
Tim yang dibawa oleh Fu Shan mengalami kerugian dengan kematian Vujovic dan Sanders, tapi mereka berhasil masuk meski bukan dengan cara menyusup, namun menyerang dengan terang-terangan.
Menghancurkan 12 MBT Type 99, 18 GAU-19, 23 WZ-551 (Kendaraan Tempur Pengangkut), dan 131 tentara yang dibunuh!
Untuk misi menyusup sampai memberikan kehancuran sebanyak itu, tentunya sangat luar biasa dan banyak kerugian dari pihak militer negara; entah dari kendaraan tempur maupun personel yang bertugas.
Sedangkan untuk pihak Mingyue Defense, kerugian mereka hanyalah robot humanoid yang dibangun, yang menghabiskan ¥68.000 setiap robotnya. Tapi dibandingkan dengan amunisi yang digunakan, tentu uang lebih banyak digunakan ke amunisi.
...***...
—Penjara Bawah Tanah—
Jauh di dalam gunung terdapat sel-sel penjara yang di dalamnya ada pria maupun wanita berbagai usia, kehidupan mereka tidak bisa dibilang baik, tapi juga tidak bisa dibilang buruk.
"Hah..." Salah seorang pria menghela napas; penampilannya cukup buruk, rambut-rambut halus yang tidak teratur tumbuh di bagian pipi, dagu dan bawah hidung. Rambutnya berantakan, jas hitam yang dikenakannya sudah rusak, bahkan mungkin lapuk. "Apa sudah satu tahun aku di sini?"
"Presiden." Pria paruh baya yang berada di sel lain, menatap Presiden di sel tahanan di sampingnya. "Kau mendengarnya? Dari tadi ada ledakan di luar, apa mungkin ada yang menyelamatkan kita?"
Presiden, Xun Yanzhu menghela napas. "Laksamana Su, kau masih berharap ada yang menyelematkan kita? Mungkin itu hanya latihan belaka, bukankah kita semua tahu? Tempat ini dijaga ketat, bahkan lebih ketat dari penjagaan pangkalan militer itu sendiri."
Laksamana Su, berpenampilan yang tidak lebih baik dari Xun Yanzhu, bahkan lebih buruk karena dari segi usia, dia lebih tua.
Laksamana Su memandangi langit-langit ruang yang gelap dan lembab. "Aku mungkin mati di sini, aku hanya berharap, cucuku, Xiao Qing dapat ditemukan."
Menteri Pertahanan, Yan Haocun; mengusap kepalanya yang setengah botak. "Jika, ini jika, jika kita bisa keluar dari sini, apa yang ingin kalian lakukan?"
"Membunuh Pak Tua Fan!" Laksamana Su berkata dengan emosi.
Bang!
"Diam!" Sipir penjara memukul sel dengan tongkat besi hingga menimbulkan suara dengung yang keras. "Jika kalian berbicara omong kosong! Aku akan membunuh kalian semua!"
Laksamana Su memandang mantan bawahannya dengan amarah. "Kau! Aku memperlakukan kalian dengan baik, mengapa kalian seperti ini? Apa yang diberikan Pak Tua Fan untuk kalian? Bahkan Angkatan Laut sampai ikut memberontak."
Pria berusia awal tiga puluhan itu mendengus dingin dan tertawa. "Itu karena kalian bodoh! Jenderal Fan sudah mengatakan, buang semua manusia yang sakit dan tidak berguna, gunakan mereka sebagai bahan percobaan! Tapi kalian, selalu menolaknya! Asal kalian tahu, karena Jenderal Fan, hidup kami makmur, kami bisa menikmati berbagai macam wanita yang kami temui!"
"Terima kasih."
Tiba-tiba terdengar suara yang bukan berasal dari sipir maupun semua tahanan di sini, dan ini membuat semua bertanya-tanya.
