Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 117 : Bertemu dengan Su Qing


Fan Chen tersenyum tipis saat melihat Kehancuran yang ditimbulkan dari Huanlong-07, dan karena peluncuran ini, akhirnya dia mengerti mengapa pemimpin dari Semenanjung Utara sangat menyukai rudal, karena—itu menyenangkan!


"Xiaochu, aku akan kembali dan masuk ke dunia virtual. Jika ada sesuatu yang harus dilaporkan, maka laporkan, tapi kalau tidak ada yang penting, kau bisa mengambil keputusan sendiri."


"Baik, Master." Xiaochu mengangguk, dan dia melihat mata Fan Chen yang mulai redup.


Xiaochu mengendalikan tubuh Fan Chen untuk kembali beristirahat di kabin di dalam gedung, bersama dengannya yang membersihkan kekacauan setelah peluncuran rudal balistik.


...***...


—Dunia Virtual—


Dari jauh, dapat melihat perbukitan yang terlihat sangat indah di hari yang cerah, awan putih sedikit menghalangi sinar matahari, tapi tidak memperburuk suasana, melainkan menambah kesejukan yang sempurna.


Di atas bukit itu, angin berembus pelan meniupkan kelopak bunga yang tumbuh di sana dengan lembut. Ada aroma segar dari bunga-bunga yang mengisi udara yang membuat pikiran menjadi tenang dan damai. Di bawah sinar matahari yang hangat, warna-warni bunga di sekitar bukit terlihat semakin hidup dan bercahaya, seperti menari-nari di bawah sinar matahari.


Dalam kedamaian yang mengalir, kita dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan, serta merasakan betapa luar biasanya alam semesta ini. Suasana yang indah ini dapat membawa ke dalam dunia yang penuh harapan dan merasa terhubung dengan alam.


Di puncak bukit yang dipenuhi oleh hamparan bunga berwarna-warni, ada seorang wanita yang cantik terbaring lemah. Rambutnya yang hitam panjang, berkilau ketika terkena sinar matahari yang hangat. Wajahnya yang halus dan elegan, dengan mata besar dan kulit putih bersih, bibirnya yang tipis berwarna merah muda akan sangat indah apabila tersenyum m


Namun, wanita cantik ini menutup mata dan dari ekspresinya kita dapat mengetahui bahwa dia sedang terpuruk, sedih, putus asa, dendam, marah dan kehilangan harapan.


Tapi pada saat ini, tiba-tiba ada kumpulan alogaritma berwarna biru yang membentuk siluet manusia yang merupakan Fan Chen.


Fan Chen berlutut di samping wanita yang tidak lain ialah Su Qing. Dengan aksesnya yang tinggi, dia memberi izin Su Qing untuk bangun.


Su Qing menggigit bibirnya dengan tubuhnya yang gemetar sebelum akhirnya kembali tenang, matanya bergerak-gerak, lalu membukanya perlahan.


Tatapannya sedikit kosong, tapi tidak lama untuk mendapatkan cahayanya kembali. Ketika melihat langit biru dengan awan putih yang bergerak di langit, tiba-tiba Su Qing duduk.


"Tunggu!" Su Qing menyadari sesuatu, dia melihat tubuh bagian bawahnya, dia melihat tangannya yang membuka dan menutup. "Ini, ini, ini, apa aku sudah mati, dan ini adalah kehidupan setelah kematian?"


"Kau masih hidup."


Su Qing menoleh ke kiri, dia melihat pria yang entah sejak kapan sudah ada di sana. "Apa aku mengenalmu?" Entah mengapa dia merasa tidak asing dengan pria ini.


"Apa kau mengingat sesuatu?"


Su Qing mengerutkan keningnya saat pertanyaannya dibalas dengan pertanyaan. Tapi saat dia mencoba mengingat, tiba-tiba bayang-bayang penyiksaan yang menyakitkan datang di benaknya, tubuhnya gemetar, rasa takut yang luar biasa tidak bisa dijelaskan, kebencian, amarah, rasa sakit membuatnya hampir gila.


