
Sebelum pergi ke Kapal Induk, Fan Chen menjemput Fan Xiaoyu yang sudah lama ingin melihatnya langsung, tapi dia mengatakan untuk tetap diam saat memakai Armor HK, dan biarkan Xiaochu yang mengambil alih.
Walaupun enggan, Fan Xiaoyu hanya bisa mengangguk dan menerima, asalkan bisa naik ke Kapal Induk Anti-Gravitasi yang sudah lama dinanti-nanti.
Dengan kecepatan 2 Mach, untuk mencapai Kapal Induk Anti-Gravitasi di ketinggian 10.000 meter dari permukaan tanah, hanya membutuhkan 16 detik, tapi dengan akselerasi yang membutuhkan sedikit lebih banyak waktu, setidaknya akan menghabiskan 18 — 19 detik untuk sampai.
Fan Chen dan Fan Xiaoyu sudah melewati barisan awan, mereka melihat Kapal Induk Anti-Gravitasi yang dilapisi dengan sinar merah berbentuk bola dengan suhu tinggi, sampai membuat udara sekitar terdistorsi.
"Wah ..." Fan Xiaoyu memperlihatkan ekspresi takjub saat melihat Kapal Induk. "Ini sangat besar, tapi Kakak, apa yang melapisi ini?"
"Pelindung Plasma." Fan Chen menjawab seraya meminta Xiaochu untuk membuka pelindung, kemudian dia membawa Fan Xiaoyu setelah Pelindung Plasma terbuka dan menambahkan, "Suhunya antara 10.000 — 15.000° Celcius, ini bisa menahan serangan binatang mutan seperti sinar laser, atau membakar binatang mutan yang mencoba menabraknya."
Fan Xiaoyu menganggukkan kepalanya ketika mendarat di atas Kapal Induk, lalu dia berjalan mengikuti kakaknya yang masuk ke dalam “Pulau”.
Armor HK yang mereka pakai langsung terbuka setelah pintu palka tertutup, mengunci oksigen di dalamnya agar tidak keluar, kemudian Armor HK itu kembali disimpan di dalam Inventaris.
Fan Xiaoyu memeluk lengan Fan Chen seraya melihat ke sekeliling. "Kakak, Yu'er ingin tinggal di sini."
Fan Chen mengusap kepala Fan Xiaoyu, tersenyum tipis dan berkata, "Ini bukan tempat tinggal yang cocok, sumber daya di sini terbatas, dan kau hanya bisa berada di dalam ruangan karena kadar oksigen di luar sangat tipis. Terlebih lagi, tempat ini adalah Kapal Induk, hanya profesional yang boleh tinggal di sini, dan tempat ini sangat bahaya, sering menjadi incaran banyak binatang mutan."
Fan Xiaoyu memutar matanya dan mendengus. "Bilang saja Kakak tidak mengizinkan Yu'er." Ia kesal, tapi dia tahu memang tempat ini tidak cocok untuknya yang tidak betah dalam ruangan. Bahkan di Mingyue Defense dia sangat-sangat bosan, apalagi di ruang tertutup tanpa bisa melihat sinar matahari.
Fan Chen tersenyum tipis, mengusap kepala adiknya. "Saat kota bawah tanah selesai, kau bisa tinggal di sana bertahun-tahun, bahkan mengatur urusan di sana."
Fan Xiaoyu terdiam, merasa merinding di sekujur tubuhnya, dan dia bertekad untuk tidak lagi mengikuti rasa penasarannya, yang mana bisa berakhir buruk. Walaupun dia tahu kakaknya sedang bercanda, tapi ada kalanya sangat serius seperti saat ini, Armor HK miliknya masih disita!
Melihat Fan Xiaoyu yang diam dengan kepala tertunduk, Fan Chen tersenyum tanpa mengatakan apa pun, sampai akhirnya dia sampai di Ruang Pertemuan di Kapal Induk.
Pintu besi terbuka saat memindai kedatangan Fan Chen.
Jenderal Luo dan Yu Wang berdiri saat melihat kedatangan Fan Chen, mereka memberi hormat militer.
Fan Chen memberi hormat yang sama, lalu meminta mereka kembali duduk. Kemudian dia duduk di mana ada kursi-kursi yang mengelilingi meja bundar, yang mana tengah-tengahnya terdapat kaca yang merupakan perangkat holografik.
Jenderal Luo Ti memandang Fan Xiaoyu, lalu kembali menatap Fan Chen.
Fan Chen menyadari tatapan Jenderal Luo yang mengungkapkan pertanyaan, dia tersenyum tipis dan berkata, "Dia adikku, dulu dia tergabung dalam Departemen Intelijen, tapi sekarang pindah ke Divisi Ilmu Kehidupan dalam Departemen Ilmu."
"Baiklah ..." Jenderal Luo mengangguk kecil. "Kalau begitu, mari kita mulai pertemuannya ..."
"Kapten meminta kami untuk memantau Laut China Selatan, Samudra Pasifik dan Palung Mariana. Untuk Laut China Selatan bisa dipantau dengan baik karena jarak dari sini ke sana hanya 858 kilometer, tapi untuk Palung Mariana, sekitar 2.940 kilometer, apalagi Samudra Pasifik, itu terlalu jauh ..."
