
"Ngomong-ngomong, Ibu. Kita selalu berpelukan seperti ini, kita seperti sepasang kekasih." Akhirnya, Fan Chen berani mengatakan apa yang selama ini dipendamnya.
Yun Mingyue tidak melepaskan pelukannya, bahkan memeluk Fan Chen lebih erat. "Saat Chen'er masih kecil, sebelum Yu'er lahir, Chen'er bilang kalau ingin menikahi Ibu saat besar nanti."
Fan Chen tertegun, kemudian dia bertanya, "Lalu, apa yang dikatakan Ayah?"
Yun Mingyue terdiam sejenak, matanya memperlihatkan kerinduan yang sangat dalam, membuatnya memeluk lebih erat lagi. "Ayah tertawa dan mengatakan: Chen'er harus mencari istri seperti Ibu ..."
"Ibu merindukan ayahmu, biarkan Ibu memelukmu sebentar lagi." Yun Mingyue menundukkan kepalanya, bersandar di dada Fan Chen.
Fan Chen terdiam tanpa bisa berkata-kata, dia mengangkat tangannya dengan ragu, tapi akhirnya memberanikan diri untuk mengusap kepala Yun Mingyue. Sebagai seorang anak, ini sangat tidak sopan menyentuh kepala orangtuanya seperti ini, tapi dia hanya bisa bertaruh.
Isak tangis terdengar saat Fan Chen menyentuh kepala Yun Mingyue dengan lembut. Yun Mingyue mengangkat kedua tangannya, tidak lagi memeluk Fan Chen di pinggang, tapi melingkar dan tangannya meremas pundak Fan Chen.
"Hongwu ..."
Fan Chen melirik Xiaochu, terdiam untuk beberapa saat sebelum berkata, "Ibu, aku bisa menciptakan holografik Ayah, Ibu tidak bisa menyentuhnya, tapi harusnya bisa membuat Ibu melepas rindu."
Yun Mingyue tersentak, dia mendongak menatap Fan Chen dengan penuh harap.
Fan Chen tersenyum pahit dan merasakan sakit di hatinya, dia bisa tahu apa yang diinginkan oleh ibunya, tapi itu semua tidak mungkin. "Maafkan aku karena memberi harapan palsu, meski kita bisa membuat kehidupan silikon sempurna setelah menembus teknologi yang dikatakan Xiaochu tadi, dan meski kita bisa menghidupkan kembali Ayah, tapi Ayah bukan benar-benar Ayah ..."
"Tanpa adanya otak yang memiliki ingatan, emosi, pemikiran dan semua kenangan, kita tidak bisa menghidupkannya lagi. Hanya akan ada Ayah dengan ingatan berbasis bahasa komputer."
Yun Mingyue sudah tahu itu, tapi meski demikian, saat dia mendengar jawabannya, dia merasakan kesedihan yang mendalam.
Tap... Tap... Tap...
Terdengar langkah kaki dari belakang Yun Mingyue, Yun Mingyue melepaskan pelukannya, menoleh ke belakang. Matanya terbuka lebar saat dia melihat sosok yang sangat dirindukannya, Fan Hongwu. Dia ingin berlari, tapi tiba-tiba gerakannya membeku saat tahu kalau sosok di depannya yang melangkah bukan Fan Hongwu yang asli, tapi holografik.
Yun Mingyue mengangkat tangan kirinya, mencoba menyentuh wajah Fan Hongwu, tapi seperti yang diharapkan, tangannya menembus. "Hongwu, aku merindukanmu."
Fan Chen yang berdiri di belakang, mengepalkan tangannya. Dia bertekad untuk mengembangkan teknologi somatosensori agar saat menyentuh gambar holografik, bisa merasakan rasa sentuhannya.
Fan Chen mengangkat tangannya, menunjuk ke arah lampu lalu menurunkannya perlahan, memberi tanda untuk menurunkan pencahayaan.
Penerangan meredup, hanya bagian Yun Mingyue dan Fan Hongwu yang masih terlihat normal.
Fan Chen mundur beberapa langkah tanpa menimbulkan suara, lalu pergi meninggalkan ruangan. Dia pergi ke ruangan lain, membuka pintu dan melihat barisan Exoskeleton.
