
Bermanuver di jalan penuh zombie cukup menyusahkan, bahkan meski mereka melalui jalan yang lebih sepi, tapi semua reruntuhan bangunan, mobil-mobil yang terbalik dan terbakar menutup sebagian besar jalan.
Fan Chen yang duduk di kursi penumpang tidak diam dan tetap bekerja. Tangannya bergerak-gerak di udara, tapi melalui Kacamata Pintar, dia melihat Kota Perlindungan Angin melalui sudut pandang drone yang terbang di langit. "Fu Shen, aku sudah mengirimkan informasi tentang lalu lintas. Hanya perlu mengikuti arahan untuk sampai ke bank."
Fu Shen yang awalnya ingin belok kiri, tiba-tiba mengambil jalan memutar ke kanan. Meski lebih jauh, tapi lebih aman karena zombie di sana lebih sedikit daripada jalan awal yang ingin diambil.
Ming Xuan membuka mulutnya, kemudian menelan kembali kata-katanya. Dia ingin bertanya tentang perangkat yang dipakai, tapi dia tahu ini bukan tempatnya untuk bertanya. Namun dia tahu, perangkat yang digunakan dua orang di depannya tidak ada di zaman ini.
Meski sebelum Bencana Pertama ada perangkat yang serupa, tapi harusnya tidak secanggih ini. Bahkan meski Ming Xuan tidak pernah memakainya, dia tahu perangkat sebelum Bencana Pertama membuat penggunanya pusing apabila digunakan terlalu lama, dan perangkat AR ada delay sehingga tidak cocok digunakan dalam mengemudi.
"Setelah belokan ini ada zombie, meski tidak banyak, tapi mereka menghalangi jalan." Fan Chen menunduk dan mengulurkan tangannya seolah-olah mengambil sesuatu, kemudian dia berdiri dan sudah ada granat berpeluncur roket di tangannya.
Fan Chen membuka penutup atas, mengarahkan RPG ke depan. Saat ini dia harus hati-hati agar saat mobil tiba-tiba berbelok, dia tidak terlempar keluar.
"Kapten!"
"Siap!" Fan Chen menahan tubuhnya agar tidak kehilangan keseimbangan dengan menggunakan tangan kirinya untuk berpegangan pada besi yang mengikat granat berpeluncur roket.
Fu Shen membanting setir dan berbelok dengan tajam, mengakibatkan mobil sedikit bergoyang.
Fan Chen yang berdiri, meski sudah menahan tubuhnya, tapi tetap tidak mampu bertahan. Pinggangnya membentur besi, dan itu sangat menyakitkan, namun dia harus menahannya karena di depan ada masalah mendesak.
Fan Chen menarik pelatuk, membuat granat berpeluncur roket aktif, melepaskan granat yang terbang dengan ekor yang mengeluarkan asap dan ada suara seperti guntur yang melengking.
Booom!
Ketika amunisi granat mengenai mobil-mobil di depan, ledakan keras dengan api menyala. Mobil yang rusak itu terhempas ke dua arah yang berbeda, dan parade zombie yang menghalangi itu hancur menjadi daging giling.
Kemudian Fan Chen menyimpannya dan turun kembali, mengenakan sabuk pengaman untuk bersiap-siap akan benturan.
Conquest Knight XV melaju dengan kencang bahkan meski di depannya ada api yang menyala seperti dinding. Mobil menembus api, kemudian ada sedikit benturan karena ada bangkai mobil di depan yang terhalang oleh api.
Dengan kemampuan Fu Shen, dia mampu mengendalikan mobil dengan mudah meski pada awalnya sedikit kehilangan kendali.
Mobil terus melaju, dan setelah perjuangan panjang, berbelok dan membelah lautan zombie yang mematikan. Akhirnya mereka sampai di depan bank. Zombie di sini cukup padat, mungkin karena banyak manusia yang berkeinginan yang sama, mengambil uang di brankas, tapi pada akhirnya terkepung oleh zombie dan menjadi salah satu dari mereka.
Fan Chen tidak seperti tadi, semua granat berpeluncur roket di atas sudah diisi kembali, sehingga dia hanya perlu menekan tombol untuk meluncurkan serangan.
Granat berpeluncur roket itu melesat menuju kawanan zombie yang membentuk penghalang padat.
Ledakan demi ledakan tercipta, menghempaskan zombie-zombie dan membesar mereka dengan nyala api yang membakar. Api itu sangat tinggi, dan asap hasil pembakaran sampai bisa dilihat dari setiap sudut kota.
"Terboros!"
Fu Shen menginjak pedal gas lebih keras, membuat mobil melaju dengan kencang. Mobil itu melesat membelah lautan api, kemudian mobil terasa sedikit terbang karena menabrak tangga batu, kemudian terdengar pecahan kaca dengan sedikit benturan.
Mobil bermanuver di dalam lobi bangunan, melesat melewati pilar-pilar dan menabrak setiap zombie yang menghalangi.
Fan Chen juga menghancurkan dinding yang menghalangi karena pintu kayu terlalu kecil, dan akhirnya dia melihat brankas besar yang terbuat dari baja tahan peluru.
