Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 032 : Gelombang Kedua, Datang!


Melalui prespektif drone yang diarahkan menuju kelompok yang diduga bandit, Fan Chen bisa melihat kalau mobil yang digunakan mereka adalah mobil jenis Hummer H3 yang sudah dimodifikasi pada bagian atasnya dapat dipasang senapan mesin dengan jenis M2 Browning.



Senjata yang mampu menembakkan hingga 1.300 per menit dan efektif pada jarak 1.800 meter.


Melihat bagaimana model senjata yang dipasang di Hummer H3 melalui prespektif drone, Fan Chen mulai berpikir untuk membuat drone dengan M2 Browning yang dibawa di bawahnya.


Kemudian dengan kemampuan drone yang mampu memproyeksikan medan sekitarnya hingga membuatnya nampak tembus pandang.


Fan Chen tahu cara kerja dari Drone Tembus Pandang yang dibelinya ini, di setiap sisi memiliki kamera tersembunyi yang sangat kecil, kemudian drone ini dilapisi oleh layar berukuran nano yang sangat banyak. Kemudian saat diaktifkan, kamera ini akan menangkap gambar sekitar, dan mengirim gambar yang ditangkap ini ke layar-layar berukuran nano.


Mengikuti pengetahuan yang ada di benaknya karena pendidikan “Fan Chen”, dia bisa merakit drone sendiri. Tapi untuk layar berukuran nano, dia harus memanggil Ilmuwan.


"Sepertinya aku harus membeli pengetahuan yang terkait, tapi tetap harus memanggil Ilmuwan." Namun Fan Chen tahu, bahkan meski dia ingin membeli ilmu pengetahuan dari Stronghold Shop di Buku Keterampilan, masih ada hal penting yang harus dilakukan di Tempat Perlindungan yang sekarang, yaitu massa.


"Pandangan dekat." Fan Chen memerintahkan Kacamata Pintar untuk mengubah jarak pandang.


Segera, yang awalnya normal, tiba-tiba dia mampu melihat mobil yang masih berjarak sekitar 400 meter darinya. Fan Chen menggunakan dua prespektif, yang pertama kamera asli dari Kacamata Pintar, dan yang lain adalah Drone Tembus Pandang.


"Bersiap-siap."


Tanpa diberi tahu, Yu Fengsan sudah dalam posisi siap bahkan sebelum drone menangkap gambar. Seperti namanya, Penembak Jitu, Yu Fengsan memiliki penglihatan yang tajam, lebih tajam dari manusia normal, seolah dia sendiri adalah Yang Terbangun dengan kemampuan Mata Elang.


"Kapten, haruskah menembaknya sekarang?"


Fan Chen terdiam sejenak, melihat delapan orang yang berada di dalam mobil tertawa terbahak-bahak, mengangkat senjata dan menembak dengan liar ke luar jendela. "Biarkan mereka mendekat, aku ingin melihat apa yang mereka inginkan. Tapi coba kau bunuh zombie maupun binatang yang mengikutinya di belakang."


Yu Fengsan mengangguk, lalu mengganti senjata dengan M4 Carbine. Dia tidak ingin membuang amunisi DX-5 Ravager hanya untuk membunuh zombie biasa. Bahkan tanpa scope, dia masih bisa membunuh zombie, one hit, one kill!


Saat Hummer H3 sudah mulai mendekat, Yu Fengsan berganti senjata dari M4 Carbine ke DX-5 Ravager, tapi masih belum menembak.


Hingga saat Hummer H3 sudah memasuki area tebing, tiba-tiba bagian atap mobil terbuka, terlihat pemuda yang memegang M2 Browning dan mengarahkannya ke arah Fan Chen berada.


"Tembak!" Fan Chen memerintahkan kepada Yu Fengsan untuk menembak.


Yu Fengsan menarik pelatuk. Dengan suara “Bang” yang keras dari DX-5 Ravager, peluru melesat tajam, menghasilkan tekanan udara yang mengembuskan debu-debu di sekitar tembok.


