Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 102 : Zombie Raksasa


Zombie-zombie di bawah terus menerus mengeluarkan suara yang tidak menyenangkan, dan di tambah dengan gelapnya malam karena sinar bulan terhalang awan hitam, itu menambah suasana yang mencekam.


Tapi ini belum semua, di bawah tatapan terkejut Fan Chen, satu per satu zombie mulai melebur seperti lilin yang meleleh, daging-daging busuk berlendir bergerak seperti cacing yang menggeliat karena suhu panas. Daging yang berlendir ini menggeliat di lantai, atap maupun dinding, tapi mereka semua memiliki satu tujuan, yaitu berkumpul di atas atap.


Setiap zombie melepaskan identitas mereka dengan berubah menjadi daging seperti ini, dan saat sudah sampai di atap, daging-daging ini menggeliat, saling menumpuk satu sama lain, bergabung untuk membentuk entitas baru yang lebih besar dan lebih kuat.


"Xiaochu, kirim ke Kapal Induk, siapkan Railguj dan kunci target ini. Bersiap-siap terlebih dahulu apabila ada situasi berbahaya."


“Baik, Master.”


"Jika Railgun tidak bisa membunuhnya, gunakan Meriam Plasma, tapi pastikan dampaknya tidak lebih dari satu kilometer dari pusat serangan."


“Baik, Master. Kapal Induk sudah disiapkan, semua senjata terkait sudah mengunci target yang sesuai.”


Fan Chen memilih untuk menjauh saat mengamati perubahan zombie ini, dia juga memiliki firasat buruk yang membuatnya merasakan perasaan tidak nyaman, seolah bahaya yang luar biasa sedang menatapnya dari jurang kematian.


“Master! Gelombang elektromagnetik yang kuat ... mengganggu jaringan ...”


“Master, Kapal Induk, siap mele ... kan proyektil ... dari ... gun.”


Fan Chen berbalik dengan kecepatan tinggi sampai jarak antaranya dengan zombie di rumah sakit sekitar dua kilometer. Dia melihat Drone Pemancar Sinyal yang mulai berjatuhan karena terlalu dekat dengan zombie. Tapi dia kembali mendapatkan sinyal setelah berada di jarak aman.


Zombie di atas rumah sakit sudah menyatu sepenuhnya dengan ketinggian gedung lima lantai, sehingga rumah sakit yang terbengkalai itu tidak mampu menahan bobotnya, dan akibatnya hancur, berubah menjadi tumpukan puing.


Fan Chen melihat mata zombie raksasa berwarna merah, tapi memiliki mata yang kosong dan mati tanpa ekspresi emosi. Wajah zombie dipenuhi dengan luka, goresan, dan tanda-tanda kehancuran, membuatnya terlihat sangat menakutkan.


Bentuk tubuh zombie raksasa terlihat tidak proporsional, badannya terlihat terlalu lebar sampai kepalanya terlihat kecil. Kulitnya yang mengelupas atau bahkan daging yang terlihat membusuk di beberapa tempat pada tubuh. Tangan dan kakinya yang besar dipenuhi dengan otot-otot tebal seperti pipa besi.


Zombie itu menoleh dengan matanya yang kosong, sampai berhasil menangkap Fan Chen di bidang penglihatannya. Ia meraung keras dan terdengar garang, membuat salju di sekitarnya meleleh dengan cepat.


Zombie yang baru menyelesaikan pertumbuhannya ini menekuk kedua lututnya dengan tangan mencengkeram tanah, kemudian dengan tekanan yang kuat dari kedua kakinya yang besar, zombie itu melompat dengan ketinggian tiga kali tinggi tubuhnya.


Lompatannya sangat jauh, sekali melompat mampu menyingkat jarak berkisar antara 25 — 40 meter.


Booom!


Zombie itu mendarat di tanah dengan dentuman keras, bumi berguncang dan awan debu maupun batu meledak di udara. Gedung-gedung tinggi yang berada di dekat jatuhnya zombie itu bergoyang, dan karena tanah di sekitarnya merosot, gedung-gedung ini tidak mampu menjaga keseimbangan dan kemudian runtuh.


Ketika zombie melangkah, tanah bergetar, gedung berguncang dan runtuh, mobil-mobil terhempas saat zombie ini berjalan. Binatang mutan yang bersembunyi tidak berani mendekat, mereka panik dan berusaha untuk melarikan diri dari amukan zombie.


Suara bising yang berasal dari binatang mutan digantikan oleh keheningan yang menggambarkan kengerian dari zombie ini.


"Xiaochu, aku akan mencoba menyerangnya sebentar. Aku hanya perlu dua menit, setelah aku tidak bisa mengalahkannya, aku akan kembali, dan pada saat itu, setelah aku tidak berada dalam radar serangan, lepaskan tembakan!"


“Baik, Master.”


Fan Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian dia meluncur dengan kecepatan 5 Mach, yang mana hanya membutuhkan beberapa kali tarikan napas.


