Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 059 : Sinyal dari Kota Kekaisaran


—Kota Kekaisaran—


Ada sebuah bar kecil di salah satu gang sepi yang tidak pernah dilewati orang, dan di gang ini sangat gelap, rawan dengan kejahatan, tapi anehnya, tempat ini benar-benar bersih tanpa sampah, sangat tidak sesuai dengan gang-gang kecil pada umumnya.


Dari luar terlihat biasa dan tidak ada yang spesial, begitu pun saat melangkah ke dalam. Tapi sebenarnya setiap penghuni rumah di gang kecil ini adalah veteran militer yang sudah bermandikan darah, musuh yang dibunuh lebih dari ribuan jika ditotal seluruhnya.


Di bar yang sepi, duduk sebelas orang, pria maupun wanita. Mereka duduk di meja bundar yang cukup besar, ada hidangan sederhana di atas meja dan masing-masing meminum alkohol dengan kandungan yang tinggi, tapi anehnya tidak membuat mereka mabuk, mungkin karena sudah terbiasa dan digunakan untuk menghangatkan tubuh.


Tidak ada pelanggan lain selain mereka, dan pintu bar pun tertutup dengan tulisan “Close” di depannya.


Bartender adalah pria tua yang sedang membersihkan gelas dan cangkir sambil menutup mata.


Salah seorang pria yang duduk, menghela napas. Tubuhnya tidak besar, tapi otot tubuhnya benar-benar terbentuk tanpa lemak. Dia memakai kemeja hitam sederhana dan potongan rambutnya rapi. Dia terlihat seperti orang normal, tapi jika kemejanya dilepas, akan terlihat bekas luka, seperti sayatan pisau dan tembakan peluru.


Dia melihat wanita yang duduk di sampingnya, usianya hanya tiga tahun lebih muda darinya. Keduanya saling menatap, lalu menganggukkan kepala sebagai persetujuan.


"Aku tahu kalian semua bertanya-tanya mengapa aku memanggil kalian semua ke sini."


Pria lain yang memakai kacamata dan jas hitam, membetulkan kacamatanya sambil berkata, "Ya, Kapten. Kita sudah lama tidak berkumpul bersama, mungkin sekitar dua puluh tahun, kalau tidak salah, dua tahun setelah Wakil Ketua memilih untuk pensiun."


Kapten mengangguk. "Kalian tahu putraku bergabung dengan militer dan tergabung dalam Departemen Intelijen, beberapa hari lalu, dia bisa kembali ke rumah dan mengatakan bahwa ada sinyal yang masuk. Sinyal itu datang dari Mawar Dingin."


Ketika mendengar itu, tiba-tiba ada keheningan, bahkan bartender yang awalnya acuh tak acuh, tiba-tiba membuka mata.


"Tunggu!" Wanita cantik yang duduk di samping pria berkacamata mengangkat tangan. "Bagaimana putramu tahu kalau yang mengirim sinyal itu adalah Mawar Dingin?"


Kapten tersenyum tipis, lalu menjawab, "Aku memberi tahu putraku kode morse yang hanya diketahui oleh kita semua, aku memintanya untuk melaporkan apabila ada sinyal yang masuk dan menggunakan kode tersebut."


Wanita yang duduk di samping Kapten, mengangguk dan menambahkan, "Ya, putra kami masih merahasiakan ini dari atasannya. Kita semua tahu kalau Mawar Dingin diincar oleh Jenderal Fan, dan Jenderal Fan melalukan kudeta dalam kegelapan. Dari luar terlihat tidak ada masalah, tapi kita semua tahu, militer mulai berkuasa."


"Walaupun aku berasal dari militer, aku tidak menyukai operasi semacam ini, dan karena Mawar Dingin berinisiatif untuk melakukan panggilan yang berisiko, mungkin dia meminta bantuan kepada kita untuk berkumpul lagi." Wanita itu menambahkan.


Pria berkacamata bernama Luo Zhu kembali membetulkan posisi kacamata yang dipakainya. "Mengirim sinyal ke Markas Phoenix dari Shenzhen, ini bukan tidak mungkin, tapi perlu kita ketahui, sekarang gelombang elektromagnetik sering terganggu karena monster sialan di luar sana. Jika dia bisa mengirimkan sinyal, maka hanya ada dua kemungkinan: Mawar Dingin berada di sekitar Kota Kekaisaran, atau memiliki teknologi yang lebih maju."


