
Fan Chen menunduk, melihat mayat-mayat zombie yang hangus terbakar karena sengatan listrik bertegangan tinggi yang menyelimuti tembok besi bagian depan. "Walaupun ada isolator padat yang menghalangi panas maupun aliran listrik, tapi aku masih merasakan radiasi listrik." Ia menyentuh kepalanya, rambutnya mulai berdiri.
"Jika aku bukan Pengguna Unsur Petir, mungkin ada efek lebih kuat seperti kesemutan."
Fan Chen mendongak melihat langit biru, tapi jauh dari Mingyue Defense masih sangat gelap dengan salju dingin yang turun, bahkan sepertinya ada badai lebat di arah kirinya atau utara. "Awan di sana mulai bergerak, sepertinya tempat ini akan kembali diguyur hujan salju."
Fan Chen mengeluarkan busur panah yang anak panahnya sudah diikat dengan tali tembaga. Dia mengulurkan tangannya, menarik tali busur sampai benar-benar kencang, kemudian melepaskannya.
Ketika dia melepaskan tali busur, terdengar suara dengung di telinganya bersamaan dengan anak panah yang melesat, membelah udara dingin. Anak panah itu jatuh saat tidak memiliki daya dorong lagi dan menancap di tanah berair.
Fan Chen menggenggam tali tembaga, dia mengalirkan Kemampuan Unsur Petir dengan kekuatan maksimal.
Arus listrik mengalir melalui tali tembaga dengan kilatan cahaya biru yang membungkusnya, kemudian saat arus listrik itu sampai ke tanah yang basah, tiba-tiba tanah itu meledak dengan kilatan listrik yang menyebar, menghancurkan tanah di sana dan menghamburkannya.
Fan Chen tersenyum tipis melihat dampak yang dihasilkan, dia bisa menggunakan cara ini saat melawan binatang mutan yang sulit dihadapi. "Tapi, aku memiliki Armor HK, sepertinya cara ini tidak bisa sering digunakan."
Dia menunduk, melihat zombie yang datang, tapi sebelum menyentuh tembok besi, zombie sudah terkena arus bertegangan tinggi sampai menghanguskannya.
"Harus ada tambahan, mari kita tambah Tembok Level 05. Buat mengelilingi wilayah dalam radius 2,5 kilometer." Fan Chen membeli Cetak Biru Tembok Level 01 — 05 dengan menghabiskan 65.155©.
Dia melemparkan Cetak Biru Tembok ke udara, lalu menggunakan sumber daya: 83.350 Kayu, 166.725 Batu, 104.203 Besi dan 1.042 Titanium. Hanya untuk 1.042, dia menghabiskan ¥138.586.720, itu adalah uang yang sangat banyak.
"Mingyue Defense sudah bisa dikatakan sangat luas, hanya 300 meter dari Danau Songshanhu. Setelah kami membersihkan zombie di area terluar dari Mingyue Defense, selanjutnya membuat pangkalan militer di dekat danau."
Fan Chen berbalik menuruni tangga, dia melihat adiknya yang sudah di bawah ingin naik ke atas. "Yu'er, kita kembali."
Langkah kaki Fan Xiaoyu terhenti saat baru menaiki anak tangga ke-75 atau 11,25 meter dari permukaan tanah. Dia mendongak menatap tajam kakaknya yang terus turun.
Fan Chen tertawa kecil dengan senyum tipis melihat adiknya yang kesal, sampai dia akhirnya turun di depan adiknya. "Kau lambat, bukankah sudah kubilang tetap bersama, mengapa lari-lari?"
Fan Xiaoyu mendengus dingin. "Yu'er membantu tentara memindahkan besi-besi yang berserakan."
Fan Chen tersenyum tipis, mengusap kepala adiknya, lalu dia berjongkok. "Ayo naik, Kakak akan membawamu turun."
Fan Xiaoyu memalingkan wajahnya, tapi melirik punggung Fan Chen, dan akhirnya memeluknya dari belakang dengan melingkarkan tangannya di leher kakaknya.
Fan Chen memegang paha Fan Xiaoyu, lalu dia berdiri, melangkah menuruni anak tangga. "Mau latihan menembak lagi?"
"Tidak ..." Fan Chen menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Hari ini Yu'er mau istirahat."
"Baiklah." Fan Chen menganggukkan kepala, lalu menengadah menatap langit biru. Dia membuka mulutnya hendak berbicara, tapi menutupnya lagi, menelan kata-katanya. Awalnya dia ingin membawa Fan Xiaoyu naik ke Kapal Induk Anti-Gravitasi, tapi saat ini masih sangat bahaya, jadi lebih baik menunggu sampai batas waktu yang ditetapkan oleh sistem habis.
...***...
—Palung Mariana, Samudra Pasifik—
Palung Mariana, bahkan tanpa harus mengetahui apa di dalamnya, melihatnya dari atas saja sudah menggambarkan betapa mengerikannya di dalam sana.
