
Karena diburu oleh waktu, Fan Chen tidak pergi untuk ekspedisi seperti sebelum-sebelumnya. Sekarang dia hanya mengawasi proyek-proyek yang ada, dan membeli barang-barang yang mungkin kurang, tapi selama ini, selama rencana tidak perubah, tidak ada tambahan bahan material.
Jadwal Fan Chen setiap hari selalu sama, setiap pagi dia akan melakukan latihan fisik dan berlatih menggunakan senjata api maupun bela diri. Siang hari akan mengawasi setiap proyek yang ada. Sore hari akan berpatroli di tembok menggunakan motor, memastikan semua arah tetap aman.
Walaupun hanya melakukan hal semacam ini setiap hari, Fan Chen tidak bosan sama sekali. Karena ada ibu dan adiknya yang cantik yang selalu merawatnya, senyum mereka membuatnya semangat.
Pada saat ini, Fan Chen sedang berada di Ruang Pengawas atau Pusat Komando. Setelah beberapa hari atau empat hari setelah berlatih, ini adalah kali pertamanya datang lagi ke sini.
Biasanya tempat ini dia serahkan ke personel terkait, Prajurit Dasar yang dilatih untuk mengawasi di Ruang Pengawas. Tapi hari ini, ada pergerakan aneh di 50 kilometer timur laut di mana Zombie tingkat Kelima berada.
Fan Chen duduk di kursi utama, memandangi layar hijau yang masih belum mengalami perubahan. Karena layar inilah, dia sangat mengedepankan kepentingan 118 Satelit SkyNet, sehingga bisa memantau semua hal yang ada di Bumi.
"Kakak!" Fan Xiaoyu datang, memeluk leher Fan Chen dari belakang.
Fan Chen mengusap kepala Fan Xiaoyu yang tepat di sampingnya. "Yu'er, jangan berteriak di sini, dan ... kau tiap hari memelukku seperti ini. Itu sedikit menyakitkan."
Fan Xiaoyu terkekeh kecil, tapi tidak beranjak, bahkan menggosokkan pipinya di pipi Fan Chen. "Kakak, temani Yu'er berlatih."
"Bukankah ada Ibu?"
Fan Xiaoyu mendengus dingin dan berkata dengan kesal, "Ibu menembak Yu'er dengan peluru gel. Itu menyakitkan, apalagi Ibu menembak di tempat yang sama."
"Kakak, Yu'er minta tolong usapkan salep di punggung."
Fan Chen mengusap kepala Fan Xiaoyu dengan lembut. "Sebentar, oke? Aku sedang mengamati zombie abnormal."
Fan Xiaoyu mengangguk, lalu mendongak melihat layar di depannya. Dia tidak mengerti mengapa banyak titik Hitam-Merah yang berkumpul di satu tempat, dan titik itu terus datang seolah ada yang mengendalikan mereka.
"Apakah ini zombie daging menjijikkan itu?" Fan Xiaoyu sudah melihatnya saat data dikirim kembali, dan saat itu juga dia mual-mual maupun tidak nafsu makan.
"Iya, zombie yang membuatmu merasa mual setiap kali melihat daging." Fan Chen menoleh, menatap khawatir Fan Xiaoyu. "Apakah masih mual setiap kali melihat daging?"
Fan Xiaoyu menggelengkan kepalanya. "Sudah tidak, daging enak, mana mungkin Yu'er bisa lepas darinya. Apalagi daging di toko kualitas terbaik, dan Yu'er bisa mengambil sebanyak mungkin."
Fan Chen menghela napas. Dia melirik perut Fan Xiaoyu yang terlihat masih ramping, lalu kembali menghela napas sambil mengusap dadanya sendiri. Di keluarganya, ada aturan tak tertulis, keluarga tidak terlalu peduli seberapa banyak jumlah kalori yang dimakan, asalkan tetap rajin berolahraga dan menjaga tubuh.
Salah seorang Prajurit Dasar yang dari tadi berdiri di samping, ketika melihat Fan Chen dan Fan Xiaoyu yang saling diam, dia menyadari kalau ini sudah waktunya. "Kapten." Ia melangkah, menyerahkan dokumen yang sudah disusun. "Tiga hari lalu sampai kemarin, kami mendeteksi gelombang infrasonik yang dikeluarkan oleh zombie ini. Gelombang ini memiliki frekuensi berbeda, sepertinya ini digunakan untuk komunikasi ..."
"Kami tidak tahu seberapa jauh jangkauannya, tapi kami memiliki ide gila. Mungkin, zombie ini bisa berkomunikasi dengan monster di Samudra Pasifik."
Fan Chen tertegun dan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Jelas, ini adalah berita yang sangat mengejutkan, jika dua makhluk yang kuat bekerja sama, maka manusia di Bumi sangat sulit untuk bertahan, atau bahkan tidak bisa bertahan sama sekali.
"Ini sulit." Fan Chen meletakkan dokumen di atas meja setelah membaca beberapa informasi resmi.
Panjang gelombang di dalam dokumen sudah diartikan sesuai dengan tebakan masing-masing orang. Panjang gelombang ini tidak mengikuti kode morse, tapi hampir semua orang mendapatkan kesimpulan yang sama: Zombie tingkat Kelima, meminta bantuan kepada Binatang Mutan di Samudra Pasifik.
