Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 098 : Dinding Hidrogen, dan Pesawat Antariksa


Fan Chen datang ke Observatorium yang ada di Kapal Induk, meski teleskop yang digunakan tidak cukup canggih untuk mengamati benda-benda langit secara detail, tapi untuk tempat di Kapal Induk yang dari awal tidak difungsikan untuk ini, itu sudah cukup baik.


Sekarang ini, ada Yu Sun selaku Ilmuwan Astronomi, Zhang Junda selaku Ilmuwan Astrologi, dan Zhao Yansu, Insinyur Matematika.


Ketiga orang itu sedang menguraikan data yang terbatas, dan sedang menghitung data melalui rumus-rumus rumit yang Fan Chen tidak mengerti.


"Kalian sedang menghitung apa?"


Zhao Yansu mendongak, baru sadar kalau Fan Chen sudah datang, tapi dia hanya mengangguk kecil dan berkata, "Kita tahu bahwa NASA telah menemukan dinding hidrogen yang mengelilingi Tata Surya kita, dan saat ini kami sedang membahas maksud dari dinding ini melalui teori-teori yang masuk akal dengan perhitungan rumus."


Fan Chen tidak marah ketika melihat tiga orang ini tidak memberi hormat militer, karena dia sendiri yang melarang mereka, menganggap itu merepotkan. Berbeda halnya jika sedang serius seperti berkumpulnya semua staff.


Zhang Junda menghela napas seraya meletakkan pulpen di atas tumpukan kertas. "Dinding hidrogen di luar Tata Surya, sudah dipastikan memiliki fungsi untuk menahan serangan dari luar, dinding yang melindungi Tata Surya setidaknya 100.000 — 200.000° Celcius, dan karena ini pula, sinyal radio yang kami terima dari Supernova 1987A mengalami sedikit gangguan."


Fan Chen terdiam sejenak, kemudian bertanya, "Lalu bagaimana dengan menjauhnya Bumi dari Matahari?"


Yu Sun melepas kacamatanya setelah mengamati benda-benda langit yang diambil dari teleskop dan sudah dicetak. "Titik terdekat dengan Matahari disebut “Perihelion”, sedangkan titik terdekat adalah “Aphelion”. Titik terdekat adalah 147 juta kilometer, dan yang terjauh adalah 152 juta kilometer. Sekarang, Bumi sedikit lebih redup, sekitar 0,5% energi Matahari yang mengenai permukaan Bumi sudah menghilang. Titik terdekat sekarang antara 148 — 150 juta kilometer, dan titik terjauh antara 153 — 158 juta kilometer."


"Untuk musim, tidak ada perubahan, hanya lebih redup dan suhunya yang turun, tapi diperkirakan musim panas akan tetap di antara 35 — 39° Celcius, dan musim dingin, seperti sekarang ini, 5 — 8° Celcius."


Zhang Junda mengangguk dan menambahkan, "Tidak ada perubahan dalam rotasi Bumi, begitu pun dengan revolusi Bumi, tetap tanpa perubahan."


Fan Chen menganggukkan kepalanya, lalu dia memikirkan kembali tentang dinding hidrogen yang mengelilingi Tata Surya. "Dinding hidrogen melindungi Tata Surya, apakah ini disengaja atau tidak?"


Dia sudah mulai berpikir di luar nalar, bagaimanapun, mengingat adanya sinyal radio dari tempat terjadinya ledakan Supernova, tentunya dia memikirkan adanya makhluk lain di luar Tata Surya, dan mungkin beratus-ratus juta tahun lalu ada peradaban manusia yang sudah bepergian antar bintang, dan menggunakan teknologi khusus untuk menciptakan dinding hidrogen guna melindungi Tata Surya, rumah mereka.


Yu Sun menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Untuk saat ini, kami tidak bisa memastikan apakah itu dibuat secara alami atau tidak. Tapi jika mengikuti data dari NASA yang berhasil kami dapatkan melalui komputer negara, dinding hidrogen ini terbentuk karena pertemuan antara angin antar bintang dan angin surya."


Fan Chen tidak tahu apa itu angin surya, sehingga Yu Sun memberitahukannya padanya.


Angin surya adalah suatu aliran partikel bermuatan (yakni plasma) yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar matahari yang dikenal dengan korona. Kecepatan alirnya sekitar 400 km/s, dengan waktu tempuh dari Matahari ke Bumi selama 4 — 5 hari.


Yu Sun menggambar bintang dengan planet-planet, lalu dinding hidrogen yang mengelilingi. Gambar ini bukanlah gambar nyata, hanya gambar sederhana untuk memudahkan penjelasan.


"Kita harus mengirim detektor sejauh mungkin, lebih jauh dari Pluto untuk memantau dinding hidrogen ini, dan mendapatkan data yang signifikan. Tapi sebelum itu, kembangkan Large Hadron Collider dan dapatkan Higgs Boson sebanyak mungkin."


Fan Chen terdiam ketika mendengar penjelasan Yu Sun, terutama untuk mendapatkan Higgs Boson dengan membangun Large Hadron Collider. Untuk menangkap anti-materi saja sudah sangat sulit, apalagi mengumpulkan Higgs Boson yang hanya memiliki waktu 1 : 1 Triliun detik untuk menangkapnya.