Dia susah tiba di depan zombie raksasa, dia mencoba menyerangnya dengan tembakan laser di tangannya, namun sayangnya serangan itu gagal menghentikan zombie. Zombie itu kemudian menyerang balik dengan sangat cepat dan berhasil membuat Fan Chen terlempar ke dinding.


Whooooosh! Booom!


Fan Chen tertanam di dinding gedung yang masih berdiri, dia terdiam dengan mata terbuka lebar, tak mempercayai apa yang barusan terjadi.


Dia menarik tangannya yang tertanam, menggunakan mesin pendorong ion untuk keluar dari dalam dinding.


Setelah itu, dia kembali terbang, menggunakan kecepatan dan kelincahan untuk menghindari setiap serangan zombie, sambil mencari celah untuk menyerang.


Dia terbang ke atas sana, tapi tidak mendarat, hanya terbang belasan meter di atasnya. Kali ini dia tidak menggunakan laser, tapi langsung menggunakan penembak ion.


Ion yang sudah memadat di tangannya dan mengeluarkan suara dengungan yang tajam, akhirnya dilepaskan. Sinar biru melesat sangat cepat, membawa tekanan yang kuat karena adanya dorongan dari medan magnet.


Bam!


Serangan itu membentur luka di kepala zombie raksasa, membuat zombie meraung marah.


"Dia merasakan sakit?"


Jelas, ini sangat membingungkan baginya, mengingat zombie adalah mayat hidup, seharusnya semua sistem operasi tubuh tidak berfungsi. Bahkan jika berfungsi, harusnya hanya kaki, tangan, penglihatan, penciuman, pendengaran, tapi tidak dengan rasa sakit.


Zombie ini mengayunkan tangan kanannya ke belakang secara menyilang ke atas untuk mengincar Fan Chen.


Fan Chen menghindari serangan, kemudian dia mengulurkan kedua tangannya ke depan dan menembakkan serangan dari mesin penembak ion.


Tangan besar itu mendapat gaya tolakan yang kuat, membuat tangannya terhempas kembali.


Fan Chen kembali terbang di atas kepala zombie raksasa yang baru kehilangan keseimbangan, dia mengangkat tangan kanannya; memegang logam besi seperti tiang listrik dengan bagian tajam di depannya, dia mengayunkan tangannya, melemparkan logam besi tersebut.


Logam itu melesat cepat, seolah proyektil yang ditembakkan dari artileri.


Whooooosh!


Tiang ini berhasil menancap di luka kepala zombie dengan kecepatannya, tapi tidak seluruhnya yang masuk, hanya sepertiganya.


Fan Chen mengarahkan laser, dia menembak sumbu di bagian belakang logam seperti tiang ini. Sumbu itu sendiri untuk membakar bubuk mesiu di dalamnya.


Sumbu itu menyala, dan saat sumbu terbakar habis, terlihat ada asap putih yang keluar dari dalam logam. Kemudian dengan suara nyaring yang melengking, logam ini terpotong menjadi dua, dan bagian depannya kembali melesat sampai menembus kepala zombie sampai ke dagu. Tapi itu belum selesai, karena bagian yang tajam itu berakhir dengan tertanam di tanah.


Namun, serangan ini tidak membunuh zombie, melainkan membuatnya semakin marah. Zombie ini mengangkat kedua tangannya, mengayunkannya dengan liar dengan harap dapat memukul Fan Chen.


Dengan kecepatan Fan Chen, dia terus menghindar dari serangan demi serangan dan kembali menjauh karena waktunya yang dua menit sudah habis.


Whooooosh! Booom!


Sesaat setelah Fan Chen menjauh, proyektil setebal paha orang dewasa dengan panjang rentangan kedua tangan melesat, menembus kepala zombie.


Gelombang kejut yang dihasilkan dari kecepatan proyektil saat menembus kepala zombie itu sangat kuat, sampai menghancurkannya total dengan darah hitam yang menyebar ke segala arah.


Zombie ini diam di tempat, hingga akhirnya jatuh membentur tanah yang menimbulkan sedikit guncangan.


Fan Chen menghela napas lega saat melihat ini, setidaknya Railgun masih berfungsi dengan baik, masih memiliki efek besar untuk menghadapi zombie dengan ukuran seperti ini. Dari sini, dia mulai berkeinginan untuk mengembangkan Railgun, bila perlu membeli Kapal Induk Anti-Gravitasi baru.


Jika memiliki lebih banyak Kapal Induk Anti-Gravitasi yang menjaga langit, maka dia bisa dianggap bisa bergerak bebas di Negara China tanpa perlu takut dengan binatang mutan yang masih menguasai langit China di segala tempat, hampir di seluruh penjuru negeri.


Bayangkan saja, jika ada binatang mutan yang mencoba menyerang, dia hanya perlu memberi perintah, maka Railgun akan menembakkan proyektil kuat yang terbuat dari tungsten.


Railgun sudah sangat teruji, memiliki daya hancur yang besar, tapi tidak terlalu merusak sekitar seperti Meriam Plasma, ini cocok dalam misi penyelamatan.


...


***


*Bersambung...