
—Kota Kekaisaran Bagian Selatan—
Tim Alpha berhasil menyusup masuk ke Kota Kekaisaran setelah melumpuhkan semua penjaga di gerbang masuk, tapi mereka tidak membunuhnya karena dianggap tidak perlu, apalagi tentara tingkat rendah yang menjaga gerbang ini tidak tahu apa-apa—hanya melaksanakan tugas dari atasan.
Karena Tim Alpha pergi melalui gerbang utama, kesulitan yang dihadapi lebih tinggi daripada tim lain.
Yang memimpin operasi kali ini adalah Tang Zixuan yang merupakan Ketua Tim Alpha.
Dalam operasi ini juga ada keanehan yang sangat terlihat, yaitu markas militer berada jauh di bagian utara, tapi mereka malah lewat dari selatan. Namun, pastinya ada alasan tersendiri mengapa mengambil jalan yang lebih jauh.
Yun Mingyue melihat sekeliling, dia melihat banyak sekali perubahan di Kota Kekaisaran. Sebelumnya, jalan utama memiliki dua jalur yang secara total dapat menampung mobil besar sebanyak 8 — 12 secara bersamaan, tapi sekarang hanya satu jalur yang kecil. Bangunan rumah juga lebih padat, ini seperti kota di era abad pertengahan.
"Awalnya aku tidak percaya dengan kondisi Kota Kekaisaran saat mengamatinya melalui satelit, tapi melihatnya langsung, ini memang mengenaskan."
Yin Mengqi mengangguk. "Ya, aku lebih suka tinggal di tempatmu. Makanan di sana bermacam-macam, udaranya segar, dan teknologi di sana sangat menakjubkan."
"Kalian." Tang Zixuan menghela napas saat melihat Yun Mingyue dan Yin Mengqi berbicara dengan santainya. Tidak ada yang berubah pada keduanya, selalu santai setiap kali menjalankan misi.
Tang Zixuan tidak bisa berkata-kata lagi, dia memberi tanda dengan tangannya untuk mereka diam dan berkomunikasi dengan pikiran saja sehingga tidak menimbulkan suara berlebih.
Tang Zixuan mengangkat tangan kirinya yang terbuka dan menggerakkan ke kiri-kanan.
Semua orang yang awalnya dalam formasi satu jalur, tiba-tiba berpencar ke dua arah yang berbeda.
Tang Zixuan mengepalkan tangannya, mengangkatnya setinggi mungkin, lalu jari telunjuk dan ibu jari membentuk sudut 90° seperti huruf “L”.
Yin Mengqi yang sudah bersembunyi di area rumah di jalan kanan, menyimpan senjata di belakang punggung dan berjongkok saat membelakangi dinding rumah di belakangnya.
Yun Mingyue berlari ke arah Yin Mengqi, menginjak tangan Yin Mengqi untuk ancang-ancang sebelum melompat ke atap rumah. Dia yang sudah tiba di atap, mengulurkan tangannya.
Yin Mengqi melompat, menggapai tangan Yun Mingyue untuk naik ke atap.
Ketika keduanya sudah di atap, mereka mengeluarkan DX-5 Ravager untuk Yin Mengqi gunakan. Adapun Yun Mingyue, dia merakit Separatist di atas atap.
Sniper Separatist memiliki peluru dengan kaliber 23 × 152mm dan laras sepanjang 1,5 m, serta efektif dalam jarak 4.000 m. Sniper ini adalah sniper anti-material yang biasanya digunakan untuk menembus kendaraan tempur lapis baja. Tentunya Separatist ini lebih kuat dari DX-5 Ravager yang kalibernya hanya 12.7 × 108mm, meski menang dalam jangkauan.
Yun Mingyue berbaring dengan posisi telungkup, dia mengincar tank yang berpatroli di malam hari. Dia sendiri tidak menyangka akan membunuh rekan senegaranya, yang mana ini adalah pelanggaran paling berat dalam militer.
Tapi Yun Mingyue tidak langsung menembak, dia menunggu aba-aba dari Tang Zixuan. Bagaimanapun menurutnya sangat tidak masuk akal melumpuhkan tank yang mana dapat menarik perhatian, di saat mereka sendiri datang secara diam-diam.
Yin Mengqi juga menahan tembakan, tapi dia sangat bersemangat untuk membunuh tentara yang terlihat di lubang pintu masuk tank. Dia sendiri tahu pelanggaran paling berat, tapi karena dia sudah tidak di militer, dia bisa melakukan hal yang paling diinginkannya sejak dulu.
