Air Mata Mella

Air Mata Mella
Bab. 40. Ingin Pindah


Mella dan Jun akhirnya sampai di pemakaman umum.. Seperti biasanya Mella selalu menceritakan semuanya kepada ayah dan ibunya apa saja yang ia alami dan yang sekarang terjadi.


Sementara Jun, berdiri agak sedikit jauh dari Mella. Ia teringat bagaimana awalnya ia bertemu dengan Mella. Gadis malang itu sangat menyedihkan sekali. Ia kelaparan dan tidak mempunyai tempat tinggal.


Kehidupan ini memang tak ada yang bisa mengetahuinya. Entah sejak kapan ia jatuh cinta kepada Mella.


Kini ia sangat khawatir akan berpisah dengan Mella. Jika Mella telah mengucapkan permintaannya yang ketiga dan terakhir maka saat itu terkabul maka ia akan kembali lagi ke alamnya. Yang artinya ia akan berpisah dengan Mella selamanya.


Apakah ia tidak bisa bertemu atau sekedar menemui Mella ? jawabnya pasti bisa tetapi hal itu akan jauh berbeda dengan saat ini.


Saat ini Mella bisa melihatnya dan bisa menyentuhnya tapi jika perjanjian di antara mereka telah berakhir maka mungkin akan berbeda. Jun masih bisa melihatnya tetapi tidak bagi Mella.


Tak terasa air matanya menetes. Ternyata harus kehilangan orang yang sangat kita sayangi sangat menyakitkan sekali. Lalu bagaimana dengan Mella ? yang harus kehilangan orang-orang yang sangat ia cintai dalam waktu yang bersamaan.


Mungkin sakitnya tiga kali lipatnya sakitnya kehilangan seorang yang sangat kita sayangi. Jun akhirnya mengerti mengapa Mella selalu meneteskan air matanya.


Perlahan Jun mendekati Mella, tangannya terulur untuk menghapus air mata Mella yang menetes saat ia mencurahkan rasa rindu kepada ayah dan ibunya serta rindunya terhadap sang kakak.


Mungkin inilah takdir yang harus Mella lalui. Kehilangan seluruh keluarganya dan harus hidup seorang diri. Dan mungkin nanti ia juga harus pergi meninggalkan Mella.


Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi dan kekal. Bahkan udara yang sudah kita hirup sekalipun harus kita hembusan kembali.


"Jun, Mari kita pergi ke Sekolah." ucap Mella tiba-tiba.


"Kesekolah ? bukankah kau bilang tidak ingin pergi ke sekolah ?." tanya Jun.


"Aku berubah pikiran, aku ingin pergi ke sekolah untuk meminta surat pindah. Aku ingin melanjutkan pendidikan ku ke sekolah yang baru." jawab Mella.


"Baiklah. Tapi apa alasanmu ingin pindah Sekolah ?." tanya Jun lagi.


"Aku ingin memulai semuanya dari awal. Memulai kehidupan yang baru dan juga tempat yang baru. Dimana di tempat itu tidak ada seorangpun yang akan mengenalku."


"Aku ingin melupakan semua kenangan di tempat ini. Aku ingin mengukir kehidupan ku yang baru sebagai Mella yang baru." jawab Mella.


Kemudian Mella melangkah dan diikuti oleh Jun. Mella melajukan mobilnya menuju ke Sekolahnya. Ia telah memutuskan bahwa ia ingin pindah ke tempat yang baru.


Saat ini kebetulan waktunya istirahat. Sehingga saat Mella sampai dan memasuki area sekolah, teman-temannya melihatnya semua.


Mella turun dari mobil dan berjalan menuju ruang kepala sekolah. Ia tidak pergi ke kelasnya. Dan kebetulan Chika dan Raisa sedang keluar dari kantin hendak ke taman Sekolah.


"Bukankah itu Mella ? untuk apa dia datang ke sekolah ini lagi ? Bukankah ia sudah dikeluarkan dari sekolah ini ?." tanya Raisa sambil menunjuk ke arah Mella.


Chika langsung mengarahkan pandangannya ke arah jari Chika. Dan benar saja Mella sedang melangkah seorang diri. Tak menunggu lama, ia segera berjalan dan menghampiri Mella.


