memanggil semua pria yang dia temui dengan sebutan Daddy dan itu akan membuat Clarissa sangat malu.


Kemudian Clarissa melihat jam di handphone nya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Karena tak ingin besok bangun kesiangan Clarissa langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Keesokan Harinya...


Clarissa bangun dengan wajah yang lelah, tidur nya tak se nyenyak biasanya. Dia terus saja memikirkan hal-hal yang tak penting dan membuat nya sudah tidur.


Kemudian Clarissa langsung berjalan ke kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya, setelah itu dia langsung memakai pakaian miliknya.


"Mommy kau baru bangun?" Tanya Jesselyn.


Clarissa hanya tersenyum sambil melihat ke tiga anaknya, berbeda dengan Jesselyn yang ceria. Jerry dan Jeremy memiliki sikap yang dingin dan acuh, jangankan kepada orang lain kepada ibunya pun mereka acuh.


"Mommy beruntung memiliki mu Jesselyn, jika tidak Mommy akan tinggal bersama 2 kutub yang sangat dingin itu.." Pikir Clarissa.


"Ayo makan, Mommy.." Ajak Jesselyn.


Clarissa pun segera duduk di meja makan, makanan yang tersaji di sana sangat lah banyak tak seperti biasanya.


"Ibu memasak banyak?" Tanya Clarissa.


"Iya nak, kan hari ini kalian akan berangkat ke Indonesia. Dan hari ini adalah perpisahan jadi ibu memasak makanan yang banyak untuk kalian.." Jawab nya.


Clarissa pun tersenyum, dia sungguh tak ingin berpisah dengan ibundanya tapi karena tuntutan pekerjaan yang harus membuat Clarissa pergi.


...


Kini Clarissa dan ketiga anaknya sudah berada di luar rumah, mereka langsung memeluk kakek dan Nenek sebagai bentuk perpisahan.


"Nenek, Jesselyn akan sangat merindukan Nenek." Ucap Jesselyn dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya sayang.. Nenek juga akan sangat merindukan mu." Jawab Qiqi kepada cucunya.


kemudian Jesselyn pun memeluk Kakek Salim, dan begitu juga dengan Clarissa dia memeluk kedua orang tuanya.


"Ayah dan ibu pasti akan menyusul mu setelah pekerjaan kami di sini selesai." Ucap Salim kepada putrinya.


"Iya ayah.." Jawab Clarissa.


Jerry dan Jeremy pun memeluk Kakek dan Neneknya, dan tak lupa mengucapkan selamat tinggal.


Setelah itu Clarissa dan ketiga anaknya langsung masuk ke dalam mobil untuk segera pergi menuju bandara.


***


*Author ucapin makasih, buat kalian yang udah ngasih saran nama buat anak-anak Clarissa. Saking banyak nama-nama yang bagus Author sampe bingung harus pilih yang mana...


Terimakasih 🥰