
Fan Chen sudah kembali tenang, dia terus menembak zombie baru bernama “Licker”. Dia sendiri tidak tahu apa nama zombie ini, sehingga dia mengikuti nama dari game di kehidupan sebelumnya.
Otak zombie ini berkedut saat setelah menelan sesamanya, dan sepertinya mulai mengembangkan kecerdasan baru karena sudah berhati-hati terhadap sekitar.
Dia tidak ragu lagi, dia kembali melepaskan tembakan dan hanya butuh hitungan detik untuk menghancurkan otaknya.
"Sepertinya belum seperti yang aku duga."
Fan Xiaoyu di samping, mengangkat M4 Carbine dengan sudut 45°, lalu menarik pelatuk M203 untuk meluncurkan granat.
Granat itu melesat jatuh, mengenai reruntuhan yang menghalangi kawanan serigala.
Booom!
Ledakan yang keras itu membuat bebatuan meledak, dan sebagiannya berhamburan ke segala arah. Bebatuan yang berhamburan entah karena kebetulan atau tidak, tapi ukurannya sangat sesuai dan cukup tajam pada bagian depannya, itu mengenai kawanan serigala yang mencoba naik ke atas reruntuhan.
Fan Xiaoyu berdiri saat melihat kawanan serigala ini yang menembus api maupun asap tebal, dia melepaskan tembakan yang terarah, tapi dalam menghadapi binatang mutan dengan tingkat tinggi seperti ini, tetap membutuhkan banyak amunisi.
Fan Chen berdiri setelah membunuh beberapa Licker, dia mengayunkan tangannya, tiba-tiba terlihat ada pesawat tempur tanpa awak yang membawa bom di bagian bawahnya.
Pesawat tempur itu memiliki model yang sama persis seperti Chengdu J-20, tapi memiliki panjang 21 meter, lebar 13 meter dan tinggi 4 meter, dengan beban kosongnya adalah 19 ton dan beban maksimum sebesar 40 ton.
Pesawat tempur yang diberi nama Mingyue J-18 ini langsung aktif saat dilepaskan dari dalam Inventaris, itu melesat sangat tinggi menuju kawanan zombie dari tempatnya saat ini.
Mingyue J-18 ini membawa enam bom bermuatan 2.000 kg TNT di masing-masing sayapnya.
Bom ini menggunakan sistem fisi nuklir, sehingga dampaknya lebih kecil, dan bagian bahan bakarnya menggunakan Kristal Energi.
Ketika salah satu bom dijatuhkan dengan ketinggian 200 meter dari permukaan tanah dan jatuh tepat di tengah-tengah kawanan zombie, terlihat cahaya yang menyilaukan dari ledakan ketika bom mencapai tanah, serta suara yang sangat keras ketika gelombang kejut melepaskan energi besar dari letupan bom.
Api membumbung sampai ke ketinggian 250 meter dari permukaan tanah, asap tebal membentuk jamur raksasa mengikutinya. Tanah keras maupun puing-puing bangunan berhamburan dalam bentuk pasir dan debu, gelombang kejut yang luar biasa menyapu sekitarnya dalam radius tiga kilometer, menerbangkan apa pun dilewatinya. Kecepatan angin dari gelombang kejut juga sangat cepat, dari ratusan hingga ribuan meter per detik.
Zombie-zombie di sekitarnya tersapu, gelombang kejut menghempaskan binatang mutan. Bahkan pasukan mereka yang saat ini mengambil bentuk robot, tidak luput dari dampaknya.
Fan Chen melambaikan tangannya, dia mengeluarkan dinding besi setinggi 15 meter, panjang 45 meter dan tebal 8 meter. Dinding besi ini adalah robot yang digunakan untuk membangun benteng sementara saat melakukan ekspedisi.
Tapi dalam penggunaannya tidak bersahabat, karena kecepatan geraknya hanya 5 km/h.
"Berlindung!" Fan Chen berteriak keras.
Dia sendiri tidak menyangka ledakannya akan sangat keras seperti ini, padahal dia ingin mengeluarkan Chengdu J-18 yang membawa bom dengan massa 500 kg TNT, tapi karena terburu-buru, dia salah ambil.