Di Tim Alpha Yin Mengqi sering disebut gila karena senang sekali menembak sesama anggota, meski setiap tembakan selalu disengaja untuk meleset.
“Lumpuhkan.”
Yun Mingyue menerima perintah, tapi perintah ini diiringi dengan gerak tangan yang memintanya melumpuhkan tank, bukan pengendara.
Yin Mengqi berdecak marah, dia menyimpan DX-5 Ravager di belakang punggungnya karena tidak lagi berguna.
Yun Mingyue mengincar roda rantai pada tank, lalu menarik pelatuk Sniper Separatist.
Proyektil peluru ditembakkan dari laras, menimbulkan suara keras yang menggelegar seperti petir yang menyambar.
Tank yang berjalan seperti biasa, dua detik kemudian berhenti bergerak saat rantai yang mengikat roda besi terputus, dan enam detik berikutnya terdengar suara tembakan yang keras.
Personel di dalam tank awalnya bingung mengapa tank tiba-tiba berhenti dan ada kerusakan pada roda, tapi saat ada suara gema ledakan yang merambat di udara, personel di dalamnya mulai panik.
"Ada serangan! Laporkan hal ini ke markas! Minta kerahkan lebih banyak tentara!"
Yun Mingyue sebagai pelaku yang menembak, membongkar Sniper Separatist dan pergi meninggalkan tempat.
Tang Zixuan memberi perintah dengan gerakan tangan yang diproyeksikan langsung di bidang penglihatan semua orang, perintahnya adalah bergegas pergi dan mencari tempat yang aman.
Kedua belas orang itu berlari melewati gang kecil, melompat dari atap ke atap rumah lain, bersembunyi di pohon rindang di bawah kekacauan kota yang mengerahkan sebagian besar pasukan militer.
“Serangan tadi untuk membuat kekacauan, sekarang perang sebenarnya telah dimulai. Ingat, mereka bukan rekan, tapi musuh.”
Suara Tang Zixuan terdengar di benak semua orang, membuat semua orang lebih serius dari sebelumnya. Terutama Yin Mengqi yang sudah melepas pengamanan DX-5 Ravager.
Luo Zhu bersembunyi di dalam gorong-gorong, dia diperintahkan untuk mengambil mobil militer yang terparkir tidak jauh dari tempatnya. Saat ini, dia sendirian di dalam gorong-gorong, dan mobil militer ini sedang diistirahatkan karena sudah selesai waktu tugasnya.
"Aku tidak tahu pemimpin bodoh mana yang membiarkan mobil militer terparkir sembarangan di sini." Luo Zhu mengeluarkan Glock 17 yang sudah dipasang peredam, dia melepaskan tembakan yang diarahkan ke lampu penerangan maupun kamera pengawas.
Luo Zhu mendongak, dia memanfaatkan fitur penglihatan malam dan melihat Qian Jianying (Kolonel/Female/47 Tahun) berjongkok di atas atap bangunan satu lantai.
Luo Zhu berdiri dan bergegas menuju mobil, dia mengeluarkan perlengkapan pembuka kunci. Tidak butuh waktu lama dari memasukkan peniti dan lain sebagainya sampai berhasil membuka pintu, kemudian dia menghancurkan paksa kunci mobil dan menyalakannya.
Qian Jianying menunggu orang di dalam rumah untuk keluar dan membunuhnya, tapi saat sudah satu menit berlalu namun tidak ada pergerakan, dia langsung meninggalkan tempat—tidak ingin berlama-lama.
Di sisi lain, Yun Mingyue dan Yin Mengqi masih bersama, tapi mereka berada di tempat lain.
Yin Mengqi memakai masker berwarna hitam dan menyembunyikan rambut peraknya. Dia melihat truk pengangkut yang terus berdatangan. "Jadi, kita membuat kekacauan di sini agar tim lain bisa menyelinap ke markas dengan mudah? Aku ahlinya dalam membuat kekacauan."
Yin Mengqi mengincar truk pengangkut yang melaju di malam hari, dia menghitung jalur dan jarak antara dia dan truk yang jauh. Setelah berhasil mendapatkan hasil, dia menarik pelatuk DX-5 Ravager.
Peluru melesat dengan kecepatan 900 m/s membelah udara dingin di malam hari, peluru itu menembus memecahkan kaca dan meledakkan kepala dua tentara yang duduk di depan.
Yun Mingyue di samping Yin Mengqi, melepaskan tembakan yang sama menggunakan Sniper Separatist. Peluru yang lebih besar itu merusak velg mobil depan, membuat mobil kehilangan keseimbangan dan terguling.
