Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 180 : Menangkap


Fan Chen sampai di kantor polisi terbengkalai, menunggu kedatangan eksekutif Kelompok Elang Hitam.


Dia akan menangkap mereka dan menggunakan mereka sesuai dengan apa yang selalu mereka lakukan terhadap manusia—untuk eksperimen.


"Sayang, tolong buka helmnya." Katerina mengetuk-ngetuk helm yang melindungi kepalanya.


Fan Chen mengangguk dan membuka izin untuk Katerina.


Katerina menghela napas saat akhirnya ada angin yang mengenai wajahnya, tapi baru saja tertiup angin, tiba-tiba bibirnya sudah disentuh dengan bibir Fan Chen. Dia terkejut sesaat, tapi mengambil inisiatif untuk membuka mulutnya.


Fan Chen memasukkan lidahnya, tapi hanya sebentar saja. Jika ini bukan tempat umum, dia akan melepas pakaian Katerina.


"Malam ini?" Fan Chen menatap mata Katerina dengan penuh harap.


Katerina menyentuh bibir Fan Chen, mengecupnya lembut dan berkata, "Aku sudah siap. Tapi, tubuh orang seperti kami sangat kuat, data yang dilihat mungkin tidak sesuai dengan kenyataan, apalagi ada “Bintang” di belakang profesi."


Fan Chen menyentuh dagu Katerina. "Aku tahu, tapi jangan meremehkanku. Fisikku juga kuat, kita lihat siapa yang menyerah nanti."


Katerina hanya tersenyum tanpa membalas, dia ingin mengatakan bahwa stamina siapa pun yang memiliki predikat “Bintang” di belakangnya sangat kuat, staminanya seperti robot, yang artinya tidak terbatas kecuali kehabisan energi.


Tapi Katerina hanya diam, dia ingin melihat sisi lemah Fan Chen dalam arti lain.


Natan melepas sarung tangan dan mengeluarkan DX-5 Ravager. Dia melihat sekeliling, tidak menemukan adanya burung di langit, entah karena memang tidak ada, atau karena Kelompok Elang Hitam pergi ke arah lain sehingga tidak ada burung di sekitar tempat ini.


Tapi dia masih bertahan di sini, menunggu mereka. Bukan hanya karena perhitungan Xiaochu, tapi juga karena intuisinya mengatakan bahwa ada jalur rahasia di kantor polisi yang nampak biasa.


Memikirkan kantor polisi yang terhubung ke minimarket, tiba-tiba Fan Chen merasakan perasaan aneh. Kelompok Elang Hitam, yang awalnya diduga sebagai kelompok pengacau biasa setelah Bencana Pertama. Namun setelah hari ini, Fan Chen berubah pikiran.


Kelompok Elang Hitam, mungkin sudah lama tahu tentang akan datangnya Bencana Pertama. Bagaimanapun, tidak mungkin membuat markas bawah tanah sebesar ini setelah Bencana Pertama. Apalagi penelitian mereka yang berhubungan dengan Peningkatan Gen!


Terlebih lagi dengan gulungan umur panjang yang merupakan peninggalan Kaisar Qin, ini memperkuat tebakannya tentang Kelompok Elang Hitam.


Hanya saja, mengapa lambangnya samar-samar hampir sama seperti Negara Elang?


Tidak mungkin Kelompok Elang Hitam yang terdiri dari orang-orang China berasal dari Negara Elang. Kecuali... Kelompok ini sengaja memakai lambang Negara Elang untuk mengadu domba dua negara besar.


Tapi, itu juga tidak mungkin, mengingat keadaan seperti ini, untuk apa mengadu kedua negara besar di saat internet sudah kehilangan fungsinya, dan keselamatan negara sendiri sulit dijamin.


Fan Chen menggelengkan kepalanya, fokusnya kembali ke kantor polisi yang nampak biasa. Tapi menurun pemantauan yang dilakukannya tadi sesaat setelah tiba di sini, dia tahu bahwa ada jalur rahasia di bawah tanah, namun jalur rahasia ini tidak bisa dibuka dengan cara biasa; membukanya harus menggunakan kekerasan.


"Sayang, Xiaochu mendeteksi adanya gerakan di bawah tanah."