"Hai Mella ! untuk apa kau datang kembali ke sekolah ini ? bukankah kau sudah dikeluarkan dari sekolah ini ?." tanya Chika sambil mendorong tubuh Mella.


"Chika aku tidak ada urusan dengan mu, aku ada perlu dengan kepala sekolah." jawab Mella.


Mereka segera mengikuti Mella dari belakang. Chika tidak ingin jika kepala sekolah mengijinkan Mella menjadi salah satu murid di sekolah ini.


"Selamat siang pak." ucap Mella sambil mengetuk pintu ruang kepala sekolah.


"Silakan masuk !." jawab sang kepala sekolah.


Saat Mella masuk ke ruang kepala sekolah, Chika dan Raisa pun ikut masuk. Kepala sekolah melihat kedatangan ketiga muridnya dengan bingung.


Beliau bingung jika Chika tau bahwa Mella belum dikeluarkan dari sekolah ini seperti permintaan ayahnya. Dan beliau juga bingung bagaimana caranya menyampaikan kepada Mella bahwa ia telah dikeluarkan dari sekolah ini.


"Silakan duduk ! dan apakah ada yang bisa saya bantu ?." tanya sang kepala sekolah mencoba menutupi kebingungannya.


"Pak bukankah Mella seharusnya bukan lagi salah satu murid di sekolah ini ? tapi mengapa ia masih datang ke sekolah ini ? katakan yang sebenarnya terjadi ?."


"Apakah anda belum mengeluarkannya ? atau apakah anda tidak mau mengeluarkannya ?." tanya Chika langsung pada intinya.


Kepala sekolah kemudian menatap wajah Chika dan juga Raisa setelah itu beralih ke wajah Mella. Namun Mella begitu tenang dan ada sebuah perasaan sedih atau kecewa, seolah-olah ia telah mengetahui semuanya.


"Maaf pak, kedatangan saya kali ini ingin meminta surat pindah. Saya ingin pindah dari sekolah ini." ucap Mella dengan tenang.


Semua yang berada di situ menatap kearahnya. Mereka heran dan juga bingung mengapa reaksi Mella tidak seperti yang mereka kira.


"Mella kau ?." tanya Chika terhenti.


"Iya Chika, sebelum kepala sekolah mengeluarkan aku dari sekolah ini, aku sudah memutuskan untuk pindah dari sekolah ini."


"Dan untuk anda kepala sekolah, anda jangan bingung dan jangan ragu. Anda telah menerima uang dari ayahnya Chika, tapi anda juga tidak perlu merasa bersalah dengan saya karena saya yang meminta pindah dari sekolah ini."


"Sehingga anda tidak perlu khawatir lagi dengan masakan ini. Anda bisa tenang dan bisa bekerja seperti biasanya." ucap Mella dengan sangat tenang.


Meskipun demikian tapi ucapan Mella bagai sebuah petir disiang bolong. Membuat kepala sekolah dan juga Chika diam membisu tanpa bisa mengatakan apapun.


Mereka tidak habis pikir ternyata Mella telah mengetahui semuanya. Hal itu membuat sang kepala sekolah seolah tak punya muka dihadapan anak muridnya.


"Mella saya bisa menjelaskan semuanya dan saya bisa memberi solusi untuk masalah ini." ucap sang kepala sekolah dengan gugup.


"Tidak pak, saya sudah memutuskan untuk pindah dari sekolah ini. Terlepas dari permintaan Chika dan juga orang tuanya."


"Jadi anda jangan bingung. Hal ini sudah saya putuskan sejak lama. Saya hanya menunggu persidangan kasus ayah selesai." jawab Mella dengan tenang.


"Ini ...," ucap Chika terhenti.


Ia tak bisa berkata-kata, sebenarnya ia tidak ingin tersaingi oleh Mella sehingga ia meminta sang ayah untuk memberikan sejumlah uang kepada sang kepala sekolah agar Mella dikeluarkan dari sekolah ini.


Tapi ternyata hal itu diketahui oleh Mella yang ternyata sudah lama berencana untuk pindah dari sekolah ini.