Sipir merasakan dingin di belakang kepalanya, dia berbalik dan melihat moncong senjata yang diarahkan ke kepalanya. "Ka- Ka- Kau ... siapa?"
"Tidak perlu tahu."
"Ka- Kau! Jenderal Fan tidak akan memafaatkanmu!"
Dor!
Fu Shan menembak mati sipir itu dan berkata, "Itu jika Pak Tua Fan selamat, harusnya Jenderal sudah menangkapnya sekarang. Kediamannya bahkan sudah ditembus."
Fu Shan mengangkat tangan kirinya dan kembali berkata, "Periksa identitas mereka sesuai dengan database."
Charles berdiri di samping Fu Shan. "Dia sangat bodoh, mengapa berbicara tentang mayat. Padahal ada yang lebih penting, seperti bertanya bagaimana kita datang."
Presiden, Laksamana, Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, dan yang lain tertegun ketika mendengar kata-kata Charles. Benar! Pertahanan di sini sangat ketat, bagaimana orang-orang ini bisa masuk ke tempat ini?
Delapan anggota tim memeriksa semua identitas, dan setelah memastikan bahwa identitas mereka sesuai dengan data yang telah diretas, mereka dikeluarkan dari dalam sel penjara.
"Aku harus berterima kasih, tapi siapa kalian?" Xun Yanzhu berjalan tertatih menghampiri Fu Shan.
Fu Shan mengangkat masker yang menutupi setengah wajahnya hingga hanya tersisa matanya. "Kami tidak bisa memberi tahu siapa kami, tapi kami semua berada di pihak kalian."
Fu Shan melirik Laksamana Su, lalu mengabaikannya. "Ayo pergi dari sini, pemimpin kami ingin bertemu kalian."
Yan Haocun mengangguk. "Ikuti mereka, aku ingin bertemu dan bertanya padanya mengapa menyelamatkan kita."
Tahanan keluar dari penjara bawah dengan langkah yang sulit, sehingga saling membantu.
Saat mereka keluar dari penjara bawah tanah, eselon atas yang ditahan ini tercengang tanpa bisa berkata-kata. Banyak tentara yang tergeletak di lantai, lorong yang panjang di penuhi oleh darah, entah menempel di lantai maupun dinding. Tentara-tentara ini mati karena sayatan di leher, lehernya yang patah, bahkan kepala yang berlubang karena tembakan peluru.
Tapi ini belum seberapa, ketika mereka tiba di depan pintu yang hancur, mereka melihat kehancuran yang lebih parah: kendaraan tempur lapis baja banyak yang rusak, mayat-mayat tentara yang tidak lengkap tergeletak di berbagai tempat.
Yan Haocun merasa sakit ketika melihat kendaraan tempur yang rusak. Kendaraan tempur sangat berharga bahkan sebelum Bencana Pertama, dan sekarang di mana pabrik sudah hancur, tentunya sebagai Menteri Pertahanan, ini membuatnya merasa terpukul. Bahkan jika memiliki uang yang cukup, tapi dengan hilangnya pabrik dan lain sebagainya, mereka tidak bisa membangun yang baru.
Fu Shan berhenti dan berkata, "Aku bisa memberi tahu alasan mengapa kami menyelamatkan kalian. Kami datang dan membuat kekacauan, kami ingin kalian semua menenangkan masyarakat, kami tidak peduli bagaimana kalian melakukannya. Termasuk tentara yang memberontak dan keluarganya, kami tidak peduli, kami hanya datang untuk menangkap Jenderal Fan."
"Tapi ..." Xun Yanzhu mengangkat tangan. "Apa benar-benar harus membunuh banyak orang? Bahkan meski mereka memberontak, bukankah terlalu kejam?"
"Kejam?" Fu Shan berbalik menatap Xun Yanzhu, lalu beralih ke Laksamana Su. "Laksamana Su, apa kau juga berpikir kami kejam?"
