Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 033 : Nuklir adalah Bahan Evolusi Binatang Mutan?


Fan Chen menggunakan AK-47 dengan magazen yang mampu memuat 30 amunisi sekaligus. Magazen-magazen lain sudah disiapkan di sampingnya, dan Fan Xiaoyu juga bertugas sebagai asisten untuk mengisi kembali amunisi yang kosong.


"Apa kau serius tidak ingin menembak?"


Fan Xiaoyu menganggukkan kepalanya dan berkata, "Iya, Yu'er belum terbiasa, lebih baik membantu mengisi amunisi. Lagi pula, Yu'er pakai Kacamata Pintar, Yu'er bisa melaporkan setiap situasi."


"Baiklah."


Fan Xiaoyu menarik napas dalam-dalam, lalu mulai memberikan informasi yang dilihatnya melalui Kacamata Pintar. Ada jarak yang terlihat, sehingga dia bisa memberi tahu jaraknya secara tepat tanpa ada kesalahan. Dia melaporkan setiap kali zombie melangkah sejauh 20 meter.


Sampai akhirnya zombie mulai terlihat di seberang jalan di taman yang tandus dengan jarak 80 meter dari tembok, Yun Mingyue mengangkat tangannya, dan melambaikannya jatuh ke depan.


Segera, semua orang yang bisa mengoperasikan senjata api, menarik pelatuk secara bersamaan.


Fan Chen memberikan otoritas drone kepada Fan Xiaoyu dan mengubah perspektif dari drone menjadi kotak kecil yang ada di sudut kanan atas, sehingga dia bisa lebih fokus terhadap musuh di depan.


Fan Xiaoyu melihat pemberitahuan kalau Drone Tembus Pandang sudah dialihkan kepadanya, dia sangat senang, dan mulai mengendalikannya sejauh mungkin. Drone ini sendiri tidak memiliki remote, dan cara mengendalikannya harus menggunakan Kacamata Pintar. Singkatnya, Drone Tembus Pandang seperti anggota tubuh tambahan.


Percikan api kecil terus terlihat dari moncong senapan, peluru terus melesat mengenai zombie satu per satu.


Di bawah serbuan peluru, zombie-zombie yang baru memasuki daerah taman bermain, mulai berjatuhan di tanah dengan darah merah kehitaman yang mengalir.


Fan Chen mengganti magazen setelah amunisi di dalamnya habis, kemudian melepaskan tembakan lain. Dia tidak asal menembak seperti orang yang baru belajar, dia menembaknya dengan hati-hati tapi cepat, setiap amunisi digunakan dengan baik.


Bahkan Prajurit Dasar, tidak membuang-buang peluru. Tapi tidak dengan Ming Xuan, mungkin karena gugup, butuh tiga sampai enam kali tembakan untuk membunuh satu.


Fan Chen melihat bagaimana ibunya menembak, tidak tergesa-gesa, setiap peluru akan membunuh satu dan setiap tembakan akan tepat mengenai di antara mata zombie-zombie yang berdatangan.


Yun Mingyue menembak tanpa menggunakan bantuan scope, apalagi Kacamata Pintar, bahkan kedua matanya tetap terbuka. Ini menjelaskan betapa hebatnya kemampuannya dalam menggunakan senjata.


Fan Chen yang melihat ini yakin kalau kemampuan ibunya setara dengan Guardian★, hanya saja kalah dalam segi fisik. Dia pernah mendengar ibunya bergumam tentang mengendari tank, helikopter dan pesawat tempur lainnya.


Yun Mingyue mengerutkan keningnya ketika melihat jumlah zombie yang terbunuh sangat sedikit. "Setiap orang menyebar lebih jauh, setiap orang harus menjaga area dua puluh meter, dan bunuh semua yang ada di depan!"


Tanpa mengatakan sepatah kata pun, semua orang menyebar lebih jauh dari tempat awal. Fan Xiaoyu juga bertindak, sekarang dia mengatur drone untuk pergi ke reruntuhan kota di mana Binatang Mutan sebelumnya saling bertarung.


"Binatang Mutan tingkat Kedua telah jatuh! Tingkat Ketiga sedang bergegas ke sini!" Fan Xiaoyu berteriak. Sejak awal datang ke Mingyue Defense, dia terus belajar tentang Binatang Mutan, sehingga dia bisa membedakannya langsung dari ukurannya, tapi ukuran bukanlah patokan.


