Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 39 : 8 bulan kemudian.


Clarissa kini sudah berada di Amerika, dia melihat ke sekeliling rumah orang tuanya. Rumahnya tak terlalu besar dan tak terlalu kecil, tapi dari segi kemewahan sangatlah jauh.


"Maaf yah sayang.. Rumah ibu dan ayah tak semewah rumah mu." Ucap ibundanya.


"Tak apa kok Bu, nanti kita beli lagi rumah yang lebih bagus di sini." Ucap Clarissa.


Ibundanya pun hanya tersenyum, kemudian dia langsung mengajak Clarissa untuk pergi ke kamar tidur khusus untuk dirinya.


Clarissa pun melihat kamar nya yang berwarna merah mudah, terlihat seperti kamar seorang anak kecil.


"Maaf, ini dulu kamar yang harus kau pakai saat masih kecil. Ayah dan ibu sengaja membuat nya karena kami yakin jika anak kami masih hidup, dan benar saja." Ucap Qiqi dengan mata yang berkaca-kaca.


Clarissa pun langsung memeluk ibundanya dengan penuh haru, mulai hari ini Clarissa akan menjalankan hidup barunya bersama ayah dan ibunya tak lupa juga dengan bayi yang ada di kandungan nya.


....


8 bulan kemudian.


Sekian lama Clarissa berada di Amerika, usia kandungannya pun sudah mulai membesar, kini sudah menginjak usia 8 bulan lebih, dan mungkin sekitar 1 minggu lagi Clarissa akan segera melahirkan.


Clarissa melihat hasil USG anak-anak nya, dia tak menyangka jika dirinya akan mengandung 3 orang bayi sekaligus.


Rasa senang meliputi hati Clarissa, dia sudah tak sabar ingin melihat anak-anak nya.


Clarissa yakin jika anak-anak nya akan menjadi anak-anak yang tampan dan cantik, kemudian Clarissa teringat akan pria yang telah menanamkan benih di rahim nya itu.


"Bagaimana kabar nya sekarang? Apa dia sudah menikah?" Gumam Clarissa sambil melihat ke luar kaca.


Selama di Amerika, Clarissa jarang keluar rumah. Dia lebih sering menghabiskan harinya di dalam rumah, terutama setelah kandungan nya semakin besar.


Kemudian Clarissa pun mulai beranjak dari tempat duduknya, perutnya terasa lapar. Karena tak ingin menyusahkan ibunya Clarissa langsung berjalan menuju dapur, Clarissa berjalan dengan perlahan menuju dapur untuk mengambil makanan.


Sesampainya di dapur Clarissa langsung mengambil beberapa makanan yang telah di siapkan oleh ibunya.


Bruggg...


Tiba-tiba tubuh Clarissa langsung terjatuh ke lantai, karena lantai yang licin Clarissa pun langsung terjatuh.


"Argh..." Clarissa mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya.


Ibunya yang berada di kamar pun mendengar keributan di dapur, dengan cepat dia langsung berjalan ke dapur.


Matanya seketika membulat saat melihat putrinya sudah terkapar di lantai dengan darah yang keluar dari ************ nya.


"Nak...." Teriaknya.


Qiqi langsung berlari ke arah Clarissa, Clarissa hanya bisa memeluk Ibundanya sambil menahan rasa sakit di perutnya.


Dengan cepat Qiqi segera menelpon ambulan untuk membawa Clarissa di rumah sakit.


Tak beberapa lama mobil ambulan pun datang, dengan cepat mereka langsung membantu Clarissa masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Dan dia pun tak lupa memberikan kabar ini kepada suaminya, dan mungkin Pak Salim sebentar lagi akan datang.


Tak beberapa lama terdengar suara tangisan bayi, Clarissa melahirkan bayi-bayi nya secara normal dan hal itu menguras tenaga nya.


Kemudian dokter pun langsung keluar dari ruang persalinan dan dia langsung mengatakan tentang kelahiran 3 bayi Clarissa.


Qiqi yang mendengar hal itu langsung senang, dia memiliki 3 orang cucu, 2 orang laki-laki dan yang terakhir adalah perempuan.


Clarissa yang kehabisan tenaga pun langsung pingsan, di tambah kondisinya yang mengalami pendarahan pun harus segera di rawat di ruang ICU.


Meski Qiqi senang saat mendengar ketiga cucunya di lahir kan secara sehat, tapi dia merasa sedih karena sekarang kondisi anaknya tengah dalam masa-masa kritis.


"Bagaimana keadaan Clarissa?" Tanya ayahnya yang datang terlambat.


"Kondisi nya sekarang tidak baik, dia melahirkan secara normal dan hal itu membuatnya kehilangan banyak tenaga dan mengalami pendarahan." Jawab Qiqi.


"Melahirkan secara normal? Kenapa? Bukannya Clarissa terjatuh di lantai, kenapa dia harus melahirkan secara normal?" Tanya Salim kepada istrinya.


"Kata dokter Clarissa yang memaksa ingin melahirkan secara normal." Jawabnya.


"Lalu dimana Clarissa sekarang?"


"Dia sekarang berada di ruang ICU, dan dia melahirkan 3 orang cucu untuk kita 2 orang anak laki-laki dan yang bungsu anak perempuan."


Pak Salim yang mendengar hal itu pun sangat lah bahagia, kini dia telah menjadi seorang kakek. Tapi meski begitu perasaannya tetaplah tidak tenang karena kini kondisi anaknya sedang dalam masa-masa kritis.


..


Sementara itu.


Di Indonesia, Brian tengah duduk sambil melihat layar ponselnya. Tapi entah kenapa hatinya terasa tak enak, dia seperti memiliki firasat buruk.


"Bos, ada apa?" Tanya Erwin yang melihat majikannya seperti sedang khawatir.


"Entahlah, apa kau sudah memeriksa semua pengiriman senjata kita?" Tanya Brian.


"Sudah, dan semuanya aman terkendali." Jawabnya.


Brian yang mendengar jawaban itu merasa tidak puas, ini bukan perasaan khawatir tentang pekerjaan. Tapi Brian tak tahu kenapa perasaan nya tiba-tiba menjadi seperti ini.


"Ada apa dengan Bos?" Tanya Roki yang baru datang.


"Entahlah, mungkin dia sedang memiliki masalah." Jawab Erwin.


Brian terus saja memikirkan sesuatu, seperti ada sesuatu yang hilang tapi apa?


Kemudian seketika pikiran nya teringat kepada Clarissa wanita yang pergi meninggalkan nya.


"Sudah 8 bulan..." Gumam Brian yang mengingat Clarissa sudah 8 bulan pergi dan belum kembali.