
Merpati Angin sudah dibawa pulang oleh tim yang datang bersama dengan Cougar HE No. 03 yang mengawalnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kemudian Fan Chen memanggil tenaga kerja lain, yaitu Dokter Bedah untuk membantu membedah Merpati Angin ketika sampai di Mingyue Defense untuk memudahkan dalam penelitian tanpa membunuhnya.
"Kapten, sepertinya saya memiliki saingan ketika kembali nanti." Katerina berkata dengan nada tidak senang ketika memijat pundak Fan Chen.
"Saingan apa? Apa kau bisa memastikan kalau orang yang aku panggil adalah wanita?"
"Iya ..." Katerina menganggukkan kepalanya tanpa ragu.
Fan Chen menggelengkan kepalanya, dia hanya tertawa dan tidak menganggap serius perkataan Katerina. Dia sendiri tidak bisa memilih memanggil antara pria maupun wanita, karena pilihan itu hanya ada dalam Pekerja Dasar, dan yang lainnya tidak memiliki hal semacam itu.
Fan Chen mendongak melihat langit jingga, dia merasa sudah waktunya untuk menyerang. "Semua pasukan, masuk ke mobil masing-masing, kita akan berangkat saat ini juga. Kita harus bisa memasuki kota sebelum malam hari."
Aktivitas zombie di malam hari terlalu liar, peningkatan mereka dalam segala bidang dua kali dari atribut normal, bahkan Mingyue Defense yang kokoh pun harus mengalami gempuran zombie pada malam hari, apalagi di tempat semacam ini tanpa adanya perlindungan.
Tanpa adanya komunikasi lain, semua orang bergegas masuk ke mobil masing-masing, dan kali ini yang mengemudikan Cougar HE No. 01 bukan lagi Fu Shen, tapi Yu Fengsan.
Fu Shen duduk di barisan paling belakang untuk berjaga-jaga apabila ada kejaran, dia akan membuka kabin dan melakukan serangan.
Fan Chen masih terus berkomunikasi dengan orang-orang di markas, dan tahu bahwa rekan seperjuangan Yun Mingyue akan datang dengan estimasi sampai dalam waktu dua minggu ke depan. Dia tidak memiliki masalah dengan keputusan yang diambil oleh ibunya, dan bahkan merasa kalau ini menyingkat waktu yang dibutuhkan untuk menemukan Penyintas.
[Misi #2]
[Tingkat Penyelesaian: 007/100]
[Hadiah: +10 All Stat, 10.000©, Barak Pasukan Baris Depan ×1, Helikopter Mil Mi-26 ×1, Leopard 2A7 ×1, ¥500.000.000]
Hadiah yang didapat sendiri tidak lagi memuaskannya, tapi memang Barak Pasukan Baris Depan tetap menjadi yang terbaik dan diinginkan. Bisa meningkatkan statistik Prajurit Dasar tanpa latihan maupun menghabiskan Coin©.
Kemudian ditambah dengan adanya rekan seperjuangan Yun Mingyue, pasukan yang dikembangkan oleh Mingyue Defense akan mengalami peningkatan pesat. Tapi dia tetap harus mengimbanginya dengan memanggil tenaga kuat seperti Jenderal, meski tidak ada predikat “Bintang”, tapi karena harganya sampai 15.000©, maka kemampuannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Kapten, kita sudah sampai." Yu Fengsan menoleh ke belakang untuk menyampaikan pesan.
Fan Chen mengangguk kecil dan melihat semua orang di dalam mobil. "Periksa semua perlengkapan, kemudian pergi menyerang."
Semua orang kembali memeriksa semua senjata, memeriksa magazen yang terisi penuh, pistol yang disisipkan di sarung yang terpasang di paha, pisau di belakang pinggang, dan lain sebagainya.
Fan Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya. "Musuh yang kita hadapi adalah manusia, mereka bisa menyerang balik dari jarak jauh, dan jumlahnya lebih besar daripada kelompok pertama yang mengejar Akademisi Song. Berhati-hatilah, jangan mati."
"""Ya!"""
Kabin belakang terbuka dengan dentangan keras ketika pintu jatuh seperti jembatan kapal, semua orang bergegas keluar dan langsung membentuk formasi teratur.
Fan Chen turun terakhir, dia mengamati sekitar, dan memandang jauh ke depan, dia melihat zombie yang memenuhi gerbang selatan. "Kita masuk melalui jalan rahasia." Ia menepuk Cougar HE untuk menyimpannya.
Kemudian kedua tim yang berbeda bergerak menuju barat laut, atau barat daya dari kota melalui jalan yang terpisah dan nantinya akan bertemu di titik yang sudah ditetapkan sebelum berpergian. Pemisahan tim memang akan mengurangi kekuatan, tapi ini digunakan untuk memperluas daerah yang ditelurusi.
Kedua tim berlari dengan kecepatan 120 km/h, tapi tidak merasa lelah sama sekali dan bahkan kaki tidak merasakan sakit saat mendarat di bebatuan karena ada bantalan khusus di bawah Exoskeleton.
