Air Mata Mella

Air Mata Mella
Bab. 28. Ingin punya keluarga


Sementara Mella beraktivitas di sekolah, Gani menunggu dengan setia dirumah. Ia tidak ingin kemana-mana karena takut tersesat dan tak bisa kembali.


Ia bermain di teras sambi menunggu Mella. Tak lama kemudian Melly muncul dan memanggil Gani.


"Gani ! kesini sebentar !." ucap Melly sambil berdiri di samping pagar.


"Iya kak, apa yang bisa Gani bantu ?." tanya Gani setelah berada dekat dengan Melly.


"Dimana kak Mella ? dan apakah kau sudah mengatakan kepada kak Mella bahwa aku ingin ikut dengannya juga."


"Aku ingin hidup seperti kalian. Hidup dengan damai. Tanpa memikirkan hal-hal diluar sana yang sangat mengerikan." ucap Melly.


"Belum aku belum berani mengatakannya." jawab Gani dengan jujur.


"Gani apakah kau tau, bahwa kak Mella berhasil membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah. Padahal orang yang dilawannya adalah seorang Jendral." ucap Melly sambil menceritakan kemenangan Mella melawan Jendral Pranoto.


Dengan kata lain, setelah Jendral Pranoto dihukum, tidak ada lagi yang bisa menaungi Melly dan kawan-kawannya.


Pasti kehidupan mereka akan kembali seperti semula. Benar-benar menjadi seorang gelandangan yang tidak mempunyai perlindungan dari siapapun.


Terbayang bagaimana kerasnya kehidupan yang harus ia rasakan. Selama ini apapun yang mereka lakukan selalu mendapatkan perlindungan dari sang Jendral, namun kini mereka harus mandiri.


Bertanggung jawab atas perut mereka masing-masing dan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.


"Apa yang kakak pikirkan ?." tanya Gani.


"Aku ingin hidup seperti dirimu." jawab Melly dengan jujur.


"Kalau kak Mella datang nanti kakak bilang sendiri aja dengan jujur. Kak Mella orang yang baik, jangan takut." ucap Gani.


Keduanya berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan Mella. Dan tak terasa Mella telah datang dan mobilnya sudah terlihat dari kejauhan.


"Itu mobil kak Mella." ucap Gani sambil menunjuk ke arah sebuah mobil yang baru saja memasuki gang.


Melly tersenyum dan hatinya mulai takut, ia takut mengatakan semuanya kepada Mella tentang keinginannya agar bisa tinggal bersama dengan Mella dan juga Gani.


Gani menyambut kedatangan Mella dengan penuh suka cita. Ia tersenyum karena seseorang yang sudah ia nanti-nantikan sejak tadi kini mulai terlihat.


Mella segera turun dari mobil setelah mobil itu berhenti dengan sempurna di tempatnya. Mella mendekati Gani dan juga Melly yang sedang berbincang-bincang.


"Kelihatannya seru sekali, apa yang sedang kalian bicarakan ?." tanya Mella sambil tersenyum menatap wajah keduanya.


Melly seolah tak bisa berkata-kata, ia hanya bisa tersenyum mencoba menutupi apa yang sedang mereka bicarakan.


"Kak Melly ingin ikut tinggal bersama dengan kita, menurut kak Mella bagaimana ?." tanya Gani.


"Ingin ikut dengan kita ?." tanya Mella lagi.


Keduanya mengangguk dengan kompak, seperti sudah melakukan gladi resik sebelumnya. Mella tersenyum, ia tau alasan apa yang membuat Melly ingin ikut tinggal bersama dengannya.


Melly pasti saat ini bingung karena tidak ada yang melindunginya lagi. Selama ini ia selalu melakukan apa yang diperintahkan oleh Jendral Pranoto dengan imbalan ia mendapatkan perlindungan penuh dari sang Jendral.


Kebanyakan manusia berfikir demikian, dia akan melakukan apapun demi untuk kepentingan pribadinya. Dan setelah dirasa tidak menguntungkan maka mereka bisa segera berbalik arah untuk mendapatkan keuntungan yang lainnya meskipun harus menjilat ludahnya sendiri.


