Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 147 : Memasuki Kawasan Monster


Kelompok mereka berhasil sampai ke tempat yang telah dipindai menggunakan Pesawat Tempur Mingyue J-18.


Area yang luas, berukuran tidak lebih kecil dari Wilayah Inti dari Mingyue Defense atau 2,54 km². Area ini adalah area yang dipenuhi oleh gedung-gedung bertingkat tinggi, bagian dindingnya retak dan kusam, serta memiliki akar pohon yang menempel dari segala sisi, seolah alam menelan bangunan.


Area ini tidak dibakar api sama sekali, ada dinding yang mengelilingi area tersebut, namun dinding ini tidak terbuat dari batu atau logam maupun campuran material lainnya, melainkan daging yang hidup.


Daging yang menggumpal dan menumpuk sampai ketinggian tiga meter, di permukaan daging ini ada otot-otot yang berdetak seolah denyut jantung, serta memiliki aura napas yang hidup di dalamnya.


Fan Chen mengamatinya dengan saksama dan dia mulai berspekulasi bahwa daging yang hidup ini adalah manusia yang dimutilasi, dan digabungkan dengan metode yang tidak diketahui, dan mungkin hanya zombie-zombie yang memiliki pemikiran yang mengetahuinya.


Fan Xiaoyu menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan diri, bahkan meski dia sudah pernah melihat hal yang serupa, di mana daging dibudidayakan secara kimia, tapi melihat daging semacam ini, benar-benar membuatnya tidak tahan dan mual.


Fan Chen memeluk Fan Xiaoyu. "Apa Yu'er baik-baik saja? Jika tidak tahan, Kakak akan mengirimmu kembali."


Fan Xiaoyu mendongak, mata mereka bertemu. "Yu'er tidak apa-apa, di masa depan nanti, ini pastinya sering terjadi, Yu'er harus tahan dan terbiasa."


Fan Chen tersenyum hangat, dia mencubit pipi adiknya dan memberinya kecupan di dahi. "Baiklah kalau begitu."


Fan Xiaoyu membalas senyuman itu, lalu dia berjinjit dan mengecup pipi kakaknya.


Fan Chen masih memeluk pinggang adiknya, masih menatapnya dengan tatapan yang dalam. "Jika kau bukan adikku, aku ingin mempersuntingmu."


Fan Xiaoyu tertegun, lalu tertawa manis. "Itu adalah mimpi yang indah, tapi ..." Ia lepas dari pelukan Fan Chen, lalu mengayunkan tangannya memukul pinggang kakaknya. "Yu'er tidak ingin menikah dengan Kakak."


"Ack!" Fan Chen memegangi pinggangnya yang sakit. Walaupun sakit, tapi dia tidak mengeluh, melainkan tersenyum ketika melihat adiknya yang tidak lagi tertekan.


Fan Chen berlutut, dia mengeluarkan perangkat holografik portabel dan meletakkannya di tanah. Holografik memproyeksikan gambar bagian dalam dari dinding, gambar ini dibagi menjadi dua bagian: gambar yang diambil menggunakan Satelit SkyNet, serta dari Drone Pemindaian.


“Mendeteksi 2.367 Binatang Mutan (Level 20 — 80) dan 7.378 Zombie (Level 20 — 100).”


Fan Chen mengerutkan kening, dia tidak menyangka bahwa ada banyak lawan yang harus dihadapi untuk benar-benar menyelematkan semua manusia di dalamnya. Walaupun saat mempertahankan Mingyue Defense ada lebih dari sepuluh kalinya, tapi menyerang dan bertahan adalah masalah lain.


Dia menoleh menatap Fu Shen dan berkata, "Apa kita memiliki peluang untuk menyelamatkan semua manusia yang ditahan?"


Manusia, bahkan meski dia enggan untuk menyelamatkan lebih banyak, tapi untuk mengoperasikan Kapal Induk Anti-Gravitasi, dia membutuhkan manusia hidup. Walaupun Kecerdasan Buatan dapat melakukan segalanya, tapi ada kalanya harus ada manusia yang bisa mengoperasikannya, terutama saat mengirim Pesawat Antariksa ke Pluto misalnya, dan sinyal sulit terhubung, maka semua perangkat jarak jauh tidak berguna.


"Kita memiliki peluang untuk menyelamatkan manusia." Fu Shen menganggukkan kepalanya, lalu menggeleng pelan. "Tapi untuk semua manusia, itu sangat sulit, mereka terlalu banyak, dan jumlah kita sedikit. Tidak mungkin untuk menjaga mereka semua tetap aman, kecuali ada Robot Basel."


Fu Shan menganggukkan kepalanya dan menambahkan, "Tapi tujuan kita datang bukan hanya untuk menyelamatkan manusia, tapi juga melatih kemampuan."


Fan Xiaoyu membungkukkan badannya dengan tangan bertumpu di lutut. "Kakak, apa Kakak lupa kalau kita berdua adalah Yang Terbangun dengan Kemampuan Unsur? Mengapa bingung? Gunakan saja kemampuan Kakak untuk mengalahkan mereka."


Fan Chen tertegun, dia mendongak menatap Fan Xiaoyu. "Aku ... lupa."


Fan Xiaoyu memutar matanya malas.


Fan Chen tersenyum canggung, dia kembali menatap Fu Shen dan Fu Shan untuk berdiskusi sebentar.


