
Anglerfish naik ke permukaan Palung Mariana dengan ratusan ribu Murloc yang mengikuti di belakangnya. Ia sudah berkomunikasi dengan yang lain dan mereka sudah mulai berkumpul di tempat yang telah ditentukan, tapi hanya ia yang masih belum pergi.
Murloc ini terbagi menjadi beberapa tim yang dipimpin oleh Murloc tingkat Keenam dan tidak sedikit yang berada di tingkat Ketujuh.
Salah satu dari mereka yang memimpin tim sudah cukup untuk meratakan kota internasional, dan sekarang ada ribuan yang memimpin, ini bisa menjadi kekacauan yang tidak pernah diharapkan oleh seluruh umat manusia di Bumi.
Tapi kemunculan Anglerfish sudah berhasil terdeteksi oleh Satelit SkyNet di Orbit Rendah Bumi dan mengirim sinyal ke Pangkalan Antariksa di Bulan, mengerahkan Pesawat Antariksa MK-888N yang membawa rudal dengan hulu ledak nuklir 200.000 ton TNT yang mengorbit di Orbit Menengah Bumi.
Pesawat Antariksa MK-888N melesat dengan kecepatan 45.000 km/h dan itu sudah mengeluarkan api di bagian depannya karena gesekan saat menembus atmosfer berlapis-lapis. Jika menggunakan kecepatan penuh, bahkan meski ada lapisan graphene tebal di bagian depannya, Pesawat Antariksa akan mengalami sedikit kerusakan.
Sampai saat ini Wang Bin masih berusaha sekuat tenaga dalam penelitian dan dibantu oleh Ma Laoli untuk membuat Pesawat Antariksa MK-888N agar dapat mengabaikan atmosfer.
Jika Pesawat Antariksa bisa mengabaikan tekanan atmosfer, itu akan sangat luar biasa, bebas pergi tanpa kendala, tanpa khawatir kecepatan yang terlalu cepat.
Sementara itu, Anglerfish masih menyebarkan kekuatannya untuk memantau apakah sudah semua bawahannya di Palung Mariana yang naik ke permukaan.
"Sudah cukup, menurut informasi yang didapat setelah beberapa kali komunikasi, kekuatan terbesar di planet ini berada di Negara Elang Botak. Kita akan naik ke sana dan menghancurkan ancaman terbesar." Anglerfish membuka dan menutup mulutnya, dan mengeluarkan suara.
Tingkat Kedelapan sudah bisa berbicara dengan lancar menggunakan bahasa universal, dan menurutnya ini lebih mudah dalam mengungkapkan ekspresi meski tidak terlalu penting. Tapi dalam komunikasi, ia masih menggunakan gelombang ultrasonik.
Anglerfish yang baru memberi perintah dan bergerak ke arah timur laut, tiba-tiba merasakan ada bahaya yang datang dari langit. Ia sedikit menyelam untuk mengubah posisi tubuhnya, agar dapat melihat apa yang ada di langit.
Pesawat Antariksa MK-888N turun sangat cepat dan saat hanya tersisa 500 meter dari permukaan laut, bagian bawah pesawat terbuka, menjatuhkan rudal dengan diameter 5,5 meter dan panjang 12,5 meter.
Pesawat Antariksa menukik tajam setelah melepaskan rudal dan kembali naik ke langit.
Rudal yang jatuh itu mengaktifkan Mesin Pendorong Ion di belakangnya, menahan kecepatannya hingga mencapai 60.000 km/h. Jarak 500 meter, dapat ditempuh hanya dalam waktu 2,5 milidetik yang terjadi dalam sekejap mata.
Rudal menghantam lautan, membuat ledakan yang spektakuler. Kekuatan yang tak terlukiskan meletus dari rudal yang membawa hulu ledak nuklir 200.000 ton TNT.
Pemimpin Murloc yang tak terhitung jumlahnya merasakan semburan ketakutan yang masuk jauh ke dalam jiwa dan jatuh ke dalam kegelapan tanpa akhir.
Kegelapan ini bukan kegelapan yang dihasilkan oleh ledakan nuklir, karena cahaya yang dipancarkan dari ledakan sangat terang, ratusan kali lebih terang dari sinar matahari di langit.
Kegelapan ini datang karena mata mereka dibutakan karena cahayanya, lalu gendang telinga yang langsung hancur, dan jatuh ke dalam ketidakseimbangan dalam panca indra.
Di bawah suhu tinggi puluhan juta derajat dan tekanan tinggi puluhan miliar pascal di inti ledakan, udara nampak berfluktuasi seolah-olah seperti cermin yang retak.
Kekuatan besar menghancurkan tubuh Murloc dengan cepat. Pertama melarikan anggota tubuh seperti kaki, tangan dan kulit dilarutkan, diikuti oleh tulang, organ dalam, darah, hingga seluruh tubuh menguap seluruhnya oleh suhu tinggi.
Ledakan ini juga menghasilkan cahaya yang dapat dilihat dari jarak 200 kilometer, asap tebal naik sampai ke ketinggian 15 kilometer, dan gelombang kejut dengan kecepatan angin 137 Mach menyebar ke segala arah, menciptakan tsunami yang menghancurkan apa pun yang dilewatinya.