Dia pergi ke salah satu Exoskeleton, merentangkan kedua tangannya. Exoskeleton langsung aktif, cakram besi yang terbuat dari paduan emas dan titanium, yang dilapisi bantalan halus, mencengkeram tangan, kaki, pinggang dan dadanya.
Fan Chen mengeluarkan Kacamata Pintar, memakainya. Dari pandangannya, terlihat proses penyambungan antara Kacamata Pintar, Exoskeleton dan Komputer Kuantum berhasil diselesaikan kurang dari satu detik.
"Xiaochu."
“Xiaochu di sini, Master.”
"Xiaochu, aku minta bantuanmu. Tolong ciptakan AI baru untuk kepentingan militer, biarkan semua pasukan dituntun oleh AI ini, tapi kau tetap terhubung denganku."
Xiaochu yang muncul, menganggukkan kepalanya. “Baik, artinya Xiaochu akan menjadi asisten pribadi Master!”
Fan Chen hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Dia keluar dari Aula Utama, ingin pergi menuju area pelatihan tentara, tapi tiba-tiba dia ingin memakan buah segar di Ladang.
Ketika dia sampai di sana, dia melihat Fan Xiaoyu yang berjongkok di depan stroberi yang sudah matang. Harus diakui, stroberi yang biasanya butuh dua sampai empat bulan dari bibit sampai panen, saat ditanam di Ladang, hanya butuh satu minggu.
"Yu'er, Jia Fefei, Hei Peiyu. Bukankah ini belum waktunya beristirahat? Mengapa kalian di sini?"
Fan Xiaoyu menoleh, terlihat pipinya yang mengembung karena memakan tiga stoberi sekaligus. "Apakah Kakak lupa? Kami berlatih bersama Ibu, Ibu bilang ada pertemuan, jadi membiarkan kami beristirahat sebentar." Ia berkata setelah menelannya.
"Iya ..." Fan Chen mengangguk, lalu berjongkok di samping Fan Xiaoyu, mengambil stoberi yang matang. "Aku akan pergi lagi, kami kekurangan tenaga, dan tidak mungkin tentara digunakan untuk bekerja dalam pengembangan proyek. Wilayah kita terus meluas, mereka harus menjaga wilayah yang baru dibangun."
Fan Xiaoyu terdiam sejenak, kemudian bertanya, "Bisakah Yu'er ikut? Fisik Yu'er sudah meningkat, apalagi ada Exoskeleton."
"Aku tahu, awalnya aku ingin membawamu. Tapi untuk kali ini, aku ingin Yu'er tinggal untuk menemani Ibu di sini."
Fan Xiaoyu tertegun dengan mulut terbuka sampai stoberi di mulutnya jatuh. "Ada apa dengan Ibu?"
Fan Chen melihat Kacamata Pintar di pinggang Fan Xiaoyu, mengambilnya dan memakaikannya. "Lihat sendiri."
Fan Xiaoyu melihat sebuah ruangan yang gelap, dan di tengah-tengah ruangan berdiri Yun Mingyue dengan Fan Hongwu yang berdiri berhadap-hadapan. Melihat ini, dia terdiam tanpa bisa berkata-kata, dan tiba-tiba air mata mengalir membasahi pipinya.
Melihat ini, Fan Chen menghela napas. Dia tahu kalau hari ini dia gagal keluar karena harus menjaga mereka berdua. Dia mengulurkan tangannya, merangkul bahu Fan Xiaoyu. "Kakak tidak jadi keluar hari ini, mari kita memancing bersama."
"Besok, mari kita keluar bersama, dengan Ibu sekali."
Fan Xiaoyu mengangguk, dia melepas Kacamata Pintar, lalu membenamkan wajahnya di dada Fan Chen.
Fan Chen menengadahkan kepalanya melihat langit biru. "Teknologi ..." Ia menghela napas. Teknologi, terkadang bisa memberikan kesenangan, tapi juga bisa memberikan kesedihan. Seperti kali ini, memunculkan orang yang sudah meninggal melalui holografik, bisa melepaskan rasa rindu, tapi juga bisa mengungkit rasa sakit yang sudah lama dilupakan.
