Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 021 : Bertemu Lagi dengan Mu Yanzi


Keduanya berlari di atas tembok, mereka pergi menuju daerah padat penduduk di mana ada bank yang menyimpan banyak uang tunai di sana, dan tentunya untuk menyelamatkan penduduk yang selamat sehingga misi bisa diselesaikan.


Awalnya Fan Chen tidak ingin menyelamatkan manusia, tapi karena misi, mau tidak mau dia harus melakukannya.


[Misi #2]


[Manusia adalah makhluk yang sempurna. Di tempat yang dipenuhi dengan bahaya, tenaga sangat penting untuk kemajuan teknologi dan perkembangan lebih jauh. Selamatkan 100 manusia untuk membantu Tuan Rumah mengembangkan Mingyue Defense]


[Hadiah: +10 All Stat, 10.000©, Barak Pasukan Baris Depan ×1, Helikopter Mil Mi-26 ×1, Leopard 2A7 ×1, ¥500.000.000]


Di bawah godaan hadiah yang sangat murah hati, Fan Chen tidak bisa menolaknya. Dengan semua hadiah itu, kemampuan Mingyue Defense akan meningkat, meski masih tidak seberapa dibandingkan dengan Tempat Perlindungan di Ibu Kota Provinsi, apalagi di Beijing.


Bahkan di Kota Shenzhen, memiliki penduduk dengan jumlah lebih dari 13 juta orang. Jika setelah Bencana Pertama hanya tersisa 6,5 juta, dan setiap Kota Perlindungan memiliki 60.000 orang yang menghuni, maka setidaknya ada 108 Kota Perlindungan.


Tapi Mingyue Defense tidak berada di Kota Shenzhen, melainkan di Kota Dongguan yang lebih besar dari Kota Shenzhen.


Kota Shenzhen terlalu dekat dengan lautan, itu terlalu berbahaya apabila ada Binatang Mutan dari lautan yang datang, atau bahkan yang mampu memanipulasi air laut.


Pusat Kota Shenzhen ke Kota Dongguan hanya berjarak 85 kilometer, dan hanya membutuhkan satu jam lebih, tapi sekarang, menghabiskan setengah hari.


"Apakah masih mengejar?" Fan Chen bertanya tanpa menghentikan langkahnya maupun menoleh ke belakang.


"Ya, sepertinya ada zombie yang sedikit meningkat. Meski zombie ini tidak bisa berlari, hanya berjalan seperti bayi yang baru belajar berjalan, tapi kemampuan pendengaran mereka sangat luar biasa."


Fan Chen menghentikan langkahnya, berbalik dan mengeluarkan AK-47. Dengan zombie yang masih level rendah seperti ini, senjata ini tepat digunakan dalam situasi seperti ini, bukan hanya amunisi di dalam magazen lebih banyak dan memberikan kerusakan besar, tapi yang terpenting adalah harga amunisi yang murah.


Fu Shen terus melangkah ke depan dan berhenti setelah memunggungi Fan Chen. Dia mengangkat senjatanya mengarahkan ke lahan kosong di depannya, ini untuk berjaga-jaga apabila ada zombie yang datang dari depan.


"Kapten, di atas gerbang barat ada suara tembakan. Kemungkinan militer di Kota Perlindungan Angin masih belum jatuh."


Mendengar laporan Fu Shen, Fan Chen menghentikan tembakan dan melihat ke arah barat dengan teropong. Benar saja, dia melihat masih banyak pasukan militer yang bertempur di atas tembok, melepaskan tembakan tanpa henti, dan bahkan melepaskan granat berpeluncur roket.


Fan Chen menurunkan teropong. Dia melangkah melewati Fu Shen sambil menepuk pundaknya. "Pergi ke pos di terdekat, kemudian melompat ke atap rumah. Kita pergi ke pusat, harusnya di sana ada tank."


Fu Shen berlari mengikuti Fan Chen dan sesekali melepaskan tembakan ke belakang maupun ke bawah tembok di mana zombie berusaha untuk naik.


Menurut ingatan, Kota Perlindungan Angin memiliki tiga tank dan delapan helikopter, bahkan ada mobil peluncur roket yang bisa menembakkan 100 roket dalam waktu satu menit. Tapi kali ini, tidak ada satu pun senjata yang digunakan untuk melawan Binatang Mutan dikeluarkan.


"Apakah mereka dibawa pergi?" Fan Chen mengerutkan keningnya ketika melihat kerusakan yang disebabkan oleh zombie.


Fu Shen tidak menanggapinya, dia tidak akan menjawab pertanyaan yang tidak ditujukan untuknya. Tapi perhatiannya terus bergerak, memindai sekeliling dengan hati-hati dan terkadang melepaskan tembakan yang menghalangi Fan Chen.


Keduanya terus berlari, dan setelah sampai di barak pasukan militer. Keduanya melompat ke sana, berlari di atas atap menuju ke pusat kota.


Lompatan mereka di atap menimbulkan suara yang cukup keras, tapi keduanya tidak peduli dan terus melompat dari satu bangunan ke bangunan lain.


"Pihak militer terlalu sedikit. Apakah mereka keluar sesaat setelah Bencana Kedua datang?" Hal ini benar-benar tidak sesuai dengan apa yang dilihatnya saat masih di Kota Perlindungan Angin.


Fan Chen sering melihat pasukan militer yang berkeliling terus-menerus di atas tembok, membawa senjata api, bahkan di salah satu sudut, ada AR3. Mobil peluncur roket yang mampu membunuh Binatang Mutan tingkat 4.