"Namun menurut data-data yang diambil Xiaochu setelah menerobos pertahanan data di Departemen Intelijen Negara, kami menemukan adanya perubahan di Negara Matahari Terbit. Kami menduga, binatang mutan dengan tingkat Keenam sudah mulai naik mendarat di pantai."
Jenderal Luo Ti sudah memperkirakan akan pertanyaan ini. "Walaupun teknologi kita lebih maju, tapi pemantauan kamera kami hanya mampu menangkap gambar dengan jarak 2.000 meter, sehingga untuk memantau Ibu Kota Negara Matahari Terbit, Edo, kita harus melalui Kota Kekaisaran. Bagaimanapun, Kota Kekaisaran adalah pusat Negara China, dan meski mengalami banyak bencana, mereka tetap memiliki Kartu As. Kami juga menyadari bahwa mereka masih memiliki pangkalan militer di negara bersahabat ..." Ia menoleh menatap Yu Wang.
Yu Wang mengangguk, dan kemudian menggantikan Jenderal Luo untuk menjelaskan, "Yang naik ke Edo berasal dari binatang mutan yang ada di Samudra Pasifik, tapi untuk Sakurajima, kami bisa memantaunya karena jaraknya hanya 1.452 kilometer dari Guangdong ..."
"Menurut gelombang ultrasonik yang berhasil kami tangkap dan uraikan, binatang mutan ini disebut dengan Raja Gurita dan memiliki kekuatan tingkat Keenam. Dia datang ke Sakurajima untuk mengambil sumber panas gunung berapi."
Fan Chen melihat gambar Raja Gurita yang diproyeksikan, dan ada juga video saat Raja Gurita mengangkat tentakel, lalu melepaskan tembakan laser dari alat penghisap di lengannya.
Melihat ini, Fan Chen merasakan perasaan tidak nyaman dan rasa urgensi dalam pengembangan senjata Mingyue Defense yang menurutnya saat ini masih belum cukup baik untuk melawan Raja Gurita.
Jenderal Luo memandang Fan Chen yang diam, dan dia berkata, "Kapten, saya tahu bahwa Kapten telah memerintahkan kami untuk menyerang binatang mutan dengan Railgun, Senjata Laser maupun Meriam Plasma. Tapi, ada beberapa hal yang harus membutuhkan izin dari Kapten, seperti sekarang ini."
Fan Chen tahu apa maksud dari perkataan Jenderal Luo. Memang ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan sesuka hati, bahkan meski itu adalah Jenderal Penuh yang merupakan Kepala Angkatan Udara. Seperti sekarang, informasi tentang binatang mutan sangat terbatas, dan ketika menemukan Binatang Mutan tingkat Keenam (Level 120+), tentu harus menunggu perintah, atau setidaknya jangan membunuhnya langsung untuk mendapatkan informasi lebih banyak.
Fan Chen merenung dengan mata terpejam, dia memikirkan pro dan kontra dalam keputusan yang akan diambilnya nanti.
Hanya dalam satu menit, dia sudah mengambil keputusan. Dia membuka matanya, menatap Jenderal Luo dan Yu Wang di seberang meja. "Untuk saat ini, amati terlebih dahulu, terus laporkan kenaikan energi nuklir Raja Gurita saat menyerap energi panas dari Gunung Sakurajima. Tapi, jika sudah melewati jarak 1.800 kilometer, bunuh langsung."
Jenderal Luo dan Yu Wang berdiri dengan menghentakkan kaki. ""Baik, Kapten!""
Fan Chen berdiri, memberi hormat militer yang sama, lalu dia berbalik saat tahu bahwa tidak ada informasi lain.
Fan Xiaoyu memberi hormat pada Jenderal Luo dan Yu Wang, lalu mengikuti Fan Chen.
Fan Chen sendiri ingin pergi ke Laboratorium Astronomi dan Astrologi di sini, yang mana memantau keadaan langit-langit berbintang, terutama keadaan Tata Surya yang sekarang.
Walaupun dia tahu belum maksimal dalam pemantauan karena masih belum ada teleskop angkasa, tapi harusnya Ilmuwan terkait mampu memperkirakan keadaan ke depannya melalui benda langit yang bisa dilihat oleh mata telanjang, dan dengan bantuan Xiaochu yang mampu melakukan perhitungan cepat dengan data besar, harusnya sudah cukup untuk mendapatkan data terkait.
Tapi yang membuatnya paling penasaran adalah SN 1987A. Gelombang radio berhasil ditangkap dari sana, yang kemungkinan berisi informasi penting.
"Mengapa Kakak tidak memberi perintah untuk membunuhnya langsung?"
Fan Chen menoleh ke kiri, menatap Fan Xiaoyu. "Tingkat Keenam, kita masih belum memiliki informasi tentangnya, dan kita tidak tahu cara mereka menyerap energi panas di Gunung Sakurajima. Jadi untuk saat ini, kita pantau dulu sampai mendapatkan informasi berharga, dan setelah informasi terkumpul, selama masih dalam jangkauan serang, kita akan membunuhnya."
"Begitu." Fan Xiaoyu menganggukkan kepalanya, dan tidak lagi bertanya, tapi mempercepat langkahnya.
...
***
*Bersambung...