Fan Chen tersenyum hangat, dia sangat senang setiap kali Katerina memangilnya seperti itu. Tapi meski dia senang, perhatiannya tidak teralihkan.


Booom!


Fan Chen mendengar suara ledakan dari dalam kantor polisi, serta melihat asap dengan debu yang naik ke langit. "Jalur rahasia sudah dihancurkan."


Dia memfokuskan perhatiannya pada pintu masuk kantor polisi yang masih tertutup rapat, yang mana sangat aneh mengingat bahwa kantor polisi di alam liar sudah hancur.


Melihat dari keutuhan pintu masuk, menjelaskan bahwa tempat ini sudah lama disiapkan, bahkan mungkin Kelompok Elang Hitam tahu alasan datangnya Bencana Pertama.


Ledakan lain datang, pintu masuk yang terbuat dari kaca hancur berkeping-keping diiringi asap tebal serta ada gumpalan api.


Dalam kepulan asap, Fan Chen bisa melihat moncong besar yang diiringi dengan badan tank.


Tank memimpin rombongan mobil di belakangnya, ada banyak mobil berbagai tipe dan ukuran, tapi dilihat dari ketangguhannya menghadapi medan, semua mobil dikhususkan untuk area pertempuran kasar.


Fan Chen mengamati sekilas dan perhatiannya tertuju pada mobil yang nampak biasa namun menurun pemantauan, memiliki spesifikasi di atas rata-rata, terutama dalam pertahanan.


Tanpa berlama-lama, Fan Chen menarik pelatuk, melepaskan tembakan dari DX-5 Ravager yang telah ditingkatkan, namun bukan tipe laser.


Proyektil peluru melesat keluar dari moncong sniper riffle, melesat membelah udara dengan kecepatan melebihi suara. Proyektil itu tidak pergi ke arah kaca pengemudi, melainkan ke arah roda.


Katerina di samping Fan Chen melakukan hal yang sama, tapi incarannya bukanlah mobil yang sama, dan senjata yang digunakan adalah DX-5 Ravager Laser, digunakan untuk membunuh personel yang tidak perlu.


Bang!


Dentuman yang menggelegar terdengar, bersamaan dengan mobil yang terguling setelah ban depan tertembak dan terlepas.


Bersamaan dengan tergulingnya mobil, personel yang ada di mobil lain tewas terbunuh tanpa mengetahui apa yang terjadi, mengingat kecepatan tembak laser yang sangat cepat.


Walaupun Katarina tidak mahir menggunakan senjata semacam ini, namun dengan bantuan Xiaochu yang mengatur gerakan Katerina, itu semua dapat dilakukan.


Fan Chen tidak langsung pergi mendatangi mobil yang terbalik, tapi mengarahkan perhatiannya ke tank yang memutar moncong tepat ke arahnya berada.


Whooooosh!


Ada proyektil berbentuk rudal yang jatuh dari langit, dan di bagian belakangnya Mesin Pendorong Ion dinyalakan dengan daya dorong maksimum.


Tidak butuh waktu lama untuk proyektil itu datang, karena Pesawat Tempur Mingyue J-18 dengan Teknologi Levitasi Magnet sudah menunggu sejak lama di atas kantor polisi, dan setelah DX-5 Ravager ditembakkan, proyektil langsung dijatuhkan.


Booom!


Proyektil dengan diameter dua kali pohon kelapa itu jatuh tepat bagian depan tank, menembus tank hingga menusuk tanah di bawahnya, bahkan proyektil itu sampai menghilang.


Ledakan yang diharapkan tidak terjadi, karena proyektil ini sendiri tidak membawa hulu ledak.


Fan Chen melepas seluruh Armor HK, melompat turun dari gedung dan melesat ke arah mobil dengan tubuh diselimuti oleh kilatan petir.


Ilmuwan tua mendorong pintu mobil hingga terbuka, kemudian bergegas keluar. Dia sedikit membungkuk untuk menyentuh tanah di bawah kakinya, lalu tangannya berayun, mendorong ke depan. "Ha!"


Batu dengan ukuran besar berdiameter setengah meter tiba-tiba terangkat, meninggalkan lubang di tanah dengan ukuran yang sama.


