
Fan Chen duduk di tepi tempat tidur saat memakai mantel handuk putih, tangannya mengepal di atas paha, terlihat gugup saat menunggu Katerina yang masih di kamar mandi.
Hari ini mereka akan benar-benar terhubung dalam arti yang sebenarnya sebagai pasangan suami-istri.
"Sayang..."
Fan Chen mendongak saat mendengar suara merdu Katerina, tapi dia kecewa karena apa yang diharapkannya tidak ada. Katerina memakai mantel handuk yang sama, padahal dia berharap bisa melihat Katerina memakai lingerie atau pakaian tipis yang minim seperti pakaian pantai dengan bentuk kain tipis bergaris halus.
Katerina duduk di samping Fan Chen. "Sayang, buka handukku. Tapi maaf kalau ini tidak baik, aku tidak berpengalaman, jadi melihatnya dulu di internet."
Fan Chen melepas ikatan di pinggang Katerina, lalu membuka handuknya perlahan. Matanya terbuka lebar, dia melihat Katerina memakai pakaian pantai super tipis, yang dari bagian atas terhubung ke bawah. Namun pakaian ini berbeda, hanya menutupi bagian buah ceri seukuran telur, dan benang tipis yang menyangga.
Katerina menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Sayang." Fan Chen mengangkat dagu Katerina. "Kau cabul, tapi aku suka." Ia mengecup bibir Katerina.
Tangan Fan Chen meremas dada Katerina dengan ibu jarinya yang mengusap buah ceri.
Katerina mengulurkan tangannya, membuka mantel handuk Fan Chen dan tangannya mulai bermain di ular yang berdiri seolah seperti cobra yang siap bertarung.
Fan Chen berhenti mencium bibir Katerina, perhatian tertuju pada dada yang sudah sangat lama dia inginkan.
Katerina mengusap kepala Fan Chen yang sedang menghisap dadanya; dia mendesah dengan suara merdu yang menggoda. "Mmpphh aahh..."
Keduanya melakukan pemanasan hampir satu jam lamanya, hingga akhirnya tidak bisa menahannya lagi.
Fan Chen membuka kaki Katerina, melihat area yang basah dan bersih. "Aku masukkan."
Katerina mencengkeram bantal di belakang kepalanya, mengangguk kecil dengan menggigit bibirnya.
Fan Chen memasukkannya perlahan-lahan sambil melihat ekspresi Katerina yang kesakitan. Dia menariknya lagi, lalu mendorongnya lebih dalam.
Melakukannya berulang kali, hingga akhirnya miliknya masuk sepenuhnya. Katerina tidak lagi merasa sakit, tapi setelah masuk sepenuhnya, Fan Chen tidak bisa menahannya lagi dan memuntahkan semuanya di dalam.
Bahkan sebelum masuk, karena pemanasan yang terlalu lama, Fan Chen hampir memuntahkannya, namun dia menghentikan gerakan Katerina. Ini juga pengalaman pertamanya, dan di kehidupan sebelumnya dia tidak pernah memiliki pacar.
"Maaf, di dalam." Fan Chen mengatakan itu, tapi dia mendorongnya lebih dalam lagi. Bahkan tidak ada niatan untuk mencabutnya meski masih memuntahkan cairan.
Katerina mengerang, menutup matanya. Dia menarik napas, membuka mata dan berkata, "Tidak apa-apa, hari ini aku aman."
Fan Chen senang, dia mengecup bibir Katerina. "Aku lanjutkan sampai kita lelah."
Katerina tidak menjawab, dia hanya mengangguk sebagai balasan. Rasa sakit di bawah sana tidak terasa lagi, dan setelah dia menerima cairan Fan Chen, dia merasa seperti akan ketagihan.
***
—Keesokan Harinya—
Fan Chen terlentang di atas kasur, memeluk erat Katerina di atasnya yang masih mau bergerak lagi, tapi dia menghentikannya. Tidak mungkin! Dia sangat lelah setelah malam hingga pagi bermain!
"Meski aku kelelahan... Tapi aku membuatmu keluar lebih banyak, maka aku yang menang."
Katerina tersenyum tipis, tidak mengatakan apa-apa, hanya berbaring di dada Fan Chen.
Fan Chen melonggarkan pelukannya, dia mengusap kepala Katerina dengan lembut. "Aku tidak menyangka kau akan menjadi istriku."
Katerina tersenyum, mendongak menatap Fan Chen. "Aku juga, sebelumnya hanya menggoda Kapten, tapi ternyata benar-benar kejadian, kita menjadi pasangan suami-istri."
Fan Chen menekan tangannya di kasur untuk menopang tubuhnya agar duduk. "Ciuman sebentar, setelah itu ayo mandi, lalu pergi ke Kota Kekaisaran."
Katerina mengangguk, menutup mata dan menjulurkan lidahnya.
Fan Chen menghisap lidah Katerina saat bibir mereka bersentuhan.
"Sayang, aku tidak mau melepaskan mu." Fan Chen memeluk erat Katerina yang duduk di pangkuannya.
"Aku juga, aku mau bersama suamiku selama dua hari ini di atas kasur." Katerina mengecup pipi Fan Chen.
Katerina tertawa kecil saat melihat Fan Chen yang berlari ke kamar mandi.
***
—Kota Kekaisaran—
Pesawat Tempur Mingyue J-18 turun dari langit, mendarat di pusat Kota Kekaisaran; sudah banyak eselon atas yang menunggu di bawah sana dengan personel tentara lengkap yang berjaga.
