Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 101 : Rumah Sakit


"Bagaimana?" Fan Chen berdiri saat melihat Fan Xiaoyu yang turun dari lantai tiga.


"Tidak tahu ..." Fan Xiaoyu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Yu'er berlatih dengan Ibu karena memang ingin membalas dendam, tapi setelah membunuh mereka, Yu'er merasa kosong. Yu'er tidak tahu apa langkah ini benar, Yu'er bertanya-tanya, mengapa tidak memberi mereka kesempatan untuk berubah."


Fan Chen mendongak melihat Armor HK-80KAH-EP yang datang bersama: Katerina, Fu Shen dan Fu Shan.


Dia tidak bertanya mengapa mereka datang lebih lambat, karena dia sendiri tahu alasannya setelah mendapat laporan dari Xiaochu.


"Selesai?"


Fu Shen menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Ya, misi selesai, dan kami berhasil menyusup ke kediaman Wali Kota." Ia menyerahkan lembaran kertas dan menambahkan, "Ini dokumen yang Kapten inginkan."


"Apa itu?" Fan Xiaoyu mengulurkan kepalanya di samping Fan Chen.


"Peta daerah sekitar dan dokumen rahasia lain. Bencana Kedua bisa dibilang bencana dan berkah, ada orang gila yang memanfaatkan virus zombie untuk suatu kepentingan."


Fan Xiaoyu memiringkan kepalanya. "Ah! Seperti Kristal Energi yang kita gunakan untuk Fusi Nuklir!"


"Ya ..." Fan Chen melepaskan Armor HK, kemudian membalik dokumen yang dipegangnya. "Tapi yang digunakan kali ini adalah virus, dengan menyuntikkan virus zombie ke tubuh manusia, terutama Yang Terbangun karena memiliki metabolisme tubuh yang lebih baik. Virus yang disuntikkan ini diharapkan dapat dimurnikan, dan mampu meningkatkan kekuatan ..."


Fan Chen menyerahkan dokumen yang sudah ditandai. "Sama seperti ini, Kota Perlindungan Kayu sedang mengembangkan proyek yang disebut “Chimera”, dengan menggabungkan tiga spesies yang berbeda: manusia, binatang mutan dan bagian tubuh zombie. Tapi sudah dipastikan kalau proyek ini gagal."


Fan Xiaoyu membaca bagian yang ditandai, dan saat dia membalik dan terus membalik, matanya terbuka lebar, terdiam tanpa kata dengan kejutan yang tak dapat disembunyikan.


Fan Chen berdiri, dia memandangi mayat Fan Hangxi. "Misi di sini sudah selesai, kalian semua bisa kembali lebih dulu, termasuk Yu'er."


Fan Xiaoyu mendongak menatap kakaknya. "Kakak ke mana? Yu'er tidak boleh ikut?"


Fan Chen mengusap pipi adiknya, mengecup keningnya dan berkata, "Kau harus kembali, aku tahu emosimu belum stabil, jadi untuk saat ini, kembalilah dan tenangkan emosi, dan cobalah untuk terus melatih Kemampuan Unsur Api dan Magnet."


Fan Xiaoyu membuka mulutnya hendak berbicara, tapi dia menutupnya lagi, menelan kata-katanya. Dia menunduk, memeluk tubuhnya sendiri dengan erat. "Baik, Kakak."


"Jangan bersedih." Fan Chen kembali mengecup kening adiknya, lalu mencubit pipinya dengan lembut.


Fan Xiaoyu mendongak, tersenyum hangat. Kemudian dia menutup pelindung, lalu terbang ke tempat di mana Helikopter Mil Mi-26 berada.


Fu Shen dan Fu Shan mengikuti, mengawal Fan Xiaoyu agar sampai ke tempat tujuan dengan aman, dan mereka juga harus kembali ke Mingyue Defense untuk mengatur pasukan bersama dengan Guardian★ baru.


"Kapten ..." Katerina melangkah, dia menggelengkan kepala dan berkata setelah menghela napas dengan emosi, "Semua wanita yang ditahan di dalam rumah, memilih untuk bunuh diri karena tidak tahan lagi. Mereka bilang, bunuh diri adalah kebebasan. Saya, apakah saya dokter yang buruk karena membiarkan mereka bunuh diri?"


"Menurutmu?" Fan Chen tersenyum tipis, dia menepuk kepala Katerina. "Kau bisa memikirkannya sendiri, aku tahu kau bisa menemukan jawabannya."


Katerina terdiam untuk beberapa saat, kemudian dia sedikit membungkuk. "Baik, Kapten." Ia terbang setelah mengatakan itu, meninggalkan Fan Chen seorang.


Fan Chen kembali menggunakan Armor HK-80KAH-EP, kemudian dia terbang berkeliling, menyimpan mayat Fan Hangxi, Tian Xiqing dan Fan Huyao.