"Kita pergi ke kediaman Wali Kota." Fan Chen berkata sambil melompati dua jalur jalan di depannya.


Fan Chen mendarat dengan satu kaki kanan, tapi kemudian dia terpeleset.


Fu Shen tiba dengan selamat, dia berbalik ke belakang dan langsung menangkap pergelangan kaki kanan Fan Chen.


Fan Chen berkeringat dingin, dia menahan napasnya saat wajahnya berhadapan langsung dengan zombie busuk. Jika dia benar-benar terjatuh dan menimbulkan suara, mungkin dia akan benar-benar mati di sini dimakan puluhan zombie.


Fu Shen melihat keadaan hidup dan mati Fan Chen. Dia mengangkat tangannya perlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara.


Untungnya, Fan Chen terus mendapatkan pelatihan dari Fu Shen, sehingga dia cepat bereaksi. Dia memutar tubuhnya di udara, dan mendarat di atap dengan sedikit berlutut.


Fan Chen menghela napas, lalu melangkah ke tepi atap rumah. Dia melihat jalan dua jalur yang sudah dipenuhi oleh zombie, mobil-mobil terbalik, bahkan mobil box besar sudah hancur menabrak salah satu toko.


Kemudian Fan Chen berbalik dan berkata, "Ayo pergi."


Perjalanan mereka kali ini tidak mendapatkan masalah seperti sebelumnya di mana Fan Chen terpeleset. Mereka terus melompati rumah, dan menemukan masih banyak manusia yang selamat, bahkan masih ada pasukan militer yang berusaha melindungi warga.


Tapi anehnya, semakin dekat dengan kediaman Wali Kota, semakin sedikit suara tembakan yang terdengar.


Fan Chen dan Fu Shen tiba di ruko dua lantai, memandang kediaman Wali Kota yang cukup luas, dengan lahan dua kali lapangan sepak bola.


Tembok setinggi dua meter mengelilingi kediaman, banyak CCTV yang diarahkan ke setiap sudut, tapi tidak ada satu pun darinya yang aktif.


Kediaman Wali Kota sangat sepi dalam artian tertentu, semua gerbang terbuka lebar dan bahkan salah satunya hancur. Dari atas ruko dua lantai, dia bisa melihat halaman luas yang biasanya ramai, sekarang benar-benar kosong, tidak ada manusia yang hidup, tapai kalau zombie, itu memenuhi halaman.


"Apakah menurutmu mereka semua sudah pergi?"


Fu Shen melangkah dan berhenti di samping Fan Chen. Dia menunduk melihat mobil yang ada di depan gerbang yang hancur, lalu melihat jalanan. "Ya, mereka pergi dengan tergesa-gesa, barisan depan mobil lapis baja, mobil lapis baja bertugas untuk membuka jalan. Tidak peduli apakah manusia atau zombie, mobil ini melindas mereka semua."


Fan Chen terdiam dengan kepala tertunduk, memandang zombie yang memenuhi jalan empat jalur. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya.


"Apakah Kapten marah?"


Fan Chen merenung, lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak tahu, manusia-manusia di sini tidak ada hubungannya denganku entah hidup atau mati. Tapi, ada perasaan lain, aku ingin membunuh Wali Kota ini."


Fu Shen mengangguk kecil dan tetap diam. Dia sendiri diciptakan hanya untuk bertarung dan melindungi “Tuan Rumah”, dia tidak mengembangkan emosi, jadi melihat manusia yang dimakan zombie, dia tetap tenang tanpa memperlihatkan perubahan.


Fu Shen mengalihkan pandangannya lagi ke arah lain secara tiba-tiba saat merasakan ada yang mengamati dari jauh. Segera, dia menemukan ada sosok kepala bulat yang berada di hotel lantai delapan, mengamati dari jendela.


Saat Fu Shen melihatnya, sosok itu tersentak dan segera menutup gorden.


Fu Shen menunjuk ke arah hotel dan berkata, "Kapten. Di sana ada “Babi” yang ingin mencelakai Nona."


Jelas, Fu Shen sudah mengingat sosok Mu Yanzi setelah melihat fotonya sekilas. Dia diperlihatkan saat hendak memasuki kota, dan diperintahkan untuk selalu memperhatikan sekitar, dan ketika melihat Mu Yanzi, dia harus segera melaporkannya.


Fan Chen melihat hotel yang jaraknya cukup jauh, sekitar 100 meter. Dia melihat salah satu jendela di lantai delapan, tidak ada pergerakan apa pun di sana, tapi dia percaya apa yang dikatakan oleh Fu Shen.


Fan Chen mengangguk dan berkata, "Urusan di kediaman Wali Kota bisa ditunda. Pertama, selesaikan masalah dengan dia."


Fu Shen mengangguk, dia mengambil granat tangan dan melemparkannya jauh-jauh ke bagian wilayah kediaman Wali Kota.


Booom!


Ledakan keras itu membunuh zombie, dan dari ledakan ini pula menarik perhatian zombie lain.


Segera, terlihat gelombang zombie yang bergegas dengan ganasnya. Zombie-zombie menabrak pepohonan, menumbangkannya, bahkan mobil box dan bus yang menghalangi jalan, ikut terjatuh.


Memanfaatkan kesempatan ini, Fan Chen dan Fu Shen bergegas ke arah hotel berada.


...


***


*Bersambung...