"Apakah benar seperti itu Melly ?." tanya Mella.


"Iya kak, saya ingin ikut tinggal bersama dengan kakak dan juga Gani. Saya ingin memiliki keluarga seperti anak pada umumnya." jawab Melly.


Melly menundukkan kepalanya, ia tidak tau harus menjawab apa. Ia yakin bahwa Mella telah mengetahui semuanya.


Mella mengetahui hubungan Melly dengan Jendral Pranoto. Tapi ia melakukan hal itu karena untuk bertahan hidup.


Ya ia memang salah karena telah melakukan semua perintah Jendral Pranoto baik itu benar atau salah. Itu ia lakukan karena telah berjanji bahwa ia akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan sang Jendral.


Ia tidak berfikir bahwa apa yang telah ia lakukan telah merugikan banyak orang dan hal itu akan kembali kepadanya juga dengan cara yang berbeda.


Mella tersenyum melihat ekspresi Melly, sebenarnya ia juga tidak ingin melukai perasaan Melly, ia berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri.


"Kak, apakah kakak mengijinkan kak Melly untuk tinggal bersama dengan kita ?." tanya Gani lagi.


"Jika ia mau ia boleh tinggal di sini." ucap Mella sambil melangkah masuk kedalam rumah.


"Yey, aku jadi punya teman, terimakasih kak." jawab Gani.


Setelah itu keduanya hendak masuk kedalam rumah, namun Melly tak bisa masuk kembali, seolah ada dinding penghalang yang membuat ia tidak bisa masuk ke dalam pekarangan rumah Mella.


'Apa sebenarnya yang terjadi ?.' batin Melly.


Sementara Gani dan juga Mella telah masuk kedalam rumah. Mella segera masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat sebentar.


Ia merasa sedikit lelah, setelah melakukan banyak percobaan dalam laboratorium bersama dengan Jun. Hingga jam pulang mereka berdua menghabiskan waktu di laboratorium.


Sementara Gani, ia kembali keluar karena tidak menemukan Melly. Dan ia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ternyata Melly masih berdiri diluar pagar.


"Kak apa yang kakak lakukan ?." tanya Gani.


"Aku tidak bisa masuk, seperti ada sebuah dinding yang menghalangiku." jawab Melly dengan jujur.


"Tapi tidak ada dinding seperti yang kakak masuk. Bukankah kak Mella sudah mengijinkan kakak untuk tinggal bersamanya."


"Jadi untuk apa ia menghalangi kakak untuk masuk ?. Jika kakak tidak ingin masuk ya itu sich terserah kakak saja, aku tidak bisa memaksa." jawab Gani.


Gani berbalik arah hendak masuk kembali ke dalam rumah. Ia tidak mau ambil pusing dengan Melly, Mella sudah mengijinkan ia untuk tinggal tapi jika ia tidak mau ya sudah itu urusan Melly bukan urusan Gani.


Demikian pemikiran yang ada dibenak Gani. Ia terus melangkah dan hendak masuk kedalam rumah. Namun langkahnya terhenti saat mendengar panggilan dari Melly.


"Gani, tunggu !." panggil Melly.


"Apa lagi ? jika kakak mau masuk ya masuklah jika kakak tidak ingin masuk ya terserah. Gani mau istirahat dulu." jawab Gani sambil melangkah kakinya.


"Gani, aku mohon. Jangan Masuk dulu, aku sungguh membutuhkan bantuan mu." ucap Melly.


"Apa yang harus aku lakukan kak ?." tanya Gani.


"Kemari Lah !." ucap Melly.


Gani terpaksa kembali mendekati Melly yang masih berdiri diluar pagar. Sebenarnya apa yang ingin Melly jelaskan tidak membuat Gani penasaran. Hanya saja ia tidak ingin orang berfikir negatif tentang Mella.


Pasti orang akan berburuk sangka dengan Mella, karena telah melarang atau membiarkan seseorang berdiri terlalu lama di luar pagar rumahnya.


Saat Gani melangkah dan mendekati Melly, terdengar suara seseorang memanggil namanya dari dalam sebuah mobil Polisi.