Tuan Putri Yang Hilang

Tuan Putri Yang Hilang
Bab 71 Keyla diculik part 2


Beberapa menit sebelum Keyla diculik. Dia sedang menunggu Bara untuk makan siang bersama.


"Nona, tuan muda masih belum bisa pulang untuk makan siang. Tuan muda masih ada urusan penting katanya." Susi memberitahukan pada Keyla.


"Begitukah?"


"Iya nona."


Keyla menghela napas, ia tampak kecewa. Untuk menghilangkan rasa kecewanya, ia pun mengajak Susi dan Intan untuk makan siang bersama.


"Kenapa aku malah kecewa. Padahal hal yang wajar kok saat majikan tidak jadi pulang untuk makan siang." Pikirnya.


Setelah selesai menyantap makan siang, Keyla membantu mencuci piring dan membereskan meja makan. Setelah semuanya selesai, ia menuju taman halaman rumah untuk sekedar menghirup udara segar.


Saat itu Susi ke pasar untuk membeli perlengkapan masak yang sudah mulai menipis, sehingga hanya ada Intan dan Keyla saja di rumah.


Kesempatan itulah yang digunakan Yuda dan anak buahnya untuk memasuki rumah Bara. Mereka membuat sekuriti penjaga pingsan, kemudian langsung membekap hidung dan mulut Keyla dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Keyla yang sedang duduk melamun tiba tiba terkejut saat seseorang membekap mulut dan hidungnya dari belakang. Meski cukup mudah untuk Keyla melawan karena dia ahli bela diri, tapi tubuhnya terasa lemas seketika karena telah menghirup bius dari sapu tangan yang menutupi hidungnya.


Intan melihat kejadian itu dari dalam rumah. Dia langsung menelpon Jehan.


"Halo Intan, ada apa?"


"Empat orang pria asing menyusup masuk kerumah tuan muda. Mereka menculik nona Keyla. Aku takut terjadi apa-apa pada nona Keyla." Celoteh Intan dengan suara gemetar dan juga agak terbata-bata.


"Tetap diam disana. Aku akan kesana sekarang juga." Ujar Jehan, lalu dia mengakhiri pembicaraan itu.


Sayangnya Jehan tidak kunjung datang. Itu karena tuan muda memintanya untuk segera mencari tahu hubungan mamanya dengan Jeydan. Sementara Bara sendiri bersama Timo terbang ke Malaysia untuk menemui Diki.


"Mmm!"


Keyla menggerakkan tubuhnya, dia mulai sadar, pengaruh bius mulai berkurang.


"Dimana ini? Kenapa disini sangat gelap." Pikirnya. Matanya melihat sekeliling mencoba menemukan sesuatu yang mungkin bisa membantunya untuk membuka ikatan dikaki dan tangannya.


"Mmm!"


Keyla menggeser tubuhnya untuk mendekat kearah pintu. Dia bergeser dengan posisi terungkup, ia bergeser seperti seekor ulat melata hingga tanpa dia sadari kedua lututnya tergores oleh lantai yang kasar berdebu dan sedikit berkerikil itu.


Dia berhasil tiba di depan pintu, tapi tiba-tiba pintu itu dibuka dengan kuat oleh seseorang hingga membuat tubuh Keyla terbanting dan terhantuk kuat ke sisi tembok. Bahkan dahinya mengeluarkan sedikit darah, Keyla pingsan seketika.


"Awasi gadis ini, jangan sampai dia lepas."


"Baik kapten."


Dia Yuda, pelaku yang membuka pintu gudang dengan sangat kuat. Dia sengaja melakukan itu untuk menyakiti Keyla.


Sementara itu, Bara dan Timo yang sudah tiba di Malaysia malah di cegat dan dibawa ke tempat khusus untuk pemeriksaan. Mereka akan diperiksa oleh polisi setempat guna mencari buronan yang kabur ke Indonesia dan diduga disembunyikan oleh pengusaha asal Indonesia.


"Timo, hubungi Jehan."


"Baik tuan muda."


Timo mengeluarkan hp-nya untuk segera menghubungi Jehan, tapi sebelum itu terjadi dua orang polisi masuk keruangan tempat mereka dikurung. Polisi polisi itu mengambil paksa hp milik Timo dan juga Bara dengan alasan untuk pemeriksaan.


Mau tidak mau, suka tidak suka mereka harus patuh pada polisi itu. Karena posisi mereka saat ini sedang tidak menguntungkan untuk bisa kabur dan melanjutkan misi awal mereka.