Setelah menyimpan mayat mereka, dia meninggalkan Kediaman Keluarga Fan (Fan Hangxi). Saat ini, dia pergi ke arah timur laut, dia ingin pergi ke tempat yang ditandai di dokumen yang dibacanya tadi, tempat ini cukup jauh, mungkin sekitar lima kilometer.


Meski jaraknya dekat, bahkan tidak sampai lima menit, tapi setelah Bencana Pertama dan Kedua, untuk melangkah sejauh lima kilometer membutuhkan berjam-jam, dan yang terburuk sampai harus menginap di tengah jalan.


Tapi dengan Armor HK-80KAH-EP yang mampu terbang dengan kecepatan 7 Mach, jarak ini seperti bernapas. Mungkin hitungan dua sampai tiga detik setelah mencapai kecepatan yang sesuai.


Meski begitu, masih tidak mungkin untuk terbang dengan kecepatan itu, bahkan meski tubuhnya mampu menahannya, dia tidak ingin bertindak gegabah.


Tidak lama kemudian, Fan Chen sudah tiba di rumah sakit yang ditandai. Rumah sakit ini sangat sepi, tidak ada zombie yang datang dalam radius 500 meter, yang cukup aneh.


Fan Chen mendarat perlahan di depan pintu kaca yang masih utuh, dia melihat ke dalam, di sana sangat gelap tanpa penerangan sedikit pun.


Saat dia membuka pintu masuk, dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.


"Sial! Aku sengaja tidak mengaktifkan sensor sinar inframerah untuk melatih kepekaan terhadap sekitar dan reaksi tubuh, tapi, ini menyeramkan," gumamnya.


Situasi di dalam semakin buruk, lampu-lampu yang dulunya menyala terang sekarang benar-benar padam, bahkan jika ada yang menyala, itu hanya berkedip-kedip dengan lemah. Kursi roda ditinggalkan di lorong-lorong kosong yang kosong, dan benda-benda medis tertinggal tergeletak di atas meja operasi.


Ketika dia terus melangkah masuk, dia mendengar suara gemeretak dari langkah kaki zombie. Mereka berjalan pelan-pelan, dan meski dia memakai Armor HK-80KAH-EP, dia bisa merasakan aroma bau busuk di udara.


Fan Chen terus melangkah, sampai dia merasakan sesuatu di bawah kakinya. Dia menunduk, melihat mayat kering yang terlentang.


Mata mayat itu terbuka dan terlihat tidak memiliki kelopak mata, sehingga mata mayat ini terlihat sangat besar, serta memberikan suasana menyeramkan.


Ketika dia melihat ini, dia hampir melompat karena terkejut, bahkan hampir berteriak.


"Bahkan saat di Kota Perlindungan Angin, aku tidak seperti ini, aku tenang-tenang saja saat ekspedisi pertama bersama Fu Shen."


Fan Chen mengusap dadanya, tapi yang terdengar hanyalah gesekan antara logam titanium.


"Cahaya?" Fan Chen berhenti saat melihat ada cahaya yang datang di lorong kanan di pertigaan di depannya.


Dia menarik napas, lalu kembali melangkah masuk. Dia berbelok ke kanan, melihat lorong sepi dengan satu atau dua lampu yang menyala. Tempat ini masih sama, ada meja rumah sakit maupun kursi roda yang ditempatkan sembarangan dan tidak terawat.


"Suasana di sini semakin mencekam."


Fan Chen melangkah, dia menoleh ke kiri dan kanan, melihat pintu-pintu yang tertutup dengan bagian kaca jendela yang pecah. Setelah melewati empat sampai enam pintu, dia berhenti di pintu ketujuh di samping kirinya.


Karena penasaran, dia mencoba mengintip apa yang ada di balik ruangan gelap ini. Tapi tiba-tiba...


Cahaya berwarna hijau menyala, memperlihatkan wajah busuk dengan mata besar karena tidak memiliki kelopak mata. Ada darah merah kehitaman yang mengalir di sudut mata, kulitnya yang abu-abu kehitaman dan ada cacing yang bergerak-gerak membuat merinding.


Kraaahh!


Zombie itu berteriak, ia memukul-mukulkan kepalanya di kaca jendela sampai pecah, lalu mendorong sekuat tenaga sampai pintu terlempar.


Kraaahh! Kraaahh! Kraaahh!


Fan Chen bisa mendengar suara teriakan zombie yang datang dari segala arah.


“Master, pergi dari sana!”


Fan Chen yang baru menahan pintu, mengangkat tangannya dan melepaskan tembakan ke atas dengan mesin ion. Lantai-lantai di atasnya hancur berlubang, dan tanpa menunggu lama, dia bergegas terbang dengan kecepatan penuh.


Lantai demi lantai dilewatinya, dia melihat ada ribuan zombie yang datang mengejarnya, itu sangat mengerikan.


Sampai dia berhasil menembus atap, dia melihat zombie-zombie mulai bangkit dari dalam tanah, dan banyak zombie yang berkumpul di atas atap, mengeluarkan suara aneh yang tidak nyaman dan mengganggu jiwa.


...


***


*Bersambung...