
Fan Chen memandang Yun Mingyue dan Fan Xiaoyu, suasana saat ini hening tanpa suara sama sekali, bahkan Katerina yang berdiri juga tercengang tanpa bisa berkata-kata.
Yun Mingyue menarik udara dingin, dia mengambil teh hangat dan menyesapnya. "Apa informasi ini akurat?"
Yun Mingyue sudah mendengar tentang Bulan Merah dan informasi penting yang terkait, dia sendiri tidak menduga bahwa akan ada benda yang terkubur jauh di dalam Mantel Bulan. Tapi meski tidak percaya, bukti sudah diperlihatkan dan dia tahu bahwa teknologi di Mingyue Defense benar-benar di luar nalar, semuanya sangat maju, kuat, dan informasi ini bisa dianggap mungkin.
Fan Chen melirik saat dia memakai Kacamata Pintar yang tipis seperti kacamata baca. "Xiaochu terus menghitung semua kemungkinan, kami sudah mendapatkan hasilnya, tapi aku memintanya untuk terus menghitung. Namun, semua perhitungannya menunjuk ke pembahasan kami di awal, besar kemungkinan, setidaknya 80% di luar Tata Surya ada kehidupan lain."
Perhitungan ini termasuk alasan mengapa Superkomputer di Negara Elang Botak meledak, karena dalam perhitungan ini sendiri, Xiaochu memakai 80% kapasitas dari 1.000 Komputer Kuantum untuk menghitungnya.
Superkomputer bisa menghitung 1.000.000 Triliun/s (eksaflops), Komputer Kuantum bisa menghitung 28.000.000 Triliun/s, dan Komputer Kuantum di Mingyue Defense bisa menghitung 28.000.000 Kuadriliun/s.
Jika perhitungan yang biasanya menggunakan Komputer Kuantum, tiba-tiba menggunakan Superkomputer, tentunya Superkomputer tidak bisa menahan bebannya, dan akibatnya banyak sirkuit yang kelebihan beban sehingga rusak, yang terparah menimbulkan percikan api kecil dan membakar semua server yang ada.
Fan Xiaoyu terdiam dengan kepala tertunduk, dia awalnya berpikir kabar ini adalah kabar buruk mengenai Bulan Merah, tapi dia tidak berharap kabar buruknya terlalu kejam untuk menjadi kenyataan. Walaupun binatang mutan dan zombie mengerikan dan mengancam nyawa, tapi menurutnya semuanya bisa teratasi dengan perlahan. Namun jika kehidupan di luar Tata Surya? Bahkan meski dia tidak ikut campur dalam penelitian Tata Surya dan hanya fokus pada Anaerob Phagositosis 2, tapi dia tahu bahwa teknologi di luar sana pasti lebih maju.
Jika ada peradaban di luar Tata Surya yang datang menyerang Bumi, kematian bisa dianggap sebagai hadiah terbaik, tapi apabila menjadi budak, pastinya lebih buruk daripada kematian itu sendiri.
"Apa yang kau lakukan selanjutnya? Apa menyerah dan membiarkan monster-monster di luar sana menghancurkan kita?" Yun Mingyue menatap Fan Chen, dia ingin melihat bagaimana keputusan yang akan diambil oleh putranya, dan dia akan tetap mendukung apa pun keputusan yang diambil.
Fan Chen melihat informasi yang tertera melalui Kacamata Pintar dan berkata, "Untuk saat ini, kami melepaskan 800 Rudal Balistik dan meluncurkannya ke lautan. Pertama-pertama kami mengurangi binatang mutan di lautan, alasan mengapa di lautan lebih dulu karena tempat itu sulit untuk dijangkau, dan karena sulitnya ini juga membuat binatang mutan memanfaatkan waktu dan keadaan untuk terus berkembang. Jadi, lebih baik mengganggu mereka, memancing mereka untuk keluar dan bunuh. Lebih-lebih kalau bisa langsung menghancurkan mereka saat menjatuhkan rudal."
"Menyerah?" Fan Chen menggelengkan kepalanya. "Sudah sampai sejauh ini, mana mungkin aku bisa menyerah di tengah jalan. Pabrik Robot sudah diperluas, lini produksi terus ditambah, dan dalam waktu sepuluh menit, Xiaochu dapat mengeluarkan 2.000 Robot Basel dan 15.000 Robot Pekerja ..."
"Aku sudah meminta Xiaochu untuk membangun basis pertahanan, dan Basel untuk membersihkan semua binatang mutan di darat ..."
"Pangkalan di laut dalam, meski sudah dihancurkan, tapi saat ini sedang dalam pembangunan lain."
Fan Chen tersenyum percaya diri, dia sudah tenang dan tidak seperti sebelumnya. Memang dia sempat putus asa setelah keluar dari ruang pertemuan, tapi saat melihat ibu dan adiknya, dia menguatkan diri.
