Rahasia Suami Lumpuhku

Rahasia Suami Lumpuhku
Aku menyerah


Arsen tidak langsung menjawab. Pria itu diam untuk sejenak, memikirkan jawaban apa yang pantas dia berikan pada sang istri yang dia tahu kalau di balik sikap kerasnya tersembunyi sisi lembut dan empati yang tinggi.


"Kamu itu manusia biasa, Zora. Kamu bukan malaikat yang selalu bisa menerima perbuatan jahat orang lain padamu. Ada kalanya sebagai manusia biasa kita merasa capek dan geram. Ditambah perlakuan tidak baik yang kamu terima selama ini membuat kesabaranmu habis. Jadi, menurutku apa yang sudah kamu lakukan itu tidaklah keterlaluan, untuk ukuran kaca mata manusia biasa. Jadi, jangan berpikir kalau kamu itu jahat," ucap Arsen dengan bijak.


"Lagian, anggap saja apa yang kamu lakukan itu, untuk menolong adikmu sendiri, agar bisa lepas dari seorang laki-laki seperti Dimas yang gampang tergoda dengan pesona wanita lain. Kalau dia memang mencintai Tsania, sekeras apapun usaha wanita lain menggodanya, dia pasti tidak akan tergoda," sambung Arsen lagi, berusaha membuat Aozora tidak terus-terusan dikejar oleh rasa bersalah.


"Ayo masuk!" Arsen membuka pintu mobilnya untuk Sang istri. Setelah Aozora masuk dan duduk, Arsen pun berjalan mengitari mobilnya untuk duduk di tempat kemudi.


"Pasangkan sabuk pengamanmu!" titah pria itu, seraya menoleh ke arah Aozora yang terlihat masih melamun.


"Eh, i-iya," sahut Aozora dengan cepat seraya memasang sabuk pengamannya.


Arsen pun kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang ramai, tapi tidak sampai menimbulkan kemacetan. Sementara Aozora tampak masih sibuk berperang dengan pikirannya sendiri.


"Zora, kenapa masih diam saja? Apa kamu masih kepikiran dengan hubungan Tsania dan Dimas?" Arsen kembali buka suara dengan mata yang melirik sekilas ke arah sang istri.


"Emm, Mas apa benar Tsania memang sudah berubah? Takutnya itu hanya akal-akalannya saja. Kamu tahu sendiri kan kalau dia dan mamanya dulu itu sangat licik dan pintar drama?"


Arsen berdecak seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia mengira sang istri sudah tidak memikirkan tentang Tsania lagi, ternyata pemikirannya salah.


"Untuk kali ini, aku yakin dia benar-benar sudah berubah," sahut Arsen tegas. Kemudian Arsen mulai menceritakan tentang kejadian di mana Tsania hendak menggoda Samudra. Pria itu juga tidak lupa menceritakan pengakuan Tsania pada Samudra di mana dia sama sekali tidak berniat untuk menggoda pria itu. Wanita itu melakukannya karena diancam akan menyebarkan photo-photo dan video asusila Tsania dan Dimas dulu.


Raut wajah Aozora sontak terlihat marah.


"Dasar wanita ular! Bisa-bisanya dia memanfaatkan putri kandungnya sendiri hanya untuk mendapatkan keinginannya. Ada ya, ibu semacam itu!" cetus Aozora seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Tsania berjalan dengan raut wajah berbinar dan bibir yang tersenyum menuju ruangan Dimas. Wanita itu begitu berharap kalau Dimas akan senang kali ini dengan perhatian dan apa yang dia bawanya.


Baru saja dia hendak membuka pintu, tiba-tiba pintu sudah terbuka. Tampak di depannya berdiri Dimas dan Bella, seorang wanita yang dia tahu adalah selingkuhan suamiya.


"Sa ...."


"Ngapain kamu di sini? Ayo masuk!" belum sempat Tsania bicara, Dimas menarik tangan Tsania dengan kasar masuk ke dalam ruangannya.


"Sa-sakit, Sayang!" desis Tsania, ketika merasakan sakitnya cengkraman tangan Dimas di pergelangan tangannya.


"Buat apa kamu ke sini, Hah?" tanya Dimas dengan tatapan penuh kebencian ke arah Tsania. Bukannya melonggarkan cengkramannya, pria itu semakin mengencangkan cengkramannya. Sementara Bella hanya meringis seakan bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh Tsania.


"Sayang, lepaskan tangan istrimu!" titah Bella.


Mendengar perintah Bella, bagaikan sapi yang dicucuk hidungnya, tangan Dimas dengan lemasnya langsung melepaskan tangan Tsania.


"Mau apa kamu ke sini?" Dimas mengulangi pertanyaannya.


"Aku tidak butuh makanan busukmu ini!" dengan Kasar Dimas menepis rantang yang ada di tangan Tsania, hingga membuat isi rantang itu berserakan di lantai.


"Kak, aku sudah susah payah memasaknya, tapi lihatlah sekarang semuanya berserakan di lantai!" Tsania mulai menangis.


