Tuan Putri Yang Hilang

Tuan Putri Yang Hilang
Bab 65 Putri kandung Diki


Malam ini Jehan, Timo dan Bara sedang membahas sesuatu yang serius di dalam ruang kerja Bara.


Diatas meja tertata foto foto Diki dan juga istrinya yang sedang koma.


"Jadi istri om Diki belum meninggal?" Tanya Bara.


Jehan dan Timo mengangguk.


"Om Diki menyembunyikan istrinya selama ini dari tuan Cakra, karena om Diki menganggap tuan Cakra penyebab istrinya menjadi seperti itu." Sambung Jehan.


Bara terdiam cukup lama. Ia terlihat seperti memikirkan sesuatu.


"Apa yang sebenarnya diketahui bunda tentang kejadian dua puluh tahun lalu itu?" Pikirnya.


"Mengapa om Diki memerintahkan orang untuk melenyapkan bunda?" Lanjutnya.


Kemudian, ia melirik pada Jehan dan Timo.


"Je, apa kamu sudah memastikan, apakah benar om Diki yang telah memerintahkan orang untuk membunuh bunda?" Tanya Bara kemudian.


"Maafkan saya tuan muda. Saya tidak menemukan apapun yang menjadi bukti bahwa om Diki yang memerintahkan orang untuk membunuh bunda tuan muda." Jawab Jehan merasa menyesal karena tidak bisa menyelidiki tentang hal itu.


"Tapi, aku mendengar bahwa om Diki memiliki seorang putri yang dia sembunyikan sejak dua puluh tahun lalu." Uangkap Jehan.


Mendengar itu, membuat mata Bara melotot tidak percaya. Ia merasa semakin penasaran pada Diki yang terlalu banyak menyimpan rahasia.


"Jangan jangan, bukan Jeydan yang membakar rumah papa dua puluh tahun lalu. Tapi, om Diki." Ujar Bara mulai semakin mencurigai Diki.


"Tidak tuan muda. Sudah saya pastikan, kebakaran dua puluh tahun lalu dilakukan oleh orang orang yang dibayar Jeydan. Bahkan malam itu, Jeydan juga memerintahkan orang untuk membunuh istri om Diki…"


Jehan mengetahui banyak info tentang Diki, selama ia berada di Malaysia.


"Setidakanya info yang saya ketahui bersumber dari orang yang dapat dipercaya." Tutur Jehan yakin.


Bara kembali terdiam. Ia mencoba berpikir lagi dan lagi.


"Tuan muda, saya rasa ada baiknya jika kita mulai menyelidi om Diki dengan cara mencari putri kandungnya yang ia sembunyikan." Kali ini Timo yang memberi ide.


"Saat kita bisa menemukan putrinya, kita bisa menjadikan putrinya umpan untuk menangkap om Diki dan membuat dia mengakui apa yang sudah ia lakukan di masa lalu."


Jehan dan Bara menoleh kearah Timo.


"Oke. Kita mulai misi pencarian putri om Diki yang hilang."


Mereka mulai mengatur cara untuk membuat Diki lengah dan tidak mengetahui tentang misi mereka untuk menemukan putrinya yang ia sembunyikan.


Setelah pembahasan itu, Timo dan Jehan langsung pulang ke rumah mereka masing masing. Sedangkan Bara, ia malah menyelinap masuk ke kamar Keyla dan Keyla sudah tertidur lelap.


Bara mendekati ranjang Keyla. Ia duduk dipinggir ranjang itu sambil mengelus lembut dahi Keyla.


"Gue benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis ini." Ungkapnya berbisik dalam hati.


"Papa, sepertinya aku ingin menjadi menantu papa untuk hari hari berikutnya. Aku sangat menginginkan putri papa."


Bara mendekatkan wajahnya semakin dekat pada wajah lelap Keyla. Lalu tanpa bisa menahan diri, Bara akhirnya menempelkan bibirnya di dahi Keyla.


"Selamat malam, gadis kecilku. Mimpi yang indah." Bisiknya ditelinga Keyla.


Lalu, ia membenarkan selimut yang hampir terlepas dari tubuh Keyla. Setelah itu, barulah Bara meninggalkan Keyla sendirian di kamarnya.


Langkah Bara tampak sangat bersemangat saat menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai atas.