Sampai akhirnya kedua tim sudah sampai di daerah hutan dengan tanah lapang di tengahnya dan ada gubuk kecil. Kedua tim berada di arah yang berlawanan, mereka melihat ke arah gubuk di mana ada yang berjaga-jaga dengan senjata lengkap.
Prajurit Baris Depan memahaminya, dia mengangguk dan bergerak dalam diam. Untuk menyelesaikan misinya dengan sempurna, dia bahkan sampai melepas Exoskeleton untuk mengurangi suara yang dihasilkan.
Prajurit itu berjalan dengan hati-hati di belakang penjaga yang terus bergerak secara memutar mengelilingi gubuk. Sampai dia berada di jendela kayu, dia membukanya dan berhasil masuk dalam hitungan detik, itu sudah termasuk membuka kunci menggunakan alat-alat yang biasanya digunakan oleh reparasi kunci.
Dia berhasil masuk, menemukan ruang kecil dengan dua orang yang duduk berhadapan di bawah lampu pijar redup. Kedua orang ini bermain catur, di samping mereka ada perangkat radio yang selalu aktif.
Salah seorang yang berhadapan dengannya melihatnya masuk, tanpa menunggu pihak lain berteriak, dia mengeluarkan pisau dan melemparkannya tepat di leher pihak lain sehingga tidak bisa bersuara.
Prajurit bernama Robert itu berlari, mendekap mulut pihak yang membelakanginya dan memotong lehernya perlahan. Kemudian setelah memastikan kedua orang mati, dia datang ke perangkat radio dan mematikannya.
Robert mengetuk alat komunikasi di pundaknya dengan irama yang berbeda.
Sementara itu, Fu Shen yang sudah menerima balasan dari dalam, mengangkat tangan kirinya setinggi mungkin dengan jari telunjuk menunjuk ke langit dan ibu jari terbuka sehingga kedua jari membentuk sudut 90°, adapun tiga jari lainnya, itu tertutup.
Penembak Jitu melihat sinyal yang sudah diberikan, mengangkat sniper dengan daya ledak rendah agar suaranya tidak menarik perhatian.
Peluru melesat cepat membelah angin dan menembus dedaunan yang jatuh, kemudian menembus leher maupun kepala.
Sebelum tiga mayat jatuh ke tanah, Prajurit Baris Depan yang telah bersiap-siap akhirnya bergegas untuk menangkap tubuh mereka, lalu mematikan alat komunikasi radio yang dikenakan.
Alasan mengapa mereka menyerang yang di dalam terlebih dahulu untuk mematikan sinyal penguat yang digunakan untuk mengirim sinyal ke tengah kota.
Jika menyerang penjaga di luar terlebih dahulu, bahkan meski berhasil membunuh secara diam-diam, saat mayat jatuh ke tanah akan menimbulkan suara yang menarik perhatian orang di dalam dan menginformasikannya ke pusat. Bahkan meski bisa ditangkap oleh prajurit yang sudah bersiap-siap, langkah yang mereka ambil pastinya akan terdengar karena terburu-buru.
Fu Shen keluar dari hutan sambil mengangkat tangannya yang terkepal dan menurunkannya, tapi tidak benar-benar menurunkan tangan, melainkan hanya lengan atas, ini seperti gerakan pull up.
Semua prajurit bergegas keluar dari tempat persembunyian masing-masing dan membawakan Exoskeleton yang dilepas.
Robert yang di dalam gubuk membuka pintu saat mengetahui bahwa tiga penjaga di luar sudah ditundukkan. Dia menatap Fu Shen yang masuk, lalu memberi sinyal dengan gerakan tangan, dia menggambar persegi dalam satu gerakan tanpa ada garis bawah. Kemudian menunjuk lantai di bawah meja.
Fu Shen mengangguk, meminta dua orang untuk mengangkat meja dan kursi sekaligus membuang karpet di bawahnya, dia juga memberi perintah tiga orang untuk membersihkan jejak di luar, dari darah sampai jejak langkah kaki.
Ketika karpet sudah disingkirkan, mereka melihat susunan kayu yang berbeda, itu terlihat lebih kokoh daripada lantai di gubuk.
Fan Chen sudah pergi untuk melalukan ekspedisi sebanyak dua kali, tapi masih tidak biasa untuk benar-benar diam dalam operasi. Dia merasa mulutnya gatal karena ingin berbicara, kemudian dia menatap Katerina di sampingnya yang menekan bibirnya membentuk garis tipis.
Fu Shen berjongkok di samping pintu bawah tanah, dia menusuk lima jarinya yang terbungkus oleh sarung tangan logam, kemudian menariknya sekuat tenaga sampai benar-benar terbuka.
Fu Shen berdiri lagi sambil merentangkan tangan kirinya yang terkepal diiringi dengan melambaikan tangannya yang terbuka ke depan.
Tanpa adanya penundaan, semua orang mulai memasuki pintu dengan satu baris.
Fan Chen dan Katerina berbaris di tengah-tengah, termasuk Mekanik yang turut andil dalam operasi ini. Memang benar mobil yang rusak bisa diganti dengan yang baru hanya dengan membelinya, tapi Fan Chen berpikiran lebih baik membawa Mekanik bersama, kalau-kalau dibutuhkannya modifikasi mendadak dalam alat transportasi.
...
***
*Bersambung...