Ketika peluru mengenai kepala pemuda yang mengoperasikan M2 Browning, kepala pemuda itu langsung meledak. Isi kepalanya menyebar di atas mobil, darahnya membasahi atap sampai merembes memasuki mobil, dan ketika dia jatuh ke dalam, orang-orang di dalam mobil berteriak dengan panik.


Yu Fengsan mengubah arah sniper, lalu tanpa membuang waktu, dia kembali menarik pelatuknya. Peluru melesat mengenai kaca mobil bagian kiri belakang, menembus kaca dengan bentuk sempurna tanpa ada retakan di sekitar, yang artinya kecepatan peluru ini sangat cepat dan kuat.


Peluru yang menembus kaca tidak kehilangan momentum, masih terus melesat, menghancurkan kepala penumpangnya yang bersebelahan dengan jendela kaca, kemudian menghancurkan kepala penumpang di samping sopir.


Yu Fengsan menyentuh alat komunikasi di telinganya dan berkata, "Lakukan."


Fan Chen mengerutkan keningnya, lalu dia menoleh ke belakang melihat puncak tebing. Melalui Kacamata Pintar, dia bisa melihat Penembak Jitu yang baru dipanggilnya sudah berada di atas tebing.


Melihat ini, Fan Chen mengerutkan keningnya.


Tapi sebelum itu, Fan Chen melihat Hummer H3 lagi. Dia bisa melihat Hummer H3 kehilangan kendali dengan jendela kaca di tempat sopir berada sudah tertembus peluru, dengan sopir itu sendiri yang telah kehilangan kepalanya.


Mobil itu mengenai trotoar yang rusak, kemudian menyenggol tiang listrik yang terbuat dari beton, lalu terbalik.


Fan Chen mengangkat Kacamata Pintar, menatap Yu Fengsan. "Sejak kapan Jackson di atas tebing?"


Yu Fengsan berdiri tegak dan menjawab, "Saat Kapten meminta saya memperhatikan mobil barusan, dan saya meminta Jackson untuk naik ke atas tebing sebagai pencegahan."


Mendengar itu, Fan Chen menghela napas lega. Tapi dari sini, dia harus membangun Menara di atas tebing, dan harus membangun rumah kaca satu arah di bawah air terjun agar mereka yang mandi di sana tidak bisa dilihat dari atas.


Fan Chen kembali melihat mobil yang terbalik, masih ada empat orang yang hidup dan berusaha keluar. Dia mengamati radar, dan menemukan bahwa titik merah mereka semakin gelap, yang bertanda kebencian ini tidak bisa diredakan.


Fan Chen sendiri tidak merasa tidak nyaman saat memerintahkan untuk membunuh, dia bahkan sudah membunuh dari awal keluar dari Kota Perlindungan Angin, di mana saat itu menggunakan granat tempel.


Mungkin karena mentalitas dari dunia yang kacau, dan kebencian “Fan Chen” yang ingin membunuh orang-orang dari Keluarga Fan, membuat rasa tidak nyaman itu ditekan sedalam-dalamnya.


Fan Chen berbalik setelah memberi perintah. Dia menaiki motor, lalu mengemudikannya untuk kembali ke tempat Fan Xiaoyu berada.


Fan Chen mengambil komunikator dan mengirim perintah ke Fu Shan. "Fu Shan, bawa semua Prajurit Dasar ke tembok di timur. Gelombang zombie akan datang, biarkan mereka datang untuk mencari pengalaman."


“Baik, Kapten!”


Fan Chen menaiki motor, kepalanya dipenuhi dengan pemikiran yang didapatnya dari mengamati pertarungan sepihak. "Kaca, kami harus bisa mengembangkan kaca dengan ketebalan 4mm dan tahan benturan 450m/s, ketahanan beban maksimum 50 kg. Jika kami membangun kaca dengan spesifikasi tersebut dan menumpuknya dua sampai tiga, harusnya mampu menahan DX-5 Ravager."