Kacamata Pintar memiliki fitur yang mendeteksi kekuatan Binatang Mutan berdasarkan angka, dan ini didasari dari kemampuan Penilaian milik Fan Chen. Walaupun deteksinya tidak seakurat seperti Penilaian, tapi tetap bisa digunakan sebagai acuan.


Tidak ada yang panik ketika mendengar Binatang Mutan tingkat 3. Dengan granat berpeluncur roket yang dimiliki sekarang, mereka masih mampu melawannya, bahkan satu tingkat yang lebih tinggi masih tidak masalah.


Kecuali Binatang Mutan tingkat 5, mungkin harus menggunakan artileri dengan kaliber 155mm yang mampu menembus tank berlapis, atau bahkan meriam dari tank itu sendiri yang digunakan untuk membunuhnya.


Binatang Mutan tingkat 6, tingkat 5 saja belum pernah ditemukan, apalagi tingkat 6. Tapi setelah Bencana Kedua datang karena kemarahan Gaia, harusnya ada tingkat yang lebih tinggi.


Fan Chen melihat Kumbang Tank Baja, bentuknya sama seperti yang mengejarnya saat kembali dari Kota Perlindungan Angin, meski dengan ukuran yang lebih kecil.


"Fu Shen, apakah kau sudah melaksanakan apa yang aku suruh sebelumnya?"


“Sudah! Kami langsung melaksanakannya setelah gelombang awal dibersihkan.”


Mendengar balasan Fu Shen dari komunikator, Fan Chen mengangguk kecil dan mengeluarkan tombol berukuran kecil seperti korek api. Jika gelombang kedua ini datang terlalu banyak dan kesulitan untuk menghadang mereka, maka dia hanya bisa menekan tombol ini.


"Yu'er, terbangkan drone lebih tinggi, pindai semuanya! Berapa jumlah zombie yang masih hidup!"


"Baik, Kakak!" Fan Xiaoyu tidak membuang waktu, dia mengendalikan drone untuk kembali dan terbang lebih tinggi.


Fan Xiaoyu melihat angka-angka yang terus bertambah dengan titik Hitam-Merah yang memenuhi layar. "Kakak, ada lebih dari 13.000!"


Fan Chen tertegun ketika mendengarnya. Jumlah ini tidak sebanding dengan yang ada di Kota Perlindungan Angin, tapi tetap saja jumlahnya melebihi dari jumlah yang dibunuh saat di sana. Itu pun mereka harus menggunakan banyak upaya.


Dengan datangnya perintah Yun Mingyue, mereka yang berdiri langsung di samping Yun Mingyue mengganti senjatanya dengan RPG, diikuti oleh mereka yang dihitung secara ganjil.


Fan Chen berada di barisan nomor empat dari kanan Yun Mingyue, sehingga dia tidak berganti senjata.


Granat berpeluncur roket melesat ke langit dengan sudut 45°, meninggalkan asap yang membentuk ekor.


Ketika jatuh dari langit di tengah-tengah gelombang, ledakan keras datang dengan nyala api yang naik, asap tebal berwarna hitam bisa dilihat dari atas tembok. Api yang menyala membakar zombie, dan zombie yang terbakar tidak langsung mati, melainkan masih bisa berjalan beberapa langkah sebelum terjatuh.


Setelah menembakkan granat, semua orang yang bertugas mengisi kembali amunisinya.


Fan Chen sendiri sengaja memilih RPG yang bisa diisi ulang untuk menghemat uang. Jika yang sekali pakai, setelah digunakan, tabung RPG tidak jauh berbeda dengan pipa besi biasa, itu terlalu boros.


Fan Chen melihat zombie yang datang dan yang jatuh tidak sesuai, lebih banyak yang datang ketimbang yang disingkirkan. Dia berlari ke samping ibunya, naik ke kursi di belakang GAU-19 yang terpasang di atas tembok lapis depan.


"Maaf Ibu, aku melakukannya tanpa perintah." Tanpa menunggu jawaban dari Yun Mingyue, Fan Chen langsung menembakkan peluru dari senapan mesin.


Yun Mingyue mengangguk kecil dengan senyuman.