Pintu palka terbuka setelah pesawat mendarat, memperlihatkan Fan Chen dan Katerina yang bergandengan tangan saat menuruni tangga.
Xun Yanzhu melangkah dan berkata langsung ke pokok masalah, "Apakah ini tentang Kelompok Elang Hitam?"
"Ini termasuk." Fan Chen mengangguk kecil. "Tapi ada yang lainnya, ini tentang Mars dan Tata Surya."
Xun Yanzhu dan lainnya merubah ekspresi mereka menjadi serius. Masalah ini sangat penting, perihal Mars dan Tata Surya. Walaupun masalah Kelompok Elang Hitam sama pentingnya, tapi kelompok ini dapat dikesampingkan.
Jika Kelompok Elang Hitam hanya mampu membuat kekacauan di suatu negara, maka masalah di Mars, terutama yang menyangkut Tata Surya, maka semua kehidupan akan menghilang.
Xun Yanzhu mengangguk, dia membuka jalan untuk Fan Chen dan mengarahkan tangannya ke arah pintu masuk. "Kalau begitu mari kita bahas masalah ini."
Fan Chen tidak sopan, dia mengambil langkah mendahului Xun Yanzhu.
Yang lain tidak memiliki masalah mengenai sikap Fan Chen yang langsung masuk, bagaimanapun dalam keadaan seperti ini, status tidak lagi dihitung melalui jabatan, melainkan melalui kekuatan.
...
Ketika sampai di ruang pertemuan, mereka tidak langsung ke pokok masalah, karena Fan Chen menahan informasi mengenai Kelompok Elang Hitam dan Mars. Ada yang membuatnya lebih bingung mengenai tingkat kekuatan Yang Terbangun.
Berbicara tentang ruang pertemuan, tempat ini sendiri sangat sc-fi. Namun di mata Fan Chen, tempat semacam ini tidak ada apa-apanya ketimbang Laboratorium Xiaochu di Kota Bawah Tanah.
"Dulu, sebelum Bencana Kedua datang. Aku melihat ada banyak berita yang mengatakan bahwa ada Yang Terbangun tingkat Keempat, bahkan Kelima. Tapi, mengapa sekarang aku tidak pernah mendengarnya lagi? Lalu, apa kalian tahu bagaimana cara naik ke tingkat Keempat?"
Xun Yanzhu menoleh menatap Menteri Pertahanan.
Yan Haocun mengangguk. "Ya, memang ada Yang Terbangun tingkat Keempat dan Kelima. Tapi saat ini mereka tidak lagi di Kota Kekaisaran, meski mereka kuat, namun karena pembatasan Jenderal Fan sebelumnya, mereka tertekan dan memilih untuk meninggalkan Kota Kekaisaran."
Fan Chen mengerutkan keningnya, dia membuka mulutnya hendak berbicara, tapi menelan kembali kata-katanya karena sepertinya dia mengetahui alasannya.
"Apa yang kau pikirkan memang benar." Qin Xiaomeng bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Fan Chen. "Walaupun kami dikurung di bawah tanah, terkadang ada sipir yang menyebarkan gosip mengenai Yang Terbangun. Aku mendengar Jenderal Fan membunuh Yang Terbangun tingkat Kelima karena mereka tidak mau mengikuti perintahnya."
"Tingkat Kelima?" Fan Chen mengerutkan keningnya, kemudian memikirkan kekuatan binatang mutan. Di tingkat yang sama, binatang mutan lebih kuat daripada manusia.
Jika binatang mutan bisa dibunuh dengan senjata, maka manusia yang lebih lemah bisa dibunuh. Bahkan meski tubuhnya bisa menahan peluru, apakah kepalanya bisa menahan proyektil dari sniper?
"Kalau begitu lanjut ke pembahasan selanjutnya." Fan Chen tahu masalah Yang Terbangun tidak bisa diselesaikan di Kota Kekaisaran.
Dia harus mencari tahu sendiri di mana Yang Terbangun ini berada. Bagaimanapun sangat sulit mencari tingkat Kelima, lebih sulit daripada mencari binatang mutan di lautan.
"Walaupun Laksamana Su pergi ke Mars, tapi sampai saat ini sepertinya dia belum mengirim balik informasi. Di Mars ada Cacing Antariksa yang sudah berevolusi, serta ada makhluk lain yang tinggal di Mars dan kami menyebutnya “Zerg”. Cacing Antariksa yang sudah berevolusi memiliki pertahanan yang luar biasa, bahkan kami sampai menjatuhkan bom dan serangan lain yang mampu menyapu negara besar. Tapi dihadapannya, serangan ini seperti mainan anak-anak."
Tidak memberi kesempatan bagi mereka untuk mencerna informasi itu, Fan Chen menambahkannya lagi:
"Dinding Hidrogen yang melindungi Tata Surya tidak stabil, dan setelah perhitungan, ketika Dinding Hidrogen menghilang, asteroid dengan ukuran dan massa besar di luar sana akan memasuki Tata Surya, lalu mengacaukan orbit planet ..."
"Tapi daripada memikirkan Dinding Hidrogen, kita akan membahas Bulan yang lebih dekat dengan kita. Sebulan lalu, kami menemukan benda asing yang terkubur di dalam Bulan, dan saat ini sedang dalam penggalian. Kami menduga benda asing ini yang membuat adanya Bulan Merah dan mempercepat evolusi binatang mutan di Bumi."
Kali ini Fan Chen berhenti, memberi kesempatan Xun Yanzhu dan yang lain untuk mencerna semua informasi yang tiba-tiba ini.
...
***
*Bersambung...