Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 072 : Kegagalan Peluncuran Roket


—Kota Kekaisaran—


Eselon atas dari negara berkumpul di kantor khusus dengan puluhan komputer yang memantau data pemantauan terhadap roket yang akan diluncurkan.


Semua orang terlihat gugup, terutama Ilmuwan dan Insinyur yang duduk di kursi di depan monitor komputer, memantau setiap perubahan data. Mereka takut dengan hukuman yang didapat apabila gagal dalam peluncuran, terutama ada Jenderal Fan yang berada di ruangan ini dengan pasukan bersenjata lengkap.


Akademisi Ying, Ilmuwan Astrologi sedang mengamati perubahan data, ketika tiba-tiba ada perubahan angin di atas peluncuran roket untuk sesaat. Dia mengerutkan keningnya, membenarkan kacamata yang dikenakan. "Apa aku salah lihat?"


"Ada apa?"


Akademisi Ying mengusap kepalanya yang tandus tanpa menoleh dan menjawab, "Kecepatan angin di sekitar roket mengalami sedikit perubahan."


"Apakah ada yang salah tentang itu? Angin, hujan, tidak ada yang bisa memprediksinya. Binatang Mutan bisa melakukan apa pun."


Akademisi Ying merenung, lalu menoleh melihat pria paruh baya dan mengangguk. Dia menatap monitor dan menghela napas, dia melepas kacamatanya lalu membersikan kacanya dengan kain halus. "Aku sudah terlalu tua untuk ini, aku sudah berusia tujuh puluh tahun ..." Ia menghela napas lagi dan memasang kacamatanya.


Semua orang di sini melihat perubahan data di monitor dan merasa tidak ada yang salah dengan data-data, tapi sebenarnya sudah ada 132 Drone Pemindaian yang membawa EMP yang mengitari roket untuk memindai sirkuit di dalamnya, kemudian terbang ke posisi masing-masing.


"Apa belum selesai?!" Ada teriakan keras di barisan belakang di mana seorang pria tua berdiri tinggi di podium (ruangan ini seperti ruang kelas universitas, di mana semakin ke depan, semakin turun).


Pria itu memakai seragam militer dengan pangkat Jenderal Utama (Bintang 5) di kedua pundaknya; banyak aksesoris di dada yang memperjelas prestasinya dalam militer. Dia memiliki rambut putih, wajahnya memiliki kerutan di dahi dan hidung, matanya memancarkan kebencian yang mendalam dan kelicikan.


Pria itu adalah Jenderal Fan, orang yang bertanggung jawab atas kudeta dan memimpin militer untuk mengambil alih kepemimpinan atas Kota Kekaisaran.


Salah seorang yang duduk di barisan depan, menoleh ke belakang setelah melakukan perhitungan. "Melalui perhitungan, roket akan diluncurkan dalam dua menit."


Jenderal Fan berdecak kesal, tapi dia tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai, membuat suara yang memberikan tekanan pada Ilmuwan dan Insinyur.


...


Akhirnya, waktu dua menit sudah berlalu, Jenderal Fan memukul tombol merah yang dilindungi oleh kaca sehingga dia menghancurkannya. Dia menekan tombol itu bahkan sebelum ada petunjuk lain dari Ilmuwan dan langsung mengaktifkan peluncuran roket.


Layar besar di depan semua orang memperlihatkan roket yang bergetar dengan bagian mesin roket yang mengeluarkan api dari pembakaran antara oksigen cair dan hidrogen. Oksigen cair dan hidrogen cair dialirkan ke sekitar nozel dan mesin pembakaran untuk merubahnya menjadi gas, lalu turbin memindahkan gas ke mesin pembakaran untuk mendorong roket.


Akibat daya dorong bertekanan tinggi, roket mulai naik perlahan meninggalkan daratan.


Semua orang yang memantau di ruangan, belum memperlihatkan ekspresi tenang, kegugupan mereka terlihat jelas. Hal yang paling mendebarkan bukan saat roket dinyalakan, tapi saat roket mulai mengudara.


Tapi tiba-tiba, monitor memperlihatkan tanda peringatan dengan warna merah menyala; alarm keras juga berbunyi yang membuat semua orang gugup.


"Ada apa?!" Jenderal Fan berteriak dengan suara keras saat membanting kedua tangannya di atas meja.


Insinyur yang ikut tergabung dalam perencanaan dan perancangan, tiba-tiba berdiri dengan ekspresi bermasalah. "Tidak mungkin! Semua sirkuit di dalam roket tiba-tiba mati."


Yang lain tertegun, kemudian melihat monitor di mana kamera yang mengikuti roket terus mencoba memperbesar, dan samar-samar terlihat ada percikan listrik. Tidak lama setelah itu, mereka melihat ada ledakan dari puluhan tempat yang berbeda di sekitar roket.


Ketika roket terus terbang, kerusakan yang terjadi menjadi lebih parah dan sebelum adanya ledakan di sekitar, roket itu langsung meledak menjadi nyala api yang sangat besar, membentuk jamur raksasa di langit.


Jenderal Fan tercengang, kemudian tubuhnya gemetar karena kemarahan yang memuncak. Dia memukulkan tinjunya di atas meja, menghancurkan perangkat elektronik. Butuh banyak usaha untuk membangun roket, ribuan bawahannya terbunuh hanya untuk membawa material dari tambang, dan tak terhitung pekerja budak yang mati di area tambang.