Yin Mengqi memberi pujian pada Yun Mingyue. "Bagus, itu baru adikku."
Yun Mingyue tidak mengatakan apa-apa, dia kembali melepaskan tembakan beberapa kali yang masing-masing menembus tembakan dia kepala. Kemudian setelah menghabiskan amunisi di magazen, dia melompat turun dari gedung tiga lantai dan menyelinap ke gang sempit.
Tugas utama mereka adalah menangkap Jenderal Fan, tapi ada misi sampingan yang mana harus membuat kekacauan hingga tim yang dipimpin oleh Fu Shan dan Yu Fengsan berhasil menyusup.
Yun Mingyue berlari di gang sempit untuk bertemu dengan Luo Zhu yang sudah mulai menjemput anggota yang lain, diikuti oleh Yin Mengqi di belakangnya.
Keduanya berlari sampai hampir meninggalkan gang sempit, dan mereka mendengar ada teriakan di depan mereka:
"Berhenti! Markas sudah memberi perintah untuk semua mobil pergi ke selatan!"
Yun Mingyue bergegas, dia melihat ada tiga tentara yang berdiri hampir bersebalahan sedang mencegat truk pengangkut personel. Dia mengangkat tangan kirinya, menunjuk salah satu tentara kemudian menggores lehernya sendiri.
Yin Mengqi tersenyum tipis saat mengeluarkan pisau, dia bisa melihat ada Luo Zhu, suaminya sedang mengemudi dan di sampingnya ada Qian Jianying bersiap-siap untuk keluar.
Yun Mingyue dan Yin Mengqi mengulurkan tangan kiri, menangkap mulut pria di depannya, lalu menusuk lehernya dan menebasnya.
Geraman yang keras itu menarik perhatian tentara yang melangkah lebih maju, saat dia berbalik, dia terkejut melihat rekannya yang sudah mati. Dia mengeluarkan senjata api, tapi sebelum dia bisa menyerang, tangannya diserang dari belakang.
Qian Jianying yang menendang lengan tentara itu, mengulurkan kedua tangannya yang membawa kawat tajam dan mencekik leher targetnya.
Tentara itu berjuang dengan mencengkeram tangan Qian Jianying sambil menendang-nendang kakinya di tanah dan berjuang untuk hidupnya, tapi semuanya itu sia-sia bahkan sampai akhir hayatnya.
Qian Jianying menjatuhkan mayat di jalan, lalu menyeretnya ke gang kecil dan menimbunnya dengan sampah.
Yin Mengqi memberi acungan jempol untuk Qian Jianying. "Seperti yang diharapkan dari psikopat kita, dia senang sekali membunuh targetnya perlahan-lahan."
"Aku tidak ingin mendengarnya darimu yang senang sekali menembak rekannya." Qian Jianying menatap tajam Yin Mengqi, lalu berbalik menaiki bak truk.
Yin Mengqi mengangkat bahu. "Mereka bukan rekan kita, mereka adalah tentara yang memberontak. Bahkan meski warga sipil hanya mengetahui bahwa Presiden sedang sakit, tapi tentara pasti tahu alasan sebenarnya. Karena mereka bergabung dalam operasi pemberontakan, mereka sudah tidak lagi dianggap sebagai rekan senegara kita, mereka adalah pengkhianat."
Luo Zhu mendengar suara Yin Mengqi, hanya bisa diam dan menggelengkan kepala. Dia sendiri mengerti arti kata yang diucapkan oleh Qian Jianying, maksud dari menembak rekan adalah saat mereka sedang beristirahat, tapi Yin Mengqi suka bermain pistol dan menembak ke segala arah.
Yun Mingyue melihat sekeliling, melihat lampu-lampu rumah yang padam. "Kota Kekaisaran, apa ada aturan jam malam? Bahkan Kota Perlindungan Angin tidak memiliki aturan semacam ini."
"Ya ..." Yin Mengqi mengangguk seraya membuka pintu dan berkata, "Dari mulai pukul sembilan, tidak ada yang diperbolehkan keluar karena bisa mengganggu operasi militer. Heh! Itu hanya omong kosong!"
Yun Mingyue melihat sekeliling untuk sekali lagi, saat ini benar-benar sepi, tidak sesuai dengan apa yang diperlihatkan tadi siang. Yang lebih jauh, daerah tempat mereka saat ini tidak ada satu pun warga sipil, semuanya berasal dari kemiliteran.
"Sepertinya warga sipil hanya diperbolehkan tinggal di area luar, siang hari boleh masuk ke wilayah ini, tapi setelah petang, harus kembali."
...
***
*Bersambung...