
Sesaat yang lalu, Bara menyantap berbagai macam masakan yang dimasak oleh Susi dan Intan, spesial untuk menyambut kedatangannya. Saat menyantap makanan, hampir tidak ada yang bersuara, kecuali Klara dan Timo yang sesekali bercanda sambil menikmati makanan.
Wulan tenggelam dengan rasa jengkel dan cemburunya pada Keyla yang mendapat perhatian dari Bara layaknya mereka memang sepasang kekasih. Padahal Wulan yakin baik Keyla maupun Bara hanya sama sama berakting.
Setelah makan makan itu selesai, Klara langsung mengajak Wulan pulang. Ia harus segera tiba di rumah untuk mengikuti les privat.
Kini tinggallah Keyla yang duduk berlutut dilantai menghadap Bara dan Timo yang duduk diatas sofa ruang depan.
"Saya benar benar minta maaf, tuan muda." Ucapnya menyesal.
"Saya tidak memerintahkan kamu untuk berlutut minta maaf, nona Keyla."
Bara berdiri, ia menghampiri Keyla dan malah berjongkok tepat di depan Keyla.
Timo hanya diam menonton pertunjukan di depannya.
Bara menarik dagu Keyla hingga wajah Keyla bisa terlihat dengan jelas olehnya. Kemudian, ia mendekatkan wajahnya sangat dekat ke wajah Keyla hingga membuat Keyla takut.
"Apa yang akan dilakukan tuan muda padaku!" Serunya dalam hati.
Melihat ekspresi wajah Keyla yang jelas terlihat takut, membuat Bara semakin mendekatkan wajahnya hingga puncak hidung mereka saling bersentuhan.
"Tidak. Jangan lakukan apapun padaku, tuan muda…" Teriak Keyla dalam hati.
Jantungnya berdegup kencang, ia bahkan sampai berkeringat dingin. Lalu tiba tiba ia menutup erat matanya.
Melihat adegan live itu, membuat Timo bangkit dari tempat duduknya. Ia melangkah menjauh dari Bara dan Keyla.
Bara yang menyadari Timo sudah pergi pun, langsung menjentik dahi Keyla dengan jari telunjuknya.
"Aawkkh..." Teriak Keyla terkejut.
Ia memegangi dahinya yang terasa sakit. Sedangkan Bara sudah berdiri dan melangkah sedikit menjauh dari Keyla.
"Apa alasan kamu kembali ke rumah ini, nona Keyla?" Tanya Bara.
Ia kini sudah kembali duduk di sofa sambil menatap wajah Keyla yang masih meringis kesakitan.
"Izinkan saya bekerja di rumah ini seperti mbak Susi dan mbak Intan, tuan muda."
"Itukah yang kamu inginkan?"
Keyla mengangguk yakin sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Tidak bisa."
"Kenapa tidak bisa, tuan muda?" Keyla tampak hendak protes.
"Karena kamu tidak sepadan dengan mereka." Jawab Bara tegas.
Penegasan Bara yang mengatakan Keyla tidak sepadan dengan Susi dan Intan, membuat Keyla merasa kesal. Tapi, apa boleh buat, dia tidak diterima bekerja karena ternyata derajatnya jauh lebih rendah dari kedua pembantu seorang tuan muda Bara Leonardo Handoko.
"Kamu harus menjadi pacar saya." Ucap Bara.
Keyla termangah kaget mendengar pernyataan Bara barusan.
"Apa maksudnya? Apa dia akan menjadikan aku budak se…" Pikir Keyla.
"Jadilah pacar pura pura saya. Saya akan menggaji kamu dua kali lipat dari gaji mbak Susi dan Intan." Sambung Bara sebelum Keyla berpikir terlalu jauh.
"Pacar pura pura?" Ulang Keyla.
Bara mengangguk. Iya menatap lekat wajah bingung Keyla.
"Kamu hanya perlu berakting menjadi pacar saya saat di depan Wulan, mama dan Klara."
"Eeheh?"
Keyla semakin bingung. Terlebih saat mendengar Bara memintanya berpura pura hanya dihadapan tiga wanita spesial dalam hidupnya.
Tidak tahan melihat Keyla yang terus terusan tampak bingung, Bara menghampirinya. Ia menarik tubuh Keyla hingga Keyla berdiri tepat di hadapanya.
"Jika kamu menolak, aku akan menciummu!" Bisik Bara.
Sontak Keyla langsung menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya.
Kedua sudut bibir Bara terangkat seketika melihat reaksi Keyla yang tampak menggemaskan menurutnya.