Fan Chen terdiam sejenak, kemudian melanjutkan, "Sepertinya, rencana berubah. Aku harus membeli pengetahuan tentang pembuatan Super Glass, kemudian membeli jalur produksi dan mesin pendingin."


"Sistem. Apakah tidak ada kemampuan seperti mengendalikan air atau api? Di sana tertulis “Buku Keterampilan”, tapi hanya ada kemampuan pasif dan tidak ada satu pun yang aktif."


[Pengingat Sistem: Sistem sudah menyediakan teknologi yang tidak ada di era ini dan memberikan banyak keterampilan untuk Tuan Rumah. Tuan Rumah bisa menebusnya. Adapun Keterampilan Aktif, tanyakan saat Tuan Rumah bisa menjadi seperti mereka Yang Terbangun]


Fan Chen terdiam tanpa bisa berkata-kata.


Tanpa sadar, Fan Chen sudah sampai ke tempat awal. Dia sudah melihat Fu Shan yang datang membawa Prajurit Dasar, ditambah dengan Ming Xuan yang datang bersama. Kemudian ada Yun Mingyue yang sudah bersiap-siap dengan senjata penuh di punggung, pinggang dan paha.


Fan Chen turun dari mobil, berjalan menghampiri Yun Mingyue. "Ibu juga datang?"


Yun Mingyue menganggukkan kepalanya kemudian menjawab, "Tentu. Semenjak terakhir kali Ibu memegang senjata dan membunuh Binatang Mutan, Ibu merasa sangat bersemangat, seperti jiwa Ibu yang hilang kembali datang."


"Tapi ..." Yun Mingyue melihat sekeliling, melihat semua orang yang hadir. "Ibu takjub denganmu, semua orang di sini memanggilmu Kapten dan sangat patuh. Bahkan saat Ibu di militer, dengan pangkat Ibu yang Letnan Jenderal, tidak semua orang menghormati Ibu."


Fan Chen mengalihkan pandangannya ke arah Ming Xuan, dan benar, sesuai dengan tebakannya.


Ming Xuan memperlihatkan ekspresi tak percaya, tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Matanya melebar, mulutnya terbuka sampai rahangnya hampir jatuh, bahkan telur bisa masuk ke mulutnya.


Fan Chen tersenyum, menatap wajah ibunya. "Kalau begitu, biarkan Letnan Jenderal yang memberi perintah hari ini." Ia membungkuk dengan tangan kanan menyilang di depan dada.


Yun Mingyue tertawa kecil malu-malu, kemudian saat dia hendak berbicara, tiba-tiba Fan Xiaoyu berteriak:


"Ibu! Kakak! Zombie datang, dua ratus meter di depan!"


Drone sudah kembali lebih awal setelah membunuh kelompok yang mengemudi Hummer H3, dan drone terhubung ke Kacamata Pintar Fan Xiaoyu.


Ekspresi Yun Mingyue berubah, dia mengangkat tangan dan membentuk kepalan, telapak tangan, jari-jari bergerak. Ini adalah perintah untuk menyebar di posisi masing-masing, bersiap-siap, dan tidak boleh mundur sebelum semua zombie dibunuh.


Fan Chen menarik napas dalam-dalam, dia membeli GAU-19.



Senapan mesin dengan jarak tembak enam kilometer, tapi karena peningkatan, mampu menempuh tiga kali jarak normal. Dengan rata-rata 6.0000 — 8.000 peluru yang ditembakkan per menit.


Jika ¥500 per peluru, maka Fan Chen akan menghabiskan ¥4.000.000/m.


(Rp. 9.040.000.000,00)


Ini adalah jumlah uang yang besar, tapi Fan Chen tidak akan menggunakannya sampai zombie yang datang melebihi kapasitas tembak yang dihasilkan oleh AK-47, AR-15 dan M4 Carbine.


...


***


*Bersambung...