Laksamana Su terdiam, berpikir sejenak. "Aku tidak tahu, tapi mungkin aku akan melakukan yang sama, melakukan pembersihan."
Fu Shan mengangguk kecil, dan kembali melangkah. "Ngomong-ngomong, Su Qing berhasil diselamatkan Kapten. Cucumu menjadi bahan percobaan oleh Negara Elang Botak, kondisinya sangat parah." Ia mengeluarkan selembar kertas dan memberikannya pada Laksamana Su. "Kapten berpura-pura tidak tahu hubungan kalian berdua saat di depan Su Qing, dan inilah kondisi cucumu saat ditemukan Kapten."
"Xiao Qing?!" Laksamana Su membelalakkan mata ketika mendengar bahwa cucunya ditemukan, tapi setelah membaca laporan yang tertulis, tubuhnya lemas, dia tidak memiliki kekuatan bahkan untuk berdiri.
Fu Shan tidak peduli, dia terus pergi seraya memerintahkan kepada anggota tim untuk membunuh tentara yang masih hidup. "Hanya itu yang bisa aku katakan, selebihnya pergi ke tempat Kapten di Keluarga Su, harusnya tim mereka berhasil mengamankan tempat di sana."
Laksamana Su tidak terlalu mendengar suara Fu Shan, pikirannya saat ini hanya dipenuhi oleh cucunya yang disayanginya.
...***...
—55 Menit Sebelumnya, Kediaman Keluarga Su—
Kediaman Keluarga Su tidak berbeda dengan Keluarga Fan, sama-sama memiliki banyak tentara yang berjaga, meski maksud dari penjagaannya berbeda. Jika di Keluarga Fan untuk mengamankan tempat dari penyusup dan kerusuhan, tapi di Keluarga Su untuk menekan agar tidak berbuat macam-macam seperti mencoba kabur.
Fan Chen melihat tentara yang berjaga-jaga, dan tidak bisa tidak mengangumi. "Keluargamu sepertinya sangat kaya, mereka sampai bisa menyewa tentara dalam jumlah besar untuk berjaga-jaga."
Su Qing mendengus dingin. "Ini bukan menjaga. Jika sesuai apa yang kau katakan, Kakek ditangkap dan keluarga kami ditahan!"
"Oh!" Fan Chen berpura-pura terkejut. "Bagaimana bisa kakekmu ditangkap?"
Su Qing menggertakkan gigi. "Kakekku adalah Laksamana Su."
Fan Chen terdiam beberapa saat, kemudian dia memperlihatkan ekspresi terkejut. Dia sendiri sudah tahu kalau Laksamana Su adalah kakek Su Qing, dia tahu saat mencari database cadangan yang tidak terkena bom pulsa elektromagnetik saat peluncuran roket, dan menemukan silsilah Keluarga Su. Dia menemukan bahwa Su Qing adalah cucu dari Laksamana Su, tapi dia tetap diam, berpura-pura tidak tahu, dan hanya berpikir bahwa Su Qing adalah gadis dari keluarga kaya generasi ketiga.
"Ah! Seperti itu." Fan Chen menganggukkan kepalanya berkali-kali dengan ekspresi yang masih memperlihatkan keterkejutan.
Su Qing menyipitkan mata menatap Fan Chen. "Sepertinya kau tidak terlalu terkejut."
"Tidak, tidak, tidak." Fan Chen menggelengkan kepalanya. "Aku benar-benar terkejut, kau tahu."
Su Qing terus menatap Fan Chen.
Fan Chen memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Su Qing dan dia mengedipkan mata memberi tanda pada Fu Shen untuk memulai operasi.
Fu Shen menganggukkan kepala, dia melambaikan tangan sehingga memunculkan peta yang diproyeksikan langsung di bidang penglihatan semua orang. "Sekarang, mari kita diskusikan untuk membagi tugas tiap-tiap orang."
...
***
*Bersambung...