
—Aula Utama—
Fan Chen, Yun Mingyue, Fu Shen, Fu Shan, Xu Chen dan Wang Bin telah datang di ruang pertemuan yang ada di salah satu ruangan di lantai satu dari Aula Utama.
Semua orang berdiri mengelilingi meja bundar yang terbuat dari kaca khusus, yang menggunakan ionik saat mencampurnya di lelehan kaca dan pengaturan waktu yang tepat untuk tempering kaca sehingga berhasil menghasilkan kaca khusus yang memenuhi persyaratan.
Foton dari frekuensi tertentu yang bertukar energi dengan ion dalam medium, dan energi yang dibawa oleh foton dilepaskan pada posisi tertentu, menciptakan titik cahaya yang mempesona.
Ini adalah prinsip pencitraan tampilan holografik. Kemudian dengan menghitung rumus pertukaran energi antara foton dan ion, akan menghasilkan gambar holografik yang sangat jelas dan tidak berbeda dengan kenyataan.
Tapi prinsip dasar dari tampilan holografik adalah menggunakan senter laser untuk menerangi bola kaca khusus, laser melewati bola kaca khusus, dan seberkas cahaya berada di suatu tempat di atas bola kaca khusus.
Kaca di atas meja dibagi menjadi bidang tampilan dan bola penerima. Saat bola penerima disuntikkan dengan laser dengan panjang gelombang berbeda, gambar holografik akan tetap stabil di udara di suatu tempat di depan permukaan tampilan.
Yun Mingyue bertepuk tangan dan berkata, "Xiaochu, perlihatkan zombie dasar."
“Baik, Jenderal.” Suara Xiaochu terdengar dari speaker di bawah meja.
Gambar holografik zombie mulai muncul di atas meja dengan ukuran sesuai dengan kenyataan. Gambar ini sangat nyata, seolah benar-benar ada zombie yang berdiri di depan mereka.
Jika mereka yang tidak mengerti, mungkin hanya menganggap teknologi hologram sangat sederhana, tapi nyatanya gambar holografik terdiri dari miliaran bintik cahaya, dan warna cahaya terdiri dari tiga warna utama cahaya merah, hijau dan biru, membuat strukturnya lebih sederhana.
Yun Mingyue melambaikan tangannya, membuat zombie berputar sehingga semua orang bisa melihat penampilan zombie dari depan.
Semua orang tidak memakai Kacamata Pintar maupun alat bantu yang dipakai di tangan. Terdapat kamera yang terpasang di sudut atas ruangan, di beberapa sisi, entah di atas, tengah-tengah, langit-langit, bahkan bawah, ini semua guna memaksimalkan daya tangkap kamera terhadap semua gerakan sekecil apa pun.
Kamera mengirim sinyal ke komputer kuantum, dan komputer kuantum memprosesnya sesuai dengan sensor gerak yang ditangkap oleh kamera.
Yun Mingyue melihat semua orang, lalu berkata, "Kita semua tahu zombie dasar sangat lemah, bahkan pemukul kayu biasa bisa membunuhnya asalkan mengenai tepat di kepalanya. Zombie di atasnya lebih sulit, bisa berlari bahkan melompat seperti anak-anak. Zombie yang lebih tinggi sudah mampu menaiki dinding, menggunakan tangan dan kaki untuk menyerang, zombie ini juga tidak lagi mengandalkan pendengaran, tapi juga penciumannya yang tajam ..."
"Zombie tingkat Ketiga sudah sangat sulit diatasi, tapi dengan granat berpeluncur roket, kita masih bisa membunuhnya, dan kecepatan larinya seperti atlet Usain Bolt."
"Zombie tingkat Keempat, kita belum menemui salah satu dari mereka, tapi bisa kita asumsikan bahwa granat berpeluncur roket sudah tidak lagi efektif. Ini seperti Kumbang Tank Baja, tapi kemampuannya setengah lebih lemah."
Xiaochu terus mengubah gambar zombie yang ditampilkan, beserta dengan serangan demi serangan yang disimulasikan.
Semua orang mengangguk saat mendengar penjelasan Yun Mingyue sambil melihat gambar holografik di depan.
Setelah menjelaskan karakteristik zombie maupun binatang sesuai dengan data yang telah dikumpulkan, Yun Mingyue pergi ke pembahasan lain. "Aku tidak meragukan kemampuan personel militer kita, tapi ada banyak bahaya di luar sana. Karena itu kita harus merealisasikan Program Pelatihan Militer VR sesegera mungkin."
Yun Mingyue menatap Xu Chen dan Wang Bin. "Bagaimana dengan perlengkapan terkait?"