"Fu Shen, nanti aku akan membuka pintu, usahakan lebih dekat, tapi jangan sampai aku terjepit."
Fan Chen melepaskan sabuk pengaman, dan bersiap-siap dengan membuka kunci pintu.
Mobil melaju lebih cepat di dalam ruangan yang tidak terlalu besar, kemudian Fu Shen membanting setir dengan tajam ke arah kiri.
Fan Chen membuka pintu dan berdiri saat mobil terus bergerak. Terdengar suara decitan ban karena kecepatannya, dan gaya inersia dari berbelok tiba-tiba, mobil itu tetap melaju ke arah yang sama meski sudah memutar setir.
Fan Chen mengulurkan tangan kanannya untuk menggapai brankas, dan saat jarinya berhasil menyentuh brankas, dia berteriak, "Berbalik!'
Fu Shen memutar setir lebih cepat, kemudian mengatur persneling mobil dan menginjak pedal gas.
Mobil melesat cepat, menabrak zombie-zombie yang terpancing karena ledakan. Tapi mereka tidak keluar melalui jalan awal, melainkan melalui dinding tanpa pintu.
Whooooosh! Booom!
Granat berpeluncur roket menabrak dinding, menghancurkannya menjadi puing-puing dan membentuk lubang besar untuk jalan keluar.
Ming Xuan yang melihat operasi ini, tercengang dengan mata terbuka lebar, dan mulutnya bisa dimasuki telur utuh. Brankas besar tadi menghilang, bahkan meski dia hanya melihatnya sekilas, dia benar-benar yakin kalau brankas tadi memang menghilang. Kemudian dia melihat Fu Shen, kemampuan mengemudi mobil besar ini, sangat luar biasa.
Bahkan meski mobil militer seperti ini memiliki bantuan sehingga setir terasa ringan, tapi tetap saja luar biasa untuk mengendalikannya sebaik ini.
Fan Chen bersandar di kursi penumpang, dia bernapas terengah-engah dengan keringat dingin membahasi wajahnya. Tadi sangat berisiko, jika dia terlambat sedikit saja menyimpan brankas, maka bisa dipastikan bahwa dia akan terjepit.
Fan Chen menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Gerbang utara rusak, pergi ke gerbang barat, kemudian kita pergi menjauh dan memutar ke utara. Kita harus kembali secepat mungkin, dan beristirahat ketika malam."
Fu Shen tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengikuti arahan yang sesuai dengan keadaan nyata di mana zombie lebih sedikit.
Setidaknya butuh setengah jam penuh untuk tiba di gerbang barat, ini terlalu lambat dari waktu normal.
Ketika mobil melewati gerbang keluar, terlihat gelombang zombie yang berlari keluar, mengejar mobil dengan ganasnya.
Fan Chen tersenyum tipis saat melihat zombie yang mengejarnya. Tidak ada rasa takut, melainkan rasa bangga dan dia melihat semua zombie itu seperti melihat uang. "Sekarang, waktunya ledakan."
Fan Chen menekan tombol seperti Emergency Stop, kemudian terdengar suara mesin yang datang dari bawah mobil, diikuti dengan suara tembakan keras.
Melihat melalui layar yang menghubungkan kamera samping mobil, Fan Chen melihat ada ratusan besi pipih seukuran telapak tangan yang terus ditembakkan.
Besi pipih itu mendarat di tanah dengan stabil, kemudian ada cahaya merah yang berkedip-kedip di tengah-tengah besi.
Fan Chen mengangkat tangannya, dan berkata dengan semangat: "Waktunya kalian semua mati! Ledakan! Datang!"
Booom! Booom! Booom!
Ledakan keras datang dari belakang mereka, ledakan itu datang dari tengah-tengah, kemudian menyebar ke samping. Ledakan itu menimbulkan nyala api yang luar biasa, melebihi batas tembok kota, tanah melonjak seperti gunung berapi yang memuntahkan magma.
Tanah bergetar seperti gempa, bahkan getaran itu dapat dirasakan sampai ke mobil.
Fan Chen tersenyum lebar, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat mendapat banyak Coin©. Saat pulang nanti, dia bisa membeli Cairan Evolusi ★ untuk Yun Mingyue dan Fan Xiaoyu.
Kemudian uang yang berlimpah, dia bisa membeli sumber daya dan meningkatkan Tempat Perlindungan ke Level 04. Tapi itu setelah semua slot telah terpakai, dan setelah dia membeli kendaraan udara.
Sekarang, dengan Bencana Kedua datang, bepergian melalui jalur darat terlalu lambat. Meski melalui jalur udara sangat berisiko, tapi demi lebih efisien, itu dapat diterima meski berbahaya.
Fan Chen mengeluarkan alat seperti tape recorder dan menekan-nekan tombol di sana.
“Ibu, Yu'er, aku sudah selesai di sini. Paling lambat akan kembali besok sore.”
Itu adalah pesan yang dikirimkannya ke Mingyue Defense.
...
***
*Bersambung...