Kapten yang bernama Tang Zixuan menatap Luo Zhu. "Kau mahir dalam komputer, peretasan dan radio. Apakah mungkin untuk mengirim sinyal ke sana? Jika tidak bisa, lakukan apa pun untuk memberi tahu kalau Tim Alpha sedang berkumpul, tapi pastikan tidak tertangkap oleh Departemen Intelijen Negara."


"Ini sulit ..." Luo Zhu menghela napas dan berkata, "Tapi bisa dicoba."


Luo Zhu melihat bartender, dia mengangkat tangannya dan berteriak, "Pak Tua! Pinjamkan aku peralatanmu!"


Bartender itu mengambil botol dan melemparkannya ke arah Luo Zhu tanpa ragu-ragu. "Aku mantan atasan kalian, jangan panggil aku “Pak Tua” dasar bocah gila!"


Semua orang tertawa ketika melihat Pak Tua yang marah, ini mengingatkan masa-masa awal mereka di militer.


...***...


—Guangdong—


Kelompok mereka kembali bergegas dengan langkah yang cepat tapi tidak terlalu menimbulkan banyak suara, dan setiap kali ada zombie berlevel tinggi yang masih belum menyadari keberadaan mereka, Fan Chen akan menggunakan DX-5 Ravager Laser.


Yang memiliki senjata laser dengan daya tinggi saat ini masih sangat terbatas: Yun Mingyue, Fu Shen, Fu Shan dan Jackson yang berjaga di atas tebing.


Untuk yang lain, harus melamar terlebih dahulu dan memenuhi syarat-syarat. Tapi bisa juga dengan menukarkan poin kontribusi yang didapat dari membunuh zombie atau menyelesaikan misi. Poin kontribusi dari membunuh zombie dihitung oleh Xiaochu yang menyebarkan ribuan Drone Pemindaian secara real time, dan jumlah poin yang didapat tergantung dari levelnya.


Drone sendiri bisa bertahan dari badai angin dengan kecepatan 60km/h, dan sampai saat ini masih berusaha dikembangkan untuk mampu bertahan dari badai Kategori 5 (>250km/h).


Kembali lagi pada kenyataan, kelompok mereka hanya tersisa beberapa ratus meter lagi dari gerbang kota yang dipenuhi oleh zombie. Untuk masuk ke markas yang ada di tengah-tengah membutuhkan banyak usaha dan keberanian.


Fan Chen bersandar di bus yang terbalik, dia menoleh ke belakang melihat zombie-zombie yang linglung.


“Master.” Xiaochu tiba-tiba muncul di pandangan Fan Chen.


"Ada sesuatu yang penting?"


Xiaochu mengangguk, lalu dia memperlihatkan Kota Kekaisaran yang masih berdiri kokoh seolah tidak pernah ada Bencana Kedua. “Xiaochu menemukan sinyal komunikasi dari tempat ini, tapi menggunakan kode aneh yang tidak ada di dalam data Xiaochu. Tapi Xiaochu membuat perhitungan, dan mungkin ini terkait dengan Jenderal dan Tim Alpha.”


"Apa kau serius?"


Xiaochu menganggukkan kepalanya sambil melambai, memperlihatkan daftar panjang di sampingnya. "Meski Xiaochu memiliki pengetahuan tentang sesuatu dari database, tapi Xiaochu bisa belajar sendiri dari data-data yang ada, dan Xiaochu membuat ratusan ribu perhitungan sendiri untuk memecahkan kode.”


Fan Chen menoleh ke belakang, dan menemukan ratusan zombie yang mulai berlari melewati bangkai-bangkai mobil. "Xiaochu, kirim sinyal yang belum diartikan kepada Ibu, dan biarkan dia sendiri yang mengambil keputusan."


“Baik, Master.”


Fan Chen berdiri, dia berlari ke depan atau mundur dari kota untuk menjaga jarak dari zombie.


Suara tembakan tidak bisa dihindarkan lagi, sehingga menarik lebih banyak zombie. Bahkan tanpa menembak, zombie tetap akan datang karena penciuman mereka yang tajam dan suara serak mereka yang menarik perhatian zombie lain.