"Kita tahu, senjata api konvensional tidak berguna untuk monster di tingkat ini. Bahkan nuklir tidak bisa membunuh mereka, tapi malah membuat mereka berevolusi lebih cepat. Hanya laser dan pistol plasma yang bisa membunuh mereka." Fan Chen memijat keningnya dan merasakan banyak tekanan di pundaknya.
"Baterai Graphene yang kita miliki, hanya mampu mengangkat mesin pendorong ion selama satu jam. Kita harus meningkatkan daya penyimpanan, tidak lagi 3000Ah dan 12 VDC. Perkecil ukuran, tapi tingkatkan daya simpan."
Fan Chen mendongak melihat Fan Xiaoyu yang menunduk. "Apakah aku terlihat putus asa?"
Fan Xiaoyu tersenyum, tapi tidak mengatakan apa-apa.
Fan Chen membalas senyuman, lalu melihat gambar gelombang yang terdeteksi. Dia menutup matanya, memikirkan kemungkinan besar akan terjadi ke depannya dan arti yang lebih jelas perihal komunikasi melalui suara infrasonik.
Fan Chen membuka matanya lagi sambil menghela napas. "Mari kita asumsikan zombie ini mengirim pesan karena ingin membentuk aliansi dengan yang ada di Samudra Pasifik. Tapi, jangan lupakan yang di darat, karena itu aku ingin kalian meningkatkan penjagaan, dan aku memberikan izin untuk menggunakan semua artileri dengan amunisi penuh ..."
Fan Chen terdiam sejenak, menutup laporan dan mendongak melihat layar radar. "Buat drone baru, pasang M2 Browning dengan empat ribu amunisi. Bersihkan kawasan dalam radius dua kilometer dari markas."
Brak! _.semua orang berdiri tegak dengan menghentakkan kaki, mengangkat tangan memberi hormat. """Siap! Laksanakan!"""
Fan Chen mengangguk, lalu dia berdiri. Dia menepuk-nepuk kepala Fan Xiaoyu. "Ayo keluar, aku akan menemanimu berlatih."
"Baik." Fan Xiaoyu tersenyum bahagia dan berjalan mengikuti Fan Chen.
Keduanya berjalan keluar dari Aula Utama dan Markas Utama, ingin pergi ke atas tebing untuk mengajarkan Fan Xiaoyu berlatih menggunakan DX-5 Ravager. Tapi saat baru keluar dari Markas Utama, mereka melihat Xiao Ming berlari dengan senyum di wajahnya.
Melihat ekspresi Xiao Ming, Fan Chen bisa menebak apa yang akan dikatakan.
Xiao Ming berhenti di depan Fan Chen, terengah-engah. Dia mengatur napasnya, lalu berkata dengan semangat, "Kapten, lini produksi sudah dibangun. Xu Chen sudah bilang kalau Wafer Graphene bisa digunakan untuk membuat chip, dan kemurniannya adalah yang terbaik!"
Fan Chen mengepalkan tangannya. Akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah selesai, selama dua hari ini, dia selalu mengeceknya berkali-kali, dan wafer yang dibuat selalu rusak maupun tidak sesuai dengan kriteria. Sekarang, wafer berhasil dibuat dengan kemurnian tertinggi, tentunya dia sangat bahagia dan bersemangat.
"Bawa aku ke sana, aku ingin melihatnya."
Xiao Ming mengangguk. Dia berbalik dan berlari terlebih dahulu, memimpin Fan Chen.
Fan Chen ingin menyusul Xiao Ming, tapi tiba-tiba berhenti saat ada yang menarik tangannya. Dia melihat Fan Xiaoyu yang menatapnya dengan ekspresi kesal. Dia tertawa canggung dan berkata, "Ini adalah hal yang sangat penting, setelah kelahiran Chip Graphene, perkembangan Mingyue Defense akan lebih cepat."
Melihat Fan Xiaoyu yang masih diam dan terlihat kesal, Fan Chen mengusap kepala Fan Xiaoyu. "Ayolah, Yu'er sudah dewasa, jangan seperti ini. Bagaimana kalau melihatnya bersama?"
Fan Chen benar-benar tidak habis pikir, dan entah bagaimana “Fan Chen” bisa memahami semua isi pikiran adiknya. Tapi anehnya, “Fan Chen” memiliki keluarga yang menyayangi, tapi mengapa harus sampai bunuh diri hanya karena mimpi buruk?
Fan Xiaoyu mengangguk kecil, dia melepaskan tangannya, lalu berjalan mendahului Fan Chen menuju ke Pabrik Chip Graphene.
Fan Chen menghela napas, kemudian pergi menuju Pabrik Chip Graphene.
Dia sangat bersemangat, karena menurutnya, hari ini bukan hanya Chip Graphene yang berhasil diselesaikan, tapi area yang digunakan untuk situs peluncuran roket sudah mulai diratakan. Sekarang, hanya tinggal menunggu robot untuk dikirim, dan menyelesaikan situsnya.
Jika semuanya berkembang baik, robot tidak hanya digunakan untuk pengembangan proyek, tapi juga untuk menambah tenaga prajurit. Bisa menggunakan robot untuk menyelesaikan misi yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia: seperti pergi menuju Samudra Pasifik.
...
***
*Bersambung...