Batu itu melesat ke arah Fan Chen dengan kecepatan yang tidak lebih buruk dari proyektil peluru yang ditembakkan dari pistol.


Fan Chen masih berlari dengan kecepatan yang tidak berkurang sedikitpun. Dia menepuk tangannya, kemudian memisahkannya dengan satu tangan di bawah, dan yang lainnya terangkat tinggi di atas kepala.


Ada kilatan petir yang muncul membentuk garis lurus yang tajam dari telapak tangan bawa ke telapak tangan di atas.


Batu masih melesat, dan saat mengenai kilatan petir berbentuk garis lurus yang tipis, batu itu terbelah dua, pergi ke belakang melewati samping kiri-kanan Fan Chen.


"Laporkan!" Ilmuwan berteriak keras seraya terus melemparkan batu ke arah Fan Chen.


"Semua personel kecuali yang bersama kita sudah mati!"


Mendengar balasan dari sekretaris, ilmuwan itu terlihat sangat marah. Meski proyek utama ini dipimpin olehnya, dan hidup matinya ilmuwan lain tidak terlalu penting, tapi dengan matinya mereka, proyek yang dipimpinnya akan sangat terhambat karena tidak ada tenaga kerja.


Fan Chen melangkah perlahan dengan santainya, seraya mengayunkan tangannya yang memegang cambuk dari Unsur Petir.


Katerina yang berdiri di atas gedung, meluncur menggunakan Armor HK ke arah sekretaris yang terlihat hendak mengendalikan binatang mutan di area sekitar.


Dia diingatkan untuk tidak membunuh, dia diharuskan untuk menangkap hidup-hidup wanita ini yang memiliki kemampuan Yang Terbangun untuk mengendalikan binatang mutan, yang mana kemampuan ini sangat penting.


Jika Ilmuwan Xu Chen dan Akademisi Song dapat meneliti tentang Yang Terbangun lalu membuat manusia biasa menjadi Yang Terbangun dengan kemampuan yang sama, maka Mingyue Defense akan sangat diuntungkan. Terutama jika Cairan Evolusi berefek pada mereka yang dipanggil melalui Fitur Memanggil di Stronghold System.


Ilmuwan itu tertekan saat melihat robot yang seharusnya tidak ada dengan teknologi saat ini, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun dia adalah Yang Terbangun dengan Kemampuan Unsur Bumi, namun kekuatannya masih di tingkat dasar.


Jika kekuatannya lebih tinggi, dia bisa mengubah tubuhnya menjadi batu seperti Jenderal Fan, atau melarikan diri dengan menyelam ke dalam tanah.


Swoosh...


Ilmuwan itu kembali fokus ke arah Fan Chen. Dia melihat cambuk yang terbuat dari petir diarahkan padanya. Mengangkat tangannya, dia menangkap cambuk dan merasakan sedikit kesemutan di tangannya.


"Hahahaha! Petirmu tidak berguna!"


"Aku tahu." Fan Chen mengangkat tangan kirinya, dan entah sejak kapan dia sudah memegang pistol.


Tanpa basa-basi lagi, sesaat setelah dia mengangkat pistol, dia melepaskan tembakan ke arah baru, paha dan kaki.


"Aaahhh!" Ilmuwan tersebut berteriak kesakitan saat dia jatuh tiba-tiba karena paha dan kakinya tertembak.


Fan Chen menangkap kerah baju pria tua itu, lalu melemparkannya ke langit setinggi mungkin.


Di langit sudah menunggu Armor HK lain, dan saat pria itu terlempar, Armor HK langsung menangkapnya.


Fan Chen menoleh melihat Katerina yang sudah melumpuhkan sekretaris, lalu melihat sekeliling di mana zombie liar berlarian melewati puing-puing bangunan dan mobil. "Ayo kembali."


Armor HK miliknya terbang ke arahnya, membalik tubuhnya dan membawanya terbang ke Mingyue Defense.


Katerina melempar wanita ke langit dengan cara yang sama dan tidak mempedulikannya lagi, lalu dia bergegas mengikuti Fan Chen ke arah Mingyue Defense.


...


***


*Bersambung...