Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 022 : Menghampiri Mu Yanzi


Fan Chen dan Fu Shen berhenti di depan hotel tinggi. Keduanya memikirkan bagaimana cara masuk ke dalam saat cukup banyak zombie di bawah, dan mereka tidak bisa melewati atap karena halaman yang luas membuat mereka sulit melompat ke sana.


Fan Chen melihat halaman hotel yang dipenuhi oleh zombie yang berdiri di tempat dengan linglung. "Jika kau melepaskan tembakan dari sini, apakah kau bisa membunuhnya?"


Fu Shen melihat sudut tembok hotel, lalu jendela di lantai delapan. "Sniper ini mampu menembus beton, membunuhnya sangatlah mudah."


Fan Chen mengangkat tangannya, menahan DX-5 Ravager yang diangkat Fu Shen. "Membunuhnya langsung tidak menghilangkan kebencian yang terkumpul selama ini. Kita akan naik mendatanginya langsung, memberikan hukuman, lalu membunuhnya perlahan."


Fan Chen mengeluarkan Glock Mayer 22 dan memasang peredam di kedua senjata. "Kita turun sekarang."


Dia mundur belasan meter, kemudian berlari dengan kecepatan melebihi manusia normal. Saat sudah di ujung dak beton, dia melompat tinggi ke arah tiang lampu penerangan jalan. Fan Chen mengulurkan tangannya, menangkap tiang dan memeluknya. Lalu dia turun perlahan, dan berlari langsung menuju halaman.


Fu Shen mengambil langkah yang sama, dia menggantung DX-5 Ravager di punggung dan mengambil Glock Mayer 22 yang terpasang di sabuk di pahanya. Dia tidak seperti Fan Chen yang harus bergelantungan di lampu jalan, dia langsung berlari, dan salah satu kakinya menginjak tiang sebagai tumpuan, lalu dia bergerak turun secara zig-zag: dari tiang lampu ke dinding ruko.


Pergerakan Fu Shen cukup keras sehingga membuat suara yang bising, tapi dia tidak terlalu peduli. Dia merentangkan kedua tangannya, melepaskan tembakan dua kali di setiap masing-masing senjata.


Fan Chen berlari di tengah-tengah halaman di mana ada zombie di kiri dan kanan. Bahkan meski mereka masih seperti bayi yang baru belajar berjalan, tapi tetap saja mengerikan saat mereka mengeluarkan suara serak, ditambah dengan penampilannya.


Dia menembak sedikit demi sedikit, dan setiap tembakan akan membunuh satu zombie.


Tepat ketika dia berlari di samping bus dan hampir sampai di belakangnya, tiba-tiba ada zombie yang melompat, menerjang ke arahnya.


Fan Chen terlambat bereaksi, dia tersandung ke belakang dan terjatuh dengan zombie di atasnya.


Zombie itu mendekatkan kepalanya ke wajah Fan Chen, membuka mulutnya, mengeluarkan napas busuk yang mematikan.


Fan Chen merasakan bau busuk memenuhi wajahnya. Dia tidak tahan dengan hal semacam ini, dia mengangkat tangan kirinya, memukul tengkuk zombie di atasnya dengan siku tangan kirinya, kemudian menendang tubuh zombie dengan kaki kanan, membuat zombie itu terlempar satu meter di udara.


Fan Chen mengangkat Glock Mayer 22, melepaskan tembakan tepat di kepala dan dada zombie, kemudian dia berguling ke samping. Tapi itu belum berakhir, dia langsung berdiri dan bergegas, jika dia lebih lama di tempat, mungkin dia akan dikelilingi oleh zombie.


"Zombie Level 10! Hampir tingkat Satu." Fan Chen tidak menduga akan ada zombie yang sudah bisa berlari dan melompat.


Jika dilihat dari atas, Fan Chen dan Fu Shan berlari di tengah-tengah, dan di kiri-kanan mereka ribuan zombie berjalan dengan menyeret kaki. Pemandangan ini sangat mengerikan, memberikan ketakutan tersendiri bahkan hanya melihatnya.


Fan Chen sudah tiba di depan pintu kaca. Tanpa tahu sama sekali, dia menendang untuk kaca, membuat pintu kembar itu terlempar dan pecah berkeping-keping.


Suara pecahan terlalu keras, dan saat Fan Chen memasuki lobi, tiba-tiba ada belasan zombie yang berdiri mengalihkan pandangannya ke arahnya. Kemudian salah satu zombie yang berlutut di tengah-tengah lobi sedang memakan mayat, menoleh ke belakang.