Hei Peiyu berjongkok di samping Fan Chen. Penampilannya berbeda dengan Jia Fefei yang memakai kacamata dan berambut hitam dengan kuncir dua, rambutnya dibiarkan terurai tertiup angin, matanya halus membawa kelembutan. "Kak Fan Chen, apakah sesuatu terjadi pada Bibi Mingyue?"
Fan Chen tersenyum dan berkata, "Kami mengembangkan teknologi holografik, dan meminta Xiaochu membuat holografik Ayah kami."
Hei Peiyu merenung, memiringkan kepalanya. "Lalu?"
Jia Fefei memukul kepala Hei Peiyu dengan pelan, lalu menjelaskan, "Bibi Mingyue merindukan Paman Hongwu. Bukankah sudah jelas?"
Hei Peiyu tersadar, dia menundukkan kepalanya dan mengingat kembali wajah ayahnya. "Aku, juga merindukan ayahku."
Fan Chen melirik keduanya, lalu menunduk mengusap kepala Fan Xiaoyu. "Xiaochu, dengan Drone Pemancar Sinyal yang sudah diganti dengan Chip Graphene 5G. Apakah Xiaochu bisa memantau keadaan Kota Kekaisaran?"
“Jarak Dongguan ke Beijing sekitar 2.180 kilometer melalui jalur darat. Pemancar sinyal kita masih portabel. Xiaochu bisa memantau keadaan di sana, tapi seperti sebelumnya, akan ada delay selama satu sampai dua detik dalam pengiriman data. Motor pengangkat Drone Pemancar Sinyal sudah diganti, dan dengan Baterai Graphene yang mengalami peningkatan, drone bisa terbang selama tiga bulan tanpa pendaratan.”
Musuh yang harus dihadapi oleh Mingyue Defense masih sedikit, hanya Keluarga Fan. Fan Chen merasa penundaan informasi masih dapat diterima oleh.
"Kirim pesan ke Fu Shen, biarkan dia pergi dengan dua puluh tentara, pergi dalam radius sepuluh kilometer dari Mingyue Defense untuk mencari Penyintas. Untuk Penyintas yang dibawa, harusnya Fu Shen bisa mengambil keputusan yang tepat."
“Xiaochu sudah mengirim pesan, dan Guardian Fu Shen menerima perintah. Saat ini dia sedang mengumpulkan tentara dan siap pergi.”
Fan Chen mengangguk. Dia melepas Kacamata Pintar, menggantinya dengan earphone yang terhubung dengan Xiaochu. Dia melihat Fan Xiaoyu, terlihat Fan Xiaoyu yang tidak lagi menangis, tapi masih tetap memeluk erat tubuhnya.
Kemudian dia melihat Hei Peiyu yang masih tertunduk sambil menulis secara acak di tanah. Fan Chen mengangkat tangannya hendak menepuk kepala Hei Peiyu, tapi mengurungkannya dan memilih menepuk pundak. "Xiaochu bisa memproyeksikan gambar ayahmu, tapi ini seperti pedang bermata dua. Kau mungkin bisa melepas rindu, tapi rasa sakit karena kehilangan akan muncul kembali."
Hei Peiyu tetap diam, seolah tidak mendengarkannya.
Fan Chen terdiam, kembali menengadahkan kepalanya melihat langit.
Fan Chen, kau mengakhiri hidupmu karena mimpi buruk, tapi melalui ingatan yang tertinggal, kau berkeinginan untuk mempertemukan Ibu dengan Ayah, karena itulah kau pergi ke Beijing Institute of Technology untuk menciptakan teknologi untuk mempertemukan keduanya. Aku sudah mewujudkannya, tapi, apakah ini yang kau inginkan?
Hari demi hari, aku memikirkannya, akhirnya aku tahu alasan mengapa kau mengakhiri hidupmu. Kau tidak tega melihat Ibu dan Yu'er khawatir karena keadaanmu, sehingga kau mengakhiri hidup, tapi, itu adalah pemikiran yang bodoh. Jika mereka kehilanganmu, mereka akan lebih terpukul.
...
***
*Bersambung...