Air Mata Mella

Air Mata Mella
Bab. 54. Resepsi


Setelah datangnya malam maka akan datang pagi untuk menggantikannya. Setelah ada gelap akan ada cahaya yang datang menerangi. Setelah ada duka pasti akan ada bahagia.


Setelah penantian yang lama akhirnya Mella bisa bertemu kembali dengan Jun. Bahkan keinginannya telah menjadi kenyataan. Kini Jun telah menjadi manusia seutuhnya seperti dirinya bukan lagi menjadi Jin.


Sehingga Jun harus tinggal di tempat yang lain, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti peraturan yang ada di lingkungan mereka.


Jun menyewa sebuah rumah untuk tinggal sementara, sebelum keduanya resmi menikah. Kini keduanya berada disebuah butik untuk melakukan fitting baju pengantin.


Setelah semuanya selesai, Jun dan Mella mengurus persyaratan pernikahan mereka untuk diserahkan ke KUA.


Mella menghubungi Hani dan juga ibu Della agar mereka bisa menghadiri acara pernikahan mereka yang bisa dibilang sangat mendadak ini.


"Mella apakah kau yakin akan menikah secepat ini ?" tanya Hani.


"Ya Hani, ini jauh lebih baik jika aku hidup seorang diri dan selalu bersama dengan Jun." jawab Mella yakin.


"Oke, baiklah kalau begitu beritahu aku seperti apa pria yang bisa membuat mu bisa mengambil keputusan besar ini." ucap Hani lagi.


Kemudian Mella menunjuk seseorang yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang yang ada di ruang tamu.


Hani mengikuti arah yang ditunjuk oleh Mella. Netranya tertuju pada seorang pemuda yang sangat tampan.


"Sebuah maha karya yang sangat luar biasa, pantas saja kau ingin segera menikah secepat kilat. Ternyata kau tidak ingin ada wanita lain yang mendahului mu." ucap Hani.


Mella hanya tersenyum, sebenarnya ia hanya ingin hubungan mereka sah Dimata hukum. Kerena sebenarnya mereka telah tinggal satu atap cukup lama hanya saja tidak ada yang mengetahui.


Mella dan Jun tidak ingin terjerumus ke dalam lembah dosa. Dan mereka juga tidak mempunyai siapa-siapa lagi.


"Baiklah Mella, sekarang katakan sejak kapan kekasihmu itu datang ?." tanya Hani lagi.


"Saat wisuda kemarin. Aku hampir saja putus asa karena tidak ada seorangpun yang datang menemaniku waktu itu."


"Hingga disaat terakhir dia datang dan membawa kebahagiaan yang selama ini aku tunggu. Menjadi kekasih halalnya." jawab Mella.


"Jadi semua ini seperti perkiraan BMKG begitu ?." tanya Hani asal.


"Tentu saja, benarkan sayang ?." ucap Jun yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang Mella.


Hani memperhatikan Jun yang begitu tulus mencintai Mella, hal itu terlihat dari caranya memandang Mella.


Bahkan bukan hanya Hani yang berfikir demikian, para tetangga yang sedang membantu acara pernikahan mereka juga mengatakan hal yang sama.


Ya pernikahan Mella dan Jun digelar secara sederhana, hanya mengundang para tetangga dan kenalan mereka saja.


Mella dan Jun mempunyai pemikiran yang sama, mereka tidak ingin mengadakan acara pernikahan yang sangat meriah.


"Hai kenalkan aku Hani." ucap Hani sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Arjuna, calon suami Mella." jawab Jun.


Keduanya saling berjabat tangan. Saling bertukar cerita sambil menunggu Mella yang sedang dirias didalam kamarnya.


"Hani apakah menurutmu aku sudah terlihat tampan ?." tanya Jun.


"Lumayan kata mu ?." tanya Jun dengan memperhatikan pakainya dan juga meraba wajahnya.


"Apa yang kau lakukan ?." tanya Hani bingung.