Wang Bin tersenyum dan berkata, "Xiaochu, tolong perlihatkan senjata yang telah kami kembangkan."
Xiaochu memperlihatkan semua senjata-senjata yang biasanya digunakan di Mingyue Defense, hanya saja dengan warna yang berbeda agar membedakan mana senjata asli dan imitasi hanya dari penampilannya saja.
"Senjata ini memiliki dua mode: yang pertama hanya mengeluarkan kilatan cahaya saat pelatuk ditarik, ini digunakan saat melawan zombie dalam mode VR; yang kedua saat melawan sesama prajurit, akan melepaskan tembakan laser dengan suhu 50° Celcius." Wang Bin menjelaskannya secara singkat.
Fan Chen mengangguk dan mengeluarkan isi pikirannya melalui penjelasan Wang Bin. "Jadi, saat prajurit saling bertempur, kita bisa menggunakan dua metode berbeda. Yang pertama lebih aman, kita bisa membiarkan Xiaochu mengirim sinyal ke Exoskeleton dan melepaskan sengatan kejut listrik singkat. Tapi untuk meningkatkan fisik dan kecepatan dalam mengambil keputusan, kita bisa menggunakan metode kedua tanpa adanya bantuan Exoskeleton."
Fu Shan melihat laporan di tangannya dan menambahkan, "Ya, dalam latihan biasa menggunakan airsoft gun elektrik, kebanyakan prajurit lebih memilih menerimanya daripada harus berguling-guling di tanah berbatu. Tapi dengan penemuan ini, pastinya prajurit lebih memilih menghindar, dan alangkah baiknya setiap serangan laser bisa mengakibatkan luka bakar normal, paling tidak sampai membuat kulit melepuh."
Yun Mingyue terdiam dengan kepala tertunduk, lalu menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan. Luka melepuh masih terbilang kecil ketimbang tertembak peluru, dan ini bisa digunakan sebagai efek jera bagi prajurit agar lebih siap dalam berlatih, seolah sedang berjuang untuk hidupnya.
Yun Mingyue menatap Fan Chen. "Apakah kau akan pergi untuk melakukan ekspedisi ketiga?"
Xu Chen mengangguk. "Tentu, kita hanya perlu mengganti pengamannya dan melonggarkan tekanan yang menahan arus listrik. Mengganti cermin resonator dengan kualitas yang lebih baik agar bisa merefleksikan foton, membuat emisi semakin kuat sekaligus menambah rangsangan yang sama."
Xu Chen melambaikan tangannya, memperlihatkan bagian dalam dari senjata laser yang diperlihatkan oleh Xiaochu.
Bagian dalamnya adalah cermin resonator, dan saat dialiri oleh tegangan tinggi, akan memicu tabung flash kuarsa memancarkan cahaya yang kuat, lalu membuat beberapa atom di kristal rubi tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi.
Ketika mencapai tingkat energi tertentu, beberapa atom memancarkan foton (partikel cahaya). Pada awalnya pancaran foton belum terfokus pada satu titik alias menyebar segala arah. Foton yang dilepas satu atom akan merangsang emisi foton dari atom lainnya, sehingga intensitas cahaya diperkuat dengan cepat.
Foton-foton ini akan terus memantul di dalam cermin resonator, membuat geraknya semakin cepat dan pergi ke satu titik. Foton yang terlepas melalui satu titik ini akan menghasilkan laser dengan suhu tertentu tergantung dari daya listrik yang diberikan.
Fan Chen melihatnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Dia berpikir, tentang penggunaan daya listrik yang digunakan untuk senjata laser, tapi saat memikirkan mainan laser yang bisa menyala dengan baterai 1,8VDC dan 50mAh, dia merasa baterai yang sekarang baik-baik saja.
Fan Chen melambaikan tangan, memperkecil kamera atau zoom out. "Senjata ini, bisakah kita menambah mekanisme pemompaan gas untuk memperkuat energi laser, seperti: CO2, Hidrogen dan Nitrogen. Jika kita menggunakan metode ini, harusnya bisa menghemat pemakaian daya baterai. Ambil contoh, untuk mendapatkan sinar laser dengan suhu 2.500° Celcius akan menggunakan 100A ..."
"Jika kita menambah metode pemompaan gas, kita bisa menyingkat proses pemecahan atom dalam menghasilkan foton. Energi yang dihabiskan akan lebih sedikit, kita bisa menghemat energi sebanyak 25 — 30%."
Fan Chen menoleh menatap Xu Chen dan Wang Bin, meminta pendapat mereka.