Fu Shen melompat cukup tinggi, bahkan sampai bisa melewati bus dan berdiri di atasnya. Dia mengeluarkan granat berpeluncur roket, lalu melepaskan tembakan ke arah lain untuk mengalihkan perhatian zombie.


Booom!


Granat berpeluncur roket mengenai bangkai mobil yang masih bisa digunakan, itu meledak sangat keras dengan api yang menyala dan menarik perhatian zombie.


Tapi tidak semua zombie yang tertarik oleh ledakan, karena banyak zombie yang berlevel tinggi, bahkan sudah ada yang indra penglihatannya kembali.


Fan Chen berlari mundur dalam artian yang sebenarnya sambil menembak. Dengan adanya Exoskeleton, dia bisa bahkan bisa melompati tembok dengan mudah, apalagi berlari mundur.


Fan Chen menoleh melihat mobil di sampingnya. "Pindai."


Bangkai mobil di sampingnya terlihat sepenuhnya sampai bagian dalam tanpa ada yang disembunyikan, meski nyatanya hanya garis-garis merah dan hijau.


Fan Chen memegang rangka mobil, menggenggamnya sekuat tenaga. Dia berusaha mengangkatnya.


“Master, beban mobil terlalu berat untuk Exoskeleton!” Tiba-tiba Xiaochu muncul memberi peringatan.


"Aku tahu ..." Fan Chen menggertakkan giginya dan mencengkeram lebih erat ranka mobil sampai penyok, lalu dia mengayunkan tangannya, melemparkan bangkai mobil. "Tapi aku adalah Yang Terbangun dengan Level 63!"


Bangkai mobil itu terlempar ke arah zombie...


Fan Chen merasakan sakit di tangannya karena memaksakan diri untuk melemparkan mobil. Dia menggertakkan giginya, mengeluarkan DX-5 Ravager Laser, lalu menembak ke arah tangki bahan bakar.


Booom!


Mobil meledak dengan api yang menyala cukup besar. Api itu menyambar bahan bakar yang merembes dari mobil-mobil lain yang tangki bahan bakarnya sudah ditembak peluru biasa, membuat api menyala lebih besar membentuk dinding api yang tingginya lebih dari lima meter.


Ming Xuan mundur sambil menembak dan sesekali melihat map kecil di sudut Kacamata Pintar yang menandakan rekan-rekannya. Dia menempelkan bom tempel di mobil-mobil yang dilewatinya, lalu setelah berada di jarak yang aman, dia menekan tombol.


Booom!


“Pergi ke tempat terbuka.” Xiaochu muncul di Kacamata Pintar semua orang, dan memberikan jalur yang harus dilewati.


Fan Chen menarik baterai di bahunya, lalu menggantinya dengan yang baru. Karena dia mengangkat beban berlebih tadi, daya baterai terkuras habis dan motor servo di bagian lengan kanan hampir rusak.


Fan Chen menyimpan senjata dan mengambil Cairan Penyembuh, lalu menyuntikkannya di lengannya yang terasa sakit seraya berlari mengikuti jalur yang diberikan.


Katerina dan Fu Shen berdiri di samping Fan Chen, keduanya menjaga Fan Chen yang sedang merawat diri.


Fan Chen melihat map kecil, dan menemukan tidak ada pasukan yang tertinggal di belakang. Dia melambaikan tangan kirinya, mengeluarkan berton-ton bahan bakar.


Setelah berada ratusan meter, dinding yang terbuat dari barel minyak itu jatuh dan terguling karena ditabrak oleh gelombang zombie.


Fan Chen yang sudah sangat jauh, mengangkat DX-5 Ravager Laser. "Mari membakar daging."


Whooooosh!


Booom! Booom! Booom!


Barel minyak langsung meledak ketika terkena laser panas, menimbulkan ledakan yang lebih keras. Tanah di bawahnya hancur, berbatuan naik ke udara, asap tebal membumbung tinggi ke langit, dan panasnya bisa dirasakan sampai radius 100 meter dari pusat ledakan.


Fan Chen melihat ledakan ini dengan ekspresi rumit. Dia diam untuk beberapa saat, lalu bergumam, "Yang Terbangun dari Kota Kekaisaran, apakah mereka bisa bertahan dari ledakan ini?"


...


***


*Bersambung...