
Fan Chen membiarkan Fu Shen membuka jalan saat dia membeli Kacamata Pintar 100© yang langsung terhubung dengan radar, tapi radar kali ini berbeda, tidak seperti yang digunakannya pertama kali. Radar ini bisa membedakan mana manusia dan mana zombie.
Fan Chen juga membeli Drone Pemindaian 500©, dia mengeluarkannya melalui jendela. Terbang turun ke lantai dasar, kemudian naik lagi ke lantai puncak dengan cara mengelilingi untuk memindai seluruh bangunan.
"Kita naik ke lantai tiga belas."
Dalam pandangan Fan Chen, di udara di depannya ada hologram 3D yang membangun struktur gedung dengan sangat jelas: dimulai dari ruangan-ruangan, furniture di dalamnya, dan titik-titik yang menandakan manusia maupun zombie.
Fan Chen memberikan Kacamata Pintar untuk Fu Shen gunakan.
Kacamata Pintar ini seperti perangkat VR, tapi lebih tipis dan ringan, tidak merasa tidak nyaman saat dikenakan. Bisa memindai suhu dengan sinar inframerah, dan terkadang akan mengeluarkan suara infrasonik untuk memindai apa yang ada di sekitar yang tidak bisa dipindai oleh sinar inframerah.
Jadi saat memakai Kacamata Pintar, dari sudut pandang pengguna, bahkan saat terhalang dinding, bisa memperlihatkan apa yang ada di balik dinding. Tapi tidak memperlihatkan wujud asli, hanya garis-garis merah yang membentuk manusia atau zombie, serta pergerakan yang sangat minim yang tidak bisa didengar oleh telinga manusia, akan terdeteksi oleh Kacamata Pintar.
Yang terpenting dari segala hal, adalah penglihatan malam. Ini sangat penting untuk membunuh zombie di saat sumber pencahayaan terbatas.
Namun ini hanya teknologi kelas rendah, karena sampai saat ini Fan Chen hanya bisa membeli teknologi di bawah 1000©. Dia tidak bisa membeli yang di atasnya, dan teknologi yang dibeli dengan Yuan(¥) hanya teknologi yang ada di pasaran dalam bentuk peningkatan.
Jika Fan Chen memiliki pengetahuan atau setidaknya memiliki Ilmuwan yang menguasai teknologi tingkat tinggi, dia bisa membeli bahan baku menggunakan Yuan(¥), dan meminta Ilmuwan tersebut untuk membuatnya.
Fu Shen mengenakan Kacamata Pintar, lalu mengamati mayat zombie di bawahnya. Sinar inframerah memindai mayat zombie, dan dari sudut pandangnya, ada garis-garis merah yang membentuk kristal, itu berkedip-kedip.
Fu Shen berjongkok, mengeluarkan pisau dan membedah kepala zombie. Dia melihat Kristal Energi yang warnanya bening, menandakan bahwa Kristal Energi ini lebih buruk dari yang ditemukannya di tangga darurat.
"Kapten." Fu Shen menyerahkan Kristal Energi pada Fan Chen setelah membersihkannya, termasuk Kristal Energi yang disimpannya tadi.
Fan Chen menerima Kristal Energi dan langsung menyimpannya tanpa melihat kualitasnya.
Kemudian keduanya bergegas menaiki tangga darurat lagi, tapi kali ini tidak langsung naik ke lantai yang dituju, melainkan membersihkan semua zombie yang ada di setiap lantai. Dengan adanya Kacamata Pintar, pemburuan mereka berdua lebih efektif, mereka bisa tahu di mana posisi zombie, sehingga bisa bersiap-siap dan tidak perlu lagi mengendap-endap.
Jadi tidak butuh waktu lama untuk pergi ke lantai yang dituju meski harus mengelilingi setiap lantai untuk membunuh zombie.
Pendapatan Fan Chen dalam membunuh zombie ini sangat memuaskan, tapi dia juga menghabiskan banyak amunisi, dan uang yang digunakan untuk membeli amunisi belum kembali.
Segera, mereka tiba di lantai 13, tapi tidak langsung menyerbu seperti sebelumnya karena lebih banyak zombie di atas.
Fan Chen menyiapkan semua magazen bersama dengan Fu Shen, memastikan semuanya sudah siap.
Dari pandangan keduanya, mereka melihat banyak garis merah yang membentuk tubuh zombie. Yang membedakan zombie dengan manusia adalah titik cahaya di tengah-tengah struktur tubuh: jika manusia berwarna oranye, maka zombie akan sedikit redup, bahkan ada sedikit kehitaman.
Di lantai 13 ini hanya ada satu ruangan yang dihuni manusia selamat, sisanya telah dimakan atau berubah menjadi zombie tak berakal yang berkeliaran di mana-mana.
Dari semua lantai, hanya lantai ini saja yang menyimpan manusia. Lantai lainnya ada manusia, tapi dari waktu ke waktu, akan terus berkurang. Manusia-manusia di lantai atas akan turun, mencoba peruntungan untuk melawan zombie, tapi karena kekurangan senjata dan tidak memiliki keterampilan, mereka terbunuh oleh zombie.
Saat ini, Fan Chen dan Fu Shen berdiri di balik pintu yang menghubungkan antara tangga darurat dengan koridor lantai 13. Keduanya masih belum bertindak karena di depan mereka dipadati oleh zombie, jadi mereka masih menunggu sampai zombie di depan menjauh.
Fan Chen juga mengendalikan Drone Tembus Pandang di luar untuk mencari lubang untuk menyelinap masuk, lalu membuat suara untuk memancing zombie menjauh.