Dia sudah memiliki keluarga di kehidupan ini meski tidak lengkap, tapi lebih baik daripada kehidupan sebelumnya, dan tidak mungkin dia bisa menyerah dalam keadaan seperti ini. Walaupun berat, tapi di kehidupan ini dia memiliki tujuan, dia hidup untuk orang banyak, tidak seperti sebelumnya yang mana dia sendiri bingung dengan hidupnya.
Dia sudah diberi kesempatan untuk hidup bahagia, mana mungkin dia membuang kesempatan itu, meski dia tahu tidak mudah untuk mencapai tujuan karena Bumi-2 sangat berbahaya, tapi dia yakin bisa melakukannya.
Yun Mingyue menatap mata putranya, dia melihat mata putranya yang penuh dengan tekad meski dia melihat tangan putranya gemetar karena gugup.
Yun Mingyue tersenyum, dia mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Fan Chen. "Baik, Ibu akan mendukungmu. Bilang pada Ibu apabila memiliki sesuatu."
Fan Chen mengangguk kecil dan berkata, "Terima kasih, Ibu."
Yun Mingyue mengangguk kecil, tapi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Fan Xiaoyu menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Dia memandangi langit-langit dengan mata kosong untuk beberapa waktu, lalu menggelengkan kepala dan berkedip-kedip.
Fan Chen membuka mulutnya hendak menghentikan Fan Xiaoyu, tapi Yun Mingyue menahannya dan berkata:
"Baik, Yu'er bisa pergi, tapi jangan terlalu jatuh dalam penelitian. Besok lusa, pergi bersama Ibu, kita akan bepergian, berburu binatang mutan."
Fan Chen menoleh menatap ibunya, dia mencoba menahan tawa. Dari kata-kata adiknya tadi, adiknya memang berniat untuk benar-benar melakukan penelitian tentang Bakteri Anaerob Phagositosis, tapi setelah ibunya mengatakan itu, dia tahu niat awal adiknya akan hancur.
Fan Xiaoyu yang hampir berjalan membuka pintu, tiba-tiba berhenti, dia berbalik dengan mata berbinar. "Maka Yu'er tidak jadi pergi menemui Professor Wang, Yu'er akan pergi ke Barak!"
Setelah mengatakan itu, Fan Xiaoyu membuka pintu dan berlari secepatnya.
Yun Mingyue terdiam, dia merasa tertipu, tapi dia tidak mengejar, dia hanya tersenyum masam dan menghela napas.
Fan Chen tertawa kecil, lalu dia menenggak air mineral dan berkata, "Ibu, bagaimana dengan Pak Tua Fan? Sudah 12 hari dia dikurung di dalam penjara, aku ingin melihatnya, dan menanyakan mengapa dia menekan keluarga kita selama ini."
Yun Mingyue menggelengkan kepalanya dan berkata dengan ekspresi lesu, "Ibu sudah bertanya, tapi tidak mendapatkan apa pun, bahkan Ibu sampai memukulinya hingga seperti kepala babi, tapi dia tetap bungkam."
Fan Chen terdiam tanpa bisa berkata-kata. Dia tidak tahu harus bereaksi apa perihal memukuli orang sampai terlihat seperti kepala babi, dan saat mengatakan hal itu, nadanya terdengar tak berdaya penuh penyesalan.
Fan Chen menggenggam tangannya sendiri, dia menundukkan kepalanya, mencari tahu jawaban atas tindakan Keluarga Fan selama ini. Dia sudah bertanya-tanya pada Presiden, Laksamana Su, tapi mereka tidak tahu hal itu. Bukan hanya karena tindakan Keluarga Fan di Shenzen diblokir, tapi juga karena Presiden dan Laksamana Su tidak berurusan dengan masalah ini.
Fan Chen menutup mata, dia mengingat-ingat kembali dari awal dia mengambil alih tubuh ini, mendapatkan Stronghold System, menjelaskan tentang Bencana Kedua. Tiba-tiba...
Dia membuka matanya penuh kejutan, lalu dia tersenyum. "Aku tahu!" Ia berdiri dari sofa.
Yun Mingyue terkejut dan hampir melompat. "Apa yang kau tahu?!"
"Ayo pergi menemui Pak Tua Fan!" Fan Chen berjalan menuju pintu keluar.
Yun Mingyue dan Katerina saling memandang, lalu pergi menyusul Fan Chen.
Fan Chen, Yun Mingyue dan Katerina menggunakan Mobil Levitasi Magnet untuk meninggalkan Kota Bawah Tanah melalui Penghubung Dunia.
Dia mungkin tahu alasan mengapa Keluarga Fan terus menekan keluarganya, ini mungkin perihal gulungan yang tersimpan di garasi di Kota Perlindungan Angin. Mungkin Jenderal Fan sangat menginginkan hal ini, dan tahu isi di dalamnya.
Adapun mengapa tidak memintanya secara baik-baik dan malah memilih menekan, dia tidak memikirkan hal itu.
...
***
*Bersambung...