"Siapa yang bisa menjelaskannya?!" Jenderal Fan menendang meja di depannya sampai hancur.


"Jenderal Fan, saya menangkap ada sesuatu yang salah." Pria paruh baya dengan rambut-rambut halus di wajahnya, memakai jas putih seperti dokter, tapi di sabuk yang melingkar di pinggangnya terdapat peralatan mekanik.


Dia menekan tombol di keyboard, memutar ulang kehancuran roket dan mundur seperkian detik sebelum roket meledak. Kemudian dia menunjuk monitor besar di depan semua orang dan berkata, "Coba kalian amati di sekitar roket, meski tidak terlalu jelas, tapi itu adalah gambar ledakan bom. Aku menduga ada yang memata-matai kita dan meluncurkan serangan diam-diam, menghancurkan semua sirkuit di dalam roket sebelum mengaktifkan penghancuran diri."


"Maksudmu ..." Insinyur Listrik tidak meneruskan perkataannya.


"Ya!" Pria paruh baya menganggukkan kepalanya dengan tegas dan berkata, "Pulsa elektromagnetik! Ada yang memasang formasi di antara area peluncuran roket, dan formasi ini menimpakan medan elektromagnetik yang sangat besar di area jalur peluncuran roket dan menghancurkan sirkuit di dalamnya."


Jenderal Fan menggertakkan giginya dengan tangan terkepal, dia sangat marah, tidak mengharapkan ada yang berani mengganggu rencananya. "Apa kalian tahu siapa yang menyerangnya?!"


Ilmuwan dan Insinyur saling memandang, kemudian menggelengkan kepalanya.


Jenderal Fan menoleh ke kanan melihat orang kepercayaannya yang berasal dari Departemen Intelijen Negara. "Apa kau tahu sesuatu?"


Pria paruh baya di samping Jenderal Fan yang mengenakan seragam, memberi hormat dan menjawab, "Tidak tahu!" Ia menurunkan tangannya dan menambahkan, "Departemen Intelijen kami terus memantau gelombang elektromagnetik setiap hari dan malam, tapi kami tidak menemukan ada yang salah."


Tepat sesaat setelah dia mengatakan itu, tiba-tiba alat komunikasi yang dibawanya berbunyi. Dia menatap Jenderal Fan yang menatapnya dengan tajam.


Jenderal Fan menganggukkan kepalanya untuk memberikan izin.


Ketika izin didapat, Direktur Departemen Intelijen Negara menerima pesan: “Lapor! Kami menemukan sesuatu, semua anggota Tim Alpha telah meninggalkan Kota Kekaisaran tadi malam. Kami baru mengetahuinya ketika mendapat laporan dari semua tingkatan masyarakat: kerabat dari anggota Tim Alpha secara serempak mengundurkan diri, entah dari kemiliteran, rumah sakit, perusahaan, pabrik, sekolah, universitas, satpam, bahkan pengusaha yang baru naik daun memilih untuk menjual semua saham!”


Tiba-tiba suasana menjadi hening, dan orang yang memberi laporan tetap diam setelah mengatakan semuanya dalam satu napas.


Jenderal Fan terdiam untuk beberapa saat, kemudian dia mengambil alat komunikasi dari Direktur Departemen Intelijen Negara dan membantingnya sampai hancur berkeping-keping. Dia menoleh ke bawahannya yang bersenjata lengkap. "Kalian semua! Pergi dan kerja mereka semua, dan buat pengumuman! Siapa pun yang meninggalkan Kota Kekaisaran dari sekarang sampai seminggu ke depan akan dicap sebagai pengkhianat yang bekerja sama dengan Binatang Mutan!"


Ilmuwan dan Insinyur tertegun tanpa bisa berkata-kata ketika mendengar perintah Jenderal Fan.


Tentara yang mendapat perintah, memberi hormat militer dan mengajarkannya tanpa bertanya apa pun.


...***...


—Mingyue Defense—


Fan Chen sedang duduk bersantai di Ruang Pengawas untuk mengamati Fusi Nuklir Berat Terkendali yang masih dalam pengecekan berkala, dan tiba-tiba Xiaochu di sampingnya memberikan laporan:


"Master, roket berhasil dihancurkan sepenuhnya, dan puing-puingnya jatuh 30 kilometer di arah tenggara dari Kota Kekaisaran. Adapun Drone Pemindaian yang kita kirim, 66 Drone Pemindaian masih bertahan di udara, apakah Master ingin menghancurkannya atau membawanya kembali?"


Fan Chen melihat gambar holografik roket yang meledak di langit yang diperlihatkan Xiaochu. "Biarkan 33 Drone Pemindaian meledakkan diri di Kota Kekaisaran setelah melepaskan pulsa elektromagnetik, kita akan melumpuhkan semua jaringan di sana. Sedangkan untuk sisanya, terus pantau Tim Alpha yang sedang bergegas kemari."


Fan Chen merenung sejenak, kemudian menambahkan, "Kemudian, kirim lagi Drone Pemindaian yang membawa Laser Gun 1K-20AM. Jika ada pengejaran dan masuk dalam jarak yang bisa membahayakan Tim Alpha, lepaskan tembakan."


"Baik, Master."


...


***


*Bersambung...