Melalui Kacamata Pintar, mereka melihat struktur hotel dengan jelas dan melihat titik-titik merah yang mulai naik dari lantai dasar, dan mereka melihat sebagian titik merah akan menghilang saat memasuki hotel, ini menjelaskan bahwa api di lantai dasar masih menyala.
Drone berhasil memasuki lantai melalui salah satu jendela yang pecah, dan sepertinya itu dipecahkan oleh pengunjung. Tapi, memecahkannya menggunakan apa, tidak ada yang tahu, mengingat ketebalan kaca ini mampu menahan bobot mobil.
Berbeda dengan Fan Chen tadi, meski dia memukul kaca sampai pecah, tapi tidak sesederhana memukulnya dengan tinju. Dia memiliki keuntungan tersendiri, yaitu teknologi.
Setelah Drone Tembus Pandang memancing kawanan zombie, Fu Shen membuka pintu dan menghadap ke kiri sambil melepaskan tembakan.
Fan Chen menghadap ke kanan, melepaskan tembakan yang sama, dan setiap tembakan akan mengenai bagian kepala, membunuh setiap zombie.
Fu Shen mengikuti di belakang Fan Chen dan sesekali melepaskan tembakan ke belakang.
Sampai akhirnya mereka berdua berhenti di depan pintu dengan nomor 778 tergantung di depannya.
Fan Chen bisa mendengar suara napas yang gugup dari dalam. Ada dua anak kecil yang bersembunyi di sisi lain tempat tidur, dan keduanya dipeluk oleh seorang wanita. Di balik pintu, ada pria yang berjaga-jaga, mengangkat kursi dan bersiap-siap untuk menyerang.
"Tubuhnya kuat, otot-ototnya terbentuk sempurna, meski tidak semacam Hulk, seperti orang-orang kuat yang memecahkan rekor, tapi otot ini benar-benar luar biasa. Orang ini dari militer."
Fan Chen menghela napas. Dia mengulurkan tangannya memegang gagang pintu, kemudian menariknya paksa sekuat tenaga sampai bergetar, dan akhirnya perangkat elektronik di gagang pintu berhasil dirusak.
Pintu itu langsung dibuka setelah perangkat dihancurkan. Bahkan meski listrik telah padam, masih ada baterai cadangan di dalamnya.
Fan Chen mendorong pintu, kemudian dia langsung berguling ke depan.
Bang!
Kursi mengenai lantai, menghancurkan kursi menjadi potongan kayu.
Fan Chen yang baru berguling, berbalik dalam posisi berlutut, dia mengangkat pistol dan mengarahkannya ke pria paruh baya.
Pria paruh baya itu bergegas ke arah Fan Chen, tapi tiba-tiba dia mendengar langkah kaki di belakangnya. Dia berbalik sembari mengayunkan tangannya secara horizontal.
Fu Shen sudah menyimpan senjata, dia diperintahkan untuk tidak membunuh pria ini. Tapi tidak ada masalah untuk melumpuhkannya.
Fu Shen mengangkat tangan kanannya, menahan serangan. Kemudian tiba-tiba dia berlutut, memutar tubuhnya di lantai dan menendang kaki lawannya dengan tumit kaki kanannya.
Serangan ini sangat cepat, bahkan meski pria ini berasal dari militer, masih tidak mungkin bisa bersaing dalam hal kecepatan dengan Fu Shen yang merupakan manusia buatan menggunakan teknologi tertinggi.
Pria itu kehilangan keseimbangan, dan tiba-tiba dia sudah terbaring di lantai dengan pandangannya melihat langit-langit ruangan.
"Jangan!"
Wanita yang bersembunyi di sisi lain tempat tidur, berdiri dan berteriak dengan air yang mengalir di sudut matanya.
Fu Shen berdiri sambil menepuk-nepuk tangannya.
Fan Chen menghampiri pria paruh baya dan melepaskan Kacamata Pintar. Dia mengabaikan wanita yang berteriak dan berkata, "Apakah kau dari militer? Aku akan langsung saja, pergi bersamaku, kembali ke Tempat Perlindungan, dan kau tidak akan kekurangan makanan."
Pria paruh baya itu menggertakkan giginya, tapi dia tidak ingin melawan lagi karena istrinya sudah menangis, apalagi tangisan putra dan putrinya yang masih kecil membuatnya diam. "Bagaimana jika aku menolak? Apakah kau akan membunuh kami?"
Melihat pria itu duduk, Fan Chen tidak menghentikannya dan kembali berkata, "Aku tidak akan membunuhmu. Tempat Perlindungan kami kekurangan tenaga, kau datang, kami menyambutmu. Jika kau menolak? Aku tidak peduli, kami meninggalkan kalian di sini, dan kami pergi. Tapi, apakah kau bisa membiarkan keluargamu hidup di tempat seperti ini? Tempat yang dipenuhi zombie, tanpa air dan makanan ..."
Fan Chen melihat pria di depannya lemah terhadap keluarga, dan dia menambahkan, "Bahkan jika kau tidak mati di bawah kepungan zombie, kau mungkin mati kelaparan."
Pria paruh baya itu merenung, dia menundukkan kepala sembari mengepalkan tangannya. Dia tidak pernah jatuh ke situasi seperti ini. Dia melihat istrinya yang masih memeluk anak-anak yang menangis.
Fan Chen menunggu selama beberapa detik, kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan.
"Tunggu!" Pria itu melihat Fan Chen akan meninggalkan ruangan, dan akhirnya dia menyerah. "Kami ikut denganmu!"
...
***
*Bersambung...