Zombie tingkat 1!


Fan Chen mengangkat pistol dan melepaskan tembakan.


Zombie yang berlutut di tengah-tengah lobi itu memiringkan tubuhnya, menghindari peluru.


Hal ini membuat Fan Chen terkejut, tapi hanya sesaat sebelum kembali tenang. Dia langsung bergegas menuju tangga darurat sambil melepaskan tembakan ke zombie tingkat rendah.


Fu Shen mengikuti Fan Chen sambil membungkuk, dia mengambil besi di lantai yang awalnya digunakan untuk gagang pintu kaca.


Fan Chen berlari menaiki tangga darurat, lalu dia berbalik dan melihat zombie yang mengejarnya sudah berada tepat di belakangnya.


Zombie itu mengangkat tangannya yang memiliki cakar, menyerang ke arah leher Fan Chen.


Fan Chen membungkuk untuk menghindari serangan, dan dia mendengar siulan udara di atasnya di mana zombie menyerang. Kemudian dia memukul lutut zombie dengan moncong senjata api, lalu melepaskan tembakan.


Lutut zombie itu meledak, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh, menghantam anak tangga beberapa kali.


Fu Shen yang berada di belakang zombie, mengayunkan besi pemukul di tubuh zombie, membuat zombie itu menghantam dinding di samping anak tangga. Kemudian dia melepaskan tembakan tepat di kepala zombie beberapa kali untuk menghancurkannya.


Tidak berhenti disitu, Fu Shen mengambil bom molotov, menyalakannya dan melemparkannya ke tengah-tengah lobi.


Booom!


Bom molotov itu meledak dengan suara yang tidak seberapa, tapi apinya langsung menyebar membakar zombie-zombie yang berjalan maupun menghalangi pintu masuk.


Fan Chen tidak perlu khawatir dengan barisan belakang saat melihat Fu Shen, dan tanpa berkata apa-apa lagi, dia bergegas menaiki tangga darurat.


Fu Shen hendak melangkah, tapi tiba-tiba dia mendengar benda jatuh. Dia menoleh, melihat kristal putih yang sedikit berwarna biru muda. "Kristal Energi?"


Fu Shen mengambil Kristal Energi dan memasukkannya ke dalam kantong celana. Dia bisa memberikannya pada Fan Chen nanti setelah situasi tenang.


Kecepatan mereka menaiki tangga cukup menakjubkan, dan perjalanan mereka cukup bersahabat karena tidak ada zombie yang menghalangi kecuali yang mengejar di bawah.


Tapi saat mereka sampai di tangga lantai enam hendak ke lantai tujuh, tiba-tiba keduanya mendengar langkah kaki berat yang datang dari atas.


Fan Chen mendongak melihat ke atas, di tangga lantai tujuh hendak ke delapan, terlihat zombie yang melangkah turun.


Dia menendang kepala zombie dengan keras, membuat zombie itu sedikit bergoyang, tapi tubuhnya tetap kokoh, tidak terjatuh. Fan Chen mengangkat kedua tangannya, Glock Mayer 22 di tangannya menghilang dan digantikan oleh pipa besi.


Dengan gaya gravitasi dan berat dari tubuhnya, Fan Chen menusuk zombie di bagian tengkuk dengan pipa besi. Pipa besi itu masuk tanpa hambatan sampai menembus ke bagian bawah, dan pipa besi yang panjangnya hampir tiga meter itu mengenai lantai.


Fan Chen membuang zombie bersama dengan pipa besinya, kemudian dia berbalik melihat ke bawah. Dia menarik tangannya ke belakang, pipa besi lain muncul lagi di tangannya.


Setelah mengambil ancang-ancang, Fan Chen mengayunkan tangannya, melemparkan pipa besi.


Pipa besi itu melesat cepat, menimbulkan siulan saat pipa besi bergesekan dengan udara sekitar.


Jleb! Jleb! Bang!


Pipa besi itu menembus empat zombie sekaligus, memaku mereka berempat ke dinding belakang.


Tanpa memastikan apakah zombie itu masih bergerak atau tidak, Fan Chen langsung menaiki tangga, sampai dia melihat pintu dengan angka delapan di sana. Dia membuka pintu, lalu masuk ke dalam dengan Fu Shen yang mengikuti dari belakang.