Air di Palung Mariana melonjak beberapa kilometer ke langit, meledak di udara membentuk jamur raksasa yang berhamburan ke segala arah seperti hujan. Tapi sebelum kembali jatuh ke laut, air itu menguap dalam jumlah besar, dan air berwarna biru gelap di permukaan berubah menjadi merah dengan uap panas yang naik ke langit.
Ledakan demi ledakan masih terdengar saat hulu ledak nuklir belum meledak sepenuhnya dan masih ada ledakan susulan.
Ketika ledakan berhenti, Kepulauan Mariana tersapu dan menghilang dari peta, Palung Mariana terbuka setelah menguapnya air laut dalam jumlah besar. Semua Murloc tersapu bersih tanpa menyisakan satu pun, tapi Anglerfish masih bertahan hidup meski tidak bisa dikatakan baik-baik saja.
Anglerfish kehilangan setengah tubuh, dan lampu yang menggantung di dahinya telah hilang sepenuhnya. Kulitnya yang tebal terkelupas, memperlihatkan daging dan tulang besar.
"Kalian semua serang Negara Elang Botak, aku akan kembali bersembunyi untuk memulihkan diri." Anglerfish mengirimkan pesan melalui gelombang ultrasonik.
Tapi yang tidak diketahui oleh Anglerfish, pesan yang dikirimnya melalui gelombang ultrasonik terdeteksi dan Pesawat Antariksa MK-888N kembali mengirim rudal yang membawa hulu ledak nuklir sebesar 150.000 ton TNT yang lebih rendah dari tembakan pertama.
Meluncurkan rudal dengan daya ledak yang lebih besar sampai jutaan ton itu mungkin, tapi dampaknya terlalu besar dan dapat menciptakan tsunami yang lebih besar, bahkan menenggelamkan beberapa negara di sekitar, dan Fan Chen tidak ingin hal itu terjadi.
Semua hulu ledak yang berada di atas 1.000 kiloton TNT disimpan di Pangkalan Antariksa di Bulan untuk kebutuhan lain yang mungkin akan digunakan di masa depan. Tapi sepertinya tidak lama lagi digunakan untuk memecah asteroid yang datang dari luar Tata Surya.
...***...
—Afriksel—
Fan Chen menggunakan Robot Pengganti dan saat ini berada di dalam Armor HK-80KAH-EP, dia melihat Palung Mariana yang berlubang dan kembali terisi dengan air laut di sekitarnya, seperti mulut raksasa yang menelan air.
Walaupun dikatakan melihat, nyatanya Satelit SkyNet tidak menggunakan kamera biasa, melainkan kamera dengan sinar inframerah untuk mendeteksinya dan Xiaochu memulihkan data, lalu mengirimkannya langsung ke Fan Chen. Jika tidak diolah lebih dulu, yang dilihatnya saat ini hanya bercak merah di layar belakang hitam.
"Sepertinya 200.000 ton TNT masih belum cukup untuk tingkat Kedelapan." Fan Chen menghela napas, dia sangat takjub dengan vitalitas Anglerfish yang mampu bertahan hidup meski menjadi target utama dari rudal dengan hulu ledak sebesar itu.
"Bagaimana?" Fan Chen berbicara dengan Xiaochu. "Apa dia berhasil melarikan diri?"
“Meriam Plasma berhasil mengenai Anglerfish sebelum Pesawat Antariksa MK-888N turun, dan tidak mendeteksi adanya kehidupan di sana. Tapi Xiaochu akan mengerahkan Drone Bawah Laut untuk memantau keadaan di sana.” Suara Xiaochu terdengar di helm Armor HK-80KAH-EP yang dikenakan Fan Chen.
Fan Chen menganggukkan kepala dan tidak lagi berbicara, dia menunduk, melihat binatang mutan yang mengamuk di daerah perkotaan dengan zombie yang berlarian.
“Master, semua binatang mutan di Samudra Pasifik pergi ke arah Negara Elang Botak.”
Fan Chen merenung, dia tidak memiliki kesan yang baik dengan Negara Elang Botak, tapi untuk kelangsungan hidup umat manusia, dia menyingkirkan masalah antara dua negara.
"Untuk saat ini pantau lebih dulu, dan kirim informasi ini ke Negara Elang Botak atas nama Organisasi Antarbintang. Aku ingin melihat langkah apa yang akan mereka ambil, dan apabila mereka tidak mampu melawannya, kau bisa mengerahkan Armada Antarbintang."
“Baik, Master.”
Fan Chen menoleh melihat Fan Xiaoyu di sampingnya yang sedang mengobrol dengan Jia Fefei dan He Peiyu. Melihat ini, dia tersenyum, sepertinya adiknya sudah mengatasi masalah yang mengganjal.
"Kalian semua, apa kalian sudah siap?"
Fan Xiaoyu menoleh, dia mengangguk dan menjawab, "Sudah."
Fan Chen mengangguk kecil sebagai respon, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengangkat tangannya, lalu melambaikannya dan melesat turun ke reruntuhan kota yang penuh kehancuran di mana-mana.
Fan Xiaoyu, Katerina, Jia Fefei dan He Peiyu juga melesat turun mengikuti Fan Chen yang bergegas lebih dulu.
...
***
*Bersambung...