Tangan Fan Chen bergetar ketika dia mengoperasikan GAU-19, dan peluru yang ditembakkan sangat cepat, membunuh barisan depan zombie yang mulai melewati taman bermain dan memasuki jalan beraspal.


Fan Chen memutar laras dari GAU-19 dari timur laut ke arah tenggara, kemudian dia menekan tombol yang disimpannya tadi.


Tiba-tiba, tanah di taman bermain sebelum jalan, bergetar seperti gempa, kemudian dengan ledakan keras, api menyala melebihi tinggi tembok.


Nyala api itu sangat besar, bongkahan batu dan tanah melonjak naik ke langit setinggi belasan meter. Zombie-zombie yang terkena tepat di pusat ledakan langsung terbakar habis, mereka yang sedikit lebih jauh akan terlempar dengan tubuh yang tidak utuh.


Ledakan itu tidak berhenti, mengingat ada ratusan ranjau yang ditanam sepanjang 400 meter di depan tembok timur. Ada dua jenis yang ditanam: ranjau yang mengeluarkan api dengan gelombang kejut, dan yang lain adalah ranjau peluru, yang setiap kali meledak, akan melontarkan ratusan peluru dalam radius 10 — 15 meter dari ranjau.


Mengingat betapa berbahayanya ranjau ini dan Pekerja Dasar sering pergi ke taman bermain, Fan Chen meminta Fu Shen untuk memodifikasi mereka semua, sehingga hanya bisa diledakkan menggunakan remote.


"Laporkan jumlahnya."


“Kakak, masih ada setengah. Kemudian Yu'er melihat ada zombie yang lebih tinggi, di sini tertulis Level 20!” Suara Fan Xiaoyu terdengar di Kacamata Pintar yang dipakai Fan Chen.


Fan Chen mengambil komunikator, dan mengirim pesan ke Jackson yang masih berada di atas tebing. "Cari zombie yang terlihat berbeda, dan bunuh!"


“Baik, Kapten!”


Fan Chen menyimpan komunikatornya, lalu melihat amunisi yang tersisa, dia sudah menghabiskan 1000. Kemudian dia mendongak melihat dinding api yang masih menyala dan masih mengikis jumlah zombie yang datang. "Ini aneh, bahkan meski zombie-zombie tertarik dengan suara pertarungan antara Binatang Mutan, harusnya mereka tidak pergi ke sini. Apakah ada zombie dengan Level 40? Level 60?"


Fan Chen tidak tahu apakah semakin tinggi level zombie, apakah mereka akan mendapatkan kesadarannya kembali saat masih hidup sebagai manusia. Jika demikian, maka akan sangat sulit untuk menghadapi zombie tanpa adanya senjata yang lebih kuat.


"Ibu, apakah pemerintah pernah menjatuhkan bom nuklir?"


Yun Mingyue berhenti menembak, terdiam sejenak sebelum menjawab, "Ya, bom nuklir sangat efektif membunuh Binatang Mutan pada saat itu. Berita ini hanya diketahui oleh eselon atas, dan beberapa pensiunan militer dengan tingkat tertentu. Pemerintah menjatuhkan bom nuklir di Samudra Pasifik karena menurut pemantauan satelit pada kala itu, banyak Binatang Mutan yang berevolusi di sana."


"Dengan harapan bisa menghentikan evolusi mereka, pemerintah menjatuhkannya ke sana. Memang berhasil menghentikan evolusi, tapi radiasi dari nuklir ini menyebar, menyebabkan terjadinya kekebalan tertentu, dan menurut laporan, ada Binatang Mutan yang mampu mengendalikan gelombang elektromagnetik."


Yun Mingyue terdiam sejenak, kemudian menambahkan, "Apakah Chen'er memiliki bom nuklir?"


"Tidak mungkin aku memilikinya, kemampuan ini terbatas." Fan Chen menggelengkan kepalanya, kemudian dia jatuh dalam keadaan berpikir keras.


Jika Binatang Mutan di lautan mampu menelan radiasi nuklir sebagai bahan bakar evolusi, tidak akan lama sebelum mereka naik ke darat, datang ke pusat penyimpanan nuklir dan mengonsumsinya. Kemudian, Binatang Mutan akan terus berkembang, memiliki pasukan penuh, dan akhirnya Binatang Mutan menguasai Bumi!


...


***


*Bersambung...