Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 129 : Menyerang Kota Kekaisaran (End)


Yun Mingyue meminta akses Drone Pemindaian yang dibeli oleh Luo Zhu untuk melihat langsung di mana Jenderal Fan berada, dia tidak bisa membiarkan musuh yang sudah lama ingin dihabisinya melarikan diri darinya.


Bahkan walaupun Jenderal Fan tidak dapat mengerahkan militer setelah meninggalkan Kota Kekaisaran, tapi masih ada Kelompok Elang Hitam yang saat ini baru dibersihkan di Guangdong, sedangkan kelompok ini memiliki pilihan cabang dengan Yang Terbangun menjadi Kepala di setiap cabang.


Dia melihat Jenderal Fan yang berlari menuju bangunan seperti toilet kecil yang berjarak lebih dari 2.210 meter dari tempatnya sekarang.


"Kau kira aku akan membiarkanmu lari?" Yun Mingyue menarik sudut bibirnya, lalu dia menarik pelatuk Sniper Separatist.


Peluru melesat di malam hari, mengenai bagian atas bangunan yang membuatnya runtuh. Barulah beberapa detik kemudian, suara tembakan yang berasal dari tempat Yun Mingyue berada bisa terdengar di mana Jenderal Fan berdiri.


Jenderal Fan terkejut ketika melihat bangunan yang tiba-tiba rusak, dia bisa menebak siapa yang melakukan ini. Dia berbalik, dia melihat Huo Tangsan yang berlari mengejarnya. "Sial!"


Jenderal Fan tahu bahwa dia tidak bisa lagi pergi melalui jalur bawah tanah, dan dia mulai mengutuk keras orang yang membuat jalur pelarian di sini, dan mengapa tidak menempatkannya di dalam gunung?


Walaupun Jenderal Fan berusia 75 tahun, dia adalah Yang Terbangun sehingga fisiknya tetap kuat seperti pada usia paruh baya.


"Jenderal Fan! Lama tidak bertemu!" Huo Tangsan berteriak dengan senyuman saat melihat Jenderal Fan yang berhenti.


Jenderal Fan melangkah menghampiri Huo Tangsan yang menghampirinya. "Apa kau tahu akibatnya dari memberontak terhadap militer?"


Huo Tangsan berhenti berlari, dia menyeringai memandangi Jenderal Fan. "Sama sepertimu, apa kau tahu arti dari memberontak terhadap negara? Kita semua tahu, Presiden bisa dianggap sebagai Kaisar, dan tidak bisa dianggap enteng. Jika ini adalah Negara Matahari Terbit, Kaisar dianggap Dewa, dan kau berani memberontak?"


Jenderal Fan melihat percikan api yang berasal dari tembakan senjata, dia juga bisa mendengar suara tembakan yang dari waktu ke waktu terus berkurang. "Ada 300 personel di sini, 150 di pangkalan militer, 100 di tempatku, dan 80 di Kediaman Su. Semua ini adalah personel di Kota Kekaisaran, dan sepertinya mereka semua sudah mati di tangan kalian."


"Jadi?" Huo Tangsan memiringkan kepalanya.


Jenderal Fan menyeringai dengan tatapan tajam saat memandang Huo Tangsan. "Mereka memiliki istri dan anak yang harus dihidupi, tapi kalian membunuh mereka, apa kau tidak merasakan perasaan menyesal?"


Jenderal Fan mencoba menyerang titik lemah dari manusia, mengungkit-ungkit tentang kesedihan keluarga tentara yang ditinggalkan.


Huo Tangsan melipat kedua tangannya di depan dada. "Tim Alpha diajarkan untuk membuang emosi dalam misi, tidak peduli target adalah anak-anak yang lemah atau orang tua yang sekarat, selama itu target, mereka harus dihapuskan. Tentara di sini mengkhianati negara, dan sekarang ada tim yang menyelamatkan Presiden, biarkan dia menenangkan masyarakat ..."


"Kemudian ..." Huo Tangsan menyipitkan matanya. "Kau tidak memiliki hak berbicara seperti itu ketika kau sendiri membunuh putramu, kau bahkan merencanakan kematian Panglima Tertinggi."


"Diam!" Jenderal Fan menatap tajam Huo Tangsan. "Kau tidak tahu apa-apa! Yun Haetang tidak mengerti apa-apa! Dia memiliki peninggalan Kaisar Qin, tapi dia tidak ingin berbagi. Adapun kematian Hongwu, dia anak durhaka!"


Huo Tangsan terdiam tanpa kata, dia terkejut bukan karena harta yang dimiliki Panglima Yun, tapi karena Fan Hongwu yang dikatakan sebagai anak durhaka.


Dia menggelengkan kepala, dia menatap tajam Jenderal Fan. "Kita terlalu melenceng, kembali ke bisnis, mengapa kau memberontak?" Ia tidak terlalu ingin mendengar masalah mengenai keluarga Yun Mingyue, karena menurutnya itu tidak terlalu penting, dan tidak pantas.


Jenderal Fan tidak langsung menjawab, melainkan melihat sekeliling, dia melihat Qian Jianying membawa pisau yang berlumuran darah, dia melihat Chen Wangping yang mencengkeram kepala tentara dan menyeretnya.


Dia tahu tidak ada gunanya melawan...


