Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 148 : Mencoba Memasuki Pusat Markas


Tiga regu menunggu sebentar sampai api setengah padam, kemudian mereka masuk dengan langkah hati-hati dan personel yang terdiri dari tiga orang di setiap regu menghadap ke belakang, berjalan mundur saat masuk seraya menjaga bagian belakang agar tetap awan.


Bahkan meski ada Pesawat Mingyue J-18 yang menjaga dari langit, tapi tidak sepenuhnya aman dari ancaman, seperti pesawat yang ragu-ragu menembak apabila binatang mutan maupun zombie yang terlalu dekat.


Fan Xiaoyu berdiri di belakang Fan Chen, dia mengangkat kedua tangannya, bersiap-siap menggunakan Kemampuan Unsur Petir dan Kendali Magnet.


Fan Chen melirik adiknya, dia memastikan bahwa Energi yang digunakan tidak melebihi 70%, yang mana berakibat pada kepala yang terasa sakit dan nyeri.


"Yu'er, jangan terlalu memaksakan diri, ada Kakak di sini yang memiliki Kemampuan Unsur Petir. Jadi Yu'er tidak perlu terlalu berusaha, aku tidak ingin kepalamu sakit karena efek samping akibat penggunaan Energi yang berlebih." Fan Chen mengungkapkan kekhawatirannya tanpa berhenti dan bahkan tidak melihat ke belakang sekalipun.


Fan Xiaoyu menganggukkan kepalanya dan berkata, "Iya, Kakak. Yu'er tahu itu, dan Yu'er masih mampu mengerahkan lebih banyak kekuatan. Ketika Yu'er merasa lelah, Yu'er akan berhenti."


Fan Chen mengangguk, dia tidak lagi mengatakan apa-apa, dia hanya diam, tapi dia tetap terus memantau pemakaian Energi yang digunakan Fan Xiaoyu. Jika adiknya tetap menggunakan Kemampuan Unsur meski sudah melewati batas, maka dia akan langsung menghentikannya.


"Hati-hati." Fu Shen merentangkan tangan kirinya. Komando sudah diambil alih olehnya setelah selesai berdiskusi sebelum meluncurkan EMG-20KA-150KV, dan dikatakan setelah melewati tembok, dia langsung mengambil alih.


Fan Chen berhenti, dia melihat Fu Shen, lalu mengamati sekitarnya.


“Kapten, setengah zombie di markas ini terpancing karena suara ledakan. Kami bisa menahan bagian belakang, tapi untuk bagian dalam markas, kami tidak dapat melakukannya karena itu bisa melukai kalian.” Yang Menghu yang mengoperasikan salah satu Pesawat Mingyue J-18 memberi laporan.


Fan Xiaoyu mendengar pemberitahuan itu, dan tanpa menunggu perintah dari kakaknya. Dia mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, memanipulasi api yang menyala di sekitarnya, kemudian dia berlutut dengan satu kaki seraya memukulkan tangan di tanah.


Api yang dimanipulasi itu menghantam tanah, membentuk dinding melingkar yang melindungi tiga regu secara bersamaan. Kemudian, Fan Xiaoyu membuka kedua tangannya lebar-lebar, dinding api itu meluas dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang, dan dengan ketebalan dinding api yang lumayan, setiap kali melewati zombie level rendah, zombie itu akan langsung hangus terbakar.


Energi yang dibutuhkan oleh Fan Xiaoyu untuk mengeluarkan Kemampuan Unsur Api tidak banyak, karena api sudah ada di sekitarnya, tidak lagi menciptakan dari ketiadaan yang mana menghabiskan lebih banyak Energi.


Fu Shen melihat sekeliling, dan langsung menemukan tempat yang aman. "Pergi ke arah jam tiga."


Tanpa menunda, semua orang bergegas ke arah jam tiga, bahkan orang yang menghadap ke belakang langsung tahu ke arah mana akan pergi.


Seperti sebelumnya, dan beberapa macam tindakan setelah terbentuknya Mingyue Defense. Kode dalam militer banyak diubah, setiap tim memiliki tanda komunikasi sendiri.


Utara adalah arah jam 12, biasanya digunakan sebagai patokan saat semua anggota tim terpisah. Namun jika bersama, patokannya akan dirubah menjadi arah yang dilihat oleh ketua. Tentu, setiap negara berbeda-beda, memiliki ketentuan masing-masing agar apabila komunikasi disadap, tetap tidak memberikan informasi berarti.


Fan Chen menunggu sebentar, barulah dia kembali bergerak setelah melihat adiknya yang berdiri di sampingnya. "Jangan gunakan Kemampuan Unsur Api untuk sementara waktu, gunakan saja M4 Carbine Laser. Kau sudah mulai berkeringat, tunggu sampai benar-benar pulih."


Fan Xiaoyu mengangguk, kali ini dia tidak membantah, dia kembali mengambil M4 Carbine Laser dan memegangnya dengan kedua tangan.


Pesawat Mingyue J-18 diam di udara, mengelilingi markas dan menghadap ke arah luar untuk mengurangi binatang mutan maupun zombie yang mencoba mendekat.


Pesawat Mingyue PO-11 berada di langit tepat di atas markas, dan di bawahnya ada ratusan Armor HK-80KAH-EP yang aktif.