"Apa yang masih kurang ? tolong katakan biar aku perbaiki. Aku tidak ingin Mella kecewa melihat penampilanku yang hanya lumayan ini." jawab Jun dengan Jujur.


"Hahaha, aku hanya bercanda saja. Kau sungguh sangat luar biasa, kau terlihat sangat tampan. Seandainya kau tidak akan menikahi Mella akan aku pastikan kau akan aku culik dan akan ku jadikan sebagai pengantin ku." jawab Hani.


"Kau berani ? bahkan aku sudah menunggu saat ini berabad-abad lamanya." jawab Jun sedikit kesal dengan jawaban Hani.


"Wao sang pengantin pria telah menunggu selama berabad-abad, apakah itu yang dinamakan cinta ?. Satu jam saja terasa satu abad jika tidak bertemu dengan pujaan hati." celoteh Hani.


Jun hanya tersenyum, hanya ia dan juga Mella yang tau, berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh Jun untuk bisa menjadi manusia seperti saat ini.


Dan berapa lama ia harus mencari keberadaan Mella setelah ia berubah menjadi manusia untuk bisa menjadi kekasih halal Mella.


Setelah semuanya selesai dan siap, kini mereka tinggal menunggu sang penghulu yang akan menikahkan mereka.


Ibu Della datang bersama suaminya, bahkan beliau menjadi keluarga dari Mella mewakili orang tua Mella yang telah pergi ke alam surga.


Jun menunggu kedatangan Penghulu dan juga Mella. Yang hingga saat ini matanya belum bisa melihat sang pujaan hati.


'Ya Allah ternyata menunggu beberapa saat saja terasa begitu lama. Mudahkanlah hamba untuk menghalalkan kekasih hamba ya Allah.' batin Jun.


Tak lama penghulu datang bersama dengan yang lainnya. Setelah memeriksa berkas-berkas pernikahan Mella dan juga Jun, akhirnya beliau meminta agar mempelai wanita segera hadir agar acara pernikahan bisa segera dilaksanakan.


Semua mata memandang kedatangan Mella yang didampingi oleh ibu Della dan juga Hani. Jun begitu terpesona melihat Mella yang kini sangat cantik layaknya bidadari dari surga.


Matanya tak berkedip melihat betapa cantiknya calon istrinya itu. Sungguh sempurna Allah menciptakan Mell.a untuk dirinya.


Tak sia-sia rasanya ia menjadi Jin dan dipertemukan dengan Mella gadis yang sangat menderita dalam kehidupan ini.


Bahkan gadis itu telah meminta agar ia bisa menjadi manusia dan bisa menikahinya secara sah. Kini Jun benar-benar bersyukur atas semua yang terjadi pada dirinya.


"Mella kau adalah bidadari surgaku." ucap Jun.


Hal itu tentu saja membuat para hadirin tersenyum dan berbisik, membicarakan sang pengantin pria yang terlihat sangat bucin sekali.


Jun bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan menghampiri Mella. Tanpa malu-malu Jun mengulurkan tangannya hendak meraih tangan Mella.


Jun sedikit membungkukkan badannya, setelah tangannya disambut oleh Mella, Kemudian ia menekuk satu kakinya.


"Sayang menikahlah denganku, mari kita rajut tali kasih kita hingga ke surga. Jadilah kau bidadari surgaku." ucap Jun dengan tulus.


Mella hanya mengangguk sebagai jawabannya, Jun langsung berdiri dan menggenggam tangan Mella. Keduanya berjalan beriringan menuju ke tempat pernikahan mereka di hadapan para hadirin.


Terbayang satu persatu kenangan indah diantara mereka. Mulai saat pertama kalinya mereka bertemu, meskipun tempatnya tidak biasa namun kenangan itu sungguh sangat luar biasa.


Berawal di area pemakaman dan kini berada di hadapan penghulu dan para saksi serta hadirin, yang menjadi saksi janji suci yang akan mereka ucapkan.


Janji suci untuk menjalani bahtera kehidupan ini baik suka maupun duka, hingga hanya ajal yang akan memisahkan keduanya. Sungguh kisah cinta yang sangat sempurna.