"Kenapa? Karena Xun Yanzhu tidak mendukung Proyek Evolusi Gen! Dia terlalu manusiawi, dia tidak membiarkan tahanan dijadikan sebagai bahan eksperimen! Aku memberontak karena aku menginginkan agar negara maju! Hanya dibawah kepemimpinan Jenderal Fan yang hebat, Tiongkok bisa lebih maju!"


Huo Tangsan menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak, tidak. Bukan untuk negara, tapi untuk Kelompok Elang Hitam. Bukankah kau mengirim Akademisi Song untuk mengumpulkan gen hanyalah alasan? Tapi yang sebenarnya terjadi adalah mengirim mereka ke Kelompok Elang Hitam."


"Bukankah aneh? Di luar Kota Kekaisaran ada banyak binatang mutan dengan gen kuat, tapi mengapa kau memberi perintah untuk pergi ke Guangdong? Terlebih, dia hanya membawa pengawalnya, kau bahkan tidak memberikan personel militer. Yang lebih penting, mengapa tidak membiarkan militer yang mencari gen daripada Akademisi Song?"


"Hanya Akademisi Song yang tahu gen yang cocok? Tidak ada alasan seperti itu."


Jenderal Fan membuka matanya lebar-lebar, dia tidak mengharapkan ada yang mengetahui berita ini di saat dia sendiri belum mendapatkan laporan tentang Akademisi Song. Dia meraih pistol di pinggangnya, mengangkatnya dengan kedua tangan dan siap menarik pelatuk.


Qian Jianying berlari sangat cepat, dia menendang pergelangan tangan Jenderal Fan sampai pistol itu terlepas.


Qian Jianying mengangkat tangan kirinya, dia menangkap pergelangan kaki Jenderal Fan, lalu dia menusuk betisnya dengan pisau di tangan.


Jenderal Fan mengendalikan kemampuannya, dia membatukan semua kakinya.


Qian Jianying melepas pisau yang baru bergerak, lalu memukul kaki Jenderal Fan sekuat tenaga.


Crack!


Batu yang melapisi kaki Jenderal Fan pecah, bahkan tulangnya sampai patah dan menusuk dagingnya hingga keluar; darah segar mengalir deras, jatuh di tanah putih bersalju.


"Aaarrrgghh!" Jenderal Fan berteriak keras saat merasakan sakit di kakinya.


Huo Tangsan tetap diam saat melihat Qian Jianying yang mematahkan kaki Jenderal Fan. Tapi tiba-tiba, dia berlari menerjang ke arah Jenderal Fan dan menjatuhkannya.


Bang!


Qian Jianying menoleh, dia melihat tentara paruh baya yang bersembunyi di kendaraan tempur lapis baja sedang membawa sniper. Yang diincar bukanlah mereka yang berasal dari Tim Alpha, tapi Jenderal Fan.


Qian Jianying mengangkat pistol hendak menembak, tapi target yang diincarnya terbunuh dengan kepala yang meledak. Dia melihat yang lain, semua tentara yang membawa sniper sudah dibunuh.


"Sepertinya Mawar Dingin sangat marah karena ada yang berniat membunuh targetnya." Qian Jianying tersenyum tipis seraya menyimpan Glock 17 di pahanya.


"Mawar Dingin?" Mata Jenderal Fan merah karena kemarahan, dia berusaha keras untuk lepas dari cengkeraman Huo Tangsan sampai mengeraskan hampir seluruh tubuhnya, tapi sayang sekali dia tidak bisa bergerak sedikit pun. "Menantuku pembawa sial itu di sini?!"


Booom!


Puing-puing bangunan di belakang Jenderal Fan dihancurkan oleh beberapa tembakan.


“Iya.” Suara Yun Mingyue terdengar di sistem suara Qian Jianying. “Pak Tua, lama tidak bertemu, atau aku harus memanggilmu “Ayah”? Ayah yang tidak bisa mengurus keluarganya, bahkan membunuh putranya sendiri hanya untuk menekanku. Jika kau memang ingin harta yang dimiliki Kakek, aku bisa memberikannya.”


"Be- Benarkah?" Mata Jenderal Fan berbinar ketika mendengarnya.


“Ya ...” Suara Yun Mingyue berubah menjadi dingin. “Tapi itu semua sudah terlambat, suamiku sudah pergi, dan Kakek dibunuh olehmu, orang yang dianggap anaknya sendiri, bahkan ayahmu sangat menghormati Kakek, tapi lihat dirimu ... tidak ada harapan.”


Jenderal Fan menggertakkan giginya hingga berbunyi seperti suara patah, bahkan darah mulai mengalir di sudut bibirnya. "Bajing**!"


“Kau tunggu di sana, aku akan datang, aku harus membawamu menemui Chen'er dan Yu'er, mereka juga harus hadir dalam kegiatan balas dendam.”


Setelah mengatakan itu, suara Yun Mingyue terputus.


Huo Tangsan berdiri seraya mengangkat Jenderal Fan setelah membalut luka agar tidak mati konyol seperti kehabisan darah.


Qian Jianying berjaga-jaga bersama Chen Wangping agar tidak ada yang mengincar Jenderal Fan.


Chen Wangping menoleh ke belakang, mengangkat sudut bibirnya dan berkata, "Ngomong-ngomong, bawahanmu berniat membunuhmu, sepertinya mereka menganggap kau tidak berguna karena sudah ditangkap. Bawahanmu sama sepertimu, akan membuang mereka yang tidak lagi berguna."


Chen Wangping tertawa terbahak-bahak setelah dia mengatakan itu.


...


***


*Bersambung...