Fan Chen mengeluarkan pistol pengait, memegangnya dengan erat dan berhenti berlari, melainkan melakukan sikap kuda-kuda seraya mengangkat tangan kanannya.


Tanpa aba-aba, semua orang mengetahui apa yang akan dilakukan Fan Chen, sehingga mereka langsung berlutut maupun tiarap di tanah.


Fan Chen mengayunkan tangannya secara horizontal seraya melepaskan tembakan, membuat tali sling yang kuat melesat sangat cepat. Kemudian dia mengaktifkan Kemampuan Unsur Petir, sehingga tali sling itu diselimuti oleh kilatan petir yang mengeluarkan suara seperti guntur.


Fan Chen mengangkat tangannya lagi, lalu mengayunkannya kembali seperti cambuk seraya memutar tubuhnya 360°.


Putaran cepat itu menimbulkan suara angin yang terbelah, tapi ada juga guntur yang tidak terlalu keras. Tali sling berputar, setiap kali melewati benda, benda yang dilewatinya akan terpotong dan meledak, bahkan gedung tinggi di kanan belakangnya setengah terbelah.


Fan Chen menyimpan pistol pengait, lalu berlari ke depan diikuti dengan yang lain.


Booom...


Gedung yang kehilangan keseimbangan dan jatuh, menghantam zombie-zombie yang mengejar di belakangnya menjadi daging giling. Tubuh mereka hancur, darah merembes di celah-celah bebatuan dan langsung menguap karena suhu yang tinggi.


Fan Chen berlari di barisan depan, lalu dia berbalik menghadap ke belakang. Dia melihat satu per satu zombie yang tidak tertindih gedung, mulai naik melewati reruntuhan.


Hal yang paling ditakuti dalam bencana ini adalah zombie, jika itu binatang mutan, meski mengalami luka parah, akan tetap pulih pada akhirnya. Namun jika terkena serangan zombie, bahkan meski sedikit goresan, sudah tidak ada lagi harapan.


Sampai sekarang, dari pertama kali menangkap zombie hidup, Mingyue Defense masih belum bisa menciptakan serum zombie agar kebal terhadap virusnya.


"Xiaochu, kendalikan 20 Armor HK-80KAH-EP untuk masuk lebih dulu ke ruang bawah tanah, pindai keadaan di sana secara detail dan pastikan tidak ditemukan oleh mereka. Walaupun, sepertinya tidak mungkin tidak ditemukan dalam keadaan seperti ini."


Fan Chen tidak optimis mengenai persembunyian mereka, mengingat ledakan demi ledakan yang datang, dan jatuhnya binatang mutan maupun zombie. Pastinya, sebagai pemimpin dari dua kelompok ini, dua pemimpin ini mengetahui tentang terbunuhnya bawahan.


“Baik, Master.” Suara Xiaochu terdengar, diiringi dengan pergerakan dari 23 Armor HK-80KAH-EP yang bergerak ke tengah-tengah markas, di mana terdapat gedung tertinggi di sana.


Fu Shen mengangkat tangan kirinya membentuk tanda “peace”, meminta regu yang awalnya dipimpin olehnya untuk berkumpul, lalu dia melambaikan tangannya ke kiri dengan telapak tangan yang terbuka, namun semua jadi bersentuhan.


Regu yang terdiri dari 11 orang bertindak sesuai arahan Fu Shen, mereka pergi ke kiri di pertigaan. Kemudian mereka masih menyebar lagi menjadi tiga kelompok kecil dan menanam bom.


Fan Chen masih di bagian belakang, dia tidak henti-hentinya menembak zombie yang menaiki reruntuhan menggunakan M4 Carbine Laser.


"Kakak, Yu'er membantu." Fan Xiaoyu berdiri di samping kakaknya.


Fan Chen tersenyum tipis dan berkata, "Apa kau takut?"


Fan Xiaoyu tidak menjawab langsung, tapi ada sedikit anggukkan kepala. "Sedikit, ini pertama kalinya Yu'er benar-benar pergi ekspedisi. Sebelumnya bersembunyi di balik Armor HK, atau memakai Robot Pengganti. Tapi, Yu'er sangat bersemangat, karena Yu'er bisa menggunakan Kemampuan Unsur Yu'er dengan bebas di sini."


Fan Chen mengangguk kecil, tapi tidak mengatakan apa-apa. Dia melambaikan tangannya, berbalik meninggalkan bagian belakang yang semua zombie sudah habis dan akan diambil alih oleh personel lain untuk berjaga.


Fan Chen ingin melihat apa yang ditangkap oleh Armor HK, sehingga dia berdiri di tengah-tengah agar lebih fokus dalam mengawasi dan mengambil tindakan selanjutnya.


Tidak mungkin langsung masuk ke bagian terdalam tanpa mengetahui seluk-beluk seperti jumlah lantai, koridor, jalan bercabang, penjagaan dan lain sebagainya yang dapat memengaruhi misi.


Seandainya tidak ada manusia yang perlu diselamatkan di bawah sana, Fan Chen akan langsung meminta Pesawat Mingyue PO-11 melepaskan Meriam Energi dan meratakan seluruh daratan Hongkong dengan tanah. Setelah meratakannya, barulah membangun ulang dari awal karena itu lebih mudah.


...


***


*Bersambung...