"Aku tidak memintamu melakukannya kan?" ucap Dimas dengan raut wajah sinis.


"Dulu aku memang memintamu untuk belajar memasak, tapi kamu tidak pernah mau. Giliran sekarang, ketika sudah terlambat, kamu baru mau belajar. Kamu kira aku akan tersentuh? Tidak akan!" sambung Dimas lagi.


"Tapi, setidaknya kamu coba untuk menghargai perjuanganku, Kak. Aku hanya ingin mempertahankan rumah tangga kita. Apa aku salah?" cairan bening yang keluar dari mata Tsania dari tadi tidak pernah berhenti mengalir.


"Tidak salah, tapi sudah terlambat! Perasaanku sudah mati untukmu!" sahut Dimas, masih dengan tatapan sinisnya.


"Tapi, kenapa kamu masih mau menyentuhku kalau perasaanmu sudah mati padaku?" suara Tsania meninggi.


"Dimas, kalian berdua lanjutkan pembicaraan kalian. Aku tidak mau ikut campur, aku keluar dulu!" Bella yang dari tadi diam saja, buka suara seraya beranjak pergi.


Melihat kepergian Bella dan ketika mendengar wanita itu memanggilnya tanpa embel-embel kata 'sayang', sontak membuat Dimas murka. Dia merasa kalau sekarang wanita yang dicintainya itu sudah salah paham dan marah mendengar kalau dirinya masih menyentuh Tsania.


"Dasar wanita sialan! Wanita murahan! lihat, Bella sudah pergi gara-gara kamu!" bentak Dimas.


"Kenapa gara-gara aku? Kan dia memang seharusnya pergi karena dia hanya seorang selingkuhan dan aku ini istrimu. Jadi yang pantas dipanggil murahan itu ya dia!"


Plakkk ....


Tangan Dimas tanpa dihindari kini mendarat keras di pipi Tsania. Pria itu begitu marah mendengar istrinya itu menyebut wanita yang dia cintai, wanita murahan.


"Kak, kamu menamparku?" desis Tsania, dengan suara lirih dan air mata yang semakin deras mengalir.


"Bukan hanya memukulmu. Aku juga akan merobek mulutmu, jika kamu berani mengatakan Bella itu wanita murahan. Yang murahan itu kamu! Asal kamu tahu, aku menyentuhmu bukan karena aku cinta kamu, tapi karena aku butuh untuk menyalurkan hasratku. Aku tidak mau melakukan hal itu pada Bella karena dia bukan kamu yang mau saja memberikan apa saja demi cinta. Dia begitu menjaga kesuciannya dan aku menghormati keputusannya. Sekarang, lihat! Karena ucapanmu tadi, Bella pasti sudah salah paham. Awas saja kamu kalau sampai hubunganku dan Bella hancur ya. Aku akan membuat perhitungan denganmu!" pungkas Dimas. Kemudian pria itu memutar tubuhnya dan hendak pergi menyusul Bella.


"Segitu cintanya kamu pada wanita itu ya? Baiklah, jika kamu menginginkan wanita itu, aku akan mundur. Kita berpisah saja!" pekik Tsania, membuat langkah Dimas terhenti tiba-tiba.


Pria itu sontak menoleh ke kembali ke arah Tsania dengan melemparkan senyum sinisnya. "Oh, berani juga kamu mengatakan kata pisah ya? Kamu yakin akan berpisah denganku? Apa kamu sudah siap menjadi gembel? Ingat keluargamu bergantung kepadaku," ucap Dimas, sinis.


"Aku sudah siap dengan konsekuensinya, Kak. Sekarang aku sudah tidak peduli lagi. Kemarin-kemarin aku masih berusaha untuk bertahan dan berusaha juga untuk berubah menjadi seorang istri yang baik, tapi sepertinya usahaku tidak ada artinya bagimu. Aku merasa kalau aku pertahankan pun pernikahan kita tidak akan pernah bahagia karena perasaanmu sudah pada wanita lain. Jadi, karena aku ingin kamu bahagia dengan wanita yang kamu cintai, aku memilih untuk mundur," tutur Tsania dengan sedikit tersendat-sendat, karena isak tangisnya.


"Asal kamu tahu, aku ini manusia biasa yang bisa capek. Kemarin-kemarin aku masih berusaha melindungimu dari rasa malu, dengan melakukan apa yang diperintahkan mama. Mama mengancamku akan menyebarkan foto-foto dan video asusila kita berdua kalau aku tidak mau melakukan perintahnya. Tapi, sekarang aku sudah tidak peduli lagi, kak! Sekarang aku sudah menyerah!" lanjut Tsania lagi, membuat Dimas diam.


"Kalau urusan mama Meta, itu urusan kamu. Sekarang aku buka kamu jalan, bisa bersama dengan Bella wanita yang kamu cintai itu," pungkas Tsania seraya beranjak pergi melewati Dimas begitu saja.


Tbc


Mohon like, komen, vote dan rate-nya dong guys 🙏. Kasih hadiah mawar juga boleh 😁😁