Fu Shen menutup pintu, lalu mengambil barang-barang berat untuk menghalau. Entah tempat sampah yang terbuat dari besi, pot beton, bahkan lemari yang menyimpan APAR.


"Fu Shen, kau yang memimpin."


Fu Shen mengangguk, dia berjalan di koridor dan melihat pintu-pintu di sebelah kiri sambil menggumamkan sesuatu, seolah sedang menghitung pintu yang sesuai.


Setelah beberapa saat, Fu Shen berhenti di depan pintu dengan nomor 437 yang terpasang di daun pintu. "Kapten."


Fan Chen melangkah ke depan pintu, dan tanpa mengatakan apa pun, dia menendang pintu sampai hancur.


Tiba-tiba, intuisinya memberinya perasaan. Fan Chen membungkukkan badannya langsung tanpa ragu-ragu.


Bang!


Fan Chen melihat ke kiri, melihat Mu Yanzi yang mengayunkan tongkat pemukul baseball, tapi tongkat itu ditangkap Fu Shen sampai menimbulkan suara gema.


Fu Shen menarik tangannya dengan tiba-tiba dan cepat, membuat Mu Yanzi kehilangan keseimbangan, bahkan tubuhnya yang besar itu berputar di udara, lalu jatuh menghantam lantai dengan punggung yang mengenainya terlebih dahulu.


Fu Shen menarik Glock Mayer 22, melepaskan dua tembakan ke paha Mu Yanzi.


"Aaarrrgghh!" Mu Yanzi berteriak keras sambil memegang pahanya dengan bingung antara kiri atau kanan.


"Diam!" Fu Shen menginjak mulut Mu Yanzi sampai merontokkan semua giginya, kemudian memberikan tendangan di kepala.


Fan Chen tidak peduli dengan apa yang dilakukan Fu Shen. Dia melihat sekeliling, memindai ruangan.


Fan Chen mengernyitkan dahi saat melihat ini, dua wanita yang seusianya tidak bernyawa dan tidak berpakaian sama sekali.


Tubuh mereka memar, ada bekas cambukan di sekujur tubuh, dan ada bekas tangan di leher masing-masing yang menandakan bahwa keduanya dicekik sampai mati. Tapi itu tidak terlalu parah, masih ada yang paling parah dari itu semua, tulang belakang mereka terlihat patah karena salah satu wanita memiliki punggung yang terlipat.


Melihat darah yang keluar dari punggung, Fan Chen menebak kalau punggung wanita itu dipukul dengan benda tumpul keras, mungkin pemukul baseball tadi.


Fan Chen berbalik melihat Mu Yanzi, lalu dia melepaskan tembakan tepat di pangkal paha.


"Aaarrrgghh—" Mu Yanzi kembali berteriak saat senjata pembuat keturunannya ditembak sampai hancur, tapi teriakan itu berhenti saat sepatu Fu Shen menginjak mulutnya.


"Gunakan lemari untuk menutup pintu." Fan Chen berjalan menuju jendela kaca, menghancurkannya dan berkata, "Kita harus menghukumnya karena menjual informasi kami ke Keluarga Fan, dan memiliki niat buruk ke Yu'er. Kemudian, ikat dia menggantung, turunkan dengan perlahan-lahan, dan biarkan dia dimakan zombie-zombie di bawah sana." Ia mengeluarkan tali tambang dari kekosongan, melemparkannya ke belakang.


Fu Shen bertindak cepat, dia pergi ke lemari di sampingnya, menendang lemari itu sehingga bergerak menutup pintu yang hancur.


Kemudian setelah pintu diamankan, Fu Shen mengambil tali tambang untuk mengikat kedua kaki Mu Yanzi dan melemparkannya ke dinding jendela.


Fan Chen mundur menyamping, membiarkan Mu Yanzi menghantam dinding dan pecahan kaca di lantai itu mengenai tubuhnya yang berlemak.


Fan Chen mengenakan sarung tangan, dia berjongkok, menarik rambut Mu Yanzi dengan tangan kirinya untuk melihat wajah Mu Yanzi yang memar penuh darah sambil memainkan pisau di tangan kanannya.


"Kau melakukan banyak kesalahan, terutama karena memikirkan tubuh Yu'er. Kematian saja tidak cukup untuk menghilangkan kebencian ini."


Fan Chen berhenti memutar-mutar pisau, lalu tangannya diayunkan ke bawah, menusuk punggung tangan Mu Yanzi.


...


***


*Bersambung...