Fan Chen memeluk Su Qing, mengusap kepala dan menepuk-nepuk punggungnya. "Tenang, tidak apa-apa, sekarang sudah aman. Ngomong-ngomong, apa kau mengingatku? Aku Fan Chen."


Su Qing bergumam, "Fan Chen, Fan Chen, Fan Chen... Fan Chen!" Ia mendongak memegang wajah Fan Chen.


"Fan Chen!" Su Qing memeluk Fan Chen dengan membenamkan wajahnya yang mulai basah karena air mata. "Ka- Kau tahu, aku ingin sekali bertemu denganmu ... hiks ..."


Fan Chen tidak mengatakan apa-apa, dia hanya diam dan mengusap kepala Su Qing agar tenang. Dia sendiri memahami rasa sakit Su Qing meski tidak pernah mengalaminya sendiri, bertahun-tahun mendapatkan siksaan tanpa mengetahui dunia luar, selalu berada di tempat yang gelap tanpa bisa menggerakkan tubuh.


Su Qing mendongak menatap Fan Chen. "Suaramu, pantas saja aku merasa familiar, ternyata yang menyelamatkanku dari ilmuwan gila adalah dirimu."


Fan Chen menyisir rambut Su Qing. "Apa kau mengingat semuanya?"


Su Qing menggelengkan kepalanya dangdut menjawab, "Tidak semua, tapi aku masih mengingat beberapa hal dimulai dari komputer yang terhubung ke jaringan internet sampai hilangnya kesadaran." Ia mengusap air mata di matanya.


"Ngomong-ngomong, bukankah kau mengatakan bahwa aku akan dalam keadaan vegetatif selamanya? Tapi, mengapa aku bisa mengedipkan mata, berbicara, mengerakkan tangan dan lain sebagainya?"


Fan Chen melambaikan tangannya, memperlihatkan layar virtual di sampingnya. "Lihatlah ini, ini adalah kondisi tubuhmu. Jika kami melepas masker dan menghilangkan cairan nutrisi, kau akan mati."


"Kau bisa membacanya sendiri." Fan Chen melambaikan tangannya, memperlihatkan layar lain yang isinya adalah laporan pemeriksaan.


Tubuh Su Qing bergetar saat membaca laporan yang tertera. "Ap- Apa ... tidak ada ... harapan lain?" Cahaya di matanya meredup dan tatapannya kosong. "Apa, aku harus ... melakukan operasi besar-besaran ... mengganti semua organ ... dengan organ buatan? Itu, tidak ada bedanya dengan mesin."


Fan Chen mengulurkan tangannya, dia merangkul bahu Su Qing untuk membuatnya tenang. "Cairan nutrisi memiliki gen Cacing Antariksa yang memiliki sel fibroblas dan sel epitel sebesar 10.000% serta senyawa yang meregenerasi otot, saraf maupun daging. Kita tunggu selama satu bulan, apabila tidak membuahkan hasil, maka mengganti organ dalam adalah satu-satunya jalan."


Su Qing terisak dengan air mata yang kembali mengalir, hingga tiba-tiba dia menyadari sesuatu. "Kalau itu tubuhku, lalu aku di mana! Apa ini komputer seperti di laboratorium sebelumnya?"


Fan Chen mengusap air mata Su Qing. "Ya, ini adalah dunia virtual." Ia melambaikan tangannya, memperlihatkan Pod VR. "Tubuh asliku ada di dalamnya."


Su Qing memandangi Pod VR, lalu menundukkan kepala. "Aku di dunia virtual sendirian, sepertinya, aku hanya bisa melihat dunia luar melalui kamera."


"Omong kosong apa yang kau bicarakan? Lihat!" Fan Chen memperlihatkan proses perakitan robot humanoid yang baru rangka utamanya yang selesai. "Dengan memindahkan kesadaranmu ke sana, kau bisa mengendalikan robot itu seperti tubuhmu sendiri."