Xu Chen melihat gambar yang diubah oleh Xiaochu setelah mengikuti penjelasan Fan Chen. "Ini bisa digunakan, tapi untuk senjata penggunaan manusia, sangat tidak dianjurkan. Bukan hanya dari beratnya yang meningkat, tapi ada bahaya bahan kimia yang kemungkinan bocor dan meledak. Jadi, masih lebih baik menggunakan metode yang ada, meski lebih boros, hanya seratus kali tembakan dengan daya normal, tapi lebih baik demi keamanan."
"Untuk pemompaan gas, kita bisa menggunakannya untuk senjata pertahanan dan ditambah dengan pemompaan nuklir. Tapi untuk menahan radiasi nuklir, kita harus menggunakan Silikon Kabrida, bukan Silikon Kristal sebagai bahannya. Namun ada masalah lain, kita tidak memiliki teknologi melipat material yang mumpuni."
Yun Mingyue menatap Fan Chen di sampingnya dengan tatapan takjub, dan dia tidak bisa menyembunyikan senyum bahagia. Dia sangat bahagia ketika melihat putranya yang berpengetahuan, dan dia sangat ingin memeluknya, tapi dia menahan diri karena sedang dalam pembahasan penting.
Pembasahan terus berjalan, dan akhirnya tetap mengambil rancangan pertama dengan magazen berisi tiga Baterai Graphene yang dirangkai paralel untuk menambah arus yang disimpan, sehingga bisa menembak sebanyak 300 tembakan.
Setelah pembahasan selesai, Fu Shen, Fu Shan, Xu Chen dan Wang Bin keluar dari ruang pertemuan, pergi ke masing-masing tempat di mana mereka bekerja.
Yun Mingyue tersenyum, membuka tangannya dan memeluk Fan Chen. "Putra Ibu sangat luar biasa."
Fan Chen tertegun, tapi segera membalas pelukannya. "Aku masih belajar, hanya dengan kemampuan Penciptaan saja tidak cukup. Aku harus memahami semua cara kerja untuk bisa mengembangkannya, dan karena memiliki pengetahuan ini, aku merasa beban kerja lebih kecil karena energi yang dibutuhkan hanya untuk menciptakan materialnya."
Meja gambar holografik memunculkan Xiaochu yang duduk di kursi, memakai kacamata hitam sambil memakan popcorn. “Xiaochu sering melihat kedekatan kalian, Xiaochu juga ingin memiliki tubuh untuk memeluk Master.”
Fan Chen meliriknya dan berkata, "Tunggu sampai kita menembus teknologi dalam bidang somatosensori, mungkin kita bisa menciptakan tubuh sempurna untuk Xiaochu sehingga bisa merasakan rasanya sentuhan, aroma, termasuk rasa."
Xiaochu berhenti memakan popcorn, memiringkan kepalanya dan berkata, “Bukankah itu berarti kita harus memulainya dari teknologi pembaca dan pemutus gelombang otak? Mentransfer kesadaran ke dunia virtual, bertemu dengan Xiaochu di dunia virtual untuk merasakan sistem somatosensori. Setelah Xiaochu mendapatkan data itu, barulah Xiaochu bisa mengerti rasanya, baru beralih ke tubuh berbasis silikon.”
"Ya ..." Fan Chen mengangguk dan berkata, "Ilmuwan Xu Chen telah berdiskusi dengan Katerina. Dengan mengembangkan teknologi khusus, menanamkan prostesis saraf motorik di manusia yang lumpuh, kita bisa membuat manusia itu terlahir kembali. Tapi harus menjalani operasi besar, seperti penggantian beberapa otot dan saraf yang rusak dengan serat karbon dan graphene. Jika tulang sudah rapuh dan tidak bisa menahan beban tubuh, maka harus dilakukan operasi berskala besar seperti pergantian tulang dengan bahan titanium ..."
Fan Chen menatap Xiaochu tanpa melepaskan pelukannya. "Tapi berbeda dengan Xiaochu, kita bisa langsung memasang prostesis saraf motorik di jari, telinga, mata, hidung dan menghubungkannya langsung ke sistem penyimpanan informasi otak kuantum."
“Master, apakah Xiaochu bisa mendesain tubuh Xiaochu sendiri?” Xiaochu bertanya dengan mata berbinar.
Fan Chen terdiam tanpa bisa berkata-kata, lalu dia mengangguk. Dia mengerti apa yang dipikirkan Xiaochu, mengingat Xiaochu sangat menyukai bentuk tubuh Yun Mingyue dan Katerina.
...
***
*Bersambung...