"Sial! Ini panas!" Fan Xiaoyu mengumpat ketika merasakan angin panas yang dihasilkan oleh gelombang kejut. Dia menoleh menatap kakaknya dengan dingin. "Bukankah Kakak sendiri yang bilang tidak ingin memakai senjata ini, lalu kenapa menggunakannya?"
"Jumlahnya terlalu banyak, dan ada sebagian zombie yang tidak bisa dibunuh dengan senjata biasa, oke? Lalu banyak puing-puing yang menghalangi, ini merepotkan." Fan Chen menjawabnya seraya menghindari tatapan dingin adiknya. "Kemudian, kita tidak bisa menggunakan rudal balistik untuk membunuh tingkat Kelima karena kita memerlukan Cacing Antariksa di dalamnya."
Fan Xiaoyu tetap tidak menerima alasan ini meskipun masuk akal, dia tetap memandang kakaknya dengan tatapan yang dingin.
Tiba-tiba...
Raungan serigala datang dari atas tembok besi tempat mereka berlindung, membuat semua orang mendongak melihatnya.
Serigala ini melompat turun menerjang ke arah Fan Xiaoyu.
Fan Chen tidak mungkin membiarkan adiknya terluka meski secara harfiah, tapi perlu diketahui, rasa sakitnya nyata. Dia mendorong adiknya untuk menjauh, menghindari terjangan serigala.
Tapi, serigala itu berhasil menggigit tangan kiri Fan Chen.
Fan Chen merasakan sakit yang luar biasa, dia memukul kepala serigala tersebut, tapi tidak membuahkan hasil yang baik karena bulunya sangat tebal dan keras seperti logam.
Dia memakai DX-5 Ravager dari jarak dekat, tapi hasilnya tidak terlalu bagus, itu hanya meninggalkan memar kecil di lapisan kulit terluar.
Serigala itu sangat marah, dia melompat dari atas gedung yang memang hampir runtuh, membenturkan Fan Chen yang dibawanya ke tanah maupun dinding.
Kemudian, serigala itu membawa Fan Chen menjauh dari pasukan di bawah serangan dari tembakan senjata api.
Fan Chen yang ditarik oleh serigala, terpaksa melepas sambungan antara lengan atas dengan lengan bawah. Rasa sakitnya sangat luar biasa, benar-benar seperti tangan yang dipotong oleh pedang, meski dia sendiri tidak pernah merasakan tangannya terpotong.
Fan Chen berdiri perlahan, meski dia merasakan sakit, tapi semua komponen elektronik masih berfungsi dengan baik. Jika ini tubuh manusia yang berbasis karbon, dengan benturan yang dialami barusan, pastinya akan tergeletak lemah di tanah dan kehilangan kesadaran.
"Meledak."
Tangan yang dibawa oleh serigala mulai mengeluarkan suara dengung dengan kilauan cahaya putih yang menyinari, membutakan mata serigala yang kebingungan.
Dengan ledakan yang keras, lengan titanium itu meledak menjadi serpihan yang tak terhitung jumlahnya, berhamburan di dalam mulut serigala yang menimbulkan luka parah.
Serigala itu melolong seraya mundur dengan langkah yang tak beraturan, darah segar mengalir deras dari mulutnya, puluhan taringnya berguguran dan setengah mulutnya hancur.
Fan Chen mengambil lengan pengganti di dalam Inventaris dan memasangnya lagi, kemudian dia menggunakan DX-5 Ravager untuk menembak serigala tanpa membidiknya lebih dulu.
Semua pasukan yang dari tadi tidak berhenti menembak, saat melihat Fan Chen sudah aman, mereka mengganti senjata dengan daya tembak yang lebih besar, bahkan ada yang langsung menggunakan RPG.
Fan Chen berhenti menyerang, dia membiarkan yang lain bergegas. Dia diam di tempat, memandang tangan kirinya yang baru. "Ini sudah dua kalinya aku mendapat luka parah dalam ekspedisi."
“Kapten, Binatang Mutan tingkat Kelima yang menjadi target mulai berpindah tempat.”