Terus menyelam ke bawah, harus ada ikan laut dalam yang menghuni, tapi kali ini tidak ada satu pun makhluk hidup.
Ini sangat aneh, mengingat semua makhluk di Bumi berevolusi, harusnya banyak binatang mutan di sini, bahkan mungkin memiliki level yang sangat tinggi, mengingat Palung Mariana adalah tempat misterius bahkan sebelum Bencana Pertama.
Di kedalaman 2.000 meter dari permukaan air laut, seharusnya sudah ada ikan besar seperti paus yang menghuni, tapi sampai saat ini masih belum ditemukan, dan ini terus berlanjut sampai kedalaman 8.000 meter dari permukaan air laut.
Namun setelah itu, mulai terlihat banyak makhluk seperti ikan, tapi memiliki kaki dan tangan berwarna merah, serta ada rambut-rambut yang tebal seperti ular.
Jika Fan Chen menyelam ke sini, dia pasti mengenali hewan apa ini. Ya! Murloc!
Murloc memiliki tubuh bulat, mulut besar yang dilapisi deretan taring tajam, dan kulit berlapis lendir. Warna individu berkisar dari biru kehijauan hingga abu-abu gelap, sementara tingginya bervariasi dari 66 cm sampai 198 cm. Bergantung pada varietasnya, Murloc mungkin lebih mirip dengan katak atau ikan; Murloc hijau yang ikonik, misalnya, memiliki warna yang mirip dengan katak pohon bermata merah.
Tapi ini sangat aneh, Murloc biasanya hidup di danau dangkal, rawa-rawa, hutan hujan dan tepi pantai, tapi tidak pernah ada yang tinggal di lautan dalam di bawah 8.000 meter dari permukaan air laut.
Murloc di sini berkeliaran seperti sedang berpatroli, masing-masing membawa tombak besar yang ukurannya dua kali ukuran tubuh.
Untuk tingkat kekuatannya, mungkin berkisar antara Level 80 — Level 100, dan jumlahnya ada lebih dari 200. Jika mereka semua menyerang daratan, sudah dipastikan akan sangat berbahaya, bahkan kota besar sekalipun akan rata dengan tanah.
Tiba-tiba...
Ada suara raungan yang terdengar jauh di bawah air, menimbulkan getaran hebat dan ada gelembung air di mana-mana. Suhu air juga meningkat tajam, itu sampai menimbulkan uap air di permukaan.
Kemudian, Murloc-murloc ini terlihat panik, tergesa-gesa menyelam lebih dalam.
Menyelam sampai 11.500 meter, tapi masih belum menemukan ujungnya, hingga akhirnya mencapai 13.000 meter dari permukaan air laut. Ini sangat dalam, bahkan sudah melewati kedalaman Palung Mariana yang menurut data hanya mencapai 11.034 meter. Tapi melihat Murloc yang membawa tombak sedang memukul-mukul bebatuan di sekitar, bisa dipastikan kalau Palung Mariana sedang digali lebih dalam.
Ketika sampai di kedalaman ini, terlihat ada cahaya biru yang menerangi seperti sinar bulan. Cahaya ini sangat indah, tapi jika terus mendekat, akan terlihat taring tajam yang sangat besar, yang mampu menelan tank tanpa kesulitan. Leopard 2A7 dihadapkan dengan makhluk ini, seperti tikus menghadapi singa.
Makhluk ini sendiri adalah Anglerfish, ikan laut dalam yang memiliki lampu di dahinya untuk menarik perhatian mangsa. Sebelum berevolusi, bentuknya sudah mengerikan, apalagi sekarang.
Ukurannya seperti dua kali truk tambang, tubuhnya sedikit transparan, dan terlihat ada energi merah di tengah-tengah tubuhnya. Energi ini adalah nuklir dengan radiasi yang sangat kuat, dan samar-samar ada kabut merah yang meresap ke dalam tubuhnya dari kedalaman laut.
Anglerfish mengeluarkan suara ultrasonik yang tidak bisa didengar oleh manusia, suara ini menyebar ke seluruh lautan di sekitar Paling Mariana, seolah sedang berkomunikasi dengan binatang mutan lainnya.
Ia menunggu jawaban satu per satu, tapi ada satu yang tidak memanggil jawabannya, itu berdiam di Laut China Selatan, bersiap-siap untuk menyerang.
Anglerfish sangat marah saat tahu ada yang tidak memanggil jawabannya, ingin sekali datang dan memberi pelajaran, tapi jika ia tahu mengapa binatang mutan di Laut China Selatan tidak memanggil jawaban karena sudah dibunuh manusia, mungkin ia akan naik ke daratan lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.
Ya! Binatang mutan di Laut China Selatan adalah cumi-cumi yang dihancurkan dengan Meriam Plasma.
...
***
*Bersambung....