Beberapa waktu kemudian, ketiganya memandang satu sama lain, lalu menganggukkan kepala sebagai persetujuan.


Ketiganya kembali berpencar ke regu masing-masing, mengarahkan Senjata EMG-20KA-150KV yang merupakan senjata energi ke satu titik yang sama.


EMG (Electromagnetic) - 20KV (20KiloAmpere) - 150KV (150KiloVolt).


Menggunakan Baterai Graphene 24VDC dan 20.000Ah, yang kemudian dinaikkan menggunakan transformator hingga memiliki tegangan 150 kiloVolt.


Penggunaan baterai semacam itu hanya digunakan pada Pesawat Mingyue J-18, Pesawat Mingyue PO-11, Pesawat Antariksa MK-888, Kapal Induk Anti-Gravitasi, Kapal Selam LA-N6, Robot Pekerja, Robot Pengganti, dan Robot Basel.


Tapi untuk robot sendiri hanya digunakan pada tenaga utama, apabila baterai yang ada di anggota tubuh, itu menggunakan baterai dengan kapasitas yang lebih kecil.


Kembali lagi, Fan Chen meletakkan EMG-20KA-150KV di pundaknya, memegangnya seperti RPG.


Dia menarik napas dalam, memberi tanda dengan tangan kirinya, lalu menarik pelatuk.


Kilatan petir muncul di dalam tabung kaca sebesar lengan orang dewasa, kemudian dengan medan elektromagnet yang mendorong, energi itu melesat dengan kecepatan cahaya dan menabrak dinding daging.


Booom! Duarr!


Tiga petir yang datang dari arah yang berbeda mengenai dinding di satu titik yang sama, itu mengakibatkan ledakan keras yang memekakkan telinga dan kehancuran yang luar biasa.


Daging tebal dalam jumlah besar meledak, berhamburan ke segala arah dengan darah hitam berbau busuk. Api menyala dan membakar sisa-sisa dari ledakan yang membuka dinding sepanjang 37 meter; asap hitam membumbung tinggi, bau daging terbakar tersebar tertiup angin panas.


Tiba-tiba, terdengar suara teriakan serak yang datang dari balik dinding, dan dari waktu ke waktu mulai terlihat zombie dengan penampilan buruk yang berjalan keluar dari balik dinding.


Jalan zombie ini tidak tertatih-tatih dan cukup cepat, tubuh mereka seimbang, bahkan ada yang berlari dengan kecepatan orang dewasa maupun atlet, ada juga yang bisa melompat dan menaiki tembok.


Fan Chen mengembalikan EMG-20KA-150KV di belakang punggungnya dan menggunakan M4 Carbine Laser untuk membunuh zombie-zombie yang menghalangi lubang di dinding.


Fu Shen dan Fu Shan yang bergerak dari arah barat laut dan barat daya, mulai berjalan perlahan seraya melepaskan tembakan.


Pesawat Mingyue J-18 mulai bergerak perlahan dan terbang rendah untuk menjaga bagian belakang dari pasukan yang di darat.


Dilihat dari atas, tiga regu yang datang dari barat laut, barat dan barat daya terus menyerang ke arah timur. Tiga regu tidak menghentikan langkah, mereka terus maju dengan kecepatan konstan, bersamaan dengan semua zombie yang jatuh satu per satu.


Fan Xiaoyu tidak menggunakan senjata, dia menyimpannya di belakang punggung. Dia merentangkan kedua tangannya; besi beton di sekitarnya yang masih tertanam di dalam bangunan, tiba-tiba bergetar dan melesat, menanggapi panggilannya.


Dia mengangkat tangannya, besi-besi itu menyusut dan terpotong menjadi ratusan bagian, berbentuk seperti sumpit yang tajam. Dengan lambaian tangannya, besi itu melesat jatuh seperti hujan.


Dia maju selangkah membentuk kuda-kuda dengan kaki kiri di depan; kedua tangannya terbuka mengarah ke api yang menyala, lalu dia membawanya ke belakang di samping pinggang kanan. Api yang berada di dinding daging itu melayang meninggalkan dinding, berkumpul di satu titik dan memadat membentuk bola.


Bola api terus membesar dan suhunya kian meningkat, tapi masih sampai batas yang dapat ditoleransi oleh manusia.


Namun ketika Fan Chen memukulkan tangan kanannya ke depan, bola api itu terhempas dan suhunya meningkat ratusan kali lipat.


Booom!


Ledakan keras yang menghancurkan tercipta, asap tebal membentuk jamur raksasa terlihat. Bebatuan panas berhamburan ke segala arah, mayat-mayat zombie tergeletak maupun berubah menjadi debu.


Nyala api itu langsung padam setelah mengenai target. Apabila suhunya tetap stabil, bahkan tiga regu yang berjarak 80 meter akan merasakan luka bakar yang sangat parah.


Ini sama seperti nyala api berwarna biru dan merah. Warna biru lebih panas dalam hal suhu, tapi apabila hanya menyala seperkian detik, sensor pada kulit belum sempat merasakannya. Berbeda dengan warna merah yang bahkan di bawah 100° Celcius, tapi apabila nyalanya stabil, kulit akan dapat merasakan panas dan sakitnya.


...


***


*Bersambung...