Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 103 : Di Balik Bencana Pertama dan Kedua?


Fan Chen memandangi mayat zombie sebesar gedung tanpa kepala, dan entah mengapa dia merasa ada bahaya yang mengancam datang dari mayat ini. "Hanguskan tanpa jejak, lepaskan Meriam Plasma."


Baru mengatakan itu, awan hitam di langit terbelah dengan lubang yang besar, mengungkapkan cahaya yang padat berwarna putih. Cahaya ini menerangi malam yang gelap, bahkan Kota Perlindungan Kayu sampai bisa melihatnya.


Booom!


Cahaya itu menghantam mayat zombie raksasa, menimbulkan ledakan yang keras dengan bebatuan yang cair maupun menguap. Meski cahaya tidak memiliki massa dan harusnya mustahil untuk menimbulkan suara ledakan, tapi saat menghantam mayat, itu meledakkan mayat serta menghancurkan bebatuan, ledakan itu datang dari sana. Serta, saat proses listrik membakar gas menjadi plasma, proses ini menghasilkan suara yang terdengar seperti ledakan ataupun gemuruh.


Apalagi saat menembakkannya, suara yang dihasilkan akan lebih keras, dan akan terdengar lebih lambat karena tembakan plasma lebih cepat dari kecepatan suara.


Fan Chen melihat tanah yang yang meleleh, berubah menjadi lahar panas dalam radius 500 meter. Dia pergi ke sana, mengamati bahwa tidak ada lagi yang tersisa.


Tapi saat dia hendak pergi, sistem penglihatan berhasil menangkap suatu objek yang bergerak di atas lahar.


Dia mendekati objek yang bergerak, dan dia melihat itu adalah cacing yang cukup besar, memiliki diameter setebal jari kelingking dan panjangnya sekitar 23 sentimeter.


Cacing ini memiliki kerutan di sekujur tubuh, bagian belakang ekornya terlihat ada duri tajam seperti taring, atau mungkin seperti sengat lebat. Bagian kepala, tidak memiliki mata, namun memiliki mulut dengan gigi-gigi tajam yang berkilau seperti logam.


Fan Chen mengambil tabung yang terbuat dari kaca yang memiliki ketahanan suhu dengan temperatur -350° — 1.500° Celcius, dan mampu menahan tekanan hingga 15.000 psi.


Kaca ini sangat keras, bahkan lebih kuat dua kali dari kaca yang digunakan untuk pesawat luar angkasa masa kini. Kaca ini juga memiliki ketebalan 1,5 cm, mampu menahan beban maksimum sebesar 500 kg, dan mampu menahan tembakan peluru dengan kecepatan 1.687,5 m/s.


Kaca ini mampu menahan tembakan dari SVLK-13S Sumrak dengan peluru 408 CheyTak (10.3 × 77 mm) yang keluar dari laras dengan kecepatan 900 m/s.


Fan Chen membuka tutup tabung kaca yang terbuat dari logam keras setebal 0,5 cm. Tabung kaca ini sendiri memang difungsikan untuk menyimpan objek aneh seperti yang dilihatnya saat ini, sebelumnya, dia juga mengambil sedikit daging zombie dan menyimpannya di tabung lain untuk kepentingan penelitian.


Dia mengeluarkan tongkat besi yang biasanya digunakan untuk menangkap ular, dia menggunakan ini untuk mengambil cacing yang mencoba melarikan diri, dan kemudian mengurungnya di dalam tabung kaca.


Cacing di dalamnya terlihat liar, ia membanting tubuhnya ke dinding kaca dengan keras, menimbulkan suara seperti dentuman kecil, tapi untungnya kaca tidak mengalami goresan sama sekali.


"Cacing ini, apa cacing yang bermutasi? Apa ini otak dari zombie besar ini? Tapi, ratusan mayat zombie yang setiap hari datang ke markas, tidak memiliki cacing di dalamnya. Cacing ini juga mampu menahan serangan plasma dengan suhu 10.000° Celcius."


Fan Chen merenungkannya sebentar, mencoba mencari tahu jenis cacing apa ini yang mampu menahan suhu tinggi, dan saat ini masih terus membenturkan tubuhnya di tabung kaca.


"Ini harus di teliti, aku akan menemui Akademisi Song, dan harusnya setelah sekian lama, data penelitian tentang Burung Merpati Angin sudah keluar."


Fan Chen menyimpan tabung kaca di dalam kotak yang terbuat dari titanium, kemudian dia terbang ke arah barat daya untuk kembali ke Mingyue Defense.


Dengan kecepatan 5 Mach, Fan Chen hanya membutuhkan 17 detik untuk sampai di Mingyue Defense. Dia melihat Fan Xiaoyu dan Katerina yang menunggunya di tembok terluar yang sudah diberi lampu penerangan. Keduanya berdiri penuh harap, terlihat khawatir, dan Armor HK berdiri di belakang dengan kondisi terbuka, siap menangkap apabila ada situasi bahaya.


"Lama menunggu?"


"Tidak ..." Fan Xiaoyu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Baru sepuluh menit, tapi Helikopter Mil Mi-26 belum sampai, kami berdua pulang lebih dulu."


"Kakak, apa ini?" Fan Xiaoyu menunjuk kotak logam berwarna abu-abu keperakan yang dibawa kakaknya.


"Kotak penyimpanan, ada objek tidak dikenal di dalamnya, aku ingin menemui Akademisi Song dan memintanya meneliti objek ini. Aku merasa objek ini adalah alasan di balik Bencana Pertama dan Kedua."