Basel muncul di bidang penglihatan Fan Chen, dan memperlihatkan peta biru yang melayang di udara dengan titik merah. Titik merah ini bergerak ke arah tenggara, di mana arah ini adalah tempat mereka berada saat ini.
Fan Chen melihat ada perkiraan waktu kapan tingkat Kelima ini tiba di sini: 59 menit 30 detik.
"Kapten." Fu Shen datang menghampiri Fan Chen membawa tabung kaca di tangannya. "Cacing Antariksa, kami mendapatkannya."
"Bagus." Fan Chen menerima Cacing Antariksa, ukurannya tidak sebesar yang didapat dari zombie, tapi setidaknya tiga kali Cacing Antariksa dari Burung Merpati Angin.
Kemudian melihat bahwa Cacing Antariksa ini tidak mati sesaat setelah dikeluarkan dari inangnya, maka tingkatnya lebih tinggi, meski tidak setinggi Cacing Antariksa di Laboratorium Ekologi, tapi cukup untuk mengembangkan ramuan yang sama dengan tingkat yang lebih rendah untuk masyarakat umum.
Fan Chen melambaikan tangannya, dia mengirimkan pesan peringatan dari Basel tadi pada Fu Shen dan Fu Shan.
"Target kita datang ke sini, kita menunggu di sini, dan kalian berdua harus tahu apa yang dilakukan." Fan Chen mengeluarkan lebih banyak Robot Pertahanan.
Melihat 25 Robot Pertahanan dengan dimensi 45 × 8 × 15 meter, Fu Shen dan Fu Shan saling memandang, lalu mengangguk saat menatap Fan Chen.
"Baik, kami akan mengerahkan personel untuk membersihkan celah antara bangunan, dan menggantikannya dengan Robot Pertahanan." Fu Shen memberi hormat, lalu berbalik.
Fu Shan juga pergi setelah memberi hormat militer.
"Kapten, ada apa?" Xiao Ming datang bersama Xu Lumin.
Fan Chen melihat Mekanik di depannya yang telah dia panggil, dia mengeluarkan banyak perlengkapan lain dari dalam Inventaris: ada mesin pemotong yang batu dengan piringan yang tajam, diameternya sekitar tiga meter, lalu ada martil yang memiliki berat 2.000 kilogram, pedang tajam dengan panjang enam meter, serta berbagai macam senjata berat lainnya.
"Xiaochu sudah menyelesaikan pekerjaannya, dan kalian berdua modifikasi Robot Pertahanan Versi 1.0, tingkatkan ke Versi 2.0 dengan menyisipkan berbagai macam senjata ini."
Robot Pertahanan yang dimiliki saat ini masih sangat sederhana, hanya dinding biasa tanpa perlawanan, karena itulah, dia ingin meningkatkannya dengan menyembunyikan berbagai macam senjata di dalamnya.
Seperti yang ada di Sungai Shizi Yang, yang berjarak 38 kilometer ke arah barat dari Mingyue Defense. Walaupun Sungai Shizi Yang sudah dikuasai, tapi pertahanan di sana masih berbasis dinding beton, dan saat ini proyek besar lainnya sedang dikerjakan.
Proyek itu adalah proyek yang pernah dibahasnya dengan Fan Xiaoyu, Proyek Pelabuhan Bawah Laut.
Xiao Ming dan Xu Lumin menganggukkan kepalanya, mereka berdua mengerti ada binatang mutan yang dapat menahan peluru dan keras seperti logam, tapi dengan mesin pemotong raksasa ini, harusnya dapat memotong binatang mutan.
Tanpa membuang waktu, keduanya mulai bekerja.
Fan Chen juga tidak tinggal diam, dia mengeluarkan robot humanoid lain dan meminta Xiaochu untuk memerintahkan prajurit di Mingyue Defense untuk memasuki Pod VR. Dia juga meminta Basel untuk mengendalikan Pasukan Robot A.I.
Jadi secara total, ada 60 Pasukan Robot (Manusia) dan 500 Pasukan Robot (Basel).
Jika ingin, Fan Chen bisa langsung melepaskan 5.000 Pasukan Robot (Basel), tapi terlalu banyak personel juga tidak baik.
...
***
*Bersambung...