"Higgs Boson, digunakan untuk apa?"


Yu Sun mengangkat bahu dan berkata, "Entah, tapi Fisikawan Yang mengatakan itu, dia mengatakan bahwa Higgs Boson adalah bahan utama untuk pesawat antariksa dengan kecepatan cahaya."


Fan Chen tidak mengerti hubungan antara Higgs Boson dengan pesawat antariksa yang mampu melesat dengan kecepatan cahaya. Dia memiringkan kepalanya seraya melipat kedua tangan di depan dada. "Cara kerjanya, apa dengan memanipulasi medan partikel Higgs Boson dalam jumlah besar untuk menciptakan energi gravitasi yang revolusif?"


"Bentar ..." Fan Chen menyadari sesuatu. "Gravitasi revolusif? Apa itu? Aku sepertinya melupakan sesuatu."


Yu Sun mengabaikan pertanyaan Fan Chen, namun memilih menambahkan penjelasan mengenai partikel Higgs Boson, "Ya, setelah berhasil menciptakan energi gravitasi yang revolusif, maka suatu wilayah di alam semesta akan bergerak cepat dan memindahkan sebuah objek bahkan dengan kecepatan melebihi cahaya."


Fan Chen terdiam, memikirkan maksud Yu Sun, bagaimanapun, dia tahu tidak ada yang bisa melebihi kecepatan cahaya. "Teknologi warp? Membungkus pesawat antariksa dengan suatu medan, dan memindahkannya ke tempat yang sudah ditandai."


Yu Sun, Zhang Junda dan Zhao Yansu menganggukkan kepala.


Fan Chen akhirnya mengerti mengapa harus membangun Large Hadron Collider dan menemukan Higgs Boson. Untuk Teknologi Warp! Ini adalah teknologi yang sangat sulit untuk dikembangkan, tapi jika berhasil, seluruh Tata Surya seperti berada di telapak tangan, bisa berpindah-pindah tempat dengan sangat-sangat cepat.


"Ini adalah proyek yang bagus, tapi untuk saat ini, kita pikirkan dulu tentang 118 Satelit SkyNet dan Proyek Utama Jilid 2. Setelah itu, barulah proyek lain," kata Fan Chen.


Fan Chen memandang ketiganya dan berkata, "Apa ada yang lain?"


Ketiganya menggelengkan kepala.


Mendapati tidak ada lagi yang perlu dibahas, Fan Chen unsur diri bersama Fan Xiaoyu yang dari awal tetap diam tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Fan Chen menggenggam tangan Fan Xiaoyu, dan membawanya ke tempat latihan. "Yu'er, malam ini kita akan berangkat ke Kota Perlindungan Kayu."


Fan Xiaoyu yang berjalan di belakang, memiringkan kepala dan bertanya, "Untuk apa?"


Fan Chen berhenti, dia berbalik menatap adiknya. "Apa kesanmu terhadap Keluarga Fan?"


Fan Xiaoyu terdiam sejenak sebelum menjawab, "Tidak ada kesan baik, Yu'er membenci mereka yang terus menekan kita, dan Yu'er selalu bertanya-tanya, kita adalah keluarga mereka, tapi mengapa mereka selalu bersikap buruk? Saat pertemuan tiga tahun lalu, mereka memandang rendah kita, bahkan menghina Ibu!"


Air mata terbendung di sudut mata Fan Xiaoyu yang mencoba menahannya agar tangisnya tidak pecah.


Fan Chen mengusap mata adiknya, memeluknya erat seraya menepuk-nepuk tengkuknya. "Apa Yu'er ingin membalas mereka, apa pun risikonya?"


Fan Xiaoyu mengangguk, kemudian dia mendongak dengan mata terbuka ketika menyadari sesuatu. "Maksudnya, Kakak datang ke Kota Perlindungan Kayu karena ingin menyerang Keluarga Fan?"


"Bukan menyerang ..." Fan Chen menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tapi mengambil semua yang harusnya milik kita, dengan tambahan sedikit hadiah untuk mereka."


Melihat senyum licik kakaknya, Fan Xiaoyu tahu bahwa ini pastilah perang, dan pastinya banyak korban yang akan berjatuhan. Inilah yang dimaksud dengan risiko, dan dia harus mengambil langkah berdarah ketika pergi ke Kota Perlindungan Angin, yaitu, membunuh.


Fan Xiaoyu menundukkan kepala, terdiam tanpa kata, tidak tahu harus mengatakan apa, tidak tahu apakah ingin pergi atau tetap tinggal di Mingyue Defense.


Fan Chen tersenyum, dia mengusap kepala Fan Xiaoyu. "Sekarang masih pagi, kau bisa memikirkannya sampai petang nanti. Untuk saat ini, ayo berlatih menembak."


Fan Xiaoyu mendongak, dia menganggukkan kepalanya dan kembali melangkah mengikuti kakaknya.


Tapi, Fan Xiaoyu tetap diam, kepalanya dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan seputar Kota Perlindungan Kayu dan Keluarga Fan. Dia sangat bingung, mungkin, dia harus bertanya pada ibunya setelah turun nanti.


...


***


*Bersambung...