Walaupun Fan Chen tahu bahwa Gaia ada di balik ini semua, itu menurut sistem, tapi dia tidak bisa langsung menelan informasi itu. Dia ingin memastikannya langsung secara data yang nyata.


"Tapi ..." Fan Chen melihat waktu sudah menunjukkan pukul 20.31. "Ini sudah lima jam semenjak Akademisi Song kembali dari Laboratorium Ekologi."


Fan Chen terdiam sejenak, kemudian kembali berkata, "Harusnya tidak masalah, lagi pula ini sangat penting." Ia memandang Fan Xiaoyu dan Katerina. "Ayo pergi bersama."


Saat Tempat Perlindungan Level 05, dia mendapatkan Cetak Biru Villa, atau, bisa dibilang mansion karena ukurannya lebih dari 500 meter persegi, dan memiliki fasilitas mewah di dalamnya.


Tempat tinggal Akademisi Song di bangun di tebing dengan ketinggian 20 meter dari permukaan tanah Mingyue Defense, dan untuk naik ke sana harus menggunakan tangga eskalator.


Yang mampu memiliki tempat tinggal seperti ini masih Ilmuwan dan Insinyur yang memberikan kontribusi besar pada Mingyue Defense. Katerina, bisa memilikinya, tapi menolak, dan memilih tinggal di Rumah Sakit.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai di mansion, dia melihat Akademisi Song sedang duduk di kursi tepi kolam, menunggu Song Meiya selesai memanggang daging.


Fan Chen mendarat perlahan di atas kolam, membuat air memercik ke segala arah.


"Akademisi Song, aku tahu ini tidak sopan saat datang di waktu istirahat. Tapi, aku butuh bantuanmu untuk meneliti objek di dalam kotak."


Akademisi Song mengambil handuk untuk membersihkan air yang memercik ke tubuhnya. "Objek apa?"


Fan Chen berpindah tempat ke tepi kolam di sisi lain, lalu melompat keluar dari Armor HK dan menyimpannya.


Tidak seperti Fan Chen, Fan Xiaoyu dan Katerina yang mendarat, langsung mengirim Armor HK untuk kembali ke langit untuk berpatroli.


Fan Chen membuka kotak titanium, mengambil tabung kaca yang berisikan cacing.


Akademisi Song memakai kacamata, dia melihat cacing yang terus membenturkan kepala maupun ekor ke tabung.


"Cacing?" Akademisi Song terkejut, matanya terbelalak. Kemudian dia mendongak menatap Fan Chen dan berkata, "Kapten, kami juga menemukan cacing seperti ini di otak Burung Merpati Angin, tapi ukurannya sangat kecil, setipis jarum dan sepanjang jari telunjuk. Kami menduga cacing ini adalah alasan mengapa binatang bisa bermutasi, cacing ini mengambil kendali atas tubuh binatang, menggunakannya sebagai inang untuk berkembang."


"Tapi, karena cacing ini sangat kecil, kami tidak menemukan informasi lebih. Namun dengan cacing sebesar ini, diharapkan mampu menggali lebih banyak informasi."


Fan Chen merenung, mencoba memikirkan lebih jauh tentang cacing yang ada di dalam tabung. "Menurutmu, setelah cacing ini berkembang, apa dia akan keluar dari tubuh inang dan menelurkan lebih banyak cacing?"


Akademisi Song menggelengkan kepalanya. "Aku rasa tidak, cacing ini hanya memiliki kemampuan untuk mengambil alih tubuh inangnya dengan merusak otak, tapi tidak memiliki kemampuan lain. Cacing yang masih kecil tidak memiliki ketahanan tubuh yang tinggi, itu karena saat kami mengeluarkannya dari dalam otak Burung Merpati Angin, cacing ini nampak lemah dan hampir mati, sehingga kami menyimpannya di tabung budidaya untuk mempertahankan hidupnya."


"Apa semua binatang mutan memiliki cacing parasit di dalam otaknya?"


Akademisi Song menggelengkan kepala dan menjawab, "Tidak, hanya Level 80 — 100, saat ini kami tidak tahu alasannya. Kemudian untuk hewan di Mingyue Defense, sudah dipastikan terbebas dari cacing parasit, sehingga aman dikonsumsi."


Akademisi Song mengambil jubahnya yang tergantung di kursi dan memakainya. "Ayo ke laboratorium." Ia mengeluarkan tanda pengenal.


Fan Chen mengangguk, dia mengikuti Akademisi Song masuk ke dalam rumah, pergi ke bagian dapur dan di sana ada kulkas dua pintu.


Dengan lambaian tanda pengenal di depan kulkas, pintu kulkas terbuka, memperlihatkan lift yang terhubung dengan Laboratorium Ekologi di dalam tebing dengan luas laboratorium 600 meter persegi (30 × 20), dan memiliki lima lantai.


Laboratorium ini hanya sementara, setelah Proyek Utama Jilid 2 (Kota Bawah Tanah) selesai dibangun, semua laboratorium yang ada di dalam tebing akan dipindahkan, dan ruang kosong di dalam tebing akan kembali diisi dengan bebatuan padat maupun tanah.


Bisa saja dibiarkan kosong, tapi Fan Chen tidak ingin saat ada gempa, tiba-tiba tebing itu runtuh karena bagian dalamnya yang kosong.


...


***


*Bersambung...