Su Qing membuka mata lebar-lebar saat melihat robot yang dirakit secara otomatis, dia juga melihat kulit silikon yang sedang dicetak menyerupai struktur wajahnya. "Ap- Apa ini mungkin?"


"Ya ..." Fan Chen mengangguk. "Apa kau kira aku menyelamatkanmu dari China ke Negara Elang Botak menggunakan tubuh asli? Bahkan meski aku memiliki seratus nyawa, aku tidak ingin mempertaruhkan nyawa. Kami memiliki teknologi seperti ini, bukankah harus dimanfaatkan dengan baik?"


"Dalam lima jam, tubuhmu yang berbasis silikon akan selesai. Ngomong-ngomong, aku harus pergi, kau bisa mengobrol dengan sekretaris ku di luar."


Su Qing melihat Katerina yang duduk di belakang meja kontrol, dia tidak bisa tidak mengagumi sosok wanita yang cantik itu, tapi saat melihat bagian yang mencolok, dia cemberut dan menggerutu, "Dada besar adalah musuh!"


Fan Chen terdiam, dia melihat Katerina, lalu melihat Su Qing, kemudian dia mengangguk. Dia mengerti mengapa Su Qing marah saat melihat sosok Katerina, karena milik Su Qing sangat kecil, tidak ada setengah dari Fan Xiaoyu adiknya, apalagi Katerina.


"Kau melihat apa?" Su Qing menatap tajam Fan Chen dan mendengus dingin dengan kedua tangan berkacak pinggang.


"Tidak ada." Fan Chen menggelengkan kepalanya seraya berdiri dan menepuk-nepuk rumput yang menempel di pakaiannya. "Aku pergi dulu, dan jika kau menginginkan sesuatu, kau bisa memintanya dari Katerina, termasuk makanan."


Setelah mengatakan itu, Fan Chen menghilang tanpa menunggu balasan dari Su Qing.


Su Qing tercengang ketika melihat Fan Chen yang menghilang tiba-tiba, tapi dari sini dia tahu bahwa tempat ini memang bukan dunia. Tapi untuk dapat merasakan semua indra, ini luar biasa.


"Walaupun ini bukan dunia nyata, tapi untuk dapat merasakan sentuhan, aku sudah sangat bahagia. Bertahun-tahun mendapatkan siksaan, dan hampir setahun berada di dalam komputer tanpa bisa merasakan apa-apa, sekarang ini, aku terasa seperti sedang di Surga."


Su Qing berdiri dan merentangkan kedua tangannya seraya menutup mata, menikmati angin sejuk yang bertiup dengan sinar matahari hangat yang membasuh tubuhnya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia melihat ada pohon apel yang tiba-tiba muncul di depannya.


Dia memetik buah apel yang matang. "Apa aku bisa memakannya?"


Dia membuka mulutnya, menggigit apel sampai mengeluarkan suara yang renyah. Dia mengunyahnya perlahan, merasakan perasaan yang sudah lama tidak dirasakannya, dua tahun lebih tidak pernah memakan apa pun, hidupnya selama ini hanya diberi cairan nutrisi.


Glup...


Su Qing menelannya, tiba-tiba dia menjatuhkan apel di tangannya, air matanya mengalir di pipinya yang halus. "Lezat..."


Dia berjongkok dan mengusap air matanya yang terus keluar. "Terima kasih, terima kasih, terima kasih..."


Katerina yang mengamati di luar, terdiam tanpa kata dan ada emosi yang bangkit di hatinya, emosi marah yang tidak bisa dijelaskan. Tapi bukan marah karena Fan Chen dekat dengan Su Qing, melainkan marah saat melihat nasib Su Qing yang mengenaskan.


Katerina tersenyum tipis, dia bertekad akan memanfaatkan tahanan dengan “Sebaik” mungkin.


...


***


*Bersambung...